Kamis, 17 Februari 2011

Trouble Maker Jilid 12

Trouble Maker Jilid 12

Chae Rie menatap cermin di meja riasnya. Cukup lama ia termenung. Pikirannya penuh dengan pertanyaan kenapa seorang Choi Siwon tiba2 memintanya bertemu lagi malam ini.
“Aigoooo.... Uri unnie....Yeppeuda....Unnie mau ada kencan ya?”
“OMO....YA! LEE SUNG YOUNG kau mengagetkan unnie saja.”ujar Chae Rie seraya mengelus dadanya.
“Aish, unnie-ya. Kau ini kita kan sangat dekat jadi aku tahu donk apa yg sedang terjadi sama unnie. Sekarang marhaebwa, nuguseyo?”ledek Sung Young sembari merangkul Chae Rie.
“Jongmal, kau ini mau tahu saja. Pokoknya ada seseorang.”jawab Chae Rie dengan sedikit cemberut.
“Unnie-ya....Pelit sekali.....”sekarang gantian Sung Young yg cemberut. Chae Rie melirik ke arah Sung Young.
“Aigo, uri Sung Young ngambek, kalau kau ngambek seperti itu bisa2 Kyuhyun bisa tidak mengenalimu. Hhe.”
“Unnie, sudahlah jangan mengatakan hal yg seperti itu tentang aku dan Hyun!”
“Wae? Bukannya kalian dekat. Dan bukannya hal yg tidak mungkin kalau kalian berpacaran kan. Kalian sudah kenal sejak kecil.”
Pikiran Sung Young melambung ke kejadian beberapa hari yg lalu.

Flash back TM jilid 07

“Ya Han Sooyoo ingat aku tidak akan tinggal diam kalau kau berani menyentuh sahabatku Kyuhyun lagi.”teriak Sung Young dari kejauhan. Dan mereka pun pergi dari rumah Sookyo dengan sebuah mobil yg berhenti di depan rumah Sookyo.
Di dalam mobil Sung Young hanya cemberut, ia melipat kedua tangannya didada dan menghadap ke arah jendela.
“Sung Young-ah, sudah kubilang kau jangan melakukan itu. Aku tidak suka itu.”
“MWO! YA! CHO KYUHYUN! Yeoja itu telah melukaimu kenapa kau malah membelanya. Biar aku beritahu eommoni(Kyuhyun Eomma) saja biar yeoja itu di pecat.”
“Sung Young-ah.....Andwaeee....Kenapa kau seperti itu? Kau bukan Sung Young yg aku kenal.” kini berbalik Kyuhyun yg cemberut dan menghadap ke arah jendela memunggugi Sung Young.
Sung Young meliriknya sekilas. “Aish, jongmal. Harusnya aku yg ngambek kenapa malah kau yg ngambek.” ujar Sung Young seraya menggoyang2kan lengan Kyuhyun.
Dan tiba2 Kyuhyun memeluk Sung Young. Membuat Sung Young kaget.
“Uri Sung Young, siapapun boleh marah padaku tapi tidak denganmu. Sahabat terbaikku. Bagaimana aku hidup tanpamu. Uri chingu.”Kyuhyun memeluknya erat.
Sesaat Sung Young terlena oleh suasana. Hingga Kyuhyun melepaskan pelukannya dan Sung Young bersikap seakan2 tidak terjadi apa2.
“Lee Sung Young kita sama2 berjanji untuk jadi sahabat selamanya. Maukan?”
“Nde, Cho Kyuhyun aku berjanji.” mereka saling mengaitkan kelingking mereka.
“Sung Young apa kau tahu? Sahabatmu ini sedang merasakan sesuatu yg menyenangkan. Aku kira aku sudah jatuh cinta.”
“MWO?”Sung Young terhentak. Sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum.
“Ah Chakaman ahjussi hentikan mobilnya.”ujar Kyuhyun, seketika sang supir menghentikan laju kendaraannya.
“Mworago?”tanya Sung Young.
“Sepertinya aku harus kembali. Kau pergilah, supirku yg akan mengantarmu pulang. Arachi. Khanda.”
“Pasti ia pergi menemui yeoja itu.”batin Sung Young. Dan benar saja ia kembali ke kediaman keluarga Han.

End of  Flash back

“Sung Young......”teriak Chae Rie.
“Mwo? Aish unnie-ya kupingku sakit kau teriak seperti itu.”ujarnya sambil mengelus kupingnya.
"Kau ini... Sudahlah tinggalkan unnie sendiri."
"Ne arayo....Khandaaaa...."ledek Sung Young seraya melambaikan tangannya ke arah unnie nya dan sebelum keluar dari kamar Chae Rie sempat2nya ia menjulurkan lidahnya ke arah Chae Rie.
"Aish jongmal....Nappeun Saeng...."ujar Chae Rie.
Chae Rie berulang kali menatap layar ponselnya, tak ada pesan ataupun panggilan dari Siwon.
"Siwon Ssi, gwenchanayo?"batin Chae Rie sambil menggenggam erat ponsel di dadanya.

Kediaman keluarga Kim.

Hari ini Heechul tidak masuk kerja, ia merasa kurang enak badan.
“Oppa, gwenchanta? Mau aku temani?”tanya Yunmee.
“Sudahlah Yunmee kau pergi ke kampus saja. Oppa gwenchana. Yoomi juga sudah memberikan oppa obat sebelum ia pergi ke sekolah.”
“Keundae oppa.....”
“Sudahlah, kau berangkat saja. Jal khara.”desak Heechul kepada Yunmee.
“Nde oppa. Annyeong. Secepatnya aku akan kembali kerumah.”
Yunmee pun pergi.
Tinggalah Heechul seorang diri dirumahnya.
Heechul hanya berbaring di kamarnya tanpa berbuat apa2.
“Ah, rasanya haus sekali.”ia berjalan dengan tertatih menuju dapur. Mengambil sebuah gelas ditangannya dan menuangkan air didalamnya.
Hp nya berdering. Nomor Sooby memanggil.
“Yeoboseyo.”sapa Heechul.
“Sunbae, gwenchanayo?”
“Gwenchana. Dari mana kau tahu aku.....”
“Dari Yunmee, tadi ia meneleponku. Kau tidak apa2 dirumah sendirian?”
“Ye, nae gwenchana. Aku.....uhukkk....”Heechul terbatuk2 dan menjatuhkan gelas berisi air dari tangannya. Tubuhnya terhuyung. Tanpa sengaja ia menekan tombol Hp dan memutuskan telepon dari Sooby.
“Ah, jongmal....Kepalaku pusing sekali.”dengan tubuh terhuyung ia terduduk di lantai dan menyandarkan tubuhnya di dinding.

1 jam kemudian.

Heechul tersadar, ia baru saja pingsan. Kini ia sudah berada di kamarnya. Dipegang dahinya terdapat sebuah handuk kecil yg basah.
Seseorang yg mengompresnya pasti adalah salah satu adiknya. Matanya mulai mencari keberadaan salah satu adik perempuannya.
"Sunbae kau sudah sadar?" ujar Sooby yg baru masuk ke kamar Heechul.
"Mwo? Kau kenapa bisa ada disini?" tanpa menjawab pertanyaan Heechul, Sooby mendekatinya yg masih terbaring di tempat tidur.
Jarak mereka sungguh sangat dekat, detak jantung Heechul berdetak lain dari biasanya.
Dengan lembut Sooby mengambil handuk kompres di dahi Heechul dan memegang dahi Heechul dengan punggung tangannya.
"Ah, sudah baikan rupanya." tanpa sadar Heechul dan Sooby beradu tatap. Seakan dunia berhenti di sekeliling mereka.
"A.. Gomap...sseumnida..."ujar Heechul dengan terbata2. Sooby hanya tersenyum. Tapi sepintas ia terlihat murung dan Heechul menyadarinya.
"Gwenchana?"tanya Heechul.
"Animnida, hanya saja. Aku...Tidak bisa lagi menyusahkan Sunbae lebih lama lagi. Sekarang aku bahkan tidak bisa kembali ke kantor dan bekerja."
"Maksudmu?"
"Aku rasa aku harus pamit."
"Mwo? Pamit kau bilang! Andwae!!!"
"Keundae, aku telah banyak menyusahkan kalian. Bahkan tagihan RS sunbae yg menanggungnya. Aku.... Hanya benalu dalam kehidupan kalian yg hanya bisa menyusahkan."
PLAAAKK....Tangan Heechul mendarat di pipi Sooby.
Heechul terlihat kesal. "Cukup...Jangan katakan itu lagi. Aku tidak pernah menganggapmu benalu."
"Keundae....Sunbae bahkan tak pernah menyebut namaku."
"Aish jongmal, nama? Ya! Asal kau tahu namamu sudah tersebut di ujung lidahku tapi tak pernah bisa kukeluarkan dari mulutku."
Sooby menatap bingung ke arah Kim Heechul. "Kau... Tetap bersamaku! Tetap berada di sisiku! Aku tidak akan memaafkanmu kalau kau pergi dariku! ARA!"
Kebingungan dan pertanyaan muncul di benak Sooby ia hanya bisa terbengong2 mencerna kata2 Heechul barusan.
"Ya! Choi Soobyoung kau dengar kata2ku?"bentak Heechul. Seketika Sooby memeluk Heechul dan membuatnya salah tingkah.
"Kau...Kau kenapa?"Heechul panik. Sooby melepaskan pelukannya. "Paboe sunbae, begitukah caramu menyatakan cinta? Tidak romantis sama sekali."
Jawab Sooby dengan tersenyum menahan tawa tapi tangis haru menetes di pipinya.
"Memangnya itu tidak romantis ya? Aku...Aku tidak pengalaman soal hal ini."
Sooby terkekeh melihat Heechul yg malu.
Dreettt.... Hp Sooby bergetar. "CHakaman sunbae aku angkat telepon dulu sepertinya dari RS."
"Yeoboseyo... Ah Min Woo Ssi. Mwora??? Ne Ara... Aku pergi...." Sooby menutup ponselnya.
"Mworago?"tanya Heechul khawatir.
"Sungmin...Uri Sungmin...Dia....."Sooby tak kuasa menahan tangisnya.
"Lebih baik kita segera kembali ke RS."
"Keundae sunbae...."
"Nae gwenchana...Keadaan Sungmin sekarang lebih penting. Khaja." Mereka pun pergi ke RS.

Di RS.
Dengan tergesa2 Sooby dan Heechul berlari menuju Ruangan Sungmin dirawat.
Dilihatnya Min Woo hendak masuk ke ruangan Sungmin beserta para perawat.
Sooby dengan cepat menarik lengan Min Woo.
"Min Woo Ssi, uri Sungmin...." Sooby panik.
"Tadi Sungmin terlihat pingsan di lantai. Sekarang kami akan memeriksanya. Harap tunggu Soobyoung Ssi. Sebisa mungkin kami akan melakukan yg terbaik." ujar Min Woo dan masuk ke dalam ruangan Sungmin.
Sontak tubuh Sooby seperti kehilangan tulang2 penyangganya ia terjatuh duduk di lantai.
Heechul segera memapah kedua lengan Sooby, menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.
Sooby menangis di pelukan Heechul, "Kuatlah, kumohon kuatlah demi dongsaengmu." ujar Heechul seraya mengelus rambut Sooby. Sekuat tenaga Sooby berusaha menghentikan tangisnya dan berusaha tegar demi Sungmin.
"Chullie, kau sudah sehat?"tanya seseorang membuat Heechul dan Sooby kaget.
"Noonim.... Sedang apa kau disini?"
"Ah, tadi aku sedang berada di mobil bersama Min Woo saat ada panggilan dari RS tentang adik Sooby."ujar Hyena.
"Song Hyena...."panggil seseorang tiba2.
Heechul, Sooby dan Hyena menatap ke arah asal suara tersebut.
"Mwo? Changmin.... Sedang apa kau disini!"bentak Hyena.
"Changminie kau kenapa kemari?"tanya Heechul.
"Ani, aku pikir Hyena sakit saat kulihat Hyena masuk ke RS tadi."
"MWO? YA...SHIM CHANGMIN KAU MENGIKUTIKU!!!"bentak Hyena. Heechul segera menghampiri Hyena.
"Noonim, ini RS jadi...."
"Ne Arayo Chul...Mianhe Sooby....."
"Gwenchanayo Hyeen Unnie."
"Changmin ikut aku! Kita harus bicara. Chul, Sooby aku pergi dulu. Khanda."ujar Hyena seraya menarik lengan Changmin pergi.
"Sunbae, sebenarnya ada apa diantara mereka berdua?"tanya Sooby.
"Molla, aku tidak tahu persisnya kenapa mereka seperti itu. Sejak aku mengenal mereka memang mereka sudah seperti itu. Dan yg aku tahu mereka sunbae hoobae saat kuliah di New York dulu."jelas Heechul.
Terlihat Min Woo keluar dari ruangan Sungmin. Sontak Heechul dan Sooby berdiri dan menghampirinya.
"Tidak ada cara lain kita harus mengoperasinya."ujar Min Woo.
"Nde, kalau itu yg terbaik. Lakukanlah Min Woo Ssi."ujar Heechul.
"Sunbae...."
"Sooby kau tidak usah berpikir lagi, sekarang keselamatan Sungmin lebih penting. Ara?"ujar Heechul dan Sooby pun mengangguk.
"Keundae, ada satu masalah." ujar Min Woo.
"Masalah apa Min Woo Ssi?"tanya Sooby panik.
"Kita membutuhkan transfusi darah untuk operasinya nanti. Golongan darahnya termasuk golongan darah yg jarang dan jika kita menunggu dari Bank Darah itu akan memakan waktu lama."
"Pakai punyaku saja."ujar Sooby pasti.
"Keuronikka perawat akan mengambil sampel darahmu dan mencocokannya kepada Sungmin."

1Jam kemudian hasil pengecekan golongan darah Sooby dan Sungmin pun keluar.
Seorang perawat memanggil nama Sooby.
"Choi Soobyoung Ssi."
"Nde, nae Soobyoung imnida. Ottae? "masih ditemani Heechul Sooby sangat khawatir.
"Jusonghamnida Soobyoung Ssi. Golongan darah anda dengan adik anda tidak cocok. Apa ada anggota keluarga lain?"tanya perawat.
"Animnida.... Kami hanya berdua..."jawab Sooby lirih.
"Kita akan cari jalan keluarnya sama2. Tenanglah."ujar Heechul menenangkan Sooby.

Sooby duduk di sebelah tempat tidur Sungmin. Ia menahan tangisnya sekuat tenaga dan berusaha tegar.
"Ini, makanlah dulu...Kau pasti belum makan kan?"Heechul menyodorkan sebuah Roti dan secangkir kopi kepada Sooby.
"Gomawo sunbae." tapi ia hanya memegang roti dan secangkir kopi yg diberikan Heechul.
"Apa kau yakin tidak ada sanak famili dari Sungmin yg kau tahu?"tanya Heechul.
Sooby menundukkan wajahnya.
"Chakaman, mungkin ahjumma yg pernah membawa Sungmin waktu bayi bisa memberitahu."
"odiega?"
"Setahu aku ia pernah memberitahukan tempat dimana ia bekerja, kalau tidak salah di sauna di daerah Ilsandong."
"Kalau kau tahu tempatnya tunggu apa lagi kita harus bergerak cepat."ujar Heechul

To Be Continue.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar