Kamis, 12 Januari 2012

Hard Way

“Wait, did she ever told you that Junghee is sick?”
“What? Junghee is sick? Where is she now? Please tell me?”
“Just ask your fiance then”
“Daniel!”

Sungmin berusaha mencari tunangannya setelah mendengar perkataan Daniel.

Sesampainya ia di apartemen tunangannya, Shi Yeon.
“Shi Yeon, marhaebwa! Apa kau tahu keberadaan Junghee sekarang?”
“Apa maksudmu?”
“Sebenarnya kau tahu keberadaan Junghee, jebal Shi Yeon katakan padaku dimana dia”
Shi Yeon menundukkan kepalanya, air mata jelas menggenang di matanya. Tapi tidak jatuh karena ia berusaha sekuat tenaga untuk menahannya.
“Keurae, aku tahu keberadaan Junghee. Dan ternyata kau masih belum melupakannya. Benarkan?”
Sungmin sebenarnya tidak ingin menepis dugaan Shi Yeon, tapi kebenarannya adalah ia memang masih belum melupakan Junghee yang sudah menemaninya selama 3 tahun.

“Nde, memang benar Junghee masih di Korea dan bukan di Amerika seperti yang ia katakan terakhir kali di suratnya”
“Mwo? Jadi itu benar, Daniel bilang ia sakit. Apa itu juga benar? Marhaebwa!”
“Uhm, bisa dikatakan ia sakit. Dan kau Lee Sungmin yang membuatnya seperti itu”
Seperti tubuh yang kehilangan penyangganya, Sungmin perlahan mundur hingga punggungnya menyentuh dinding yang berada tepat di belakangnya. Air mata perlahan menetes di kedua pipinya.

“Shi Yeon, kau....Kau kenapa tega menyembunyikan hal itu? Berapa lamakah kau tahu tentang ini semua”
“Awalnya aku tidak tahu dan bahkan aku tidak mengenal siapa itu Junghee, yang aku tahu dari keluargamu ia adalah mantan kekasihmu, sampai aku dan dia bertemu, secara tidak sengaja ia menjatuhkan dompetnya. Aku melihat fotomu dan Junghee, foto yang sama dengan foto yang kau simpan. Ia kaget karena aku mengenalnya”
“Eodi?”
“RS Ansang, tapi aku tidak tahu ia masih ada disana atau tidak. Terakhir aku melihatnya 2 bulan yang lalu”
Tanpa berpikir panjang iapun berlari pergi meninggalkan Shi Yeon.

“Sungmin, yang kutakutkan akhirnya terjadi. Setelah satu tahun kalian berpisah kau masih mengingatnya” batin Shi Yeon.

Flash Back

Shi Yeon adalah seorang sekretaris dari perusahaan Sendbill milik Lee Chunhwa, ayah Sungmin.
Pertemuan mereka saat Sungmin datang untuk menemui ayahnya.
“Jusonghamnida... Jusonghamnida....”
Shi Yeon dengan terburu-buru membawa beberapa berkas di tangannya. Tidak sengaja ia menabrak Sungmin.
“Eotteokae.....?”
Dengan panik ia membereskan berkas-berkas yang bertebaran di lantai, dengan spontan Sungmin membantunya.
“Kamsahamnida..... Jusonghamnida aku tidak hati-hati menabrak anda”
“Gwenchana, kau sekretaris Yoon?”
“Anda mengenal saya?”
“Uhm, tentu saja aku mengenalmu”
Dengan tenang Sungmin pergi meninggalkan Shi Yeon setelah mendapat panggilan dari ponselnya.

“Aigo.... Uri Yoon Shi Yeon beruntung sekali”
“Aish Yongjoo kau mengagetkanku saja”
“Ya! Aku sedari tadi berdiri di sebelahmu tapi kau sama sekali menyadarinya. Kau malah asyik memandangi anak pemilik Sendbill!”
“Mwo? Nugu?”
“Aish jincha Yoon Shi Yeon, namja barusan itu adalah Lee Sungmin anak CEO kita sekaligus idol... Dia salah satu member Super Junior!”
“Jongmal? Aish, mollaseo. Tadi aku tidak melihatnya dengan jelas. Ia pakai topi dan kaca mata jadi aku mana bisa mengenalinya”

Pertemuan kedua mereka saat CEO Lee Chunhwa mengadakan private gathering di rumahnya. Saat itu kebetulan Sungmin sedang berada disana.
“Aiguuu.....”
Gelas yang dipegang Shi Yeon tidak sengaja tumpah dan mengenai baju Sungmin.
“Jusonghamnida......”
“Gwenchana, kau sering sekali seperti ini ya?”
Dilihatnya orang yang ada di hadapannya.
“Lee...Lee Sungmin ssi?”
Matanya seakan tidak percaya dengan yang ada di hadapannya.
“Ne”
Berawal dari permintaan maaf merekapun mulai berbincang-bincang dan akrab. Ibu Sungmin Kang Gyeong Suk yang sudah lama tidak melihat putranya dekat dengan seorang yeoja lagi pun senang.

Sesusai acara, Kang Gyeong Suk memanggil Shi Yeon.
“Shi Yeon ssi, apa kau punya waktu akhir minggu ini?”
“Eobseo”
“Apa kau mau menemani aku? Ada acara amal di Daegu, itu juga kalau kau tidak keberatan”
“Nde, aku mau”

Rencana Kang Gyeong Suk untuk mendekatkan Shi Yeon dan Sungmin pun berhasil.
Shi Yeon menjadi akrab dengan keluarga Lee, terutama Sungmin dan merekapun bertunangan tanpa seorang pun tahu di luar dari keluarga Lee dan Yoon.
Keluarga Sungmin memang sangat ketat dengan privasi.

End Flash Back

Did you know, I always thought we were here together forever but now I know nothing last forever in this world.

Pernikahan ini selamanya tidak akan pernah terjadi. Kau dan aku sangatlah berbeda. Semua mimpi di masa muda yang kita rajut, sirna seiring berjalannya waktu.


Sungmin berlari layaknya orang yang hilang akal, sepanjang koridor SM entertainment ia mencari-cari sosok seseorang.
“Junghoon hyung!” sosok yang dipanggilnya itu pun berbalik.
“Sungmin? Waeyo?”
“Eodigaa...Eodi....”suara Sungmin yang kelelahan mengakibatkan suaranya terbata-bata.
“Mwo?”
“Junghee....Kim Junghee.....DIMANA DIA!!!” bentak Sungmin.
Sontak membuat Junghoon kaget dan menarik Sungmin ke suatu ruang yang biasa dipakai untuk rapat.
“Neol michyeoseo!!!” bentak Junghoon di dalam ruangan tersebut saat merasa aman tidak ada seorang pun disana.
“Keurae....Nan....Nan michyeoseo! Sebelum aku bertambah gila lebih hyung katakan dimana Junghee sekarang! Marhaebwa!” bentak Sungmin seraya mencengkram erat kerah kemeja Junghoon dan memojokannya ke dinding yang berada di belakangnya.

“Kenapa kau menanyakannya padaku? Sudah berulang kali aku bilang aku tidak tahu kemana Junghee pergi. Kau pikir aku tidak perduli terhadap adik sepupuku itu. Hah!”
Sungmin perlahan melepas cengkraman tangannya, ia tertunduk. Air mata mulai menetes dari kedua matanya.

“Sungmin-ah.....”
“Hyung, aku....Aku sama sekali tidak bisa hyung, tidak bisa melupakannya. Nae maeumi apha.” ucapnya seraya memukul dadanya sendiri.
Junghoon memeluknya. Mencoba memedam amarah yang sekarang sedang bergejolak di hati Sungmin. Artis yang sudah beberapa tahun ini di manageri nya.

Setelah beberapa lama Sungmin pun tenang, Junghoon menemaninya.
Mereka duduk berdua. Helaan nafas yang cukup panjang dihembuskan oleh Junghoon.
“Uri Junghee......” katanya, memulai percakapan. Sungmin pun melihat ke arahnya.
“Ini mungkin kesalahanku, aku yang yang membuatnya pergi. Uri Junghee ia hanya seorang diri tanpa keluarga selain aku dan keluargaku tentunya. Aku yang bermaksud melindunginya malah mencelakakannya. Ketakutanku malah membawa petaka bagi hubungan kalian berdua.”
“Hyung...” panggil Sungmin lirih.
“Aku sudah lama memaafkanmu hyung, aku mengerti segala keresahan yang kau rasakan. Aku yang terlalu egois harusnya tidak memaksakan hubungan ini dengan Junghee.”



1 komentar:

  1. 이모구, ada lumayan typo tuh..
    ini cerita ciri khas 이모구 banget yah, penuh misteri di setiap bagiannya yang akan terbongkar sejalannya waktu..
    좋아요..
    ^^

    BalasHapus