Lee Sungyoung POV
Song Joongki oppa adalah mentor bimbingan belajarku, aku sudah mengaguminya diam-diam sejak pertama aku melihatnya. Sosoknya yang ramah dan wajahnya yang tampan seakan membuatku mabuk kepayang.
Song Joongki oppa [22th] dan aku Lee Sungyoung [16th] rasanya aku ingin cepat-cepat dewasa dan bisa lebih dekat dengannya.
Oppa bekerja part time di sebuah Coffee Shop dan Eomma tahu hal itu. Setiap kali ia datang untuk mengajar pasti Eomma menyuguhkan secangkir kopi hangat untuknya. Melihatnya dengan lembut menghirup kopinya secara perlahan terlihat sangat tampan.
Suatu ketika ia mengajakku mampir di Coffee Shop nya.
Seperti anak kecil yang tidak tahu arah, aku hanya melihat-lihat sekitar Coffee Shop dengan keheranan. Tercium wangi kopi sejak pertama aku menginjakan kaki di tempat itu. Ah, ia seorang barista pikirku saat melihatnya meracik kopi. Sungguh sangat tampan.
Di sekelilingku hanya ada orang dewasa yang datang untuk menikmati kopi dan berbincang-bincang.
Dalam benakku beginilah dunia orang dewasa.
End POV
Namun ia sama sekali tidak pernah minum kopi buatan Joongki, karena ia tidak terbiasa minum kopi. Yang ia ingat saat ia berumur 5th ia pernah merasakan kopi dan rasanya sangat pahit membuatnya tidak menyukai kopi.
Ia ingin mencoba rasa kopi yang dibuat oleh Joongki namun ia tidak bisa karena tidak terbiasa dengan rasa kopi.
*****
“Aaaaahhhh......” teriakan Shin Hyobin membuyarkan lamunan Sungyoung.
“Wae? Waeyoooo?”
“Aku rasa aku akan gagal di mata pelajaran ini. Huhu.”keluh Hyobin.
“Aish! Jangan membuat aku pesimis. Pabo!” bentak Sungyoung seraya meluncurkan pukulan pelan ke kepala Hyobin.
“Apha!!” Hyobin meringis kesakitan.
“Mwoya? Begitu saja sakit. Kau ini namja kenapa lemah sekali. Aish.”dengusnya.
“Aku ini namja yang lembut! Paling tidak aku tidak seperti seseorang yang kerjanya hanya tidur di kelas tapi selalu mendapat nilai yang bagus.”sindirnya seraya melirik ke arah seorang siswa yang duduk paling belakang.
“Cho Kyuhyun?”
“Ne, siapa lagi. Apa dia mencontek ya?” bisik Hyobin.
“Ya! Shin Hyobin! Kau ini namja tapi senang bergosip. Aish jincha mau kupukul lagi? Hah?”
“Andwae! Kau ini selama berteman dengan mu sejak sekolah menengah pertama kau selalu saja kasar padaku. Hiks.”
Akhir jam pelajaran semua siswa bergegas pulang tapi tidak bagi Sungyoung yang mendapat piket hari itu.
“Aish, kenapa juga aku harus satu piket dengan bocah itu.”keluhnya.
“Kau membicarakanku?”
“Aigo Cho Kyuhyun kau ini...Memangnya aku tidak punya kerjaan apa sampai membicarakanmu? Huh.” Dengusnya.
Saat ia serius menyapu lantai kelas tiba-tiba Kyuhyun membereskan tasnya dan beranjak dari kursinya.
“Ya! Cho Kyuhyun kau mau kemana?”bentak Sungyoung.
“Aku harus bekerja.” Jawabnya singkat.
“Ya! Kembali! Cho Kyuhyuuuunnnnn!”
“Aiiissshhh.”dengan kesal ia membanting sapu dari genggamannya.
Sejam kemudian dengan bersusah payah akhirnya Sungyoung berhasil membersihkan kelas seorang diri.
“Dasar si tukang tidur itu memang egois, pantas tidak ada teman yang dekat dengannya. Huh.”
Di perjalanan pulang ia melihat beberapa preman sedang berdiri di pinggir jalan yang biasa ia lewati. Karena takut terjadi apa-apa maka ia memilih untuk mencari jalan lain yang pasti lebih jauh dari arah rumahnya.
“Aigo, haus sekali kalau bukan karena si tukang tidur aku pasti tidak akan menghabiskan waktu lama utnuk membersihkan kelas seorang diri dan tidak harus berpapasan dengan para preman itu dan pastinya tidak harus melewati jalan memutar yang jauh ini. Argh! Kesal!”
“Hem ada kafe. Apa aku istirahat disana saja ya.”
Suasana yang nyaman, kafe yang tidak terlalu penuh karena sudah lewat waktu makan siang. Sepertinya kafe itu juga merupakan Coffe Shop. Tapi tidak seperti Coffee Shop tempat Joongki bekerja, Coffee Shop ini mengeluarkan aroma yang lembut hampir seperti susu.
“Selamat datang pelanggan, silakan masuk.”sapa seorang pelayan pria memakai apron dan topi yang bertuliskan Soul Coffee.
“Kau….Lee Sungyoung?”
“Cho Kyuhyun? Kau bekerja disini?”
“Ne, aku bekerja part time disini. Ini adalah Coffee Shop milik Yeonjoo noona.”
“Kyuhyunie….Siapa itu? Kenapa tidak dipersilakan duduk?”seorang yeoja dengan paras yang cantik datang menghampiri.
“Oh…Yeppeuda…..”tanpa sadar ia mengatakannya.
“Ne?”yeoja itu melihat ke arah Sungyoung.
“Oh…..Jusonghamnida…”Sungyoung merasa malu akan tingkahnya.
“Yeonjoo noona, ini teman sekelasku namanya Lee Sungyoung.”
“Wah kalau begitu silakan duduk, kau pasti lelah. Mau pesan apa? Hari ini Kyuhyunie yang bayar.” Ledek Yeonjoo.
“Mwoyaaaa????”keluh Kyuhyun.
“Aigo kau ini kenapa bereaksi seperti itu. Aku juga tidak memaksamu membayarkanku. Aku sanggup membayarnya sendiri kok.”Sungyoung memanyunkan bibirnya dan duduk dengan wajah masam.
Sementara Yeonjoo terkekeh melihatnya.
“Temanmu itu imut juga ya.”
“Apanya yang imut dia itu selalu saja berisik di kelas.”
“Sudah-sudah, layani dia dengan baik ya. Walau bagaimanapun ia itu adalah tamu kafe kita. Arachi?”
“Ne arayo noona.”
Sungyoung masih saja ngambek dan memalingkan wajahnya ke luar jendela.
Kyuhyun datang dengan sebuah buku menu di tangannya. Sebelum mengeluarkan suara ia mengambil nafas yang agak panjang.
“Nona, mau pesan apa?”Tanya Kyuhyun dengan ramah dan senyum yang menawan, saat Sungyoung melihatnya hampir saja ia lupa kalau yang di hadapannya adalah orang yang sama yang membuatnya kesal barusan. Iapun segera menjernihkan pikirannya dengan menggerakan kepalanya dan focus melihat-lihat menu yang diberikan.
“Emmm….Kopi…..Uhm….”Sungyoung terus menggumamkan kopi dengan jari yang mengarah naik turun pada barisan menu tersebut.
“Jangan bilang kalau kau tak pernah minum kopi?”
“Enak saja…Aku…Aku….Uhm….”seakan tidak bisa menyangkal kata-kata itu Sungyoung pun terdiam.
“Untuk pemula sepertimu aku punya kopi yang bagus. Biar aku yang memilihkan menu yang cocok untuk Anda nona. Chakamanyo.”
Dari tempatnya duduk ia bisa melihat betapa seriusnya Kyuhyun membuat kopi. Bayangan Joongki untuk sejenak memfatamorgana sosok Kyuhyun menjadi Joongki.
Tak berapa lama Sungyoung tersadar bersamaan saat Kyuhyun datang mengantarkan menu yang di persiapkan untuk Sungyoung.
“Ini kopi?”Tanya Sungyoung saat melihat secangkir cairan krem didalam cangkir berdiameter 10cm.
“Minumlah….”satu kata yang sanggup menghipnotis Sungyoung dan membuatnya meminum kopi tersebut tanpa pikir panjang.
Sensasi yang sama seperti saat ia membayangkan rasa dari kopi, namun tidak pahit seperti yang pernah ia minum dulu. Rasa manis dari krim membuat lidahnya menikmati rasa kopi itu.
“Bagaimana?”Tanya Kyuhyun dengan tatapan mata berbinar.
“Aaahhh…Masitta…..”ucap Sungyoung mengungkapkan kepuasannya membuat Kyuhyun senang dan tersenyum dengan senyum yang ‘menyilaukan’,
“Ah keurae! Kyuhyun boleh aku minta tolong padamu?”
“Uhm?”
“Aku ingin belajar menikmati kopi seperti layaknya orang dewasa. Mau kah kau mengajariku?”
“Eh? Permintaan yang aneh tapi kalau itu tandanya kau akan menjadi pelanggan kafe ini. Baiklah aku akan menyanggupinya. Dengan syarat…..”
“Syarat?”
“Setiap aku piket kau yang akan menggantikan aku. Mau?”
“Mwo? Ah ye….Lagipula kau juga memang tidak pernah piket jadi apa bedanya.”
Dua hari kemudian
Sungyoung mendapat kabar dari Eommanya kalau Joongki sudah tidak bisa lagi menjadi mentor privat nya karena ia harus focus dengan kuliahnya.
Membuatnya sedih, tapi terakhir kali ia bertemu Joongki, ia bilang mereka masih bisa bertemu di Coffee Shop tempatnya bekerja. Sedikit banyak itu membuatnya lega.
Hari ketiga ia mengunjungi Soul Coffee, perlahan Kyuhyun memberikan variasi kopi yang berbeda kepada Sungyoung agar ia terbiasa meminum kopi namun tetap saja Sungyoung masih menyukai rasa kopi yang pertama Kyuhyun buatkan untuknya.
“Kau ini, katanya ingin belajar menikmati kopi seperti orang dewasa.”
“Habis rasanya pahit…Huwek….”sungyoung mengekspresikan rasa tidak sukanya dengan menjulurkan lidahnya.
“Hahhahaha, kau ini belum ada perkembangan sama sekali.”
“Ah biar saja….”
“Itu apa?”Tanya Kyuhyun pada tumpukan buku yang ada di meja.
“Ini? Ini buku-buku pelajaran…”
“Ne arayo tapi kenapa kau bawa buku disini? Seperti perpustakaan saja.”
“Habis, mentor private ku sudah berhenti dan kalau di rumah pada jam-jam segini oppa pasti asik main band dengan teman-temannya.”
“Hei, kau mengisi apa itu. Bagaimana bisa kau salah menjawabnya, itu kan pernah diajari minggu lalu.”
“Mwo? Bukannya kau selalu tidur ya di kelas. Bagaimana bisa kau mengerti pelajaran itu. Dan juga kau selalu mendapat nilai bagus. Apa kau…….”
“Ya! Apa maksudmu mencontek? Aish!” saat Kyuhyun mencoba pergi, Sungyoung menahannya.
“Mianhe…..”entah mengapa tangan Sungyoung untuk sesaat tidak bisa melepas tangan Kyuhyun.
“Aku mengantuk karena aku bekerja sepulang sekolah dan di rumah aku juga masih harus belajar.”
Sosok Kyuhyun yang dulu pernah ada di benaknya. Kyuhyun si tukang tidur kini berubah.
“Untuk apa kau mencari uang seperti itu? Apa orang tuamu….”
“Aku mencari uang sebanyak-banyaknya untuk mewujudkan cita-citaku belajar menjadi barista professional di Italy. Dan suatu saat aku akan memiliki Coffee Shop milikku sendiri.”
“Whooaaaa….Hebat sekali cita-citamu.”
“Ehm….Kyuhyun-ah…..”
“Waeyo? Kenapa tiba-tiba kau memanggilku seperti itu?”
“Maukah kau mengajariku dalam pelajaran?”
“Mworago??? Ya! Memangnya aku ini apa peri pengabul permintaan? Kau meminta ini itu. Huh.”
“Kyuhyun-aahhh….”
“Ne arayo, kalau tidak ada pelanggan kita belajar bersama. Arachi?”
Dari kejauhan tampak Yeonjoo memperhatikan mereka.
Seminggu berlalu perlahan Sungyoung bisa menikmati kopi biasa walau dengan sedikit tambahan krim.
“Wah daebak…..Kau sudah bisa minum kopi seperti orang biasa.”
“Hehehe gomawo. Kalau begitu aku pergi dulu.”
“Eh? Tidak biasanya kau pergi lebih cepat.”
“Aku ada urusan. Annyeong.”
Akhirnya yang ia tunggu pun tiba, ia memberanikan diri masuk ke Coffee Shop tempat Joongki bekerja.
“Sungyoungie….”Joongki terlihat sedikit kaget saat Sungyoung dating.
“Oppa….Boleh aku memesan kopi?”
“Ne, dengan senang hati.”
Dengan focus Sungyoung memperhatikan Joongki membuat kopi.
“Sungyoung?”panggil seseorang.
“Yeonjoo unnie?” sungyoung tak kalah kaget nya saat mereka bertemu di Coffee Shop itu.
“Kalian kenal?”Tanya Joongki.
“Ne, ia adalah teman dari pekerja part time di kafe ku.”
“Jongmal? Whoa…”
“Kalian?”Sungyoung mulai merasa aneh hingga ia mengeluarkan kata itu.
“Kami? Oh iya, Yeonjoo ini adalah kekasihku. Dialah yang membuatku menyukai kopi. Aku jatuh cinta dengannya dan juga dengan kopi buatannya. Hehe.”jelas Joongki dengan wajah merona.
Hati Sungyoung terasa sakit, saat Joongki menyodorkan kopi dan saat ia meminumnya rasanya sangat-sangat pahit hingga menusuk relung hatinya. Berbeda dengan kopi yang pernah disuguhkan Kyuhyun.
Mungkin rasa patah hati yang membuatnya seperti itu.
“Oppa mianhe, aku masih ada perlu. Ini uangnya, annyeong.”dalam sekejap ia pergi meninggalkan Joongki dan Yeonjoo yang bingung.
Perasaan hancur yang kini ia rasakan membuat air matanya tak sanggup lagi ia bendung.
Langkahnya mulai goyah, pipinya basah dengan air mata.
Ia tidak mengira sebelumnya cinta pertamanya adalah patah hati pertamanya.
Tanpa sadar ia berjalan kea rah Soul Coffee. Namun ia tidak masuk, hanya berdiri di depan kafe dengan wajah tertunduk dan air mata yang mengalir.
Kyuhyun yang saat itu sedang berniat membersihkan kaca jendela sontak kaget melihat Sungyoung yang menangis.
“Sungyoung, kau kenapa? Siapa yang membuatmu menagis?”
Sungyoung lalu memeluk tubuh Kyuhyun dan menangis tersedu-sedu. Kyuhyun yang tidak mengerti apa-apa hanya membimbingnya masuk ke dalam kafe dan mendudukannya.
Dengan lembut ia mengelus rambut Sungyoung dan menyodorkan tissue.
“Gomawo” saat itu hanya kata itu yang sanggup terucap oleh Sungyoung.
Tak lama tangis Sungyoung mereda dan Kyuhyun menawarkannya segelas minuman.
“Minumlah.”
Sungyoung pun meminumnya. Ia mengira itu kopi ternyata susu coklat hangat.
“Ini susu?”
“Ne, susu bagus untuk menenangkan pikiran. Kau juga belum makan siang kan?”
Perasaan hangat yang ia rasakan bukan berasal dari susu yang ia minum tapi dari seseorang yang tanpa ia sadari selama ini berada di sampingnya, pelan-pelan memberinya kehangatan.
Lama Sungyoung menatap wajah Kyuhyun.
“Waeyo?”Tanya Kyuhyun bingung.
“Kalau kau terus-terusan sebaik ini kepadaku aku bisa jatuh cinta padamu.”
Mendengar perkataan Sungyoung Kyuhyunpun tersenyum.
“Kalau itu terjadi berarti maksud hatiku tersampaikan.”
Senyum keduanya pun mengembang.
THE END.
mwoya ige??
BalasHapushyunku neomu meosisseo..
waaaa, imoku jeongmal gomawoyo..
gomabseubnida, jeongmal..
coz imagine bout this story, last night i get my beautiful dream.. ^^