Selasa, 15 Maret 2011

Trouble Maker Jilid 14

Flash Back Tepat sebelum Yoomi diculik.
Di kelas.
Hari itu Yoomi sedang bersiap pulang dari sekolah, "Yoomi-ya, mian aku pulang duluan ya."ujar SooYoo.
"Ya! My twins, kau pasti mau bertemu Jung Soo sunbae kan?"tebak Sookyo.
"Mworago? Bagaimana kau bisa tau?"Sooyoo heran.
"Kita ini kan kembar aku pasti tau apa yg kau sembunyikan. Hehehe...."jawab Sookyo.
"Jincha?" Sooyoo kaget. "Aniyo, tadi Sunbae bilang ia mau mengajakmu jalan jadi aku menggantikannya melatih dance hari ini."jawab Sookyo. "Aigo, aku kira benar saja yg kau bilang tadi. Nah, khanda. Annyeong!"
"Jal khara my twins. Jangan nakal dengan Jung Soo sunbae ya...Hehehe." ledek Sookyo, saat ia berbalik ia melihat sahabatnya Yoomi sedang termenung, "Yoomi-ya, gwenchana?"tanya Sookyo.
"Gwenchanayo Kyo. Em, aku pulang duluan ya. Khanda."tiba2 saja Yoomi pamit pulang.
"Hufh, aku ditinggal lagi. Ya sudah aku pulang juga deh."gumam Sookyo dan pergi meninggalkan kelas.

Di jalanan saat itu sedang sepi, memori Yoomi melayang entah kemana. Ia duduk di halte menunggu bus.
Tapi dalam otaknya terdapat banyak tanya tentang sosok Lee Donghae. Ia benar2 yakin sosok Lee Donghae yg ia temui itu adalah Boo, teman sepermainannya dulu saat ia masih berumur 9th dan Boo 10th.
Ia dan Boo dulu kenal sejak mereka kanak2. Saat itu Yoomi masih diasuh oleh Imo dan Samchonnya.
Mereka saling kenal karna mereka bertetangga, Yoomi selalu manja dengannya.
Boo selalu melindunginya, sampai2 saat ia terjatuh menimpa pecahan gelas di lantai, Boo menolongnya.
Yoomi kecil tak berhenti menangis karna sakit, pecahan kaca menggores lututnya dan meninggalkan bekas yg tidak bisa hilang hingga kini.     *hingga dewasa Yoomi selalu menutupi bekas luka di lututnya*
Boo panik lalu dengan lembut ia menutupi lutut Yoomi dengan sapu tangannya dan meniup lutut Yoomi seraya berkata, "Gwenchana mimi-ya, sakitnya sekarang sudah pergi ke langit...Sakitnya sudah pergi ke langit...." sembari berakting seolah2 Boo sedang melemparkan rasa sakit yg Yoomi rasakan ke langit dengan tangannya.
Yoomi kecilpun tersenyum. "Aigo....Eotteokhajyo...Mimi-ya....?" Boo berakting panik.
"Wae Boo?"tanya Yoomi bingung. "Lukanya pasti berbekas nanti uri mimi tidak bisa menikah lagi...."sambil menunjukan wajah sedih. Perlahan senyum Yoomi hampir menghilang dan matanya berkaca2, Boo sadar lalu berkata "Gwenchana, kalau nanti tidak ada yg mau menikah dengan mimi, Boo yg akan menikah dengan mimi nanti."senyum pun kembali mengembang di wajah Yoomi mendengar kata2 Boo. "Yaksok?"tanya Yoomi. Mereka pun berjanji.

"Ah, aku sudah seperti orang gila saja. Mana mungkin Lee Donghae itu Boo. Lagipula terakhir aku kembali kerumah imo dan samchon kata mereka Boo sudah pindah tidak lama kami berpisah dulu. Boo...Dimana kau....?"batin Yoomi.
Ia kembali tersadar dari lamunannnya saat ia melihat seorang namja sedang berdiri di hadapannya.
"Yo... Kau masih penasaran denganku kah?"tanya namja itu. Yoomi refleks bangkit dari tempatnya duduk dilihatnya Lee Donghae lah namja itu.
"A...Aniyo...Aku tidak menunggumu. Aku juga sedang menunggu bus..."dalih Yoomi.
"OK...Annyeong...."Donghae berbalik dan hendak pergi. "Chakaman...."kata Yoomi tiba2 sembari menarik ujung jaket Donghae. Merasa ada yg aneh dengan yeoja dihadapannya itu lalu Donghae mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Yoomi, jarak mereka sangat dekat sampai2 mereka bisa saling merasakan hembusan nafas masing2.
"Do i know you?"ujar Donghae membuat Yoomi perlahan mundur karna terdesak.
"Neol....Neol....Boo eoyo?"tanya Yoomi gugup.
"Boo? Nama macam apa itu? Hahaha...Ya! Jangan2 You're my secret admirer right?"kini Donghae memegang dagu Yoomi, membuatnya semakin gemetar. Tiba2 ponsel Donghae berdering. "Yeoboseyo..Mwo? Ne algaesseumnida...." Donghae menutup ponselnya. Dan berbalik kembali ke arah Yoomi.
"Sepertinya pertemuan kita kali ini sampai disini my secret admirer. Annyeong...."Donghae berlalu sedangkan Yoomi tak mampu berkata apa2 lagi. Donghae berjalan semakin menjauh, "Aigo...Wajah yeoja itu kenapa akhir2 ini selalu ada di pikiranku ya...Kenapa tiap kali melihat matanya membuat hatiku sakit? Argh...Membuatku gila!"gumam Donghae sambil mengacak2 rambutnya.

"Kyaaaaaaaaaa...."terdengar suara teriakan Yoomi sehingga Donghae refleks berbalik menuju asal suara itu.
Dilihatnya namja Y sedang menarik paksa Yoomi untuk masuk ke dalam mobilnya, mobil yg sama yg pernah menyerempet Yoomi dulu. Sekuat tenaga Donghae berusaha berlari ke arah Yoomi.
"Boo.....Tolong aku......."teriak Yoomi namun mulutnya dibekap oleh si penculik itu. Ketika si penculik sudah berhasil memasukan Yoomi ke dalam mobil dan mengikatnya ia langsung melajukan mobilnya dengan cepat.
Donghae berusaha menghalau mobil tersebut ia pun nekat berdiri tepat di depan mobil tersebut dan seketika itu mobil si penculik menghantam tubuh Donghae.Yoomi yg kini mulutnya dibekap dan tangannya terikat hanya bisa menangis melihatnya dari dalam mobil yg melaju ke arah Donghae yg bersimbah darah di jalan dan tidak sadarkan diri.
End of Flash Back

Sementara itu di kediaman Kim, Hyukjae masih menenangkan Yunmee. Lalu ia berjalan menuju dapur membawa segelas air di tangannya.
"Yunmee, kau harus tenang. Nah, ini minumlah."ujar Hyukjae seraya menyodorkan segelas air kepada Yunmee.
"Gomawo."jawab Yunmee lirih dan ia pun meminumnya. Namun tidak berapa lama ia merasakan pening di kepalanya.
Dan seketika itu juga ia pingsan. "Mianhe Yunmee aku harus melakukan ini." dalam sekejap Hyukjae membopong tubuh Yunmee dan membawanya pergi.

Sedangkan di lain tempat Shim Changmin dan Choi Soobyoung sedang berjibaku dengan waktu demi menolong Choi Sungmin, Sooby namdongsaeng.
"Eotteokae, ponselku low batt?"ujar Sooby yg tiba2 terputus percakapan dgn Yunmee.
"Aigo, tadi karna buru2 aku lupa membawa ponselku. Yg penting sekarang kita ke tempat ahjumma itu. Sepertinya sebentar lagi kita sampai." ujar Changmin yg dengan cepat melajukan kendaraannya.
Tak berapa lama mereka berhenti di sebuah tempat sauna yg Sooby maksud.
"Apa kau melihatnya Sooby Ssi?"tanya Changmin sembari memperhatikan satu per satu orang yg ada di tempat itu.
"Ah itu dia.....Ahjumma...."panggil Sooby kepada seorang wanita paruh baya.
Ahjumma itu ternyata masih mengenali Sooby dan ia mengajak mereka ke rumahnya.
Sementara Sooby dan ahjumma berbicara, Changmin menunggu di luar.
"Jadi ahjumma katakan apa Eommonim nya Sungmin punya saudara?"tanya Sooby langsung setelah menjelaskan keadaan Sungmin.
"Sooby Ssi, Sungmin Eomma sudah sebatang kara sejak kecil. Lebih baik kau tanya saja Samchonmu Choi Soo Jung."jawab Ahjumma.
"Mwo? Uri samchon? Wae?" Sooby Bingung.
"Sebenarnya Kang Minsung, Sungmin Eommonim adalah anak di luar nikah dari almarhum harabojimu."ujar Ahjumma.
"Mwo? Jadi Sungmin Eommonim dan uri Eomma adalah saudara kandung?"dalam sekejap ia bagai tersambar petir. Dalam benaknya ia tak habis pikir Abeojinya tega mengkhianati Eomma nya dengan saudari eommanya sendiri.
Pantas saja Sooby Eomma nekat memberikan nama keluarganya sendiri "Choi".
"Sooby ssi, ini kuberikan kepadamu."ahjumma menyerahkan sebuah diary dengan nama Kang MinSung di depannya.
Ia meninggalkan Sooby sendiri untuk menenangkan diri di dalam ruangan itu.
Sooby membuka lembar demi lembar diary tersebut ternyata Sooby Eomma dan Sungmin Eomma saling mengenal.
Ada sebuah catatan yg menarik perhatian Sooby :

Hari ini aku dan YoungSoo unnie (Sooby Eomma) menghabiskan natal bersama, aku bersyukur walaupun Abeoji dan Soo Jung oppa(Sooby Samchon) tidak menganggapku tapi unnie selalu saja ada untukku.

"Mwo? Kenapa dia mengkhianati uri Eomma?"gumam Sooby penasaran. Lalu ia kembali membuka lembar halaman demi halaman hingga ia sampai pada suatu halaman yg membuatnya kaget.

Sungguh aku manusia yg tidak berguna, bagai binatang yg menggigit majikannya sendiri. Aku merebut suami unnie ku sendiri. Uri unnie, ia bahkan tidak marah saat ia tahu aku dan suaminya saling menyukai dan ia memutuskan untuk mengalah demi aku. Mianhe unnie-ya.
Sooby menutup diary itu saat ia melihat Changmin datang. "Sooby ssi ottae? Sudah menemukan saudara Sungmin Eomma?"tanya Changmin. Namun Sooby hanya menunduk dan ia teringat kata2 Heechul untuk tegar demi Changmin.
"Ah ye Changmin Ssi sepertinya aku tahu harus kemana. Kita harus ke rumah uri Samchon Choi Soo Jung."jawab Sooby.
"Nde kalau begitu Khaja..." Mereka pun pergi dari tempat itu.

Saat mereka tiba di rumah Sooby Samchon Choi Soo Jung namun di depan pintu sudah berdiri seorang yeoja sedang menekan bel pintu rumah kediaman keluarga Choi.
Saat Sooby dan Changmin mendekati pintu keluarlah seorang wanita paruh baya yg keliatannya seperti pembantu rumah tangga, dia adalah Lee Ahjumma.
Lee Ahjumma melihat ke arah Sooby. Sepertinya ahjumma kaget melihat kedatangan Sooby.
"Sooby Agasshi lama tak bertemu. Apa kau datang mencari Sajangnim(Sooby samchon)?"
"Nde ahjumma, samchon eodiseo?"
"Ah sajangnim sekarang masih ada di luar negeri."lalu ahjumma melihat ke arah yeoja yg ada disana.
"Jusonghamnida, nuguseyo? Ada yg perlu dibantu?" tanya Lee Ahjumma kepada yeoja itu.
"Ah ye,joneun Lee Chae Rie imnida. Aku mencari Choi Siwon Ssi. Sebelumnya aku ada janji dengannya tapi tidak ada kabar sama sekali darinya."jawabnya.
"Tuan muda Siwon sekarang sedang ada di RS."jawab ahnjumma.
"Mwo?"ujar Chae Rie dan Sooby berbarengan.
"Ahjumma ia sakit apa? Kenapa ia bisa dirawat? Ia dirawat dimana. Katakan padaku, jeba."tanya Chae Rie panik.
"Tuan muda tadi mengalami kecelakaan saat di perjalanan, ia dirawat di RS X agasshi."jawab ahjumma.
"Naega eotteokhajyo...."Chae Rie menutup wajahnya dan menangis.
"Aku akan ke RS lebih baik kau ikut kami saja. Ottae? Bolehkan Changmin Ssi?"ujar Sooby
"Nde, agasshi kau pergi bersama kami saja."tambah Changmin.
Chae Rie pun setuju. Di dalam mobil Chae Rie duduk di kursi belakang. Ia tak henti2nya menangis. ]
Sedang Sooby tak sanggup menenangkan Chae Rie.

Kembali ke tempat penyekapan Yoomi.
Tempat itu merupakan sebuah rumah besar seperti rumah tak berpenghuni. Bahkan tidak banyak barang yg ada didalamnya.
Tepatnya di salah satu kamar kosong Yoomi berada.
Yoomi tergolek lemah di lantai yg dingin dengan mulut terbungkam dan tangannya diikat di belakang.
Sesekali namja Y melihat ke arah Yoomi
Tanpa namja Y sadari Kim Heechul sudah berada tidak jauh dari rumah itu. Ia melihat mobil yg membawa Yoomi berada tepat di depan rumah tersebut.
Di dalam mobilnya, Heechul terlihat cemas, "Aish....Kangin Samchon eodiseo! Ah aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi...!" Heechul pun nekat masuk ke dalam rumah tersebut. Ia memanjat dinding yg memagari rumah tersebut diam2.
Ia mengendap endap di sekeliling rumah tersebut ia melihat ada seseorang di lantai atas samar2. Ia bersembunyi takut ketahuan. Ia mencari2 jalan masuk kerumah tersebut. Beruntungnya salah satu jendela rumah tidak terkunci dan langsung saja Heechul masuk. Tanpa suara ia berjalan menuju kamar di lantai 2 yg ia duga tempat Yoomi disekap.
Lalu tiba2 ia mendengar namja Y bicara.
"Agasshi....Apa kau lapar?"tanya namja Y sambil memegang dagu Yoomi namun Yoomi mengelak.
"Aigooo...Galak sekali. Chakamnyo aku akan keluar sebentar mencarikanmu makanan."

Terdengar suara pintu yg dibuka. Rupanya namja Y keluar dari ruangan itu. Setelah dirasa aman, Heechul keluar dari tempatnya bersembunyi dan masuk ke dalam kamar dimana Yoomi disekap.
"Mimi....Mimi...."Heechul memanggil Yoomi dengan berbisik takut ketahuan oleh si penculik sembari membuka kain penutup mulut yg membungkam Yoomi.
"Op..Pa...Aku takut...."ujar Yoomi lirih.
"Chakaman, oppa akan mengeluarkanmu dari sini...."
"Oppa...Awaaaaaaaassss....!"teriak Yoomi namun kalah cepat. Seseorang memukul punggung Heechul tepat di titik yg bisa membuatnya pingsan. "Oppaaa...."panggil Yoomi namun Heechul sudah tidak sadarkan diri.

To Be Continue.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar