Kamis, 24 Maret 2011

My Big Happy Day

Today is my Birthday........\^o^/ same as Park Bom Unnie Birthday......

I'm Really Glad to know that we are have a same birthday....Unnie-ya....Even u older than mee but u look so young...^o^

In My Birthday I imagine that All of my people who I Love said Happy Birthday to mee...T___T....

I imagine that My Panda....Seungri said that to mee...

Kyaaaa.....Neomu neomu Choaaa....I'm so happy...^___^ Thanks Panda.....

Next I want My Brondy said that to mee too.....
First Onew....My Dubu...


How Cute....Dubu.....Noona Joahe...^o^//
And Wooyoungie....^^

Wooyoungie......That cake is so cute....But not cute enough if compare u...^^

I do like this two namjas....So mature.....My oppas from The Trax.....Please say it to mee...

JM Oppa.....Jay Oppaaaa....Gomawoyooo....^^

BUT AFTER ALL....BECAUSE I'M AN ELF......I WANT TO RECEIVE THAT GREET FROM SUPER JUNIOR.....!!!!!!
Now is My Super Family time...... !!!

My Two Appas...KangTeuk Appas.....I'm a Happy daughter if i have u both as my appa...^^

When u both say "Uri Mee" that would be warming my heart....^o^....Appa...Saranghae.....

And I have two Oppas from Suju Too....
ChulHae Oppas......My Big brother Heenim....And the second one is Haeppa...^^


Heenim Oppa....Can I have Bangshin as my present??? kkkk~~~Saranghaeyo Oppaaaa.....
 
And also greet from my cute namdongsaeng....
RYEOWOOK IMNIDAAAA.....^^


How Cute He give mee a big hug.....\^o^/ Saranghae uri Wookie....!!!

Now is My Evil Chokaaa.....Kyuuuu........


Imo So Happy if u act nice like this...^^

Besides My Super Family....I Have This wonderful Namjas......

My First Love Gege Hangeng......


I Really Miss You......T__________T

But Still have them in Suju.....They Are....

Gentleman Siwon...Horse....Simba...Greet for mee in a gesture way...^^




Thanks Bro....^o^d


And this Two Namjas also.....

Voice....Yesung.....And Kibummie even u still in suju but when u vakuum i do miss u too.....


Oh my .....This Two namjas always make mee smile with their gag....LOL




Shindong Oppa and Hyukie......^o^//


Also don't Forget this namjas too......



MOCHI.....and ZoZo.....^__________^ Xie Xie......


BUT BESIDE ALL OF THEM.....I MUCH MUCH MUCH WANT THIS PERSON SAID BIRTHDAY TO MEE.....
THE ONE I LOVE.....THAT MAKE MEE SO CRAZY....
THIS PERSON THAT FULLFILL MY HEAD ONLY.....
MY MIND, BODY AND SOUL RECOGNIZE THIS PERSON IS MY SOULMATE....




SARANGHAEYOOOOO....LEE SUNGMIN......
^______________^

.....HAPPY MEEDAY.....
**********************************

Selasa, 15 Maret 2011

Trouble Maker Jilid 14

Flash Back Tepat sebelum Yoomi diculik.
Di kelas.
Hari itu Yoomi sedang bersiap pulang dari sekolah, "Yoomi-ya, mian aku pulang duluan ya."ujar SooYoo.
"Ya! My twins, kau pasti mau bertemu Jung Soo sunbae kan?"tebak Sookyo.
"Mworago? Bagaimana kau bisa tau?"Sooyoo heran.
"Kita ini kan kembar aku pasti tau apa yg kau sembunyikan. Hehehe...."jawab Sookyo.
"Jincha?" Sooyoo kaget. "Aniyo, tadi Sunbae bilang ia mau mengajakmu jalan jadi aku menggantikannya melatih dance hari ini."jawab Sookyo. "Aigo, aku kira benar saja yg kau bilang tadi. Nah, khanda. Annyeong!"
"Jal khara my twins. Jangan nakal dengan Jung Soo sunbae ya...Hehehe." ledek Sookyo, saat ia berbalik ia melihat sahabatnya Yoomi sedang termenung, "Yoomi-ya, gwenchana?"tanya Sookyo.
"Gwenchanayo Kyo. Em, aku pulang duluan ya. Khanda."tiba2 saja Yoomi pamit pulang.
"Hufh, aku ditinggal lagi. Ya sudah aku pulang juga deh."gumam Sookyo dan pergi meninggalkan kelas.

Di jalanan saat itu sedang sepi, memori Yoomi melayang entah kemana. Ia duduk di halte menunggu bus.
Tapi dalam otaknya terdapat banyak tanya tentang sosok Lee Donghae. Ia benar2 yakin sosok Lee Donghae yg ia temui itu adalah Boo, teman sepermainannya dulu saat ia masih berumur 9th dan Boo 10th.
Ia dan Boo dulu kenal sejak mereka kanak2. Saat itu Yoomi masih diasuh oleh Imo dan Samchonnya.
Mereka saling kenal karna mereka bertetangga, Yoomi selalu manja dengannya.
Boo selalu melindunginya, sampai2 saat ia terjatuh menimpa pecahan gelas di lantai, Boo menolongnya.
Yoomi kecil tak berhenti menangis karna sakit, pecahan kaca menggores lututnya dan meninggalkan bekas yg tidak bisa hilang hingga kini.     *hingga dewasa Yoomi selalu menutupi bekas luka di lututnya*
Boo panik lalu dengan lembut ia menutupi lutut Yoomi dengan sapu tangannya dan meniup lutut Yoomi seraya berkata, "Gwenchana mimi-ya, sakitnya sekarang sudah pergi ke langit...Sakitnya sudah pergi ke langit...." sembari berakting seolah2 Boo sedang melemparkan rasa sakit yg Yoomi rasakan ke langit dengan tangannya.
Yoomi kecilpun tersenyum. "Aigo....Eotteokhajyo...Mimi-ya....?" Boo berakting panik.
"Wae Boo?"tanya Yoomi bingung. "Lukanya pasti berbekas nanti uri mimi tidak bisa menikah lagi...."sambil menunjukan wajah sedih. Perlahan senyum Yoomi hampir menghilang dan matanya berkaca2, Boo sadar lalu berkata "Gwenchana, kalau nanti tidak ada yg mau menikah dengan mimi, Boo yg akan menikah dengan mimi nanti."senyum pun kembali mengembang di wajah Yoomi mendengar kata2 Boo. "Yaksok?"tanya Yoomi. Mereka pun berjanji.

"Ah, aku sudah seperti orang gila saja. Mana mungkin Lee Donghae itu Boo. Lagipula terakhir aku kembali kerumah imo dan samchon kata mereka Boo sudah pindah tidak lama kami berpisah dulu. Boo...Dimana kau....?"batin Yoomi.
Ia kembali tersadar dari lamunannnya saat ia melihat seorang namja sedang berdiri di hadapannya.
"Yo... Kau masih penasaran denganku kah?"tanya namja itu. Yoomi refleks bangkit dari tempatnya duduk dilihatnya Lee Donghae lah namja itu.
"A...Aniyo...Aku tidak menunggumu. Aku juga sedang menunggu bus..."dalih Yoomi.
"OK...Annyeong...."Donghae berbalik dan hendak pergi. "Chakaman...."kata Yoomi tiba2 sembari menarik ujung jaket Donghae. Merasa ada yg aneh dengan yeoja dihadapannya itu lalu Donghae mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Yoomi, jarak mereka sangat dekat sampai2 mereka bisa saling merasakan hembusan nafas masing2.
"Do i know you?"ujar Donghae membuat Yoomi perlahan mundur karna terdesak.
"Neol....Neol....Boo eoyo?"tanya Yoomi gugup.
"Boo? Nama macam apa itu? Hahaha...Ya! Jangan2 You're my secret admirer right?"kini Donghae memegang dagu Yoomi, membuatnya semakin gemetar. Tiba2 ponsel Donghae berdering. "Yeoboseyo..Mwo? Ne algaesseumnida...." Donghae menutup ponselnya. Dan berbalik kembali ke arah Yoomi.
"Sepertinya pertemuan kita kali ini sampai disini my secret admirer. Annyeong...."Donghae berlalu sedangkan Yoomi tak mampu berkata apa2 lagi. Donghae berjalan semakin menjauh, "Aigo...Wajah yeoja itu kenapa akhir2 ini selalu ada di pikiranku ya...Kenapa tiap kali melihat matanya membuat hatiku sakit? Argh...Membuatku gila!"gumam Donghae sambil mengacak2 rambutnya.

"Kyaaaaaaaaaa...."terdengar suara teriakan Yoomi sehingga Donghae refleks berbalik menuju asal suara itu.
Dilihatnya namja Y sedang menarik paksa Yoomi untuk masuk ke dalam mobilnya, mobil yg sama yg pernah menyerempet Yoomi dulu. Sekuat tenaga Donghae berusaha berlari ke arah Yoomi.
"Boo.....Tolong aku......."teriak Yoomi namun mulutnya dibekap oleh si penculik itu. Ketika si penculik sudah berhasil memasukan Yoomi ke dalam mobil dan mengikatnya ia langsung melajukan mobilnya dengan cepat.
Donghae berusaha menghalau mobil tersebut ia pun nekat berdiri tepat di depan mobil tersebut dan seketika itu mobil si penculik menghantam tubuh Donghae.Yoomi yg kini mulutnya dibekap dan tangannya terikat hanya bisa menangis melihatnya dari dalam mobil yg melaju ke arah Donghae yg bersimbah darah di jalan dan tidak sadarkan diri.
End of Flash Back

Sementara itu di kediaman Kim, Hyukjae masih menenangkan Yunmee. Lalu ia berjalan menuju dapur membawa segelas air di tangannya.
"Yunmee, kau harus tenang. Nah, ini minumlah."ujar Hyukjae seraya menyodorkan segelas air kepada Yunmee.
"Gomawo."jawab Yunmee lirih dan ia pun meminumnya. Namun tidak berapa lama ia merasakan pening di kepalanya.
Dan seketika itu juga ia pingsan. "Mianhe Yunmee aku harus melakukan ini." dalam sekejap Hyukjae membopong tubuh Yunmee dan membawanya pergi.

Sedangkan di lain tempat Shim Changmin dan Choi Soobyoung sedang berjibaku dengan waktu demi menolong Choi Sungmin, Sooby namdongsaeng.
"Eotteokae, ponselku low batt?"ujar Sooby yg tiba2 terputus percakapan dgn Yunmee.
"Aigo, tadi karna buru2 aku lupa membawa ponselku. Yg penting sekarang kita ke tempat ahjumma itu. Sepertinya sebentar lagi kita sampai." ujar Changmin yg dengan cepat melajukan kendaraannya.
Tak berapa lama mereka berhenti di sebuah tempat sauna yg Sooby maksud.
"Apa kau melihatnya Sooby Ssi?"tanya Changmin sembari memperhatikan satu per satu orang yg ada di tempat itu.
"Ah itu dia.....Ahjumma...."panggil Sooby kepada seorang wanita paruh baya.
Ahjumma itu ternyata masih mengenali Sooby dan ia mengajak mereka ke rumahnya.
Sementara Sooby dan ahjumma berbicara, Changmin menunggu di luar.
"Jadi ahjumma katakan apa Eommonim nya Sungmin punya saudara?"tanya Sooby langsung setelah menjelaskan keadaan Sungmin.
"Sooby Ssi, Sungmin Eomma sudah sebatang kara sejak kecil. Lebih baik kau tanya saja Samchonmu Choi Soo Jung."jawab Ahjumma.
"Mwo? Uri samchon? Wae?" Sooby Bingung.
"Sebenarnya Kang Minsung, Sungmin Eommonim adalah anak di luar nikah dari almarhum harabojimu."ujar Ahjumma.
"Mwo? Jadi Sungmin Eommonim dan uri Eomma adalah saudara kandung?"dalam sekejap ia bagai tersambar petir. Dalam benaknya ia tak habis pikir Abeojinya tega mengkhianati Eomma nya dengan saudari eommanya sendiri.
Pantas saja Sooby Eomma nekat memberikan nama keluarganya sendiri "Choi".
"Sooby ssi, ini kuberikan kepadamu."ahjumma menyerahkan sebuah diary dengan nama Kang MinSung di depannya.
Ia meninggalkan Sooby sendiri untuk menenangkan diri di dalam ruangan itu.
Sooby membuka lembar demi lembar diary tersebut ternyata Sooby Eomma dan Sungmin Eomma saling mengenal.
Ada sebuah catatan yg menarik perhatian Sooby :

Hari ini aku dan YoungSoo unnie (Sooby Eomma) menghabiskan natal bersama, aku bersyukur walaupun Abeoji dan Soo Jung oppa(Sooby Samchon) tidak menganggapku tapi unnie selalu saja ada untukku.

"Mwo? Kenapa dia mengkhianati uri Eomma?"gumam Sooby penasaran. Lalu ia kembali membuka lembar halaman demi halaman hingga ia sampai pada suatu halaman yg membuatnya kaget.

Sungguh aku manusia yg tidak berguna, bagai binatang yg menggigit majikannya sendiri. Aku merebut suami unnie ku sendiri. Uri unnie, ia bahkan tidak marah saat ia tahu aku dan suaminya saling menyukai dan ia memutuskan untuk mengalah demi aku. Mianhe unnie-ya.
Sooby menutup diary itu saat ia melihat Changmin datang. "Sooby ssi ottae? Sudah menemukan saudara Sungmin Eomma?"tanya Changmin. Namun Sooby hanya menunduk dan ia teringat kata2 Heechul untuk tegar demi Changmin.
"Ah ye Changmin Ssi sepertinya aku tahu harus kemana. Kita harus ke rumah uri Samchon Choi Soo Jung."jawab Sooby.
"Nde kalau begitu Khaja..." Mereka pun pergi dari tempat itu.

Saat mereka tiba di rumah Sooby Samchon Choi Soo Jung namun di depan pintu sudah berdiri seorang yeoja sedang menekan bel pintu rumah kediaman keluarga Choi.
Saat Sooby dan Changmin mendekati pintu keluarlah seorang wanita paruh baya yg keliatannya seperti pembantu rumah tangga, dia adalah Lee Ahjumma.
Lee Ahjumma melihat ke arah Sooby. Sepertinya ahjumma kaget melihat kedatangan Sooby.
"Sooby Agasshi lama tak bertemu. Apa kau datang mencari Sajangnim(Sooby samchon)?"
"Nde ahjumma, samchon eodiseo?"
"Ah sajangnim sekarang masih ada di luar negeri."lalu ahjumma melihat ke arah yeoja yg ada disana.
"Jusonghamnida, nuguseyo? Ada yg perlu dibantu?" tanya Lee Ahjumma kepada yeoja itu.
"Ah ye,joneun Lee Chae Rie imnida. Aku mencari Choi Siwon Ssi. Sebelumnya aku ada janji dengannya tapi tidak ada kabar sama sekali darinya."jawabnya.
"Tuan muda Siwon sekarang sedang ada di RS."jawab ahnjumma.
"Mwo?"ujar Chae Rie dan Sooby berbarengan.
"Ahjumma ia sakit apa? Kenapa ia bisa dirawat? Ia dirawat dimana. Katakan padaku, jeba."tanya Chae Rie panik.
"Tuan muda tadi mengalami kecelakaan saat di perjalanan, ia dirawat di RS X agasshi."jawab ahjumma.
"Naega eotteokhajyo...."Chae Rie menutup wajahnya dan menangis.
"Aku akan ke RS lebih baik kau ikut kami saja. Ottae? Bolehkan Changmin Ssi?"ujar Sooby
"Nde, agasshi kau pergi bersama kami saja."tambah Changmin.
Chae Rie pun setuju. Di dalam mobil Chae Rie duduk di kursi belakang. Ia tak henti2nya menangis. ]
Sedang Sooby tak sanggup menenangkan Chae Rie.

Kembali ke tempat penyekapan Yoomi.
Tempat itu merupakan sebuah rumah besar seperti rumah tak berpenghuni. Bahkan tidak banyak barang yg ada didalamnya.
Tepatnya di salah satu kamar kosong Yoomi berada.
Yoomi tergolek lemah di lantai yg dingin dengan mulut terbungkam dan tangannya diikat di belakang.
Sesekali namja Y melihat ke arah Yoomi
Tanpa namja Y sadari Kim Heechul sudah berada tidak jauh dari rumah itu. Ia melihat mobil yg membawa Yoomi berada tepat di depan rumah tersebut.
Di dalam mobilnya, Heechul terlihat cemas, "Aish....Kangin Samchon eodiseo! Ah aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi...!" Heechul pun nekat masuk ke dalam rumah tersebut. Ia memanjat dinding yg memagari rumah tersebut diam2.
Ia mengendap endap di sekeliling rumah tersebut ia melihat ada seseorang di lantai atas samar2. Ia bersembunyi takut ketahuan. Ia mencari2 jalan masuk kerumah tersebut. Beruntungnya salah satu jendela rumah tidak terkunci dan langsung saja Heechul masuk. Tanpa suara ia berjalan menuju kamar di lantai 2 yg ia duga tempat Yoomi disekap.
Lalu tiba2 ia mendengar namja Y bicara.
"Agasshi....Apa kau lapar?"tanya namja Y sambil memegang dagu Yoomi namun Yoomi mengelak.
"Aigooo...Galak sekali. Chakamnyo aku akan keluar sebentar mencarikanmu makanan."

Terdengar suara pintu yg dibuka. Rupanya namja Y keluar dari ruangan itu. Setelah dirasa aman, Heechul keluar dari tempatnya bersembunyi dan masuk ke dalam kamar dimana Yoomi disekap.
"Mimi....Mimi...."Heechul memanggil Yoomi dengan berbisik takut ketahuan oleh si penculik sembari membuka kain penutup mulut yg membungkam Yoomi.
"Op..Pa...Aku takut...."ujar Yoomi lirih.
"Chakaman, oppa akan mengeluarkanmu dari sini...."
"Oppa...Awaaaaaaaassss....!"teriak Yoomi namun kalah cepat. Seseorang memukul punggung Heechul tepat di titik yg bisa membuatnya pingsan. "Oppaaa...."panggil Yoomi namun Heechul sudah tidak sadarkan diri.

To Be Continue.....

Jumat, 11 Maret 2011

Trouble Maker Jilid 13

Heechul dan Sooby bergegas menuju tempat Ahjumma itu bekerja. Sooby terlihat sangat panik, tangannya saling menggenggam. Heechul menyadarinya lalu dengan tangan kanannya ia megenggam tangan Sooby dan tangan kirinya tetap memegang setir.
"Gomawo..."ucap Sooby dengan menggenggam tangan Heechul lebih erat.
Ciiiiiiiiiiiiiiiitttttt...........Heechul membanting setir, refleks tangan kanannya menahan tubuh Sooby agar tidak terhentak ke depan. Sebuah truk kontainer besar terguling di tengah jalan raya. Membuat suasana hiruk pikuk.
Tabrakan demi tabrakan beruntun pun tak terelakan.
"Gwenchanayo?"Heechul cemas akan keadaan Sooby yg shock.
"Em..."Sooby mengangguk.
"Chakaman aku akan melihat keadaan di depan." ujar Heechul namun tangan Sooby menarik tangannya.
"Sunbae...."ujar Sooby lirih.
"Hanya sebentar."
Heechulpun keluar dari mobil melihat keadaan yg sangat kacau, mobil2 bertabrakan satu sama lain.
Dari kejauhan ia melihat sosok seorang yeoja berteriak dari dalam mobil.
Heechul mengernyitkan dahinya. Ia melihat agak samar yeoja itu seperti Yoomi yodongsaengnya.
"YOOMIIII...!!!!."panggil Heechul saat ia yakin 100% itu Yoomi. Tangannya terikat dibelakang punggungnya dan mulutnya pun tertutup kain ia bersusah payah meronta meminta pertolongan.
Namun mobil itu tiba2 bergerak dan pergi. Semua kekacauan di jalan membuatnya susah untuk mengejar mobil tersebut.
Sampai ia kehilangan mobil penculik itu.

Dengan terengah2 Heechul kembali ke dalam mobilnya.
"Sunbae wae?"tanya Sooby yg kaget dengan paras Heechul yg panik. Tanpa menjawab Sooby lalu Heechul mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.
"Yeoboseyo....Kangin samchon, Yoomi diculik oleh penjahat dan ini nomor mobilnya  XXXXXX mohon bantuannya Samchon, Jebal. Ne ara aku akan menunggu..Gomawo Samchon."lalu Heechul menutup ponselnya.
* Kangin adalah Paman (samchon) Heechul, ia adalah adik dari Heechul Abeoji. Bekerja sebagai kepala polisi di Ilsan Dong*
"Mworago?"tanya Sooby.
"Yoomi diculik baru saja aku melihatnya disekap di dalam mobil meronta meminta bantuan. Sekarang aku akan menghubungi Changmin untuk mengantarmu ke tempat ahjumma."ujar Heechul.
"Sunbae biar aku naik taksi saja."kata Sooby.
"Andwae aku yg akan mengantarkanmu ke tempat Changmin. Kau tidak boleh pergi sendiri. ARANDE!" lalu Sooby mengangguk. Heechul mengirim pesan singkat ke ponsel Changmin.
Sepanjang jalan Heechul gelisah ia tak henti2nya mengucap kata "Aish"
Setelah Bertemu Changmin di tempat yg mereka tentukan Heechul dan Sooby turun dari mobil.
"Changmin, aku serahkan Sooby tolong antar ia ke tempat yg ia tunjukan, palli! Sekarang aku akan pergi ada sesuatu yg harus aku urus. Sooby aku percayakan padamu." ujar Heechul dan berlalu pergi.

"Yeoboseyo Samchon. Ottae sudah ketemukah siapa pemilik mobil itu?"
"Sudah ia tinggal di Busan. Ya! Kim Heechul kau jangan coba2 berpikir untuk mengejar mereka!"
"Kangin samchon kumohon aku harus cepat menyelamatkan Yoomi."
"Baiklah aku juga akan mengutus orang ke sana. Ini alamatnya dan jangan bertindak bodoh. Tetap disana dan jangan melakukan apapun. ARA!"
"Cepat kirimkan alamatnya padaku samchon. Palli."
"Ara, aku akan mengirimkannya segera." Kangin menutup ponselnya.
Tak berapa lama ia mendapat pesan singkat dari Kangin berupa alamat.
Tanpa berpikir panjang Heechul melajukan kendaraannya dengan sangat cepat menuju alamat yg dimaksud.

Sementara Changmin mengantar Sooby, terlihat Sooby sangat panik.
"Sooby ssi kau mengkhawatirkan Heechul kah?"tanya Changmin dijawab dengan anggukan oleh Sooby.
Ponsel Sooby bergetar terlihat nama Yunmee di layar ponselnya.
"Yeoboseyo Yunmee."
"Unnie, mana oppa? Aku tidak melihatnya dirumah. Dan ponselnya sibuk sedari tadi. Eodiga?"
"Sunbae mengejar penculik Yoomi."
"MWO? YOOMI DICULIK. LALU SEKARANG BAGAIMANA! UNNIE KAU DIMANA?"Yunmee histeris.
"Aku sekarang sedang............."
tuuuuuuuttt.......Tiba2 sambungan telepon mereka terputus.
"Ye...Yeoboseyo...Unnie...."
Yunmee mencoba menghubungi Sooby tapi ponselnya tidak aktif.
"Mworago...."Yunmee jatuh bersimpuh di lantai. Lalu tiba2 ponsel Yunmee berdering.
"Yeoboseyo....Sooby unnie..?"
"Ani, aku Hyukjae."
"Eotteokae...."Yunmee hanya bisa menangis histeris.
"Wae Yunmee? Ah Chakaman aku akan segera datang ke tempatmu. Kau sudah dirumah kan?"
"Nde....Palli....Jeballl..."tangis Yunmee semakin memecah tatkala ia tak sanggup berbuat apa2.

Tak beberapa lama Hyukjae datang.
"Yunmee, gwenchana?"
"Gwenchana, Hyukjae...Eotteokae....Uri Mimi...Dan lagi saat aku menghubungi Sooby unnie tiba2 terputus."
"Chakaman, Yoomi dongsaengmu? Ada apa dengannya? Dan siapa Sooby noona yg kau maksud yg tinggal bersama kalian disini kan?”tanya Hyukjae.
“Nde uri Sooby Unnie kenalan Oppa yg tinggal bersama kami tadi meneleponku dan bilang kalau uri Mimi diculik keundae tiba2 hubungan telepon kami terputus dan aku tidak bisa menghubunginya lagi. Eotteokae?”Yunmee benar2 tidak tahu apa yg harus ia lakukan, ini pertama kalinya Hyukjae melihatnya menangis.
“Sekolahnya...Nde kita hubungi teman dekat Yoomi saja siapa tahu ada yg pernah melihatnya sebelumnya. Ottae?”usul Hyukjae.
“Ah kembar Han...Aku akan menghubungi mereka.”


Sementara itu beberapa saat sebelum Yunmee menghubungi Han Sookyo, ia sedang bersiap pulang setelah berlatih Dance.
“Aigooo....Panas sekali cuacanya....Ish....”keluh Sookyo sembari menutupi kepalanya dengan tangan kirinya. Tiba2 seseorang memakaikan sebuah topi di kepalanya.
“Mwo? Ya bocah....Apa2an ini...!”bentak Sookyo yg kaget mendapati Kyuhyun tiba2 sudah berjalan di sebelahnya.
“Wae?”tanya Kyuhyun cuek.
Dengan geram Sookyo melepaskan topi yg dipakainya. Namun tangan Kyuhyun menahannya.
“Ya! Kau tadi mengeluh panas sekarang malah melepaskan topi yg aku pakaikan! Sebenarnya kau ini manusia seperti apa sih!”bentak Kyuhyun.
“Mwo?” Sookyo mulai mengernyitkan dahinya melirik sinis ke arah Kyuhyun dan “Aissshhh... Kau ini....Argh....Tuhan kenapa kau ciptakan manusia tidak tahu sopan santun seperti dia!” Sookyo mulai berteriak tak karuan di jalan. Namun Kyuhyun malah tertawa terbahak2 tanpa henti.
“Ya...Ya bocah....Kenapa kau tertawa? Michyeoso?”sindir Sookyo.
Dengan perasaan kesal ia pergi meninggalkan Kyuhyun namun sialnya kakinya tersandung dan membuat kakinya terkilir. “Aaahhh...Aphaaaa....” Sookyo memegang kakinya.
“Gwenchana?”Kyuhyun khawatir kepada Sookyo dan memegang kaki Sookyo namun Sookyo menepisnya.
“Ya! Bocah kau sungguh tidak sopan memegang kaki seorang yeoja tanpa izin!” bentak Sookyo lagi.
“Jincha, HENTIKAN MEMANGGILKU BOCAH! KAU YG TIDAK TAHU SOPAN SANTUN DUA KALI AKU BERBUAT BAIK PADAMU NAMUN KAU MENOLAKNYA!”
Sookyo sama sekali tidak sanggup berkata2 baru kali ini ia melihat Kyuhyun benar2 menyeramkan.
Tanpa bicara Kyuhyun memanggul Sookyo di punggungnya, refleks Sookyo meronta minta diturunkan.
“DIAMLAH! MELIHAT KAU SAKIT AKU YG LEBIH SAKIT JADI BERTAHANLAH AKU AKAN MENGANTARMU KE KLINIK TERDEKAT!” sepertinya bentakan Kyuhyun yg terakhir itu sanggup menghentikan Sookyo berontak.
Sookyo merasakan bahu Kyuhyun yg hangat, saat itu ia merasakan bahwa yg sedang menggendongnya saat ini bukan seorang Cho Kyuhyun namja yg kekanakan dan egois. Kini di pikirannya yg menggendongnya kini adalah seorang namja bernama Cho Kyuhyun yg dewasa.
“Chakaman, kenapa kau bisa tiba2 ada disini?”tanya Sookyo.
“Menunggumu.”
“Wae?”
“Karna kau sudah membuatku gila.”
“Mwo? Maksudmu?”
“Naega Cho Kyuhyun sudah teralihkan dunianya oleh seorang Han Sookyo wanita tomboy yg hobi membentakku dan satu2nya yeoja yg pernah menamparku. Sepertinya tak perlu kulanjutkan lagi kau pasti tahu apa yg kumaksud.”
Wajah Sookyo pun memerah ia tidak menyangka kalau hatinya telah tersentuh oleh kata2 Kyuhyun.
“Chakaman, turunkan aku.”
“Wae?”
“Ponselku berdering, aku angkat sebentar.”pinta Sookyo lalu Kyuhyunpun menurunkannya dan mendudukannya di bangku yg ada di pinggir jalan.
“Yeoboseyo Yunmee unnie.”
“Sookyo-ya apa kau tahu siapa orang terakhir yg bersama Mimi?”
“Molla unnie, terakhir aku melihatnya sepulang sekolah tadi tapi aku pulang lebih dulu dan ia masih di kelas. Wae? Apa Yoomi belum pulang? Mungkin Kibum tahu mereka kan dekat.”
“Gomawo Sookyo. Annyeong.”
“Ndee...”


Kembali ke kediaman Kim.
“Ottae?”tanya Hyukjae.
“Sepertinya aku harus menghubungi Kibum.”

Sementara itu Kibum sedang berada di RS.
Disana Park Yeon Rie terbaring lemah di tempat tidur.
Sebelumnya Kibum sempat kaget saat makan bersama Yeon Rie tiba2 ia muntah2.
Yeon Rie berlari ke arah toilet. Kibum yg khawatir menghampirinya melihat wajah Yeon Rie yg sudah pucat pasi lalu tiba2 pingsan dipelukannya.
Sekarang Kibum duduk di samping Yeon Rie. Menatap gadis yg pertama dikenalnya di Amerika saat ia baru menetap disana, Yeon Rie lah satu2nya teman yg ia miliki karna mereka sama2 org Korea. Yeon Rie banyak membantu Kibum dalam bersosialisasi disana.
Kibum tahu Yeon Rie ada hati padanya namun dulu dihatinya masih ada Yunmee noona, hingga ia tahu Yeon Rie yg kembali ke Korea demi dirinya ternyata sedang sakit, semacam Bulimia. Itu semua terjadi akibat semua masalah dan tekanan yg ia miliki.
Ia merasa sangat tertekan saat Kibum meninggalkannya dan kembali ke Korea tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Saat itu Yeon Rie mengalami masa2 sulit.
Keluarganya bercerai, tanpa Kibum ia sama sekali tidak ada teman untuk mencurahkan isi hatinya.
Kenyataan Abeojinya meninggalkan Eommanya untuk menikahi yeoja yg lebih muda dan cantik membuat Yeon Rie berusaha mati2an untuk mempertahankan tubuh idealnya, setelah makan ia selalu memuntahkan makanannya hingga hal itu berlanjut dan menyebabkan masalah yg lebih serius.
Saat itu Yeon Rie memilih untuk tinggal bersama Eommanya dan beberapa saat kemudian mereka memutuskan untuk memulai kembali kehidupan mereka di Korea tanpa Yeon Rie Abeoji.
Secara medis sakit nya belum parah asalkan hati dan pikirannya bebas dari stress.
"Yeon Rie-ya, kau haus?"tanya Kibum yg melihat Yeon Rie mulai membuka matanya.
Tapi Yeon Rie memalingkan wajahnya, "Kha...! Jauhi aku! Aku tidak mau dilihat dalam keadaan seperti ini olehmu Kibum."
"Mwo? Yeon Rie-ya waeyo?"
"Aku tidak mau kau melihat tampang menyedihkanku. Aku mau kau hanya melihat aku Park Yeon Rie yg kuat, gadis yg berprestasi. Hanya itu Kibum."
Namun Kibum tanpa kata langsung memeluk tubuh Yeon Rie. "Mianhe, kau jadi begini karna aku, mianhe meninggalkanmu disana tanpa mengucapkan kata perpisahan. Karnanya kau menghadapi semuanya sendirian. Mianhe Yeon Rie-ya."
Tangispun memecah dari Yeon Rie. Ia memukul2 punggung Kibum dengan lemah. "Nappeun Namja, michyeoseo!"
Kibum melepaskan pelukannya dengan perlahan saat ponselnya mulai berdering.
Dilihatnya di layar muncul nama Yunmee Noona. Yeon Rie melihat itu.
"Angkatlah Kibum." lalu Kibum membuka flip ponselnya.
"Yeoboseyo, mworago mee noona?"
"Bum-ah kapan terakhir kau melihat Mimi? Apa kau tahu ia pergi bersama siapa dia sepulang sekolah tadi?"
"Molla noona. Wae?"
"Em, naega eodiseo?"
"Aku sedang di RS menemani Yeon Rie. Wae?" sejenak Yeon Rie melirik ke arah Kibum.
"Animnida, gwenchanayo. Annyeong." Yunmee menutup ponselnya.

Sekarang Yunmee benar2 tidak tahu harus berbuat apa.
Seluruh tubuhnya lemas tanpa daya hanya tangisan yg memecah.
Yoomi diculik, Heechul tidak ada kabarnya, Sooby unnie pun terputus kontaknya.

To Be Continue.....^o^

Kamis, 17 Februari 2011

110217 Sungmin Exchange Kiss with The Girl in President Drama

OMO.....I wanna die when i see this pics.
Eventhough they just Exchange Kiss at their cheek but He Is SO CUTE.....
MAKES MEE ENVY....T______T



Credits To: kbs.co.kr | Photo Shared By: §ɑpphιяε ɑηgзℓ (mypearlsapphireblue.wordpress.com)

ANOTHER PICS FROM KBS PRESIDENT




Credits to. www.kbs.co.kr
Reupload by. Blue★Princez @ SJ-WORLD.NET
shared by icepluscoffee (icepluscoffee.wordpress.com)

110216 Pic SJ M Caps MV Teaser





















credit : SJ-World

Trouble Maker Jilid 12

Trouble Maker Jilid 12

Chae Rie menatap cermin di meja riasnya. Cukup lama ia termenung. Pikirannya penuh dengan pertanyaan kenapa seorang Choi Siwon tiba2 memintanya bertemu lagi malam ini.
“Aigoooo.... Uri unnie....Yeppeuda....Unnie mau ada kencan ya?”
“OMO....YA! LEE SUNG YOUNG kau mengagetkan unnie saja.”ujar Chae Rie seraya mengelus dadanya.
“Aish, unnie-ya. Kau ini kita kan sangat dekat jadi aku tahu donk apa yg sedang terjadi sama unnie. Sekarang marhaebwa, nuguseyo?”ledek Sung Young sembari merangkul Chae Rie.
“Jongmal, kau ini mau tahu saja. Pokoknya ada seseorang.”jawab Chae Rie dengan sedikit cemberut.
“Unnie-ya....Pelit sekali.....”sekarang gantian Sung Young yg cemberut. Chae Rie melirik ke arah Sung Young.
“Aigo, uri Sung Young ngambek, kalau kau ngambek seperti itu bisa2 Kyuhyun bisa tidak mengenalimu. Hhe.”
“Unnie, sudahlah jangan mengatakan hal yg seperti itu tentang aku dan Hyun!”
“Wae? Bukannya kalian dekat. Dan bukannya hal yg tidak mungkin kalau kalian berpacaran kan. Kalian sudah kenal sejak kecil.”
Pikiran Sung Young melambung ke kejadian beberapa hari yg lalu.

Flash back TM jilid 07

“Ya Han Sooyoo ingat aku tidak akan tinggal diam kalau kau berani menyentuh sahabatku Kyuhyun lagi.”teriak Sung Young dari kejauhan. Dan mereka pun pergi dari rumah Sookyo dengan sebuah mobil yg berhenti di depan rumah Sookyo.
Di dalam mobil Sung Young hanya cemberut, ia melipat kedua tangannya didada dan menghadap ke arah jendela.
“Sung Young-ah, sudah kubilang kau jangan melakukan itu. Aku tidak suka itu.”
“MWO! YA! CHO KYUHYUN! Yeoja itu telah melukaimu kenapa kau malah membelanya. Biar aku beritahu eommoni(Kyuhyun Eomma) saja biar yeoja itu di pecat.”
“Sung Young-ah.....Andwaeee....Kenapa kau seperti itu? Kau bukan Sung Young yg aku kenal.” kini berbalik Kyuhyun yg cemberut dan menghadap ke arah jendela memunggugi Sung Young.
Sung Young meliriknya sekilas. “Aish, jongmal. Harusnya aku yg ngambek kenapa malah kau yg ngambek.” ujar Sung Young seraya menggoyang2kan lengan Kyuhyun.
Dan tiba2 Kyuhyun memeluk Sung Young. Membuat Sung Young kaget.
“Uri Sung Young, siapapun boleh marah padaku tapi tidak denganmu. Sahabat terbaikku. Bagaimana aku hidup tanpamu. Uri chingu.”Kyuhyun memeluknya erat.
Sesaat Sung Young terlena oleh suasana. Hingga Kyuhyun melepaskan pelukannya dan Sung Young bersikap seakan2 tidak terjadi apa2.
“Lee Sung Young kita sama2 berjanji untuk jadi sahabat selamanya. Maukan?”
“Nde, Cho Kyuhyun aku berjanji.” mereka saling mengaitkan kelingking mereka.
“Sung Young apa kau tahu? Sahabatmu ini sedang merasakan sesuatu yg menyenangkan. Aku kira aku sudah jatuh cinta.”
“MWO?”Sung Young terhentak. Sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum.
“Ah Chakaman ahjussi hentikan mobilnya.”ujar Kyuhyun, seketika sang supir menghentikan laju kendaraannya.
“Mworago?”tanya Sung Young.
“Sepertinya aku harus kembali. Kau pergilah, supirku yg akan mengantarmu pulang. Arachi. Khanda.”
“Pasti ia pergi menemui yeoja itu.”batin Sung Young. Dan benar saja ia kembali ke kediaman keluarga Han.

End of  Flash back

“Sung Young......”teriak Chae Rie.
“Mwo? Aish unnie-ya kupingku sakit kau teriak seperti itu.”ujarnya sambil mengelus kupingnya.
"Kau ini... Sudahlah tinggalkan unnie sendiri."
"Ne arayo....Khandaaaa...."ledek Sung Young seraya melambaikan tangannya ke arah unnie nya dan sebelum keluar dari kamar Chae Rie sempat2nya ia menjulurkan lidahnya ke arah Chae Rie.
"Aish jongmal....Nappeun Saeng...."ujar Chae Rie.
Chae Rie berulang kali menatap layar ponselnya, tak ada pesan ataupun panggilan dari Siwon.
"Siwon Ssi, gwenchanayo?"batin Chae Rie sambil menggenggam erat ponsel di dadanya.

Kediaman keluarga Kim.

Hari ini Heechul tidak masuk kerja, ia merasa kurang enak badan.
“Oppa, gwenchanta? Mau aku temani?”tanya Yunmee.
“Sudahlah Yunmee kau pergi ke kampus saja. Oppa gwenchana. Yoomi juga sudah memberikan oppa obat sebelum ia pergi ke sekolah.”
“Keundae oppa.....”
“Sudahlah, kau berangkat saja. Jal khara.”desak Heechul kepada Yunmee.
“Nde oppa. Annyeong. Secepatnya aku akan kembali kerumah.”
Yunmee pun pergi.
Tinggalah Heechul seorang diri dirumahnya.
Heechul hanya berbaring di kamarnya tanpa berbuat apa2.
“Ah, rasanya haus sekali.”ia berjalan dengan tertatih menuju dapur. Mengambil sebuah gelas ditangannya dan menuangkan air didalamnya.
Hp nya berdering. Nomor Sooby memanggil.
“Yeoboseyo.”sapa Heechul.
“Sunbae, gwenchanayo?”
“Gwenchana. Dari mana kau tahu aku.....”
“Dari Yunmee, tadi ia meneleponku. Kau tidak apa2 dirumah sendirian?”
“Ye, nae gwenchana. Aku.....uhukkk....”Heechul terbatuk2 dan menjatuhkan gelas berisi air dari tangannya. Tubuhnya terhuyung. Tanpa sengaja ia menekan tombol Hp dan memutuskan telepon dari Sooby.
“Ah, jongmal....Kepalaku pusing sekali.”dengan tubuh terhuyung ia terduduk di lantai dan menyandarkan tubuhnya di dinding.

1 jam kemudian.

Heechul tersadar, ia baru saja pingsan. Kini ia sudah berada di kamarnya. Dipegang dahinya terdapat sebuah handuk kecil yg basah.
Seseorang yg mengompresnya pasti adalah salah satu adiknya. Matanya mulai mencari keberadaan salah satu adik perempuannya.
"Sunbae kau sudah sadar?" ujar Sooby yg baru masuk ke kamar Heechul.
"Mwo? Kau kenapa bisa ada disini?" tanpa menjawab pertanyaan Heechul, Sooby mendekatinya yg masih terbaring di tempat tidur.
Jarak mereka sungguh sangat dekat, detak jantung Heechul berdetak lain dari biasanya.
Dengan lembut Sooby mengambil handuk kompres di dahi Heechul dan memegang dahi Heechul dengan punggung tangannya.
"Ah, sudah baikan rupanya." tanpa sadar Heechul dan Sooby beradu tatap. Seakan dunia berhenti di sekeliling mereka.
"A.. Gomap...sseumnida..."ujar Heechul dengan terbata2. Sooby hanya tersenyum. Tapi sepintas ia terlihat murung dan Heechul menyadarinya.
"Gwenchana?"tanya Heechul.
"Animnida, hanya saja. Aku...Tidak bisa lagi menyusahkan Sunbae lebih lama lagi. Sekarang aku bahkan tidak bisa kembali ke kantor dan bekerja."
"Maksudmu?"
"Aku rasa aku harus pamit."
"Mwo? Pamit kau bilang! Andwae!!!"
"Keundae, aku telah banyak menyusahkan kalian. Bahkan tagihan RS sunbae yg menanggungnya. Aku.... Hanya benalu dalam kehidupan kalian yg hanya bisa menyusahkan."
PLAAAKK....Tangan Heechul mendarat di pipi Sooby.
Heechul terlihat kesal. "Cukup...Jangan katakan itu lagi. Aku tidak pernah menganggapmu benalu."
"Keundae....Sunbae bahkan tak pernah menyebut namaku."
"Aish jongmal, nama? Ya! Asal kau tahu namamu sudah tersebut di ujung lidahku tapi tak pernah bisa kukeluarkan dari mulutku."
Sooby menatap bingung ke arah Kim Heechul. "Kau... Tetap bersamaku! Tetap berada di sisiku! Aku tidak akan memaafkanmu kalau kau pergi dariku! ARA!"
Kebingungan dan pertanyaan muncul di benak Sooby ia hanya bisa terbengong2 mencerna kata2 Heechul barusan.
"Ya! Choi Soobyoung kau dengar kata2ku?"bentak Heechul. Seketika Sooby memeluk Heechul dan membuatnya salah tingkah.
"Kau...Kau kenapa?"Heechul panik. Sooby melepaskan pelukannya. "Paboe sunbae, begitukah caramu menyatakan cinta? Tidak romantis sama sekali."
Jawab Sooby dengan tersenyum menahan tawa tapi tangis haru menetes di pipinya.
"Memangnya itu tidak romantis ya? Aku...Aku tidak pengalaman soal hal ini."
Sooby terkekeh melihat Heechul yg malu.
Dreettt.... Hp Sooby bergetar. "CHakaman sunbae aku angkat telepon dulu sepertinya dari RS."
"Yeoboseyo... Ah Min Woo Ssi. Mwora??? Ne Ara... Aku pergi...." Sooby menutup ponselnya.
"Mworago?"tanya Heechul khawatir.
"Sungmin...Uri Sungmin...Dia....."Sooby tak kuasa menahan tangisnya.
"Lebih baik kita segera kembali ke RS."
"Keundae sunbae...."
"Nae gwenchana...Keadaan Sungmin sekarang lebih penting. Khaja." Mereka pun pergi ke RS.

Di RS.
Dengan tergesa2 Sooby dan Heechul berlari menuju Ruangan Sungmin dirawat.
Dilihatnya Min Woo hendak masuk ke ruangan Sungmin beserta para perawat.
Sooby dengan cepat menarik lengan Min Woo.
"Min Woo Ssi, uri Sungmin...." Sooby panik.
"Tadi Sungmin terlihat pingsan di lantai. Sekarang kami akan memeriksanya. Harap tunggu Soobyoung Ssi. Sebisa mungkin kami akan melakukan yg terbaik." ujar Min Woo dan masuk ke dalam ruangan Sungmin.
Sontak tubuh Sooby seperti kehilangan tulang2 penyangganya ia terjatuh duduk di lantai.
Heechul segera memapah kedua lengan Sooby, menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.
Sooby menangis di pelukan Heechul, "Kuatlah, kumohon kuatlah demi dongsaengmu." ujar Heechul seraya mengelus rambut Sooby. Sekuat tenaga Sooby berusaha menghentikan tangisnya dan berusaha tegar demi Sungmin.
"Chullie, kau sudah sehat?"tanya seseorang membuat Heechul dan Sooby kaget.
"Noonim.... Sedang apa kau disini?"
"Ah, tadi aku sedang berada di mobil bersama Min Woo saat ada panggilan dari RS tentang adik Sooby."ujar Hyena.
"Song Hyena...."panggil seseorang tiba2.
Heechul, Sooby dan Hyena menatap ke arah asal suara tersebut.
"Mwo? Changmin.... Sedang apa kau disini!"bentak Hyena.
"Changminie kau kenapa kemari?"tanya Heechul.
"Ani, aku pikir Hyena sakit saat kulihat Hyena masuk ke RS tadi."
"MWO? YA...SHIM CHANGMIN KAU MENGIKUTIKU!!!"bentak Hyena. Heechul segera menghampiri Hyena.
"Noonim, ini RS jadi...."
"Ne Arayo Chul...Mianhe Sooby....."
"Gwenchanayo Hyeen Unnie."
"Changmin ikut aku! Kita harus bicara. Chul, Sooby aku pergi dulu. Khanda."ujar Hyena seraya menarik lengan Changmin pergi.
"Sunbae, sebenarnya ada apa diantara mereka berdua?"tanya Sooby.
"Molla, aku tidak tahu persisnya kenapa mereka seperti itu. Sejak aku mengenal mereka memang mereka sudah seperti itu. Dan yg aku tahu mereka sunbae hoobae saat kuliah di New York dulu."jelas Heechul.
Terlihat Min Woo keluar dari ruangan Sungmin. Sontak Heechul dan Sooby berdiri dan menghampirinya.
"Tidak ada cara lain kita harus mengoperasinya."ujar Min Woo.
"Nde, kalau itu yg terbaik. Lakukanlah Min Woo Ssi."ujar Heechul.
"Sunbae...."
"Sooby kau tidak usah berpikir lagi, sekarang keselamatan Sungmin lebih penting. Ara?"ujar Heechul dan Sooby pun mengangguk.
"Keundae, ada satu masalah." ujar Min Woo.
"Masalah apa Min Woo Ssi?"tanya Sooby panik.
"Kita membutuhkan transfusi darah untuk operasinya nanti. Golongan darahnya termasuk golongan darah yg jarang dan jika kita menunggu dari Bank Darah itu akan memakan waktu lama."
"Pakai punyaku saja."ujar Sooby pasti.
"Keuronikka perawat akan mengambil sampel darahmu dan mencocokannya kepada Sungmin."

1Jam kemudian hasil pengecekan golongan darah Sooby dan Sungmin pun keluar.
Seorang perawat memanggil nama Sooby.
"Choi Soobyoung Ssi."
"Nde, nae Soobyoung imnida. Ottae? "masih ditemani Heechul Sooby sangat khawatir.
"Jusonghamnida Soobyoung Ssi. Golongan darah anda dengan adik anda tidak cocok. Apa ada anggota keluarga lain?"tanya perawat.
"Animnida.... Kami hanya berdua..."jawab Sooby lirih.
"Kita akan cari jalan keluarnya sama2. Tenanglah."ujar Heechul menenangkan Sooby.

Sooby duduk di sebelah tempat tidur Sungmin. Ia menahan tangisnya sekuat tenaga dan berusaha tegar.
"Ini, makanlah dulu...Kau pasti belum makan kan?"Heechul menyodorkan sebuah Roti dan secangkir kopi kepada Sooby.
"Gomawo sunbae." tapi ia hanya memegang roti dan secangkir kopi yg diberikan Heechul.
"Apa kau yakin tidak ada sanak famili dari Sungmin yg kau tahu?"tanya Heechul.
Sooby menundukkan wajahnya.
"Chakaman, mungkin ahjumma yg pernah membawa Sungmin waktu bayi bisa memberitahu."
"odiega?"
"Setahu aku ia pernah memberitahukan tempat dimana ia bekerja, kalau tidak salah di sauna di daerah Ilsandong."
"Kalau kau tahu tempatnya tunggu apa lagi kita harus bergerak cepat."ujar Heechul

To Be Continue.......

Trouble Maker Jilid 11

Trouble Maker jilid 11

"HAN SOOKYO....BERANI NYA KAU MENGACUHKANKU!"
"MWO! AIISHHH....JONGMAL PABOEYA.....MEMANGNYA KAU SIAPA!"
"AKU CHO KYUHYUN!!!! AKU ORANG YG TIDAK BOLEH TIDAK KAU PEDULIKAN. ARA!!!!"
PLAKKK.....Seseorang menampar Kyuhyun. Han Sookyo dan Kyuhyun pun kaget.
"Samchon....Kenapa menamparku?"ujar Kyuhyun kepada seorang namja berumur 25th itu.
"Jung Soo sunbae? Mwo? Ya....Han Sooyoo kenapa kau bisa bersama Jung Soo sunbae?"di kepala Sookyo bermunculan berbagai pertanyaan sedangkan Sooyoo hanya bisa terdiam.
Saking gemasnya dengan saudari kembarnya, Sookyo menarik tangan Sooyoo.
"Ya! My twins kenapa kau bisa bersama sunbae?"
"Aku...."
"kami sudah pacaran."jawab jung soo.
"MWO!!!"kata Sookyo dan Kyuhyun berbarengan.

Flash Back TM jilid 08
“Dia Han Sooyoo. Mereka memang kembar identik tapi aku mengenalnya sejak SMP jadi aku dapat membedakan mereka berdua.”jelas Yong Ri.
“Ke..Kembar? Ya kau …..”teriak Jungsu kepada Sooyoo.
“Mianhe.....”kata Sooyoo dan berlalu meninggalkan apartemen Jungsu.
Jung Soo tidak tinggal diam, ia mengejar Sooyoo dan dengan cepat ia berhasil menyusulnya.
Mereka berdiri di depan tempat parkir.
"Chakaman...Han Sooyoo...."Jung Soo menarik tangan Sooyoo.
Sooyoo hanya bisa menangis menundukan kepalanya, penyesalan kini muncul di benaknya yg telah membohongi Park Jung Soo.
"Marhaebwa....Kenapa kau berbohong padaku?"
"Karna....."ia kembali terisak dalam tangisnya.
"Karna apa han Sooyoo....Marhaebwa...!!!"
"Karna aku jatuh cinta padamu!!! KARNA AKU HAN SOOYOO MENYUKAI PARK JUNG SOO. KAU PUAS."Sooyoo menyeka air matanya dan berbalik meninggalkan Jung Soo.
Tangan Jung Soo kali ini menggapai tangan Sooyoo lebih dulu sebelum ia pergi.
"Lepaskan aku sunbae...!"
"Mwo? Melepaskanmu? Kau sudah mengatakan kau suka padaku sekarang kau minta aku melepaskanmu!"
"Mwo?"tanya Sooyoo heran.
"Bisanya kau pergi setelah mengungkapkan pernyataan cintamu tanpa mendengar jawabanku."
"Maksud sunbae?"
"Nae Park Jung Soo juga menyukai Han Sooyoo yg di hadapanku. Ara!"
"Keundae aku telah membohongimu."
"Tetap saja yg aku sukai ada di hadapanku.Gadis dengan mata yg lembut ini yg aku sukai bukan yg lain."
End of Flash Back.

Pagi itu sebelum Sooyoo memutuskan pergi semalam ia mendapat pesan singkat dari Yong Ri kalau ia sudah mengetahui hubungannya dengan Jung Soo dan ia yg menyatakan ketidak sukaannya terhadap hubungan diam2 yg dilakukan oleh Oppanya Park Jung Soo dengan Sooyoo. Membuat Sooyoo sedih. Hingga tidak nafsu makan. Semalaman ia hanya bisa menangis.

Mengetahui hal itu Park Jung Soo mengajak Sooyoo untuk memberitahukan kepada keluarganya termasuk Yong Ri, Jung Soo noona yaitu Park/cho In young yg tidak lain adalah Eomma Kyuhyun tentang status mereka. termasuk kepada Sookyo dan Eommanya.

"Samchon tidak pernah kudengar kau dekat dengan yeoja,bisa2nya sekarang kau berpacaran dengan yeoja yg lebih muda darimu."ledek Kyuhyun yg hampir lupa atas tamparan samchonnya itu.
"Ya! Aku sampai lupa! Kenapa kau menamparku samchon!"bentak Kyuhyun merasa tidak terima.
"Itu karna kau Cho Kyuhyun belum berubah juga menjadi seorang namja yg sopan.Ara!"
"Nde, Cho Kyuhyun kau namja manja!"tambah Sookyo. Kyuhyun hendak membalas namun ia takut oleh samchonnya.
"My twins, kau tidak marah?"tanya Sooyoo.
"Mwo? Untuk apa aku marah?Chukkaeyo my twins. Aku mendukung kalian."ujar Sookyo.
______________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________
Selama Yunmee ditahan. Yoomi tetap masuk ke sekolah seperti biasa.
Hari ini kedua sahabatnya mendadak tidak masuk sekolah ia sangat kesepian.
Ia kini sedang duduk seorang diri di kantin, mengaduk2 minumannya dengan sedotan tanpa meminumnya.
"Mimi. Gwenchana?"tanya Kibum mengaburkan khayalan Yoomi.
"Bum, nae Gwenchana."
"Tenang mi, semua pasti beres. Percayalah mee noona tidak bersalah."
"Ne, ara."
"Kibum ssi, kau disini rupanya. Bukankah kita akan mendiskusikan tentang olimpiade fisika nanti?"ujar Yeon Rie yg baru saja tiba. Lalu Kibum pun pergi meninggalkan Yoomi. Tapi kali ini hati Yoomi tidak sedikitpun bereaksi atas kedekatan Kibum dan Yeon Rie.

Hati Yoomi sungguh galau, ia sangat mengkhawatirkan Yunmee. Sehingga di perjalanan pulang ia tidak hati2 dan tersandung hingga melukai lututnya. Bukannya bangkit ia malah menangis di jalan seperti anak kecil.
Seseorang menjulurkan tangannya dan Yoomi meraihnya.
"Jongmal paboe yeoja. Kenapa menangis hanya karna terjatuh?"kata namja tersebut
"Lee Donghae?"
"Nde, joneun Lee Donghae imnida. Kenapa kau bisa tahu namaku. Ah itu tidak penting. Khanda....."ujarnya seraya melambai tangan. Yoomi tiba2 menarik tangan Donghae.
"Chakaman. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"
"Maybe in your dream." seraya melempar senyum kepada Yoomi.
Donghae masuk ke sebuah bus yg berhenti tepat di hadapannya dan sekali lagi pergi meninggalkan Yoomi dengan melambaikan tangannya. "Aish, jongmal kenapa aku tidak bisa berkata2 di hadapannya?"

Keesokan harinya.
Diadakan Presscon oleh artis pendatang baru Lee Yoori yg baru2 ini menjadi korban dari tindak kriminal yg disinyalir merupakan ulah dari antis yg merupakan imbas dari kedeketan Lee Yoori dan Choi Siwon.
Yang nyatanya diantara mereka hanya ada perselisihan yg tidak diketahui oleh orang lain kecuali Lee Chae Rie dan staff photoshoot yg sempat melihat percekcokan mereka tersebut.
Pertanyaan para wartawan tidak ditanggapi baik oleh Lee Yoori dan manajemen Lee Yoori.
Seakan presscon hari ini hanya satu arah tanpa diizinkannya para wartawan bertanya lebih lanjut.
Lee Yoori dengan terhuyung berjalan meninggalkan lokasi presscon.
"Yoori, gwenchana?"tanya Chae Rie. Namun Yoori tidak menjawab ia hanya menundukkan wajahnya.
Hp Yoori bergetar. Muncul sebuah pesan singkat. Yoori menyingkir untuk melihat isi pesan singkat tersebut yg berasal dari no yg tidak dikenal.

Lee Yoori
Kau sungguh pintar beracting, saranku pertahankanlah dan jauhi Kim Yunmee.
Kalau kau belum bosan hidup.
INGAT AKU SELALU MENGAWASIMU!!!!

Seketika itu Yoori jatuh terduduk lemas hampir saja pingsan namun datang seseorang menahan tubuh Yoori agar tidak terjatuh.
Yoori kaget dan melihat ke arah sosok yg sedang memapah tubuhnya.
"Khun oppa....."panggil Yoori seakan tak percaya. Nickhun tersenyum. Yoori tak kuasa menahan air matanya dan menangis layaknya anak kecil di pelukan Nickhun.
Lee Chae Rie menatap mereka dari jauh ia tidak ingin menggangu mereka.
Chae Rie pun pergi setelah mendapat pesan singkat dari Choi Siwon tentang presscon kali ini.

Sesampainya tempat mereka janjian Chae Rie sudah melihat Siwon duduk dengan tampilan yg tidak biasa.
Ia memakai topi dan kacamata hitam, mungkin untuk menyamar.
"Sebelum Siwon ssi berkata apa2 aku mau minta maaf. Mianhamnida karna tanpa izinmu mencatut namamu dalam presscon kali ini."kata Chae Rie sambil membungkukan tubuhnya.
"Aish, jongmal. Aku memanggilmu untuk bertemu bukan karna masalah itu. Kalau presscon aku tidak ambil pusing. Aku hanya ingin minta bantuan kepadamu. Itu juga kalau kau setuju."ujar Siwon.
Membuat Chae Rie bingung.

Kediaman keluarga Kim.
Heechul, Yoomi, Sooby dan Ki Bum menunggu dirumah dengan harap2 cemas.
Karna hari ini ditentukan kasus Yoori diteruskan atau tidak. Yunmee melarang keluarganya datang ke kantor polisi takut mengecewakan hasilnya. Jadi ia hanya ditemani Park Sooyoung.
Selang 1 jam setelah mendapat pesan singkat dari Sooyoung keempat orang itupun berkumpul di kediaman keluarga Kim.
Yoomi yg paling terlihat tegang diantara yg lain.
"Gwenchana mimi, mee noona pasti akan segera bebas."ujar Kibum menenangkan Yoomi.
"Heechul sunbae mau kubuatkan teh hangat? Sedari pagi sunbae belum makan."tanya Sooby khawatir.
"Gwenchana? Mianhe telah merepotkanmu. Kau pergilah menemani Sungmin."ujar Heechul.
"Shiro, keluargamu sedang ada masalah masa aku hanya diam saja. Paling tidak ada yg bisa aku bantu."
"Gomawo."ucap heechul lirih.

Ting Tong....Bunyi Bel.
Yoomi berlari membukakan pintu.
"Unnie......."teriak Yoomi sontak membuat semua orang berlari menghampiri pintu masuk.
"Yunmee-ya kau membuat oppa khawatir. Mwo? Sooyoung ssi eodiga?"Heechul memeluk yodongsaengnya tersebut.
"Sooyoung unnie sudah pulang, ia hanya mengantarku sampai depan pintu."jawab Yunmee.
"Sunbae lebih baik biarkan Yunmee istirahat dulu. Biar aku masakan sesuatu untuknya."ujar Sooby.
Yunmee pun masuk kekamarnya ditemani oleh Yoomi.
Kibum menatap punggung Yunmee yg perlahan menjauh.
Tatapannya makin lirih saat ia tak sanggup membela orang yg ia sukai.
_______________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________
Esok paginya Yunmee memutuskan untuk tetap ke kampus walau semua orang melarangnya.
Ia bergegas menemui seseorang, di perjalanan ia bertemu dengan Seungmi.
"Yunmee-ya, kau...."tapi Yunmee tidak menghiraukan Seungmi.
"Chakaman Yunmee, eodiga?"kini Seungmi berhasil menghentikan langkah Yunmee.
"Lepaskan aku Lee Seung Mi."seringai Yunmee membuat Seungmi melepas tangannya. Hingga ia hanya bisa mengikuti Yunmee dari belakang.
Langkah Yunmee terhenti saat ia melihat sesosok namja yg baru saja keluar dari ruangan kelas.
Dengan emosi menggebu Yunmee mendatangi namja tersebut. Tangannya langsung menampar namja itu hingga pipinya memerah. Seungmi shock saat melihatnya.
"Ya! Kim Yunmee kau sudah gila ya!!! Datang2 kau langsung menamparku!!!"
"Sebenarnya aku mau melakukan hal yg lebih dari sekedar tamparan, tapi itu akan lebih menjatuhkan citraku."
"Mwo? Sebenarnya apa yg kau bicarakan Kim Yunmee!!!"
Yunmee semakin kesal lalu ia mengeluarkan beberapa foto dari amplop yg ada di tas nya dan melemparkannya tepat di wajah namja tersebut.
"Lihat! Itu kau kan yg bersama Lee Yoori saat itu! Kau sudah tidak bisa mengelak Yesung!"
"Yesungie, benarkah itu?"tanya Seungmi.
"Ne, itu aku. Akulah yg orang yg melukai Yoori. Keundae, itu karna sakit hatiku kepadanya. Dan entah kenapa ia malah menuduhmu sebagai pelakunya. Lalu apa yg mau kau perbuat? Melaporkanku?"Yesung berlagak sinis di depan Yunmee.
"Heh? Asal kau tahu Yesung. Aku tidak akan melaporkanmu karna memandang Seungmi yg akan sedih kalau kau di penjara. Ara!"bentak Yunmee lalu meninggalkan Seungmi dan Yesung. Yesung bingung dengan perkataan Yunmee lalu ia melihat ke arah Seungmi.
Seungmi berbalik badan tapi Yesung menarik bahu Seungmi dan mereka berhadapan. Tangan Yesung mencengkeram kedua bahu Seungmi.
"Apa maksud kata2 Yunmee barusan? Marhaebwa!"bentak Yesung.
Tapi Seungmi memaksa melepaskan diri dari Yesung, Yesung melihat bulir air mata jatuh di pipi Seungmi.
"Seungmi gwenchanayo?"tanya Yesung.
"Mwo? Kau panggil aku apa?"
"Seungmi. Wae?"Yesung makin bingung.
"Huwaaaa......." Seungmi menangis sejadinya. Membuat Yesung kelabakan.
"Seungmi, hentikan tangisanmu. Memangnya aku berbuat salah apa padamu?"
"Kau memanggil namaku Seungmi bukan Hantu Perawan.....Ini pertama kalinya kau memanggil namaku...Huwaaa...." Seungmi menangis histeris lagi.
"Mwo? Jangan bilang kalau kau terharu?"ledek Yesung.
"Aku....Aku....."Seungmi tak sanggup berkata2 saat melihat Yesung tertawa terbahak2.
"Ternyata tunanganku lucu juga. Aku kira kau hanya bisa meneriakiku dengan sebutan Yadonger. Hehe."
Seungmi hanya memanyunkan bibirnya. Tapi baru kali ini ia merasa senang seseorang memanggil namanya.

Yunmee berjalan melewati lapangan basket sekolah.
Nickhun yg sedang asyik bermain basket melihat sosok Yunmee dan menghampirinya.
"Annyeong Kim Yunmee Ssi."sapa Nickhun.
"Nickhun sunbae, mworago?"Yunmee bingung karna Nickhun dan Yunmee sebenarnya tidak akrab, mereka kenal saat menjadi pengurus perpustakaan bersama.
"Ah ani, aku hanya....."ucapan Nickhun terputus.
"Wae?"tanya Yunmee.
"Mianhe...."
"Untuk apa sunbae?"

Flash Back TM jilid 03

Para wartawan berkumpul di Kampus Yunmee mendengar kabar artis Lee Yoori yg datang untuk menemui kekasihnya yg kebetulan kuliah disana.
Yoori dan Chae Rie bersembunyi di toilet wanita.
"Yoori-ya sudah aku bilang berapa kali jauhi Khun, itu tidak baik buat image mu."ujar Chae Rie.
"Aish, Unnie-ya. Sudah kubilang jangan ucapkan kata2 itu lagi. Ara!"
"Mwo....?"
"Chakaman, Khun oppa meneleponku."ujar Yoori seraya menekan tombol ponselnya.
"Nde, oppa mau bertemu. Nde aku akan segera kesana. Chakaman oppa."lalu Yoori menutup ponselnya.
Tanpa memperdulikan Chae Rie yg tertinggal, Yoori pergi ke tempat yg dimaksud Nickhun.
Nickhun duduk di lapangan basket kampus sambil memainkan bola basketnya.
"Khun oppa....."panggil Yoori sambil melambaikan tangannya.
"Yoori-ya, kenapa kau malah memperumit masalah dengan datang ke kampusku?"
"Ani, aku tidak memperumit, apa aku salah bilang ke media massa kalau kekasihku adalah oppa. Lagipula aku kan tidak menyebut nama oppa secara langsung. Aku hanya bilang kekasihku berinisial NH."
"Yoori-ya....Hubungan kita tidak seperti itu...."
"Mwo? Oppa maksudmu?"
"Aku........"kata2 Nickhun menggantung.
"Kau apa oppa? Pokoknya aku tidak perduli. Neol Saranghanikka tidak perduli apapun. Aku tidak akan mundur."
"Aish, Yoori-ya aku tidak bisa bersamamu...."
"Karna apa oppa? Atau oppa sudah memiliki yeoja yg oppa suka? Marhaebwa oppa....!"bentak Yoori.
"Nde, aku sudah punya yeoja yg kusukai. Nah....Kau lihat yeoja disana...Itulah yeoja yg aku suka. Ara! Jadi lupakan aku."ujar Nickhun. Yeoja yg ia tunjuk adalah Yunmee. Ia tidak sadar telah disangkut pautkan oleh mereka berdua.
Seketika Yoori merasa hancur. Ia menatap ke arah Yunmee dari jauh dengan banyak pertanyaan.
"Yoori-ya.....Sedang apa kau disini? Khaja, wartawan sudah mengetahui keberadaan kita."ujar Chae Rie dan menarik Yoori pergi.
Saat Yunmee sedang berjalan menuju Perpustakaan Yoori dan Chae Rie menghampirinya.
"Tolong bantu aku menyembunyikannya ya."kata Chae Rie.
Tanpa membantah Yunmee pun mengajak Yoori ke perpustakaan yg ia rasa adalah tempat yg paling aman.
End of Flash Back

"Mwo? Nickhun Sunbae jd itu alasan Yoori seperti itu padaku?"ujar Yunmee setelah mendengar semua kejadian yg sebenarnya terjadi yg menyebabkan kesalahpahaman dari mulut Nickhun.
"Nde, mianhamnida Yunmee. Dan aku juga sudah menjelaskan hal itu kepada Yoori. Ia belum sanggup menemuimu untuk minta maaf. Sebenarnya ia anak yg baik hanya saja ego nya mengalahkan akal sehatnya."
"Kau menyukainya sunbae?"
Nickhun menghela nafas panjang. "Nde aku menyukainya."jawabnya pasti.
"Kenapa kau tidak mengatakannya daripada membuat kesalahpahaman seperti ini."
"Aku hanya takut, takut membuat karirnya hancur dalam sekejab. Hanya karna masalah cinta."
"Pikiranmu sungguh sempit sunbae, jika kau menyukai seseorang katakanlah, kita tidak tahu apa yg akan terjadi nanti."
"Aku rasa kau benar, kau tidak akan membenci Yoori kan?"
"Animnida, sampaikan salamku kepada Yoori. Aku pamit dulu sunbae. Annyeong."



TO BE CONTINUED.....