Cast :
Kim Family (no parents hiks ToT)
*Kim Heechul (sulung) 29th
*Kim Yunmee (No.2) 21th
*Kim Yoomi (Maknae) 17th
Han Sister (twins)
*Han Sookyo (lebih tua 2menit) 17th
*Han Sooyoo 17th
Kim Soobyoung
Song Hyena
Shim Changmin
"Yoomiiiiiiiiiiiiii.............Palli......Ironaaaaaaaaaaa.........!!!!"Yunmee teriak di depan kamar Yoomi.
Braaakkkkk.........Yunmee mendobrak pintu kamar Yoomi.
"Ya! Palli....Palli.....Palli....Sudah jam berapa mau sampai kapan kau tidur PEMALAS!!!!"Yunmee menendang2 bokong Yoomi.
"Eonnieeeeeeee.......Shiroooo........"Yoomi malah menarik kembali selimutnya dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Kau ini semalaman menangis karna putus dengan Tabi sekarang malah tidak mau bangun dan sekolah."bentak Yunmee sambil menarik2 selimut Yoomi.
"Ya! ADA APA INI RIBUT2 TERUS SETIAP PAGI!!!!!"Heechul datang ke kamar Yoomi.
"Oppa....Yoomi lagi2 seperti ini setiap kali putus cinta. Yunmee sampai kesal dibuatnya!"
Heechul berjalan mendekati tempat tidur Yoomi dan dengan sekuat tenaga menarik selimut Yoomi sampai Yoomi terguling jatuh di lantai.
Dalam sekejap ia bangkit, "Oppa....Jahat sekali.....Hari ini aku tidak mau kuliah. Pokoknya shiroooo...."mulailah Yoomi merengek di lengan oppanya itu.
Dijitaknya kepala Yoomi dengan kesal Heechul menarik Yoomi ke kamar mandi dan menyalakan shower.
"Oppaa....Dingiiinnnn....."Yoomi berteriak sementara Yunmee yg tau benar tabiat oppanya yg galak langsung menjauh dari kamar Yoomi dan pergi.
"Dinginkan kepalamu. Setelah itu bergegas berangkat ke sekolah. Oppa akan antar kalian. ARA!!!!"bentak Heechul.
Di sekolah.
Yoomi yg kesal menggerutu di jalan. Karna sampai tadi oppa mengantarnya ia masih saja diceramahi oleh Heechul.
"KIM YOOMI.........."panggil dua siswi secara bersamaan.
"Aish...Han Sister bikin sakit telinga saja."Yoomi menjitak kepala kedua sahabatnya itu.
"Yoomi, kudengar kau putus dengan Tabi ya. Sayang sekali ya."kata Sookyo polos.
"Ya! My twins jangan mengejek Yoomi dong kasihan kan dalam satu tahun ini dia sudah diputuskan oleh dua orang namja, pertama Chansung terus terakhir Tabi. Bagaimana ia tidak menyedihkan."perkataan Sooyoo menusuk hati Yoomi.
Dan ia pun mengaitkan lengannya di leher Sooyoo. "Kau cari mati ya!" ancam Yoomi dan meningglkan Han Sister di jalan.
"Aigooo....Aku heran sama Kim Family pertama Heechul oppa aku heran tampangnya yg tak pernah senyum itu bikin takut kita para yeoja. Gak heran di umurnya yg sudah sekarang walau ia sudah mapan masih belum menikah ya." kata Sookyo.
Lalu Sooyoo manggut2 dan meneruskannya, "Iya dan apalagi Yunmee eonnie ia mahasiswi yg tomboy pergaulannya hanya dengan buku saja dan apalagi ia galak sekali sama namja mana mungkin ada yg mau sama dia."
Sookyo manggut2 mengiyakan kata2 Sooyoo.
"Dan sahabat kita Kim Yoomi, parasnya memang cantik tapi sifat cerobohnya itu benar2 membuat pusing. Ia tidak pandai di pelajaran, olahraga pun ia tidak mahir. Tapi kalau sudah kesal ia pasti mengamuk sama seperti kedua saudaranya." kata2 Sookyo pun diiyakan Sooyoo.
ooo000ooo
Seorang yeoja mendatangi ruang kerja Heechul. Setelah didizinkan masuk yeoja itu memperkenalkan diri.
"Sillyehamnida, Kim Heechul Ssi."sapa yeoja itu.
"Kau pasti asisten baruku kan?"Heechul bertanya namun matanya hanya fokus dengan kerjaannya.
"Ye, joneun....."belum sempat yeoja itu menyelesaikan kata2nya sudah dipotong oleh Heechul.
"Sudah2, tidak usah panjang2 perkenalannya toh aku tidak akan mengingat namamu kecuali prestasi kerjamu. Nah, sekarang fotokopi semua berkas ini dan jangan lupa pisahkan sesuai urutannya. Sekarang. PALLI!!!!" suara Heechul membuat yeoja itu kaget dan langsung mengerjakan perintah Heechul.
ooo000ooo
Seperti biasa Yunmee berada di perpustakaan bila tak ada kuliah.
Dengan kacamatanya ia membaca dengan serius halaman per halaman novel ditangannya sambil mendengarkan lagu dari Ipod putihnya.
Seorang namja berkacamata dan bertopi datang dan duduk di sebelah Yunmee.
"Frozen Lily ya?"tanya namja itu.
Yunmee melepas salah satu headset nya dan melihat ke arah namja itu.
"Ne, waeyo?"Yunmee sama sekali tidak mengenal namja itu. Tepatnya Yunmee tidak banyak mengenal mahasiswa di kampusnya kecuali para dosen.
"Tidak hanya saja wanita dalam novel itu, ehm...Ah sudahlah komentarku tidak penting."namja itu tidak melanjutkan kata2nya.
"Lanjutkanlah, aku justru ingin mendengar pendapatmu karna jarang sekali namja yg mau membaca novel ini."Yunmee menatap wajah namja itu dengan serius tanpa ekspresi yg malah membuat namja dihadapannya itu salah tingkah dan garuk2 kepala.
"Ya, menurutku keegoisan wanita di novel itu menghancurkan dirinya sendiri. Pada dasarnya wanita tidak mungkin bisa tanpa laki2. Dan bodoh saja ia mengejar kesuksesan karir tapi keluarganya hancur. What a fool woman."namja itu terkekeh.
Yunmee menutup novelnya dan membereskan mejanya lalu pergi dari perpustakaan.
Namja itu semakin bingung, "Mianhe, kalau kata2 ku salah tapi tadi kau yg bertanya jadi kujawab."
Yunmee tidak perduli dan tetap melanjutkan langkahnya.
"Aigoo....Yeoja itu benar2 jutek. Aishhh..."ia melepas topinya dan menggaruk2 kepalanya.
000ooo000
"Ya! Kim Yoomi ada namja yg mencarimu di luar."kata Han Sister kompak.
"Nugu?"tanya Yoomi, dijawab gelengan kepala oleh kedua sahabat kembarnya itu.
Yoomi berjalan keluar kelas. Di lorong ia melihat seorang namja yg sangat tampan. Namun ia menggeleng2kan kepalanya "Kim Yoomi kau tidak boleh jatuh cinta lagi kalau tidak mau patah hati."batin Yoomi.
Namja itu berbalik menghadap ke arah Yoomi.
"Akhirnya aku menemukanmu."kata namja itu.
"Eh? Nugu?"Yoomi makin bingung karna ia baru pertama kali melihat namja itu.
Tiba2 namja itu memegang kedua tangan Yoomi dan membuat Yoomi melotot karnanya.
Sontak Yoomi menepis tangannya, "Ya! Berani2nya kau memegang tanganku! Cari mati ya!"bentak Yoomi.
"Dengar ya aku tidak ingin berhubungan dengan seorang namjapun mulai detik ini. Karna semua namja berengsek!!! ARASSEO!"Yoomi kembali ke kelasnya dengan kesal.
Namja itu hanya melongo melihat tingkah Yoomi.
Kim Heechul Story.
Heechul sibuk menentukan materi rapat dengan para investor kali ini proyeknya harus berhasil.
"Ya! Asisten, bawakan map2 yg kuletakkan di lemari berkas.Palli!"
Sudah seminggu Soobyoung menjadi asisten Kim Heechul sang arsitek. Tapi belum pernah sekalipun Heechul memanggil namanya. Karna panik Soobyoung menjatuhkan berkas2 yg ada di lemari.
"Ya! Sudah kubilang kalau kerja hati2."entah ke berapa kali Heechul membentak Soobyoung.
"Mianhe Heechul Ssi."namun karna panik Soobyoung menyenggol cangkir kopi Heechul dan jatuh ke lantai.
Mata Heechul semakin melotot melihat tingkah Soobyoung. Ia menggebrak mejanya dan berlalu dari ruangannya.
Soobyoung tak tahan lagi menitihkan air mata.
Dengan mata yg penuh dendam ia mengambil foto Heechul di mejanya dan memukul foto itu.
"Ya! Kim Heechul kau ini sungguh manusia kejam. Kerjamu hanya membentakku seharian."Soobyoung mengoceh sendirian.
"Wah kalau Heechul tahu kau memakinya dibelakangnya kau bisa habis." Soobyoung berbalik mencari asal suara itu.
"Tenang saja aku tidak akan mengadukannya kepada Heechul. Ah, aku Shim Changmin manager lapangan. Namamu?"
"Joneun Kim Soobyoung imnida. Aku asisten Heechul Ssi, aku baru seminggu bekerja disini."
"Suatu keajaiban Heechul bisa menerima seorang asisten karna selama ini ia hanya bekerja seorang diri."kata Changmin.
"Aku yg merekrutnya."datang Song Hyena pemilik Song & Co Construction.
"Annyeong Song Hyena Ssi."sapa Soobyoung.
"Ah, Soobyoung Ssi. Kita baru pertama bertemu ya. Tapi bagaimana kau bisa mengenalku."Hyena penasaran.
"Bagi kami mahasiswa dan lulusan arsitektur khususnya yeoja siapa sih yg tidak mengidolakan seorang Song Hyena di usia yg sangat muda sudah sukses di dunia arsitektur dan bisa mendirikan Song & Co Construction. Dan nama anda terkenal di korea dan luar negeri."jelas Soobyoung.
"Aigo, kau pintar sekali memuji aku tidak sehebat itu. Ini semua berkat para staf juga. Sooby, boleh kupanggil Sooby?"
"Ne, gwenchana. Hyena Ssi."
"Kalau begitu panggil Hyena saja ya biar akrab."
"Andwae, aku tidak berani."
"Kalau begitu panggil aku eonnie. Seperti halnya Heechul dan si bodoh Changmin ini yg memanggilku Noonim."
"Algaesseumnida, Hyena Eonnie.". Hyena tersenyum ke arah Sooby.
Changmin mengikutinya dari belakang. Mengikutinya terus hingga ke ruangan Hyena.
Merasa diikuti oleh Changmin Hyena pun menoleh ke belakang.
"Mworago?"tanya Hyena.
"You really like a witch you know."kata Changmin.
Hyena duduk di atas meja dan menyilangkan kakinya.
"What are you talking about? Please explain to me."
Changmin mendekati Hyena. Disentuhnya paha Hyena yg duduk dengan kaki menyilang di atas meja.
Dengan wajah menantang Hyena berkata, "Sudah kubilang berapa kali. You can't fall in love with me. Ara!"bisik Hyena di telinga Changmin.
Tapi tubuh Changmin mendesak tubuh Hyena hingga posisi duduk Hyena condong ke belakang.
Diusapnya rambut yg menutupi telinga Hyena dan berbisik. "Kau tidak bisa melarangku, I do what I want."
Hyena mencoba bertahan untuk tidak bergeming dan luluh dengan rayuan Changmin.
Baru saja Changmin mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Hyena, telepon di ruangan Hyena berdering.
"Yeoboseyo."sapa Hyena.
Hyena dengan sigap mengangkat telepon. Changmin mundur dari meja karna Hyena turun dari meja dan duduk di kursinya ia mulai mengetik di komputernya. Ia terlihat sibuk berbicara dengan seseorang di telepon tentang masalah pekerjaan.
Changmin tidak mau menggangu dan beranjak pergi dari ruangan Hyena.
Di ruangan Heechul.
Semua sudah tertata rapi kembali dan Sooby sudah mengerjakan yg Heechul suruh.
Beberapa saat kemudian Heechul datang dan ia langsung menuju mejanya. Saat matanya melihat ke arah Sooby amarahnya memuncak.
"Ya! Kenapa kau malh berdiri disitu. Kau tidak dibayar untuk berdiri. Kemari dan kerjakan file2 ini."perintah Heechul.
Sooby berjalan ke arah Heechul dengan sedikit tertatih.
"Sudah lebih baik kau pulang. Tidak ada gunanya kau membantu malah menyusahkan saja."
Sooby tidak bisa membantah karna kalau ia mengeluarkan satu suara Heechul pasti akan membentaknya lebih keras.
Di rumah kediaman Kim Family.
"Eonnie.......Masakannya sudah matang belum?" Yoomi sedang asik tidur2an di sofa sambil menonton TV sementara Yunmee memasak di dapur. Ia melihat kearah jam. Sudah jam 20.00, oppa nya belum juga pulang. Menyisakan beberapa lauk di box makanan dan menaruhnya di kulkas.
Yunmee mengenakan sepatunya. "Eonnie, kau sudah mau jogging? Kapan kebiasaan anehmu jogging malam2 sembuh? Aneh2 saja." Yoomi meledek Yunmee namun tidak digubris oleh Yunmee.
"Eonnie, makan malamnya gimana?"rengek Yoomi.
"Sudah siap di meja. Aku pergi dulu."dalam sekejap Yunmee sudah keluar.
Kebiasaan aneh Yunmee, jogging malam hari. Padahal oppa nya berkali2 melarang namun tetap saja Yunmee melakukannya. Tidak sering Yunmee menemui orang jahat tapi aura nya yg gelap malah membuat para penjahat takut mendekatinya.
Kali itu ada yg salah dengan kakinya. Ia merasakan kakinya keram, mungkin karna kurang pemanasan. Ia meringis kesakitan dan berjongkok.
"Gwenchana?"seseorang bertanya padanya.
"Omo, kau si Frozen Lily kan?"kata namja itu.
"Kau.....Minggir jangan halangi jalanku."dengan tertatih ia berjalan pulang.
Namja itu menghampirinya dan meletakan lengan Yunmee dibahunya hendak memapahnya. Namun Yunmee tidak senang ia lalu menginjak kaki namja itu dan membuatnya berteriak histeris. Sedang Yunmee hanya tersenyum sinis dan meninggalkan namja yg kesakitan itu sendiri.
Akhirnya Yunmee tiba dirumah larut malam.
Baru saja ia membuka pintu ternyata Heechul sudah berdiri di hadapannya, "Yunmee, sudah berapa kali oppa bilang jangan jogging malam2 itu berbahaya. Arasseo."
Yunmee tidak memperdulikan kata2 Heechul dan pergi menuju kamarnya.
"Aishhh....Anak ini kalau sudah malam kenapa sifatnya jadi tidak bisa diatur."Heechul menoceh sendiri.
Keesokan harinya.
Seperti biasa Yoomi lupa mengerjakan PR nya.
"Sooyoo pinjam PR matematikamu."kata Yoomi seenaknya.
"Enak saja kau ini kebiasaan sekali meminjam PR. Kami tidak akan meminjamkannya kepadamu. Iya kan my twins?" Sookyo mengiyakan kata2 Sooyoo.
"Ara. Aku tidak akan meminjam PR kalian. Aishh dasar tidak setiakawan."
Zhoumi songsaengnim guru matematika datang. Han Sister menoleh ke belakang yaitu meja Yoomi namun Yoomi menundukkan wajahnya ke meja.
Han sister berpandangan dan bingung.
"Ayo kumpulkan PR kalian ke depan."kata Zhoumi songsaengnim.
Songsaengnim melihat ke arah Yoomi yg membenamkan wajahnya di meja.
"Kim Yoomi mana PR mu?"tanya songsaengnim. Yoomi mengangkat kepalanya dan "Huwaaaaa......." Yoomi berteriak dan menangis. membuat seisi kelas panik. "Waeyo Kim Yoomi?"tanya songsaengnim khawatir.
"Perutku sakit songsaengnim. Penderitaan sebagai seorang perempuan ini kenapa harus aku rasakan....Huwaaaa...."
Han sister berpandangan "Sookyo bukannya baru minggu lalu ia haid?" "Ne, mungkin itu hanya akal2annya saja." Sooyoo mengangguk tanda setuju dengan kata2 Sookyo.
Yoomi diantar ke UKS dan beristirahat disana. Ia mengira UKS sedang sepi jadi ia merebahkan tubuhnya dan memainkan Hp nya.
"Wah keliatannya kau tidak sakit."
"Nuguseyo? Mengagetkanku saja."kata Yoomi. Orang itu mendekat.
"Kau orang aneh yg pernah datang ke kelasku kan?"tanya Yoomi. Namun namja itu sama sekali tidak menjawab. Ia malah makin mendekati Yoomi.
Semakin dekat ke arah Yoomi. Yoomi menghindar namun ia tepojok karna dibelakangnya dinding.
TBC....
Sabtu, 27 November 2010
Jumat, 26 November 2010
Rabu, 10 November 2010
Be My Man < Finale > " I'm Your Man and You Are My Lady "
Kim Yun Mee / Lee Yun Jae cast by Park Shin Hye
Lee Soo Man => yun mee haraboji
Shin Dong Yup => pengasuh Yun Mee/ Yun Jae
Kim Ryeowook => Yun Jae Best Friend
Lee Chae Rie => Ryeowook's Wife
Vee => Vee Ssi Songsaengnim
Wika Sunbae => Miss Sooby
Sungmin = > petugas polisi
Kim Bum => Vee's Husband
Yoo Geun => Kim Jae Yun
No Min Woo => Cameo as Dokter
Daniel Henney => Cameo as Dokter (yg maen di My Lovely Sam Soon as Henry)
5 Raja Langit a.k.a LOTS => Heechul, Leeteuk, Donghae, Siwon dan Kyuhyun = > karakter dr Sooby Sunbae
Triple C a.k.a CCC= > Yoori, Hyena, Sooyoo, Sookyo = > karakter dr Sooby Sunbae
Kim Yoo Mi => Donghae's namjachingu and Heechul's cousin
Dari terminal Kedatangan dari Toronto seorang yeoja dengan penampilan tomboy berkacamata dan memakai topi berjalan dengan dua orang laki2 paruh baya.
"Yunmee, kau siap untuk memulai lagi di Korea?"tanya laki2 itu.
"Ne, haraboji. Yunmee akan memulai lagi kehidupan Yunmee yg baru di Korea. Bersama haraboji."sambil merangkul lengan laki2 tua itu.
Flash Back.
Malam terakhir Yunjae masih di RS korea.
Saat Sungmin meninggalkan Yunjae untuk bertemu Vee Ssi, Sungmin tidak sadar ada gerakan dari tangan Yunjae.
Sesaat kemudian perawat datang untuk mengecek perkembangan Yunjae dan terlihat ada gerakan dari Yunjae.
Perawat langsung memanggil dokter No Min Woo.
"Min Woo Ssi bagaimana keadaan cucu saya?"Lee Soo Man langsung datang ke RS saat diberi kabar oleh pihak RS.
"Yunjae Ssi mengalami kemajuan. Sepertinya sebentar lagi ia bisa sadar. Tapi kita tidak tahu kapan itu terjadi. Saya sarankan Yunjae Ssi agar dirawat di RS memadai untuk kesembuhannya."jelas Dokter Min Woo.
"Tuan besar bagaimana kalau perawatan tuan muda kita serahkan kepada Daniel Henney Ssi anak dari sahabat Anda tuan besar."kata Dong Yup ahjussi.
"Keure, dia adalah dokter yg handal dan namanya sudah terkenal dimana2."kata Dokter Min Woo.
"Tapi dimana ia bekerja sekarang?"tanya Lee Soo Man.
"Kalau tidak salah sekarang ia menetap di Toronto Kanada sekarang."jawab Dokter Min Woo.
"Kalau begitu hari ini juga kita ke kanada, Dong Yup kuserahkan semua padamu."perinta Lee Soo Man.
"Ne, Algaesseumnida tuan besar." Dong Yup ahjussi langsung melaksanakan perintah Lee Soo Man.
Lee Soo Man mendekat ke tubuh cucu satu2nya Lee Yunjae. Dan membelai halus rambutnya.
ooo000ooo
Yunjae pun diberangkatkan ke Toronto. Ia dirawat di Toronto General Hospital.
Selama dua bulan lamanya Yunjae dirawat dengan intensif.
"Daniel Ssi, bagaimana keadaan Yunjae?"tanya Soo Man yg tak pernah meninggalkan cucu satu2nya. Ia bahkan rela meninggalkan kerajaan bisnis nya untuk Yunjae.
"Ahjussi, kita hanya bisa berusaha sekuat tenaga. Now I have to go. Ahjussi, aku tinggal dulu."kata Dokter Daniel.
Soo Man menatap lirih cucunya. Perasaan yg sama saat ia melihat jasad putri satu2nya terakhir kali.
Dalam hatinya ia terus menyesalkan kenapa ia tidak mengizinkan putrinya untuk menikahi orang yg ia cintai.
Mungkin saat ini Yunmee akan tumbuh menjadi gadis biasa bukan sebagai Yunjae.
"Yunjae....Ah ani...Yunmee....Lama sekali haraboji tidak memanggil namamu dan lama sekali kau tidak menyebut haraboji. Entah sejak kapan itu. Keegoisan haraboji membuatmu tersiksa. Mianhaeyo. Jongmal mianhe." Soo Man menumpahkan semua penyesalannya, tangisannya membasahi wajah tuanya. Tangannya yg gemetar menggenggam tangan Yunjae dengan erat hingga terdengar suara Yunjae lirih.
"eomma....."
Soo Man tersentak dan mengguncang tubuh Yunjae pelan.
"Yunmee, apa kau sudah sadar? Yunmee...."panggil Soo Man.
Yunmee POV. <alam bawah sadar Yunmee>
Aku dimana, kenapa semua nya gelap. "Yunmee...."
Suara siapa itu? Eommaa....Eomma kah itu ?
Eomma yunmee mau bersama eomma dan appa.......
"Yunmee, tetaplah disini ada orang2 yg mencintaimu. Eomma mohon bertahanlah."
Eoomaaa....Andwae eomma yunmee rindu eomma.......
Apa ini hangat sekali tanganku. Suara siapa itu......
"Yunmee...."
Haraboji....Harabojikah itu.....
Dingin.....tanganku dingin.......*Soo Man menangis hingga membasahi punggung tangan Yunmee.*
Terang...Terang sekali.......
End Yunmee POV.
"Ha...ra...bo..ji..."dengan terbata2 Yunmee mencoba memanggil harabojinya.
Dokter Daniel datang beserta suster.
"Bagaimana Daniel Ssi?"Dokter Daniel memeriksa Yunmee.
"Syukurlah, Yunmee sudah melewati fase koma nya. Sekarang tinggal menjalani terapi untuk memulihkan kondisi tubuhnya."jelas Dokter Daniel membuat Soo Man lega.
"Yunmee-ah, haraboji mohon jangan tinggalkan haraboji sendiri."sambil mengelus rambut Yunmee.
Yunmee memandang wajah harabojinya, ia baru sadar betapa pria yg berdiri di hadapannya sekarang dengan tatapan lembut sangat menyayangi nya. Air mata Yunmee jatuh di pipi putihnya.
Terapi yg sangat berat dilalui oleh Yunmee, tapi di sela2 terapinya ia meneruskan study nya dengan home schooling.
Sampai akhirnya dalam satu tahun ia menuntaskan pelajarannya dan berhasil masuk Rotman School of Management di University of Toronto.
ooo000ooo
"Harabojii........."dengan langkah yg semangat ia menghampiri haraboji yg sedang duduk didampingi Dong Yup ahjussi.
"Mworago Yunmee?"tanya haraboji.
"Yunmee akhirnya bisa menamatkan studi yunmee haraboji......Yippy...."masih melompat kegirangan.
"Chukkaeyo yunmee, kecerdasanmu memang mirip eomma mu. Sekarang setelah menamatkan studimu apa rencanamu selanjutnya?"tanya Haraboji.
"Selanjutnya? Yunmee bingung....Oh iya haraboji bagaimana perusahaan haraboji di Korea?"
"Semua sudah haraboji serahkan kepada yg lebih pantas dan lebih berpengalaman untuk mengurusnya."jelas haraboji.
"Chakaman agasshi. Ini ada kiriman undangan dari sahabat agasshi. Kebetulan undangannya dikirim ke mansion yg di Korea."Dong Yup ahjussi menyerahkan sesuatu ke Yunmee.
"Undangan.....Nugu? Ini undangan pernikahan kan?" sembari membuka kartu undangan itu.
"Kyaaa...Sahabatku Wookie akan menikah dengan Chae Rie."Yunmee melompat kegirangan.
"Apa perlu saya siapkan untuk keberangkatan agasshi?"Dong Yup ahjussi menawarkan bantuannya.
"Um, kita memang sudah seharusnya kembali ke Korea. Benarkan Yunmee?"tanya haraboji.
Namun mendengar hal itu Yunmee mendadak menunduk sedih, tatapannya menjadi sendu.
"Apa ini waktu yg tepat?"gumam Yunmee. Namun haraboji sadar cucu kesayangannya itu sedang bersedih.
"Tapi kalau kau belum siap, kita bisa menundanya."haraboji mencoba menenangkan Yunmee.
"Ani, Yunmee harus datang di saat yg penting bagi Wookie jadi Yunmee harus datang."
"Tapi Yunmee harus ingat sekali kita menginjakkan kaki kita di Korea itu untuk selamanya."haraboji memegang lembut kepala Yunmee.
"Nde, algaesseumnida haraboji."kata Yunmee.
End of Flash Back.
Resepsi Pernikahan Ryeowook dan Chae Rie semua undangan telah tiba.
"Jagi, kau sedang mencari siapa?"tanya Chae Rie yg menatap kekasih yg kini telah menjadi suaminya.
"Ani....."jawab Ryeowook sambil menggelengkan kepalanya.
"Pasti sedang menunggu Yunjae oppa ya?"nada Chae Rie semakin cemas.
Tanpa disadari mereka ada seseorang yg mendekati mereka.
"Sedang mencari aku?"
Ryeowook dan Chae Rie sontak berbalik melihat asal suara itu.
"Nuguseyo?"tanya Ryeowook yg bingung.
"Aku Yunjae. Ah ani....Sekarang joneun Kim Yun Mee imnida....."jawab Yunmee.
Membuat Ryeowook dan Chae Rie shock.
Akhirnya Yunmee a.k.a Yunjae menjelaskan semuanya kepada Ryeowook di akhir resepsi pernikahan.
"Yunjae...Ani...Maksudku Yunmee, mau kau yeoja ataupun namja bagiku kau tetap sahabatku."sambil menepuk pundak Yunmee.
"Ya! Berati saat aku ganti baju pun kau......"Ryeowook mengingat2 kejadian masa lalu dan mendadak histeris.
Sementara Yunmee hanya tertawa terbahak2. Akhirnya merekapun tertawa bersama.
Dengan mengendarai VW Golf 1.4 TSI merahnya ia melaju dengan cepat. Matanya mengudara di jalan kota Seoul.
Ia memberhentikan mobilnya saat melewati Boramae Park. Kenangan bersama Sungmin masih membekas erat.
Suara Sungmin masih samar2 ia ingat saat ia sedang dalam keadaan koma.
Hari semakin larut. Ia duduk di bangku taman yg biasa Sungmin dan dirinya duduki. Ia melihat ke arah toko bunga di hadapannya. Karna hari sudah larut toko itu sudah tutup. Cuaca semakin dingin membuat malam itu semakin kelam.
"Wah nona, sedang apa disini sendirian ya......" seseorang mencoba mengganggu Yunmee.
"Ya! Perempuan ini benar2 sombong. Mau main2 ya....."orang itu semakin kasar dan mencoba menyentuh Yunmee.
Dengan sigap Yunmee menghindar. Membuat pria itu semakin emosi dan kasar.
Ternyata orang itu mahir bela diri namun Yunmee tidak bisa begitu saja dikalahkan.
Hanya hitungan beberapa menit Yunmee menjatuhkan pria itu dengan tangan kosong. Lalu ia menelepon kantor polisi setempat. Yunmee pun diminta datang ke ke kantor polisi untuk menjadi saksi.
Memory nya pun samar2 terlintas, kantor polisi inilah tempat pertama Yunmee sebagai Yunjae bertemu Sungmin.
Dilihatnya sekeliling namun tak ada petugas Sungmin. Ia hendak bertanya soal Sungmin namun Hp nya berdering.
"Ne ahjussi. Waeyo? Ah, Ye Yunmee pulang sekarang. Annyeong."lalu ia menutup teleponnya dan pergi meninggalkan kantor polisi.
Pagi hari di kantor Polisi.
"Sungmin hyung kau sudah datang."sapa Eunhyuk hoobae Sungmin di Kantor Polisi. Jabatan Sungmin sudah menjadi kepala polisi di tempatnya sekarang tapi dia selau mencoba untuk low profile terhadap bawahannya.
"Ne, tidak ada masalah kan selama aku tidak ada?"tanya Sungmin kepada anak2 buahnya.
"Semalam ada seorang yeoja yg hebat dia menghajar berandalan yg sering meresahkan di Boramae park seorang diri."jelas Eunhyuk.
Sungmin terhentak, "Nugu? Seorang yeoja?"tanya Sungmin.
"Ye, kalau tidak salah namanya Kim Yun Mee."
"Oh...."respon Sungmin singkat dan berlalu menuju kantornya.
Siangnya Vee Ssi dan Kim Bum mengajak Sungmin makan siang bersama di Kafe milik Kim Bum.
"Sungmin, harabojimu menelepon barusan. haraboji dan Hyena minta tolong kepadaku untuk mencarikan pasangan untukmu."Vee Ssi menjelaskan maksud ia memanggil Sungmin datang.
Tapi Sungmin hanya menghela nafas dan menatap seorang bocah yg berlari menghampirinya.
"Samchoooonnn......."panggil anak itu kepada Sungmin.
Sungminpun menggendong anak itu dan bercanda dengannya.
"Uri Jae Yun sudah besar ya."kata Sungmin.
"Ne, uri Jae Yun sudah besar dan makin tampan seperti ayahnya."Kim Bum datang menghampiri Vee Ssi dan mengecup lembut kepala istrinya itu. Dan tersenyum ke arah Sungmin dan Jae Yun.
"Uri Jae Yun, setiap memanggil namanya aku selalu ingat Yunjae. Nama Jae Yun kau pilihkan untuk anak pertama kami karna Yun Jae kan Sungmin?"tanya Vee Ssi.
"Vee, sudahlah jangan diungkit lagi kasihan Sungmin."kata Kim Bum karna melihat rona wajah Sungmin yg berubah sedih mendengar kata2 Vee Ssi.
"Gwenchana Kim Bum."senyum Sungmin yg dipaksakan.
1 jam kemudian Sungmin pun pamit untuk kembali ke kantor.
Namun tidak beberapa lama kemudian Yun Mee datang ke kafe.
Vee Ssi yang sibuk mengajak Jae Yun bermain tidak sadar ada seseorang yang berdiri disampingnya dan tiba2 memeluknya dari belakang.
"Omo....Nuguseyo?"Vee Ssi kaget, dilihatnya seorang yeoja dengan penampilan tomboy dan berkacamata serta rambut yg ditata tidak rapi.
"Vee Ssi.....Bogo Shipoo......"kata Yunmee, namun Vee Ssi masih belum mengenali Yunmee.
"Joneun Yunjae....Ani...Right now i'm Kim Yun Mee."mendengar kata2 Yunmee Vee Ssi memegang wajah Yunmee dengan kedua tangannya. Dibukanya kacamata Yunmee.
"Yunjae....Benar kau Yunjae....."Vee Ssi berteriak histeris karnanya.
"Ani...Vee Ssi sekarang aku Kim Yun Mee."jelas Yunmee.
Keduanya pun berbincang dengan heboh.
Kim Bum hanya tertawa melihat istrinya bahagia melihat Yunmee.
Yunmee memangku Jae Yun yg sepertinya nyaman bersama Yunmee walau baru pertama kali bertemu.
Sambil mengelus rambut Jae Yun, Yun Mee bertanya "Namamu siapa Young Man?"
"Joneun Kim Jae Yun imnida. Umurku 4 tahun. Aku sekolah di taman kanak2."Jae Yun memperkenalkan dirinya dengan polosnya.
Yun Mee tertegun mendengar nama Kim Jae Yun.
"Ne, Sungmin yg memberikan nama kepada uri Jae Yun, Yun Mee."jelas Vee Ssi.
YunMee menatap Jae Yun, ia bertahan untuk tidak menangis di depan Vee Ssi dan Jae Yun.
"Yunmee, Sungmin baru saja kesini apa kau mau aku menghubunginya?"tanya Vee Ssi.
"Andwae aku belum siap ketemu Sungmin Ssi."jawab Yunmee.
Vee Ssi hanya menghela nafas mendengar jawaban Yunmee.
Vee Ssi tau mantan murid nya itu memendam perasaan yg sama seperti yg Sungmin rasakan tapi entah ego atau apa yg menyebabkan Yunmee tidak berani memunculkan keberadaan di depan Sungmin.
"Oh iya hari minggu nanti ada reuni sekolah. Kau datang ya?"
"Mwo? Hem, tapi aku...."Yunmee terkesan ragu.
"Teman2 mu di LOTS pasti sangat ingin bertemu denganmu."kata Vee Ssi.
Yunmee terkenang masa2 ia bersama LOTS walau singkat tapi baginya LOTS sama dengan Ryeowook sahabatnya.
"Ara, aku akan pergi."jawab Yunmee.
Sejam kemudian Yunmee pulang.
Vee Ssi menelepon seseorang, "Jagi, kau menelepon siapa?"tanya Kim Bum kepada istrinya.
Tapi Vee Ssi tidak memberitahunya dan hanya senyum2 saja kepada suaminya yg penasaran.
ooo000ooo
Hari itu pun tiba.
Apartemen Yunmee.
Yunmee bersiap, ia memakai jas merah dan kaus serta celana panjang hitam. Rambutnya dibiarkan terurai.

Di ruang tamu sudah ada haraboji. Ia menatap Yunmee dan geleng2.
"Waeyo haraboji?"tanya Yunmee.
"Kukira setelah kau kembali ke identitasmu semula kau akan jadi lebih feminim."kata haraboji.
"Ani, haraboji Yunmee masih sama seperti saat masih menjadi Yunjae."Yunmee mendudukan dirinya di sebelah haraboji. Lalu haraboji menyerahkan sebuah kotak besar.
"Ini apa haraboji?"tanya Yunmee penasaran.
"Baju yg dulu pernah dipakai ibumu. Haraboji tau kau akan datang ke reuni sekolahmu jadi haraboji menyiapkannya."jawab haraboji.
Dibukanya kotak besar itu didalamnya terdapat gaun sutra yg sangat indah. Warna perpaduan kuning dan orange.
"Haraboji, apa eomma dulu pernah memakainya?"tanya Yunmee sambil menatap lembut gaun di tangannya itu dengan mata berkaca2.
"Ne, cobalah. Kau sangat mirip eomma mu pasti baju ini juga pantas untukmu. Haraboji sudah memanggil penata rias untukmu."jawab haraboji.
Yunmee menuruti kata2 haraboji dan kembali ke kamarnya bersama seorang penata rias.
Tak beberapa lama Yunmee keluar sudah memakai gaun yg diberikan haraboji lengkap dengan make up dan tatanan rambut.

Melihat cucu satu2nya haraboji enitihkan air mata haru. Buru2 Yunmee menghampiri harabojinya.
"Haraboji, gwenchana?"tanya Yunmee cemas.
"Gwenchana, cucu haraboji sangat cantik."jawab haraboji sambil mengusap air mata yg menetes di balik kacamatanya.
Yunmee menatap harabojinya dengan lembut. Dilihat nya raut wajah haraboji yg semakin termakan usia. Kelelahan tampak di wajahnya yg tidak lagi muda. Kebencian yg dulu ia rasakan setiap melihat harabojinya sirna saat mengetahui pengorbanan haraboji saat ia sedang koma.
"Saranghae haraboji."kata Yunmee tiba2. Lalu haraboji menatap wajah cucu perempuannya itu.
"Na tto saranghae uri yunmee. Mianhe sudah membuatmu tersiksa selama ini."kata haraboji dan tampak sangat tulus. Yunmee memeluk lelaki tua yg kini adalah keluarga satu2nya yg ia punya.
Dong Yup ahjussi menitihkan airmata melihat tuan besar dan nona mudanya.
Yunmee pun berangkat dengan VW Golf merah miliknya.
Di Sekolah
LOTS, CCC dan Yoomi noona sudah datang. Mereka datang karna sudah lama sekali mereka tidak berkumpul semenjak sibuk dengan urusan masing.
"Chul, bagaimana kabar Na chul kecil sudah bisa apa saja?"tanya Siwon yg didampingi oleh Yoori.
"Uri Na Chul sudah bisa membuat eomma appa nya kewalahan."jawab Chul. *Na Chul putra Hyena dan Heechul. Heechul anggota LOTS pertama yg menikahi kekasihnya.*
Yoomi noona dan Hae berbisik2. Yg lain menyadarinya.
"Kya, Yoomi unnie wajahnya keliatan senang sekali sejak lamaran Hae diterima."kata Sooyoo yg sudah bertunangan dengan Leeteuk bulan lalu.
"Hae, awas kau macam2 dengan uri noona, kau bisa habis ditanganku."ancam heechul.
Membuat yg lain tertawa.
"Oppa, kapan kita akan seperti mereka?"tanya Sookyo kepada Kyu. Tapi Kyu tidak menjawab ia hanya mencubit dagu Sookyo sambil tersenyum. Membuat Sookyo penasaran.
Sedangkan Siwon dan Yoori akan melangsungkan pernikahan mereka beberapa bulan ini.
Vee Ssi tiba di tengah2 keasyikan LOTS, CCC dan Yoomi noona.
"Kalian sudah tiba rupanya."kata Vee Ssi.
"Vee Ssi, anda datang sendiri?"tanya Yoori.
"Ne, suamiku sedang sibuk di kafenya. Miss Sooby kudengar belum bisa kembali dari Jepang jadi tidak bisa menemani kita. Hyena dimana oppa mu?"Vee Ssi bertanya kepada Hyena.
"Sungmin Oppa masih di kantor."jawab Hyena. Vee Ssi hanya geleng2 mendengarnya.
Lalu acara pun dimulai. MC naik ke podium yg ada di panggung membuka acara.
"Sebelum kita memulai acara reuni ini mari kita dengarkan sambutan dari seorang alumni sekolah kita yg merupakan lulusan Rotman School of Management di University of Toronto. Mohon naik ke atas podium Kim Yun Mee Ssi."panggil MC kepada Yunmee.
"Siwon, memangnya lulusan sekolah kita ada yg bernama Kim Yun Mee?"tanya Leeteuk.
"Setauku sih tidak, nama nya juga tidak familiar."jawab Siwon.
Yunmee naik podium.
"Kalian mungkin tidak mengenal nama Kim Yun Mee. Karna mungkin kalian akan lebih mengenal diriku sebagai Lee Yun Jae."kata Yunmee.
Sontak membuat yg lainnya kaget tapi tidak dengan LOTS, CCC, Yoomi noona dan Vee Ssi.
Tapi yg membuat mereka kaget adalah penampilan Yunmee sekarang dengan gaunnya.
"Aku bersyukur bersekolah disini ditemani sahabat2ku di LOTS, walau sebentar tapi aku merasa sudah sangat dekat dengan kalian. Kalian yg selalu membantuku dan melindungiku. Bercanda bersama, berkelahi bersama. Ehem, bagian berkelahi mungkin lebih sering kami sesama LOTS lakukan. Tapi kebersamaan itu takkan tergantikan. Disini juga aku ingin menyampaikan sesuatu pada semuanya, kepada sekolah, teman2 terutama sahabat2ku di LOTS. Mianhe. Jongmal mianhe tidak memberitahukan kalian identitasku yg sebenarnya dan mianhe karna menghilang tanpa kabar. Jujur semua itu juga membuatku sedih. Terakhir Gomapsseumnida yeorobun."Yunmee membungkuk dan turun dari panggung.
LOTS, CCC, Yoomi noona dan Vee Ssi menghampiri Yunmee.
Mereka terkejut dengan penampilan Yunmee dari ujung kaki sampai kepala.
Yunmee merasa risih. "Ya! Kalian kenapa melihatku seperti itu!"bentak Yunmee.
"Ah, ternyata ia masih Yunjae."LOTS kompak bersuara.
"Sial, kalian mengejekku. Rasanya aku sendiri juga tidak nyaman memakai semua ini."Yunmee memanyunkan bibirnya sambil mengangkat2 gaunnya.
"Sunbae sangat cantik pantas saja Oppa....."Hyena tidak meneruskan kata2nya.
"Kya, kalian semakin tampan saja semenjak kupergi."Yunmee mengalihkan perhatian.
Saat ia mencoba memeluk sahabat2nya LOTS. Sontak para yeoja mereka menarik namjanya masing2 dan berseru, "Andwaeee....."
"Waeyo? Dulu juga kami sering berpelukan."kata Yunmee.
"Sunbae itu kan sebagai Yunjae bukan sebagai Yunmee."kata Yoori yg mulai cemburu.
Mereka pun tertawa bersama.
Vee Ssi terlihat beberapa kali melihat ke arah pintu masuk.
Di lain tempat.
Sungmin mengendarai mobilnya. "Vee Ssi dan Hyena ada2 saja masa aku disuruh datang ke reuni sekolah. Memangnya aku alumni disana?".
Hp Sungmin berdering. Ia pun menekan tombol ear phone nya.
"Yeoboseyo. Mwo? Araseo aku akan kesana."Sungmin berbalik arah dan membatalkan untuk datang ke reuni.
Di sekolah.
Vee ssi bolak balik di pintu masuk. Yunmee yg khawatir menghampirinya.
"Vee Ssi sedang menunggu siapa?"tanya Yunmee.
"Aniyo, ah chakaman aku angkat telepon dulu."Vee Ssi mengangkat telepon nya.
Beberapa saat Vee Ssi berbicara dengan seseorang di telepon dan sepertinya yg menghubunginya Kim Bum suaminya.
Dengan panik ia pun mendekati Yunmee."Yunmee, aku harus kembali kata suamiku di kafe sedang ramai2nya. Aku harus kembali ke kafe."
"Pergilah Vee Ssi aku tidak apa2 masih ada teman2ku disini."balas Yunmee.
"Aduh bagaimana ini, sudah jam segini aku bisa lupa menjemput Jae Yun."Vee ssi semakin panik.
"Vee Ssi biar aku yg menjemput Jae Yun. kau kembali ke kafe saja."kata Yunmee.
"Jincha? Kalau begitu aku tertolong. Oh iya aku tulis alamatnya ya."setelah selesai membarikan alamat taman kanak2 Jae Yun Vee ssi pun pergi.
Yunmee pun sampai ke taman kanak2 Jae Yun.
Saat ia keluar dari mobilnya ia melihat Jae Yun yg tertidur sedang digendong oleh seorang laki2.
"Jangan2 orang itu mau berbuat jahat kepada uri Jae Yun. Dasar pria jahat." Yunmee mengangkat gaunnya tinggi2 dan berlari dengan highheelsnya ke arah pria itu yg memasukkan Jae Yun ke dalam mobilnya.
"Ya! siapa kau berani2 menculik uri Jae Yun."dengan pukulannya ia memukul pundak laki2 itu.
"Awww......."teriak laki2 itu.
Laki2 itu sepertinya kesal dan berbalik ke arah Yunmee.
Saat mereka bertatapan mereka sama2 terkejut.
"Sungmin Hyung." "Yunjae." kata mereka bersamaan.
Sungmin tidak percaya yg ia lihat. Ia mengucek matanya mencoba meyakinkan ini Yunjae yg ia lihat.
"Ani Hyung, my name is Kim Yun Mee right now."kata Yunmee.
Dalam sekejap dipeluknya tubuh Yunmee oleh Sungmin.
Kerinduan mereka berdua saat itu memuncak.
Tangis Yunmee pun pecah saat itu, ia terisak.
Sungmin makin dalam memeluk Yunmee dan mengelus rambut Yunmee.
"Aku tidak bermimpi kan ini benar kan kau Yunjae.....Maksudku Yunmee."kata Sungmin sambil memegang kedua pipi Yunmee dengan lembut.
"Ne, hyung. Uhm, ani....Oppa."jawab Yunmee.
"Kau panggil aku oppa....."Senyum Sungmin kian mengembang.
"Ne, oppa. Joahe."kata Yunmee tiba2.
"Mwo? Jongmal? Na tto joahe, Saranghaeyo Kim Yun Mee....."Sungmin berteriak kesenangan.
Yunmee tersenyum melihat reaksi Sungmin.
"Gomawo My Lady......"Sungmin memegang kedua tangan Yunmee.
"Oppa, you'll Be My Man."Yunmee menggoda Sungmin.
"Ne, I'm your Man and You are My Lady."kata Sungmin.
"Samchon......Kenapa berisik sekali."Jae Yun terbangun dan keluar dari mobil menghampiri Sungmin dan Yunmee.
Mereka memeluk Jae Yun.
"Samchon kenapa berduaan dengan noona?"tanya Jae Yun polos.
"Uri Jae Yun panggilnya jangan noona tapi imo ya."kata Sungmin.
"Mwo? Tapi noona masih muda kenapa Jae Yun harus memanggilnya imo?"kata Jae Yun.
"Jadi samchon tua begitu maksud uri Jae Yun?"tanya Sungmin geregetan dengan Jae Yun.
"Hehehehe...."Yunmee tertawa.
"Ya! Kenapa kau malah tertawa?"Sungmin protes ke Yun mee.
Akhirnya mereka tertawa bersama.
Jae Yun saksi cinta mereka kini.
Just love from you is enough for me
Even though I have to lose everything
But I won’t let you go
You Are My Everything My Love
.....The End...
Hiks....T_T berakhirlah Be My Man sampai disini.
Gomapsseumnida kepada semua reader yg baca epep ini pe akhir....
Banyak kekurangan disana sini.
Mianhamnida klo gk bagus endingnya.
Author berpikir keras untuk endingnya.
*bow* Gomapsseumnida.
Annyeong......ToT
Lee Soo Man => yun mee haraboji
Shin Dong Yup => pengasuh Yun Mee/ Yun Jae
Kim Ryeowook => Yun Jae Best Friend
Lee Chae Rie => Ryeowook's Wife
Vee => Vee Ssi Songsaengnim
Wika Sunbae => Miss Sooby
Sungmin = > petugas polisi
Kim Bum => Vee's Husband
Yoo Geun => Kim Jae Yun
No Min Woo => Cameo as Dokter
Daniel Henney => Cameo as Dokter (yg maen di My Lovely Sam Soon as Henry)
5 Raja Langit a.k.a LOTS => Heechul, Leeteuk, Donghae, Siwon dan Kyuhyun = > karakter dr Sooby Sunbae
Triple C a.k.a CCC= > Yoori, Hyena, Sooyoo, Sookyo = > karakter dr Sooby Sunbae
Kim Yoo Mi => Donghae's namjachingu and Heechul's cousin
Dari terminal Kedatangan dari Toronto seorang yeoja dengan penampilan tomboy berkacamata dan memakai topi berjalan dengan dua orang laki2 paruh baya.
"Yunmee, kau siap untuk memulai lagi di Korea?"tanya laki2 itu.
"Ne, haraboji. Yunmee akan memulai lagi kehidupan Yunmee yg baru di Korea. Bersama haraboji."sambil merangkul lengan laki2 tua itu.
Flash Back.
Malam terakhir Yunjae masih di RS korea.
Saat Sungmin meninggalkan Yunjae untuk bertemu Vee Ssi, Sungmin tidak sadar ada gerakan dari tangan Yunjae.
Sesaat kemudian perawat datang untuk mengecek perkembangan Yunjae dan terlihat ada gerakan dari Yunjae.
Perawat langsung memanggil dokter No Min Woo.
"Min Woo Ssi bagaimana keadaan cucu saya?"Lee Soo Man langsung datang ke RS saat diberi kabar oleh pihak RS.
"Yunjae Ssi mengalami kemajuan. Sepertinya sebentar lagi ia bisa sadar. Tapi kita tidak tahu kapan itu terjadi. Saya sarankan Yunjae Ssi agar dirawat di RS memadai untuk kesembuhannya."jelas Dokter Min Woo.
"Tuan besar bagaimana kalau perawatan tuan muda kita serahkan kepada Daniel Henney Ssi anak dari sahabat Anda tuan besar."kata Dong Yup ahjussi.
"Keure, dia adalah dokter yg handal dan namanya sudah terkenal dimana2."kata Dokter Min Woo.
"Tapi dimana ia bekerja sekarang?"tanya Lee Soo Man.
"Kalau tidak salah sekarang ia menetap di Toronto Kanada sekarang."jawab Dokter Min Woo.
"Kalau begitu hari ini juga kita ke kanada, Dong Yup kuserahkan semua padamu."perinta Lee Soo Man.
"Ne, Algaesseumnida tuan besar." Dong Yup ahjussi langsung melaksanakan perintah Lee Soo Man.
Lee Soo Man mendekat ke tubuh cucu satu2nya Lee Yunjae. Dan membelai halus rambutnya.
ooo000ooo
Yunjae pun diberangkatkan ke Toronto. Ia dirawat di Toronto General Hospital.
Selama dua bulan lamanya Yunjae dirawat dengan intensif.
"Daniel Ssi, bagaimana keadaan Yunjae?"tanya Soo Man yg tak pernah meninggalkan cucu satu2nya. Ia bahkan rela meninggalkan kerajaan bisnis nya untuk Yunjae.
"Ahjussi, kita hanya bisa berusaha sekuat tenaga. Now I have to go. Ahjussi, aku tinggal dulu."kata Dokter Daniel.
Soo Man menatap lirih cucunya. Perasaan yg sama saat ia melihat jasad putri satu2nya terakhir kali.
Dalam hatinya ia terus menyesalkan kenapa ia tidak mengizinkan putrinya untuk menikahi orang yg ia cintai.
Mungkin saat ini Yunmee akan tumbuh menjadi gadis biasa bukan sebagai Yunjae.
"Yunjae....Ah ani...Yunmee....Lama sekali haraboji tidak memanggil namamu dan lama sekali kau tidak menyebut haraboji. Entah sejak kapan itu. Keegoisan haraboji membuatmu tersiksa. Mianhaeyo. Jongmal mianhe." Soo Man menumpahkan semua penyesalannya, tangisannya membasahi wajah tuanya. Tangannya yg gemetar menggenggam tangan Yunjae dengan erat hingga terdengar suara Yunjae lirih.
"eomma....."
Soo Man tersentak dan mengguncang tubuh Yunjae pelan.
"Yunmee, apa kau sudah sadar? Yunmee...."panggil Soo Man.
Yunmee POV. <alam bawah sadar Yunmee>
Aku dimana, kenapa semua nya gelap. "Yunmee...."
Suara siapa itu? Eommaa....Eomma kah itu ?
Eomma yunmee mau bersama eomma dan appa.......
"Yunmee, tetaplah disini ada orang2 yg mencintaimu. Eomma mohon bertahanlah."
Eoomaaa....Andwae eomma yunmee rindu eomma.......
Apa ini hangat sekali tanganku. Suara siapa itu......
"Yunmee...."
Haraboji....Harabojikah itu.....
Dingin.....tanganku dingin.......*Soo Man menangis hingga membasahi punggung tangan Yunmee.*
Terang...Terang sekali.......
End Yunmee POV.
"Ha...ra...bo..ji..."dengan terbata2 Yunmee mencoba memanggil harabojinya.
Dokter Daniel datang beserta suster.
"Bagaimana Daniel Ssi?"Dokter Daniel memeriksa Yunmee.
"Syukurlah, Yunmee sudah melewati fase koma nya. Sekarang tinggal menjalani terapi untuk memulihkan kondisi tubuhnya."jelas Dokter Daniel membuat Soo Man lega.
"Yunmee-ah, haraboji mohon jangan tinggalkan haraboji sendiri."sambil mengelus rambut Yunmee.
Yunmee memandang wajah harabojinya, ia baru sadar betapa pria yg berdiri di hadapannya sekarang dengan tatapan lembut sangat menyayangi nya. Air mata Yunmee jatuh di pipi putihnya.
Terapi yg sangat berat dilalui oleh Yunmee, tapi di sela2 terapinya ia meneruskan study nya dengan home schooling.
Sampai akhirnya dalam satu tahun ia menuntaskan pelajarannya dan berhasil masuk Rotman School of Management di University of Toronto.
ooo000ooo
"Harabojii........."dengan langkah yg semangat ia menghampiri haraboji yg sedang duduk didampingi Dong Yup ahjussi.
"Mworago Yunmee?"tanya haraboji.
"Yunmee akhirnya bisa menamatkan studi yunmee haraboji......Yippy...."masih melompat kegirangan.
"Chukkaeyo yunmee, kecerdasanmu memang mirip eomma mu. Sekarang setelah menamatkan studimu apa rencanamu selanjutnya?"tanya Haraboji.
"Selanjutnya? Yunmee bingung....Oh iya haraboji bagaimana perusahaan haraboji di Korea?"
"Semua sudah haraboji serahkan kepada yg lebih pantas dan lebih berpengalaman untuk mengurusnya."jelas haraboji.
"Chakaman agasshi. Ini ada kiriman undangan dari sahabat agasshi. Kebetulan undangannya dikirim ke mansion yg di Korea."Dong Yup ahjussi menyerahkan sesuatu ke Yunmee.
"Undangan.....Nugu? Ini undangan pernikahan kan?" sembari membuka kartu undangan itu.
"Kyaaa...Sahabatku Wookie akan menikah dengan Chae Rie."Yunmee melompat kegirangan.
"Apa perlu saya siapkan untuk keberangkatan agasshi?"Dong Yup ahjussi menawarkan bantuannya.
"Um, kita memang sudah seharusnya kembali ke Korea. Benarkan Yunmee?"tanya haraboji.
Namun mendengar hal itu Yunmee mendadak menunduk sedih, tatapannya menjadi sendu.
"Apa ini waktu yg tepat?"gumam Yunmee. Namun haraboji sadar cucu kesayangannya itu sedang bersedih.
"Tapi kalau kau belum siap, kita bisa menundanya."haraboji mencoba menenangkan Yunmee.
"Ani, Yunmee harus datang di saat yg penting bagi Wookie jadi Yunmee harus datang."
"Tapi Yunmee harus ingat sekali kita menginjakkan kaki kita di Korea itu untuk selamanya."haraboji memegang lembut kepala Yunmee.
"Nde, algaesseumnida haraboji."kata Yunmee.
End of Flash Back.
Resepsi Pernikahan Ryeowook dan Chae Rie semua undangan telah tiba.
"Jagi, kau sedang mencari siapa?"tanya Chae Rie yg menatap kekasih yg kini telah menjadi suaminya.
"Ani....."jawab Ryeowook sambil menggelengkan kepalanya.
"Pasti sedang menunggu Yunjae oppa ya?"nada Chae Rie semakin cemas.
Tanpa disadari mereka ada seseorang yg mendekati mereka.
"Sedang mencari aku?"
Ryeowook dan Chae Rie sontak berbalik melihat asal suara itu.
"Nuguseyo?"tanya Ryeowook yg bingung.
"Aku Yunjae. Ah ani....Sekarang joneun Kim Yun Mee imnida....."jawab Yunmee.
Membuat Ryeowook dan Chae Rie shock.
Akhirnya Yunmee a.k.a Yunjae menjelaskan semuanya kepada Ryeowook di akhir resepsi pernikahan.
"Yunjae...Ani...Maksudku Yunmee, mau kau yeoja ataupun namja bagiku kau tetap sahabatku."sambil menepuk pundak Yunmee.
"Ya! Berati saat aku ganti baju pun kau......"Ryeowook mengingat2 kejadian masa lalu dan mendadak histeris.
Sementara Yunmee hanya tertawa terbahak2. Akhirnya merekapun tertawa bersama.
Dengan mengendarai VW Golf 1.4 TSI merahnya ia melaju dengan cepat. Matanya mengudara di jalan kota Seoul.
Ia memberhentikan mobilnya saat melewati Boramae Park. Kenangan bersama Sungmin masih membekas erat.
Suara Sungmin masih samar2 ia ingat saat ia sedang dalam keadaan koma.
Hari semakin larut. Ia duduk di bangku taman yg biasa Sungmin dan dirinya duduki. Ia melihat ke arah toko bunga di hadapannya. Karna hari sudah larut toko itu sudah tutup. Cuaca semakin dingin membuat malam itu semakin kelam.
"Wah nona, sedang apa disini sendirian ya......" seseorang mencoba mengganggu Yunmee.
"Ya! Perempuan ini benar2 sombong. Mau main2 ya....."orang itu semakin kasar dan mencoba menyentuh Yunmee.
Dengan sigap Yunmee menghindar. Membuat pria itu semakin emosi dan kasar.
Ternyata orang itu mahir bela diri namun Yunmee tidak bisa begitu saja dikalahkan.
Hanya hitungan beberapa menit Yunmee menjatuhkan pria itu dengan tangan kosong. Lalu ia menelepon kantor polisi setempat. Yunmee pun diminta datang ke ke kantor polisi untuk menjadi saksi.
Memory nya pun samar2 terlintas, kantor polisi inilah tempat pertama Yunmee sebagai Yunjae bertemu Sungmin.
Dilihatnya sekeliling namun tak ada petugas Sungmin. Ia hendak bertanya soal Sungmin namun Hp nya berdering.
"Ne ahjussi. Waeyo? Ah, Ye Yunmee pulang sekarang. Annyeong."lalu ia menutup teleponnya dan pergi meninggalkan kantor polisi.
Pagi hari di kantor Polisi.
"Sungmin hyung kau sudah datang."sapa Eunhyuk hoobae Sungmin di Kantor Polisi. Jabatan Sungmin sudah menjadi kepala polisi di tempatnya sekarang tapi dia selau mencoba untuk low profile terhadap bawahannya.
"Ne, tidak ada masalah kan selama aku tidak ada?"tanya Sungmin kepada anak2 buahnya.
"Semalam ada seorang yeoja yg hebat dia menghajar berandalan yg sering meresahkan di Boramae park seorang diri."jelas Eunhyuk.
Sungmin terhentak, "Nugu? Seorang yeoja?"tanya Sungmin.
"Ye, kalau tidak salah namanya Kim Yun Mee."
"Oh...."respon Sungmin singkat dan berlalu menuju kantornya.
Siangnya Vee Ssi dan Kim Bum mengajak Sungmin makan siang bersama di Kafe milik Kim Bum.
"Sungmin, harabojimu menelepon barusan. haraboji dan Hyena minta tolong kepadaku untuk mencarikan pasangan untukmu."Vee Ssi menjelaskan maksud ia memanggil Sungmin datang.
Tapi Sungmin hanya menghela nafas dan menatap seorang bocah yg berlari menghampirinya.
"Samchoooonnn......."panggil anak itu kepada Sungmin.
Sungminpun menggendong anak itu dan bercanda dengannya.
"Uri Jae Yun sudah besar ya."kata Sungmin.
"Ne, uri Jae Yun sudah besar dan makin tampan seperti ayahnya."Kim Bum datang menghampiri Vee Ssi dan mengecup lembut kepala istrinya itu. Dan tersenyum ke arah Sungmin dan Jae Yun.
"Uri Jae Yun, setiap memanggil namanya aku selalu ingat Yunjae. Nama Jae Yun kau pilihkan untuk anak pertama kami karna Yun Jae kan Sungmin?"tanya Vee Ssi.
"Vee, sudahlah jangan diungkit lagi kasihan Sungmin."kata Kim Bum karna melihat rona wajah Sungmin yg berubah sedih mendengar kata2 Vee Ssi.
"Gwenchana Kim Bum."senyum Sungmin yg dipaksakan.
1 jam kemudian Sungmin pun pamit untuk kembali ke kantor.
Namun tidak beberapa lama kemudian Yun Mee datang ke kafe.
Vee Ssi yang sibuk mengajak Jae Yun bermain tidak sadar ada seseorang yang berdiri disampingnya dan tiba2 memeluknya dari belakang.
"Omo....Nuguseyo?"Vee Ssi kaget, dilihatnya seorang yeoja dengan penampilan tomboy dan berkacamata serta rambut yg ditata tidak rapi.
"Vee Ssi.....Bogo Shipoo......"kata Yunmee, namun Vee Ssi masih belum mengenali Yunmee.
"Joneun Yunjae....Ani...Right now i'm Kim Yun Mee."mendengar kata2 Yunmee Vee Ssi memegang wajah Yunmee dengan kedua tangannya. Dibukanya kacamata Yunmee.
"Yunjae....Benar kau Yunjae....."Vee Ssi berteriak histeris karnanya.
"Ani...Vee Ssi sekarang aku Kim Yun Mee."jelas Yunmee.
Keduanya pun berbincang dengan heboh.
Kim Bum hanya tertawa melihat istrinya bahagia melihat Yunmee.
Yunmee memangku Jae Yun yg sepertinya nyaman bersama Yunmee walau baru pertama kali bertemu.
Sambil mengelus rambut Jae Yun, Yun Mee bertanya "Namamu siapa Young Man?"
"Joneun Kim Jae Yun imnida. Umurku 4 tahun. Aku sekolah di taman kanak2."Jae Yun memperkenalkan dirinya dengan polosnya.
Yun Mee tertegun mendengar nama Kim Jae Yun.
"Ne, Sungmin yg memberikan nama kepada uri Jae Yun, Yun Mee."jelas Vee Ssi.
YunMee menatap Jae Yun, ia bertahan untuk tidak menangis di depan Vee Ssi dan Jae Yun.
"Yunmee, Sungmin baru saja kesini apa kau mau aku menghubunginya?"tanya Vee Ssi.
"Andwae aku belum siap ketemu Sungmin Ssi."jawab Yunmee.
Vee Ssi hanya menghela nafas mendengar jawaban Yunmee.
Vee Ssi tau mantan murid nya itu memendam perasaan yg sama seperti yg Sungmin rasakan tapi entah ego atau apa yg menyebabkan Yunmee tidak berani memunculkan keberadaan di depan Sungmin.
"Oh iya hari minggu nanti ada reuni sekolah. Kau datang ya?"
"Mwo? Hem, tapi aku...."Yunmee terkesan ragu.
"Teman2 mu di LOTS pasti sangat ingin bertemu denganmu."kata Vee Ssi.
Yunmee terkenang masa2 ia bersama LOTS walau singkat tapi baginya LOTS sama dengan Ryeowook sahabatnya.
"Ara, aku akan pergi."jawab Yunmee.
Sejam kemudian Yunmee pulang.
Vee Ssi menelepon seseorang, "Jagi, kau menelepon siapa?"tanya Kim Bum kepada istrinya.
Tapi Vee Ssi tidak memberitahunya dan hanya senyum2 saja kepada suaminya yg penasaran.
ooo000ooo
Hari itu pun tiba.
Apartemen Yunmee.
Yunmee bersiap, ia memakai jas merah dan kaus serta celana panjang hitam. Rambutnya dibiarkan terurai.
Di ruang tamu sudah ada haraboji. Ia menatap Yunmee dan geleng2.
"Waeyo haraboji?"tanya Yunmee.
"Kukira setelah kau kembali ke identitasmu semula kau akan jadi lebih feminim."kata haraboji.
"Ani, haraboji Yunmee masih sama seperti saat masih menjadi Yunjae."Yunmee mendudukan dirinya di sebelah haraboji. Lalu haraboji menyerahkan sebuah kotak besar.
"Ini apa haraboji?"tanya Yunmee penasaran.
"Baju yg dulu pernah dipakai ibumu. Haraboji tau kau akan datang ke reuni sekolahmu jadi haraboji menyiapkannya."jawab haraboji.
Dibukanya kotak besar itu didalamnya terdapat gaun sutra yg sangat indah. Warna perpaduan kuning dan orange.
"Haraboji, apa eomma dulu pernah memakainya?"tanya Yunmee sambil menatap lembut gaun di tangannya itu dengan mata berkaca2.
"Ne, cobalah. Kau sangat mirip eomma mu pasti baju ini juga pantas untukmu. Haraboji sudah memanggil penata rias untukmu."jawab haraboji.
Yunmee menuruti kata2 haraboji dan kembali ke kamarnya bersama seorang penata rias.
Tak beberapa lama Yunmee keluar sudah memakai gaun yg diberikan haraboji lengkap dengan make up dan tatanan rambut.
Melihat cucu satu2nya haraboji enitihkan air mata haru. Buru2 Yunmee menghampiri harabojinya.
"Haraboji, gwenchana?"tanya Yunmee cemas.
"Gwenchana, cucu haraboji sangat cantik."jawab haraboji sambil mengusap air mata yg menetes di balik kacamatanya.
Yunmee menatap harabojinya dengan lembut. Dilihat nya raut wajah haraboji yg semakin termakan usia. Kelelahan tampak di wajahnya yg tidak lagi muda. Kebencian yg dulu ia rasakan setiap melihat harabojinya sirna saat mengetahui pengorbanan haraboji saat ia sedang koma.
"Saranghae haraboji."kata Yunmee tiba2. Lalu haraboji menatap wajah cucu perempuannya itu.
"Na tto saranghae uri yunmee. Mianhe sudah membuatmu tersiksa selama ini."kata haraboji dan tampak sangat tulus. Yunmee memeluk lelaki tua yg kini adalah keluarga satu2nya yg ia punya.
Dong Yup ahjussi menitihkan airmata melihat tuan besar dan nona mudanya.
Yunmee pun berangkat dengan VW Golf merah miliknya.
Di Sekolah
LOTS, CCC dan Yoomi noona sudah datang. Mereka datang karna sudah lama sekali mereka tidak berkumpul semenjak sibuk dengan urusan masing.
"Chul, bagaimana kabar Na chul kecil sudah bisa apa saja?"tanya Siwon yg didampingi oleh Yoori.
"Uri Na Chul sudah bisa membuat eomma appa nya kewalahan."jawab Chul. *Na Chul putra Hyena dan Heechul. Heechul anggota LOTS pertama yg menikahi kekasihnya.*
Yoomi noona dan Hae berbisik2. Yg lain menyadarinya.
"Kya, Yoomi unnie wajahnya keliatan senang sekali sejak lamaran Hae diterima."kata Sooyoo yg sudah bertunangan dengan Leeteuk bulan lalu.
"Hae, awas kau macam2 dengan uri noona, kau bisa habis ditanganku."ancam heechul.
Membuat yg lain tertawa.
"Oppa, kapan kita akan seperti mereka?"tanya Sookyo kepada Kyu. Tapi Kyu tidak menjawab ia hanya mencubit dagu Sookyo sambil tersenyum. Membuat Sookyo penasaran.
Sedangkan Siwon dan Yoori akan melangsungkan pernikahan mereka beberapa bulan ini.
Vee Ssi tiba di tengah2 keasyikan LOTS, CCC dan Yoomi noona.
"Kalian sudah tiba rupanya."kata Vee Ssi.
"Vee Ssi, anda datang sendiri?"tanya Yoori.
"Ne, suamiku sedang sibuk di kafenya. Miss Sooby kudengar belum bisa kembali dari Jepang jadi tidak bisa menemani kita. Hyena dimana oppa mu?"Vee Ssi bertanya kepada Hyena.
"Sungmin Oppa masih di kantor."jawab Hyena. Vee Ssi hanya geleng2 mendengarnya.
Lalu acara pun dimulai. MC naik ke podium yg ada di panggung membuka acara.
"Sebelum kita memulai acara reuni ini mari kita dengarkan sambutan dari seorang alumni sekolah kita yg merupakan lulusan Rotman School of Management di University of Toronto. Mohon naik ke atas podium Kim Yun Mee Ssi."panggil MC kepada Yunmee.
"Siwon, memangnya lulusan sekolah kita ada yg bernama Kim Yun Mee?"tanya Leeteuk.
"Setauku sih tidak, nama nya juga tidak familiar."jawab Siwon.
Yunmee naik podium.
"Kalian mungkin tidak mengenal nama Kim Yun Mee. Karna mungkin kalian akan lebih mengenal diriku sebagai Lee Yun Jae."kata Yunmee.
Sontak membuat yg lainnya kaget tapi tidak dengan LOTS, CCC, Yoomi noona dan Vee Ssi.
Tapi yg membuat mereka kaget adalah penampilan Yunmee sekarang dengan gaunnya.
"Aku bersyukur bersekolah disini ditemani sahabat2ku di LOTS, walau sebentar tapi aku merasa sudah sangat dekat dengan kalian. Kalian yg selalu membantuku dan melindungiku. Bercanda bersama, berkelahi bersama. Ehem, bagian berkelahi mungkin lebih sering kami sesama LOTS lakukan. Tapi kebersamaan itu takkan tergantikan. Disini juga aku ingin menyampaikan sesuatu pada semuanya, kepada sekolah, teman2 terutama sahabat2ku di LOTS. Mianhe. Jongmal mianhe tidak memberitahukan kalian identitasku yg sebenarnya dan mianhe karna menghilang tanpa kabar. Jujur semua itu juga membuatku sedih. Terakhir Gomapsseumnida yeorobun."Yunmee membungkuk dan turun dari panggung.
LOTS, CCC, Yoomi noona dan Vee Ssi menghampiri Yunmee.
Mereka terkejut dengan penampilan Yunmee dari ujung kaki sampai kepala.
Yunmee merasa risih. "Ya! Kalian kenapa melihatku seperti itu!"bentak Yunmee.
"Ah, ternyata ia masih Yunjae."LOTS kompak bersuara.
"Sial, kalian mengejekku. Rasanya aku sendiri juga tidak nyaman memakai semua ini."Yunmee memanyunkan bibirnya sambil mengangkat2 gaunnya.
"Sunbae sangat cantik pantas saja Oppa....."Hyena tidak meneruskan kata2nya.
"Kya, kalian semakin tampan saja semenjak kupergi."Yunmee mengalihkan perhatian.
Saat ia mencoba memeluk sahabat2nya LOTS. Sontak para yeoja mereka menarik namjanya masing2 dan berseru, "Andwaeee....."
"Waeyo? Dulu juga kami sering berpelukan."kata Yunmee.
"Sunbae itu kan sebagai Yunjae bukan sebagai Yunmee."kata Yoori yg mulai cemburu.
Mereka pun tertawa bersama.
Vee Ssi terlihat beberapa kali melihat ke arah pintu masuk.
Di lain tempat.
Sungmin mengendarai mobilnya. "Vee Ssi dan Hyena ada2 saja masa aku disuruh datang ke reuni sekolah. Memangnya aku alumni disana?".
Hp Sungmin berdering. Ia pun menekan tombol ear phone nya.
"Yeoboseyo. Mwo? Araseo aku akan kesana."Sungmin berbalik arah dan membatalkan untuk datang ke reuni.
Di sekolah.
Vee ssi bolak balik di pintu masuk. Yunmee yg khawatir menghampirinya.
"Vee Ssi sedang menunggu siapa?"tanya Yunmee.
"Aniyo, ah chakaman aku angkat telepon dulu."Vee Ssi mengangkat telepon nya.
Beberapa saat Vee Ssi berbicara dengan seseorang di telepon dan sepertinya yg menghubunginya Kim Bum suaminya.
Dengan panik ia pun mendekati Yunmee."Yunmee, aku harus kembali kata suamiku di kafe sedang ramai2nya. Aku harus kembali ke kafe."
"Pergilah Vee Ssi aku tidak apa2 masih ada teman2ku disini."balas Yunmee.
"Aduh bagaimana ini, sudah jam segini aku bisa lupa menjemput Jae Yun."Vee ssi semakin panik.
"Vee Ssi biar aku yg menjemput Jae Yun. kau kembali ke kafe saja."kata Yunmee.
"Jincha? Kalau begitu aku tertolong. Oh iya aku tulis alamatnya ya."setelah selesai membarikan alamat taman kanak2 Jae Yun Vee ssi pun pergi.
Yunmee pun sampai ke taman kanak2 Jae Yun.
Saat ia keluar dari mobilnya ia melihat Jae Yun yg tertidur sedang digendong oleh seorang laki2.
"Jangan2 orang itu mau berbuat jahat kepada uri Jae Yun. Dasar pria jahat." Yunmee mengangkat gaunnya tinggi2 dan berlari dengan highheelsnya ke arah pria itu yg memasukkan Jae Yun ke dalam mobilnya.
"Ya! siapa kau berani2 menculik uri Jae Yun."dengan pukulannya ia memukul pundak laki2 itu.
"Awww......."teriak laki2 itu.
Laki2 itu sepertinya kesal dan berbalik ke arah Yunmee.
Saat mereka bertatapan mereka sama2 terkejut.
"Sungmin Hyung." "Yunjae." kata mereka bersamaan.
Sungmin tidak percaya yg ia lihat. Ia mengucek matanya mencoba meyakinkan ini Yunjae yg ia lihat.
"Ani Hyung, my name is Kim Yun Mee right now."kata Yunmee.
Dalam sekejap dipeluknya tubuh Yunmee oleh Sungmin.
Kerinduan mereka berdua saat itu memuncak.
Tangis Yunmee pun pecah saat itu, ia terisak.
Sungmin makin dalam memeluk Yunmee dan mengelus rambut Yunmee.
"Aku tidak bermimpi kan ini benar kan kau Yunjae.....Maksudku Yunmee."kata Sungmin sambil memegang kedua pipi Yunmee dengan lembut.
"Ne, hyung. Uhm, ani....Oppa."jawab Yunmee.
"Kau panggil aku oppa....."Senyum Sungmin kian mengembang.
"Ne, oppa. Joahe."kata Yunmee tiba2.
"Mwo? Jongmal? Na tto joahe, Saranghaeyo Kim Yun Mee....."Sungmin berteriak kesenangan.
Yunmee tersenyum melihat reaksi Sungmin.
"Gomawo My Lady......"Sungmin memegang kedua tangan Yunmee.
"Oppa, you'll Be My Man."Yunmee menggoda Sungmin.
"Ne, I'm your Man and You are My Lady."kata Sungmin.
"Samchon......Kenapa berisik sekali."Jae Yun terbangun dan keluar dari mobil menghampiri Sungmin dan Yunmee.
Mereka memeluk Jae Yun.
"Samchon kenapa berduaan dengan noona?"tanya Jae Yun polos.
"Uri Jae Yun panggilnya jangan noona tapi imo ya."kata Sungmin.
"Mwo? Tapi noona masih muda kenapa Jae Yun harus memanggilnya imo?"kata Jae Yun.
"Jadi samchon tua begitu maksud uri Jae Yun?"tanya Sungmin geregetan dengan Jae Yun.
"Hehehehe...."Yunmee tertawa.
"Ya! Kenapa kau malah tertawa?"Sungmin protes ke Yun mee.
Akhirnya mereka tertawa bersama.
Jae Yun saksi cinta mereka kini.
Just love from you is enough for me
Even though I have to lose everything
But I won’t let you go
You Are My Everything My Love
.....The End...
Hiks....T_T berakhirlah Be My Man sampai disini.
Gomapsseumnida kepada semua reader yg baca epep ini pe akhir....
Banyak kekurangan disana sini.
Mianhamnida klo gk bagus endingnya.
Author berpikir keras untuk endingnya.
*bow* Gomapsseumnida.
Annyeong......ToT
Be My Man < Part 07 > "The Blue Diary"
Kim Yun Mee / Lee Yun Jae
Lee Soo Man => yun mee haraboji
Shin Dong Yup => pengasuh Yun Mee/ Yun Jae
Kim Ryeowook => Yun Jae Best Friend
Nadhie => Kim Rae Woon
Vee => Vee Ssi Songsaengnim
Wika Sunbae => Miss Sooby
Sungmin = > petugas polisi
Kim Yoo Mi => Kakak sepupu Chul
5 Raja Langit a.k.a LOTS => Heechul, Leeteuk, Donghae, Siwon dan Kyuhyun = > karakter dr Sooby Sunbae
Triple C a.k.a CCC= > Yoori, Hyena, Sooyoo, Sookyo = > karakter dr Sooby Sunbae
Setelah beberapa lama Dokter keluar dari ruang ICU.
"Dokter bagaimana keadaan cucu saya?"tanya Soo Man yg penuh kekhawatiran.
"Cucu anda sekarang koma, kami sudah berupaya sekuat tenaga untuk mempertahankannya, sekarang hidupnya hanya bergantung kepada alat2 medis yg terpasang di tubuhnya. Kita hanya bisa berdo'a agar ia bisa segera sadar dari koma nya." jelas Dokter.
Soo Man shock ia jatuh berlutut sambil menangis sejadi2nya. Dong Yup ahjussi mencoba menenangkan Tuannya.
Semua orang di ruangan itu shock terutama Sungmin.
Ia hanya nanar memandang pintu ruang ICU.
Seminggu setelah Yunjae koma.
Semua orang yg mengkhawatirkan Yunjae selalu datang menjenguk diantaranya LOTS, CCC, Vee Ssi dan yang lainnya. Namun tidak sesering Sungmin yg setiap harinya menyempatkan untuk menjenguk YunJae.
Di Rumah Sakit.
Disana ia melihat seorang namja berdiri di sebelah ranjang Yunjae.
"Jogiyo, nuguseyo?"tanya Sungmin kepada namja tersebut.
"Ah, Ye. Aku Ryeowook sahabat Yunjae."Ryeowook memperkenalkan dirinya kepada Sungmin.
"Um, kita pernah bertemu sebelumnya saat Yunjae di ICU kan? Kalau tidak salah kau yg selalu dipanggil Wookie. Benarkan?"tanya Sungmin ragu.
"Ne, aku Wookie. Nugu?"Ryeowook bingung.
"Lee Sungmin imnida."Sungmin memperkenalkan diri.
"Aku pernah diceritakan oleh Yunjae tentang Sungmin Ssi. Sepertinya ia sangat mengagumimu."kata Ryeowook.
"Jincha? Setauku Yunjae itu menyukai......"Sungmin menghentikan ucapannya.
"Nugu?"tanya Ryeowook.
"Aniyo. Um sudah berapa lama kau disini?"Sungmin mencoba mengalihkan perhatian.
"Sudah cukup lama, karna Sungmin Ssi sudah ada disini aku permisi dulu." kata Ryeowook lalu ia berbalik mendekati Yunjae dan berbisik kepadanya.
"Yunjae-ah, nanti kalau aku kesini lagi aku akan bawa uri eomma dan Chae Rie. Hari ini mereka tidak sempat datang. Mereka sangat kangen denganmu. Cepat bangun ya Yunjae. Annyeong."Ryeowook mengusap poni Yunjae dan berpamitan.
Sungmin mendekati Yunjae dan berbisik kepadanya "Yunjae-ah, diakah namja yg kau sukai itu?"
Keesokan harinya di RS.
"Sungmin, bisa kita bicara sebentar?"panggil Dong Yup ahjussi.
"Ne, ahjussi. Mworago?"tanya Sungmin.
"Sepertinya ahjussi harus sampaikan sesuatu untukmu. Ahjussi hanya merasa nona muda juga pasti menginginkan kau tau."kata2 ahjussi terhenti sambil mengusap air mata nya.
"Tau apa ahjussi?"Sungmin penasaran. Ahjussi tidak menjawab namun ia menyerahkan sebuah buku kecil bersampul biru.

"Ini apa ahjussi?"tanya Sungmin.
"Ini milik nona muda, kau akan tau saat membacanya. Ahjussi tidak sengaja menemukannya tadi pagi."jawab Ahjussi sambil berlalu meninggalkan Sungmin.
Sungmin membuka note tersebut dari halaman per halaman.
Isinya curahan hati Yunjae, kadang Sungmin terkekeh membaca tulisan Yunjae yg polos.
"Ternyata Yunjae sama seperti yeoja biasa lainnya." gumam Sungmin.
Sampai ia ke halaman yg membuat Sungmin kaget.
Sungmin tidak melanjutkan membacanya. Dadanya berdegup kencang. Dipandangi sosok Yunjae yg tergolek lemah dengan bantuan alat2 kesehatan disekelilingnya. Tak terasa air mata Sungmin menetes membasahi pipi Yunjae.
"Mianhe, coba aku lebih cepat memberitahukanmu perasaanku sebenarnya." kata Sungmin sambil mengecup dahi Yunjae dengan lebut.
Kediaman Sungmin.
"Oppa, kau mau menjenguk Yunjae sunbae lagikah?"tanya Hyena.
"Ne, waeyo?"balas Sungmin sembari memakai sepatu.
"Kenapa sih oppa segitu perhatiannya sama Yunjae sunbae?"tanya Hyena.
Tapi Sungmin sama sekali tidak menjawab pertanyaan Hyena, membuat Hyena cemberut. Sungmin tetap berlalu meninggalkan Hyena.
Sesampainya Sungmin di Rumah Sakit ia mendapati Yunjae masih seperti hari2 sebelumnya, tidak sadarkan diri.
Dibukanya kembali buku bersampul biru itu. Dengan perlahan dia baca lagi halaman berikutnya.
Senyum tersungging di wajah Sungmin, namun matanya menampakkan kesedihan.
"Yunjae-ah, irona. Aku pasti akan memberikanmu mawar putih yg kau inginkan."lalu ingatan Sungmin berlalu mengenang hari dimana dirinya dan Yunjae melewati toko bunga tersebut.
Flash back.
Sungmin sedang asyik menulis sesuatu di buku catatannya dan sesekali mengecek email lewat notebooknya yg ia letakkan dipahanya. Sedangkan Yunjae serius memunguti sampah2 yg berserakah di jalanan. Hingga matanya tertuju di depan toko bunga, matanya menatap mawar2 putih itu dengan mata berbinar.
Dari kejauhan sungmin keheranan dengan kelakuan Yunjae. Dengan penasaran ia menghampiri Yunjae.
"Kenapa apa kau ingin bunga mawar itu?"ledek Sungmin, wajahnya begitu dekat dengan Yunjae membuat Yunjae kaget dan mundur.
"Mwo? Aku ...Aku tidak seperti itu kok. Aku hanya berpikir bagusnya mawar itu untuk kuberikan kepada kekasihku kelak."kata Yunjae dengan wajah yg gugup.
"Apa kau mau kubelikan mawar itu untukmu?"sepertinya Sungmin makin menikmati menggoda Yunjae.
"Benarkah? "tanya Yunjae polos namun cepat2 ia menggelengkan kepalanya.
"Andwae kita kan sama2 namja masa memberikan mawar? Sudah ah aku mau meneruskan kerjaanku lagi." Yunjae mencoba mengalihkan perhatian. Sungmin tertawa di belakang Yunjae, ia paham betul Yunjae pasti menginginkan mawar putih itu karna pada dasarnya seorang yeoja menyukai bunga begitu juga dengan Yunjae.
End of Flash back.
"Andai saat itu aku tetap memberikanmu mawar itu, andai sejak dulu kukatakan kalau aku tau kau yeoja. Dan andai sejak dulu kukatakan kalau aku menyukaimu. Mungkin tak akan sesakit ini perasaanmu dan perasaanku." Sungmin sungguh sangat menyesali semuanya. Tak tertahan lagi air mata Sungmin menetes di punggung telapak tangan Yunjae.
Hp Sungmin bergetar.
Pesan di Hp nya dari Vee Ssi.
"Yunjae-ah aku pergi dulu ya. Annyeong."sambil mengecup dahi Yunjae.
Tanpa Sungmin sadari jari Yunjae bergerak.
Di cafe.
Vee Ssi dan Kim Bum terlihat sudah tiba di cafe. Wajah mereka terlihat sangat serius.
"Waeyo. Wajah kalian seperti nya tegang sekali."ledek Sungmin.
"Sungmin-ah, sebenarnya ini bukan saat yg tepat tapi kami......"Vee ssi tidak mampu meneruskan kata2nya.
Kim Bum membantunya bicara, "Kami sudah didesak oleh orang tua kami untuk segera menentukan tanggal pernikahan kami."
"Lalu apa hubungannya denganku?"tanya Sungmin heran.
"Kami sebenarnya tidak enak dengan keadaan Yunjae sekarang."Vee Ssi tak sanggup menahan tangisnya.
Kim Bum merangkul tunangannya itu sambil mengusap air mata Vee Ssi dengan tissu.
"Aku yakin Yunjae pasti akan mengerti Vee. Ia pasti akan sedih kalau demi dia kalian menunda pernikahan kalian."ucap Sungmin.
"Jincha?"Vee semakin terharu dan tangisnya semakin kencang. Kim Bum kewalahan menenangkan tunangannya itu.
"Ne, ia pasti menginginkan yg terbaik untuk kalian."kata Sungmin.
Namun lagi2 Sungmin hanya menatap nanar keluar jendela. Dalam batin Sungmin, Yunjae pasti sangat senang menghadiri pernikahan Vee dan Kim Bum.
Malamnya Sungmin menyempatkan ke Rumah Sakit.
Bahkan ia menyempatkan diri membeli satu bouquet mawar putih untuk Yunjae.
Dengan hati yg senang Sungmin memasukki ruangan Yunjae. Tapi apa yg ia temukan sungguh mengejutkan.
Dilihatnya ranjang Yunjae kosong. Sungmin kaget ia pun berlari mencari suster yg berjaga.
"Suster dimana pasien yg bernama Yunjae?"tanya Sungmin.
"Pasien Lee Yunjae sudah tidak dirawat di RS ini lagi."jawab Suster tersebut.
"Yunjae dibawa kemana?"tanya Sungmin panik.
"Keluarga pasien tidak memperbolehkan kami untuk memberitahukannya kepada siapapun."jawab suster itu.
Sungmin mencoba berkali2 menghubungi Dong Yup ahjussi namun no ahjussi sudah tidak aktif lagi.
Dengan motor nya ia menuju apartemen Yunjae.
Sesampainya disana ternyata Yunjae dan Dong Yup ahjussi sudah tidak tinggal disana lagi.
Esok harinya Sungmin ke sekolah Yunjae disana ia bertemu dengan LOTS dan CCC.
Ia berusaha mencari tahu tentang Yunjae disana.
"Mwo? Yunjae menghilang?"Hae kaget mendengar kabar dari Sungmin.
"Bagaimana bisa, apa pihak RS tidak mengatakan apa2?"tanya Chul.
"Tidak akan, pihak RS pasti tidak mau memberitahukannya karna ini permintaan keluarga pasien."jawab Wonnie yg mengerti tentang RS karna appa nya juga adalah kepala RS.
"Oppa, kenapa oppa sangat mengkhawatirkan Yunjae sunbae? Sebenarnya ada apa antar Yunjae dengan Oppa?"tanya Hyena.
LOTS dan CCC yg lain pun sangat heran, mereka menatap Sungmin.
"Hyung sebenarnya ada apa? Kenapa kau sangat melindungi Yunjae seperti itu?"tambah Leeteuk.
"Jangan bilang hyung menyukai Yunjae. Dia itukan namja."Kyu semakin membuat yg lain penasaran.
Sungmin tak sanggup menahan semuanya. LOTS dan CCC harus tau keadaan yg sebenarnya.
"Sebenarnya Yunjae yg kalian tau itu bukanlah seorang namja melainkan yeoja."kata Sungmin yg membuat LOTS dan CCC terkejut.
"Ne, Yunjae adalah yeoja."tiba2 Vee Ssi menambahkan.
"Itu sebabnya Sungmin oppa sangat melindungi Yunjae sunbae?"tanya Yoori polos.
"Jangan2 Oppa menyukai Yunjae?"kata Sooyoo dan Sookyo berbarengan.
Tapi Sungmin tidak mengiyakan atau menyangkal pertanyaan Sooyoo dan Sookyo.
Hyena paham betul sifat oppanya. "Oppa kami akan membantu mencari Yunjae sunbae."kata Hyena.
"Ne, hyung LOTS juga akan membantu, lagipula Yunjae tetap LOTS walau ia seorang yeoja."kata Chul.
Dibalas dengan anggukan oleh 4 LOTS yg lain.
"Gomawo."jawab Sungmin singkat.
Tapi hari demi hari tidak ada kabar tentang Yunjae. Bahkan Lee Soo Man, Yunjae haraboji juga tidak diketahui keberadaannya. Kekuasaan SM grup memang membuat orang tercengang.
Selama ini dengan kekuasaannya Lee Soo Man sanggup menyembunyikan identitas Yunmee menjadi Yunjae.
Dan sanggup menghilangkan keberadaan Yunjae seperti saat ini.
Hari berubah menjadi minggu, bulan bahkan tahun keberadaan Yunjae sama sekali tidak diketahui.
Tak ada seorangpun yang tau keberadaan dan keadaan Yunjae.
To be continue
Lee Soo Man => yun mee haraboji
Shin Dong Yup => pengasuh Yun Mee/ Yun Jae
Kim Ryeowook => Yun Jae Best Friend
Nadhie => Kim Rae Woon
Vee => Vee Ssi Songsaengnim
Wika Sunbae => Miss Sooby
Sungmin = > petugas polisi
Kim Yoo Mi => Kakak sepupu Chul
5 Raja Langit a.k.a LOTS => Heechul, Leeteuk, Donghae, Siwon dan Kyuhyun = > karakter dr Sooby Sunbae
Triple C a.k.a CCC= > Yoori, Hyena, Sooyoo, Sookyo = > karakter dr Sooby Sunbae
Setelah beberapa lama Dokter keluar dari ruang ICU.
"Dokter bagaimana keadaan cucu saya?"tanya Soo Man yg penuh kekhawatiran.
"Cucu anda sekarang koma, kami sudah berupaya sekuat tenaga untuk mempertahankannya, sekarang hidupnya hanya bergantung kepada alat2 medis yg terpasang di tubuhnya. Kita hanya bisa berdo'a agar ia bisa segera sadar dari koma nya." jelas Dokter.
Soo Man shock ia jatuh berlutut sambil menangis sejadi2nya. Dong Yup ahjussi mencoba menenangkan Tuannya.
Semua orang di ruangan itu shock terutama Sungmin.
Ia hanya nanar memandang pintu ruang ICU.
Seminggu setelah Yunjae koma.
Semua orang yg mengkhawatirkan Yunjae selalu datang menjenguk diantaranya LOTS, CCC, Vee Ssi dan yang lainnya. Namun tidak sesering Sungmin yg setiap harinya menyempatkan untuk menjenguk YunJae.
Di Rumah Sakit.
Disana ia melihat seorang namja berdiri di sebelah ranjang Yunjae.
"Jogiyo, nuguseyo?"tanya Sungmin kepada namja tersebut.
"Ah, Ye. Aku Ryeowook sahabat Yunjae."Ryeowook memperkenalkan dirinya kepada Sungmin.
"Um, kita pernah bertemu sebelumnya saat Yunjae di ICU kan? Kalau tidak salah kau yg selalu dipanggil Wookie. Benarkan?"tanya Sungmin ragu.
"Ne, aku Wookie. Nugu?"Ryeowook bingung.
"Lee Sungmin imnida."Sungmin memperkenalkan diri.
"Aku pernah diceritakan oleh Yunjae tentang Sungmin Ssi. Sepertinya ia sangat mengagumimu."kata Ryeowook.
"Jincha? Setauku Yunjae itu menyukai......"Sungmin menghentikan ucapannya.
"Nugu?"tanya Ryeowook.
"Aniyo. Um sudah berapa lama kau disini?"Sungmin mencoba mengalihkan perhatian.
"Sudah cukup lama, karna Sungmin Ssi sudah ada disini aku permisi dulu." kata Ryeowook lalu ia berbalik mendekati Yunjae dan berbisik kepadanya.
"Yunjae-ah, nanti kalau aku kesini lagi aku akan bawa uri eomma dan Chae Rie. Hari ini mereka tidak sempat datang. Mereka sangat kangen denganmu. Cepat bangun ya Yunjae. Annyeong."Ryeowook mengusap poni Yunjae dan berpamitan.
Sungmin mendekati Yunjae dan berbisik kepadanya "Yunjae-ah, diakah namja yg kau sukai itu?"
Keesokan harinya di RS.
"Sungmin, bisa kita bicara sebentar?"panggil Dong Yup ahjussi.
"Ne, ahjussi. Mworago?"tanya Sungmin.
"Sepertinya ahjussi harus sampaikan sesuatu untukmu. Ahjussi hanya merasa nona muda juga pasti menginginkan kau tau."kata2 ahjussi terhenti sambil mengusap air mata nya.
"Tau apa ahjussi?"Sungmin penasaran. Ahjussi tidak menjawab namun ia menyerahkan sebuah buku kecil bersampul biru.
"Ini apa ahjussi?"tanya Sungmin.
"Ini milik nona muda, kau akan tau saat membacanya. Ahjussi tidak sengaja menemukannya tadi pagi."jawab Ahjussi sambil berlalu meninggalkan Sungmin.
Sungmin membuka note tersebut dari halaman per halaman.
Isinya curahan hati Yunjae, kadang Sungmin terkekeh membaca tulisan Yunjae yg polos.
"Ternyata Yunjae sama seperti yeoja biasa lainnya." gumam Sungmin.
Sampai ia ke halaman yg membuat Sungmin kaget.
Hari ini aku lupa hari ke berapa aku bersama Sungmin Ssi melakukan kerja sosial.
Saat kulihat wajah Sungmin Ssi hatiku merasa hangat.
Sosoknya sangat kurindukan tiap harinya.
Tapi kulihat kondisiku tak mungkin bagiku menyukai namja terlebih Sungmin Ssi.
Sosokku sebagai namja.....Tidak pantas untuk mencintai seseorang.....
Sungmin tidak melanjutkan membacanya. Dadanya berdegup kencang. Dipandangi sosok Yunjae yg tergolek lemah dengan bantuan alat2 kesehatan disekelilingnya. Tak terasa air mata Sungmin menetes membasahi pipi Yunjae.
"Mianhe, coba aku lebih cepat memberitahukanmu perasaanku sebenarnya." kata Sungmin sambil mengecup dahi Yunjae dengan lebut.
Kediaman Sungmin.
"Oppa, kau mau menjenguk Yunjae sunbae lagikah?"tanya Hyena.
"Ne, waeyo?"balas Sungmin sembari memakai sepatu.
"Kenapa sih oppa segitu perhatiannya sama Yunjae sunbae?"tanya Hyena.
Tapi Sungmin sama sekali tidak menjawab pertanyaan Hyena, membuat Hyena cemberut. Sungmin tetap berlalu meninggalkan Hyena.
Sesampainya Sungmin di Rumah Sakit ia mendapati Yunjae masih seperti hari2 sebelumnya, tidak sadarkan diri.
Dibukanya kembali buku bersampul biru itu. Dengan perlahan dia baca lagi halaman berikutnya.
Hari ini aku dan Sungmin Ssi melewati toko bunga.
Mawar putih itu terlihat sangat indah.
Aku sampai memiliki pikiran gila.
Aku berkhayal Sungmin Ssi memberikanku mawar putih.
Saat kupikir lagi seorang namja memberikan namja lain bunga akan terlihat aneh.
Senyum tersungging di wajah Sungmin, namun matanya menampakkan kesedihan.
"Yunjae-ah, irona. Aku pasti akan memberikanmu mawar putih yg kau inginkan."lalu ingatan Sungmin berlalu mengenang hari dimana dirinya dan Yunjae melewati toko bunga tersebut.
Flash back.
Sungmin sedang asyik menulis sesuatu di buku catatannya dan sesekali mengecek email lewat notebooknya yg ia letakkan dipahanya. Sedangkan Yunjae serius memunguti sampah2 yg berserakah di jalanan. Hingga matanya tertuju di depan toko bunga, matanya menatap mawar2 putih itu dengan mata berbinar.
Dari kejauhan sungmin keheranan dengan kelakuan Yunjae. Dengan penasaran ia menghampiri Yunjae.
"Kenapa apa kau ingin bunga mawar itu?"ledek Sungmin, wajahnya begitu dekat dengan Yunjae membuat Yunjae kaget dan mundur.
"Mwo? Aku ...Aku tidak seperti itu kok. Aku hanya berpikir bagusnya mawar itu untuk kuberikan kepada kekasihku kelak."kata Yunjae dengan wajah yg gugup.
"Apa kau mau kubelikan mawar itu untukmu?"sepertinya Sungmin makin menikmati menggoda Yunjae.
"Benarkah? "tanya Yunjae polos namun cepat2 ia menggelengkan kepalanya.
"Andwae kita kan sama2 namja masa memberikan mawar? Sudah ah aku mau meneruskan kerjaanku lagi." Yunjae mencoba mengalihkan perhatian. Sungmin tertawa di belakang Yunjae, ia paham betul Yunjae pasti menginginkan mawar putih itu karna pada dasarnya seorang yeoja menyukai bunga begitu juga dengan Yunjae.
End of Flash back.
"Andai saat itu aku tetap memberikanmu mawar itu, andai sejak dulu kukatakan kalau aku tau kau yeoja. Dan andai sejak dulu kukatakan kalau aku menyukaimu. Mungkin tak akan sesakit ini perasaanmu dan perasaanku." Sungmin sungguh sangat menyesali semuanya. Tak tertahan lagi air mata Sungmin menetes di punggung telapak tangan Yunjae.
Hp Sungmin bergetar.
Pesan di Hp nya dari Vee Ssi.
Sungmin-ah, aku dan Kim Bum menunggumu di cafe seperti biasa.
Ada yg mau kami bicarakan dan rundingkan denganmu.
"Yunjae-ah aku pergi dulu ya. Annyeong."sambil mengecup dahi Yunjae.
Tanpa Sungmin sadari jari Yunjae bergerak.
Di cafe.
Vee Ssi dan Kim Bum terlihat sudah tiba di cafe. Wajah mereka terlihat sangat serius.
"Waeyo. Wajah kalian seperti nya tegang sekali."ledek Sungmin.
"Sungmin-ah, sebenarnya ini bukan saat yg tepat tapi kami......"Vee ssi tidak mampu meneruskan kata2nya.
Kim Bum membantunya bicara, "Kami sudah didesak oleh orang tua kami untuk segera menentukan tanggal pernikahan kami."
"Lalu apa hubungannya denganku?"tanya Sungmin heran.
"Kami sebenarnya tidak enak dengan keadaan Yunjae sekarang."Vee Ssi tak sanggup menahan tangisnya.
Kim Bum merangkul tunangannya itu sambil mengusap air mata Vee Ssi dengan tissu.
"Aku yakin Yunjae pasti akan mengerti Vee. Ia pasti akan sedih kalau demi dia kalian menunda pernikahan kalian."ucap Sungmin.
"Jincha?"Vee semakin terharu dan tangisnya semakin kencang. Kim Bum kewalahan menenangkan tunangannya itu.
"Ne, ia pasti menginginkan yg terbaik untuk kalian."kata Sungmin.
Namun lagi2 Sungmin hanya menatap nanar keluar jendela. Dalam batin Sungmin, Yunjae pasti sangat senang menghadiri pernikahan Vee dan Kim Bum.
Malamnya Sungmin menyempatkan ke Rumah Sakit.
Bahkan ia menyempatkan diri membeli satu bouquet mawar putih untuk Yunjae.
Dengan hati yg senang Sungmin memasukki ruangan Yunjae. Tapi apa yg ia temukan sungguh mengejutkan.
Dilihatnya ranjang Yunjae kosong. Sungmin kaget ia pun berlari mencari suster yg berjaga.
"Suster dimana pasien yg bernama Yunjae?"tanya Sungmin.
"Pasien Lee Yunjae sudah tidak dirawat di RS ini lagi."jawab Suster tersebut.
"Yunjae dibawa kemana?"tanya Sungmin panik.
"Keluarga pasien tidak memperbolehkan kami untuk memberitahukannya kepada siapapun."jawab suster itu.
Sungmin mencoba berkali2 menghubungi Dong Yup ahjussi namun no ahjussi sudah tidak aktif lagi.
Dengan motor nya ia menuju apartemen Yunjae.
Sesampainya disana ternyata Yunjae dan Dong Yup ahjussi sudah tidak tinggal disana lagi.
Esok harinya Sungmin ke sekolah Yunjae disana ia bertemu dengan LOTS dan CCC.
Ia berusaha mencari tahu tentang Yunjae disana.
"Mwo? Yunjae menghilang?"Hae kaget mendengar kabar dari Sungmin.
"Bagaimana bisa, apa pihak RS tidak mengatakan apa2?"tanya Chul.
"Tidak akan, pihak RS pasti tidak mau memberitahukannya karna ini permintaan keluarga pasien."jawab Wonnie yg mengerti tentang RS karna appa nya juga adalah kepala RS.
"Oppa, kenapa oppa sangat mengkhawatirkan Yunjae sunbae? Sebenarnya ada apa antar Yunjae dengan Oppa?"tanya Hyena.
LOTS dan CCC yg lain pun sangat heran, mereka menatap Sungmin.
"Hyung sebenarnya ada apa? Kenapa kau sangat melindungi Yunjae seperti itu?"tambah Leeteuk.
"Jangan bilang hyung menyukai Yunjae. Dia itukan namja."Kyu semakin membuat yg lain penasaran.
Sungmin tak sanggup menahan semuanya. LOTS dan CCC harus tau keadaan yg sebenarnya.
"Sebenarnya Yunjae yg kalian tau itu bukanlah seorang namja melainkan yeoja."kata Sungmin yg membuat LOTS dan CCC terkejut.
"Ne, Yunjae adalah yeoja."tiba2 Vee Ssi menambahkan.
"Itu sebabnya Sungmin oppa sangat melindungi Yunjae sunbae?"tanya Yoori polos.
"Jangan2 Oppa menyukai Yunjae?"kata Sooyoo dan Sookyo berbarengan.
Tapi Sungmin tidak mengiyakan atau menyangkal pertanyaan Sooyoo dan Sookyo.
Hyena paham betul sifat oppanya. "Oppa kami akan membantu mencari Yunjae sunbae."kata Hyena.
"Ne, hyung LOTS juga akan membantu, lagipula Yunjae tetap LOTS walau ia seorang yeoja."kata Chul.
Dibalas dengan anggukan oleh 4 LOTS yg lain.
"Gomawo."jawab Sungmin singkat.
Tapi hari demi hari tidak ada kabar tentang Yunjae. Bahkan Lee Soo Man, Yunjae haraboji juga tidak diketahui keberadaannya. Kekuasaan SM grup memang membuat orang tercengang.
Selama ini dengan kekuasaannya Lee Soo Man sanggup menyembunyikan identitas Yunmee menjadi Yunjae.
Dan sanggup menghilangkan keberadaan Yunjae seperti saat ini.
Hari berubah menjadi minggu, bulan bahkan tahun keberadaan Yunjae sama sekali tidak diketahui.
Tak ada seorangpun yang tau keberadaan dan keadaan Yunjae.
To be continue
Be My Man "jealousy is hurt"
Kim Yun Mee / Lee Yun Jae
Lee Soo Man => yun mee haraboji
Shin Dong Yup => pengasuh Yun Mee/ Yun Jae
Kim Ryeowook => Yun Jae Best Friend
Nadhie => Kim Rae Woon
Vee => Vee Ssi Songsaengnim
Wika Sunbae => Miss Sooby
Sungmin = > petugas polisi
Kim Yoo Mi => Kakak sepupu Chul
5 Raja Langit a.k.a LOTS => Heechul, Leeteuk, Donghae, Siwon dan Kyuhyun = > karakter dr Sooby Sunbae
Triple C a.k.a CCC= > Yoori, Hyena, Sooyoo, Sookyo = > karakter dr Sooby Sunbae
Sweet appereance => Kim Bum
Di sekolah.
"Vee Ssi, sedang apa disini?"tanya Yun Jae.
"Sedang menunggu pacarku menjemputku."jawab Vee Ssi.
"Wah aku mau liat ah."ledek Yun Jae. Yg dibalas dengan jitakan oleh Vee Ssi.
Ada seseorang yg datang dan orang itu adalah Sungmin.
"Sungmin......"panggil Vee Ssi ke Sungmin.
Yun Jae Shock........
"Annyeong, khaja Vee kita berangkat sekarang."kata Sungmin. Sambil tersenyum aneh ke Yun Jae.
"Yun Jae, aku tinggal dulu ya. Annyeong."Vee Ssi pergi dengan Sungmin.
"Aish, ternyata pacar Vee Ssi itu Sungmin. Aduh..."Yun Jae merasa sesak yg membuat hatinya sakit.
Apa ia sedang patah hati?
Yun Jae duduk menunduk di pinggir lapangan basket.
Lalu ia bangkit dan memungut sebuah bola basket. Mendriblenya.... Dan mendriblenya lagi semakin keras.
Mulai berlari sambil mendrible bola. Mencoba men-shoot bola, namun tak ada satupun yg masuk.
Membuat nya semakin emosi. Sekuat tenaga ia memantulkan bola itu. Dan ia jatuh berlutut.
Keringat mengucur di tubuh Yun Jae. Nafasnya tersengal-sengal. Tiba2 diantara keringat, air mata Yun Jae mengalir.
Karna pada dasarnya Yun Jae hanyalah seorang gadis remaja. Sama seperti gadis remaja yg lainnya yg sedih jika patah hati.
Buuukk. Seseorang menjatuhkan handuk kecil ke kepala Yun Jae. Ia mendongakkan kepalanya.
"Ya! Yun Jae kenapa kau bermain basket sendirian?"orang itu ternyata Sungmin.
"Omo! Sungmin Ssi kenapa kau bisa disini?"tanya Yun Jae tidak percaya dengan yg dilihatnya.
"Aku datang untuk menjemputmu. Mulai sekarang panggil aku Hyung ya."jawab Sungmin.
"Ne, Hyung. Mwo? Menjemputku? Tunggu dulu bukannya kau tadi pergi bersama Vee Ssi?"Yun Jae masih tak percaya.
"Aish, banyak sekali pertanyaanmu. Sekarang ikut aku. Khaja."kata Sungmin seraya menuntun tangan Yun Jae.
"Kemana Hyung?"tanya Yun Jae. Namun Sungmin tidak menjawab.
Sesampainya di parkiran Sungmin memberikan helm kepada Yun Jae. Tiba2 ia menatap Yun Jae dan mendekatkan wajahnya lebih dekat ke Yun Jae. Membuat Yun Jae salah tingkah.
"Ehm, kau bau."kata Sungmin. Yun Jae mengendus aroma tubuhnya dan benar saja yg dibilang Sungmin, itu karena main basket tadi tubuhnya berkeringat.
"kalau begitu kau ganti baju dirumahku saja. Sekalian membersihkan badanmu. Daripada pulang ke apartemenmu kan jauh takutnya tidak keburu. Ayo naik kita berangkat sekarang."kata Sungmin.
Tanpa membantah Yun Jae mengikuti perintah Sungmin.
Sangat berbeda dengan Yun Jae yg biasanya sering membantah kali ini Yun Jae sama sekali tidak membantah kata2 Sungmin.
Sampai dirumah Sungmin. Mereka pun masuk.
"Oppa......Oppa sudah pulang ya....."teriak seseorang dari dalam rumah.
"Nee...Oppa pulang."jawab Sungmin.
Saat dongsaeng Sungmin datang, Yun Jae dan dongsaeng Sungmin sama2 terkejut.
"OMO...!!"kata Yun Jae dan dongsaeng itu.
"Apa kalian saling kenal?"tanya Sungmin.
"Kau Hyena pacarnya Heechul kan?"tanya Yun Jae.
"Ye. Sunbae. Sunbae kenapa bisa kenal dengan Sungmin Oppa?" Hyena bingung kenapa Yun Jae dan oppanya bisa datang bersama.
Sungmin pun menjelaskan semua yg terjadi antara Yun Jae dan dirinya. Sementara Yun Jae mandi di kamar Sungmin.
Yun Jae POV
Aish.....Kenapa bisa Hyena yodongsaengnya Sungmin. Pasti Sungmin Hyung udah kasih tau Hyena semuanya.
Pasti aku jadi bulan2an ejekan LOTS. Hufh.
Aishhhh........*Yun Jae mengacak-acak rambutnya*
End Yun Jae POV
Saat mau keluar dari kamar mandi, Yun Jae baru sadar kalau ia tidak bawa baju ganti.
"Aigooo....Eottokhae?"gumam Yun Jae.
Sungmin masuk ke kamarnya hendak memberikan baju ganti, tapi langkahnya tertahan sesampainya di depan pintu Kamar mandi.
"Aish, hampir saja aku lupa kalau Yun Jae itu yeoja."gumam Sungmin sambil mengacak2 rambutnya.
"Yun Jae-ah. Aku letakkan pakaianmu didepan kamar mandi. Aku keluar sekarang ya."teriak Sungmin.
Wajah Sungmin memerah dan tangannya mengipas2 wajahnya.
"Thangida, Sungmin Hyung menaruh pakaian di depan kamar mandi dan langsung keluar."gumam Yun Jae.
Yun Jae sangka itu keberuntungan padahal itu disengaja oleh Sungmin.
Yun Jae sudah berganti pakaian, membuat Hyena terkejut.
"Ya! Yun Jae kenapa memakai celana jeans ku?"bentak Hyena.
"Mwo?"Yun Jae bingung karna ia memakai yg diberikan Sungmin.
"Hyena, sudahlah itu oppa yg kasih. Karna celana oppa pasti kebesaran dipakai Yun Jae. Nanti oppa belikan lagi yg baru untukmu ya." rayu Sungmin dan itu berhasil, Hyena sudah tidak ngambek lagi.
"Oppa kenapa tidak sekalian pakaikan bajuku jadi oppa belikan 1 stel pakaian untukku."kata Hyena manja.
Hem, kalau Yun Jae memakai pakaian perempuan pasti keliatan manis, hihihi. *Sungmin tertawa sendiri*
Mereka berangkat ke tempat yg dituju Sungmin.
Yun Jae masih belum tau kemana Sungmin mengajaknya pergi.
Tibalah Sungmin dan Yun Jae di sebuah Cafe.
Yun Jae bingung ia merasa asing disana.
"Sungmin.....Disini...."panggil seseorang, Yun Jae menoleh ke asal suara itu.
"Vee, wah kau memilih tempat yg bagus."Sungmin menghampiri tempat Vee Ssi duduk.
"Yun Jae jd kau datang juga."kata Vee Ssi.
Sial, kalau tau Vee Ssi ada disini aku gak mau datang. Batin Yun Jae.
"Apa sudah mulai?"tanya Sungmin ke Vee Ssi.
"Belum, oh iya pesankan minuman lagi ya untukku.....Please....."Vee Ssi bermanja2 dengan Sungmin.
"Aigo....Muncul lagi deh manjanya. Ne, Arasseo aku ambilkan minum."kata Sungmin.
"Yun Jae, kau tau Sungmin sangat cute dan perhatian kan?"tanya Vee Ssi.
"Mwo? Terus apa hubungannya denganku?"Yun Jae mulai sewot.
"Pendapatmu sebagai yeoja ya, bukan sebagai namja. Menurutmu Sungmin gimana? Aku sudah bersama Sungmin sejak SMA dan banyak yg bilang ia cute. Hehehe. "kata Vee Ssi. Namun Yun Jae hanya manyun.
"Jogiyo Vee Ssi aku mau ke toilet sebentar." Yun Jae buru2 meninggalkan Vee Ssi.
Di toilet
Yun Jae POV
Aishhh..........*sambil ngacak2 rambut pendek berponinya*
Kayaknya aku harus segera pergi dari sini daripada aku semakin emosi melihat mereka berdua.
End Yun Jae POV
Yun Jae keluar dari toilet, ia hanya berjarak 1 meter dari meja Vee dan Sungmin hanya terhalang oleh bilik pembatas ruangan.
"Ya.....Menikah.......Aku mau...."teriak Vee Ssi.
"Ya! Vee malu didenger orang jangan teriak2."kata Sungmin sembari menenangkan Vee Ssi.
"Aku gak perduli yg penting aku senang."balas Vee Ssi.
"Dasar Vee..." Sungmin menggeleng2kan kepalanya melihat tingkah laku Vee Ssi.
Mwo? mereka akan menikah? Apa yg kudengar itu nyata?
Dengan cepat Yun Jae pergi meninggalkan cafe.
Ia langsung menyetop taxi.
"Ahjussi, tolong bawa aku pergi dari sini."kata Yun Jae.
"Kemana nak?"tanya Supir taxi itu.
"Kemana saja! Palli! "bentak Yun jae membuat supir taxi itu takut dan spontan menjalankan taxinya dengan segera.
Sedangkan di Cafe.
"Vee, mana Yun Jae?"tanya Vee.
"Kenapa sih kau kok khawatir sekali dengan Yun Jae."tanya Vee penasaran.
Lalu singkat cerita Sungmin menceritakan semua yg terjadi antara Sungmin dan Yun Jae. Mulai dari pertemuan mereka dan rahasia yg ditutupi Yun Jae.
"Jadi kau juga tau kalau Yun Jae itu yeoja?"tanya Vee.
"Mwo? Kau tau juga?"Sungmin balas bertanya.
"Ye, aku tau jadi hanya aku yg tau di sekolah. Namun aku berjanji padanya akan melindungi identitasnya bagaimanapun ia penyelamat jiwaku."jawab Vee.
"Jangan2 kau ada hati sama muridku Yun Jae ya?" ledek Vee.
"Ya! Vee kau ini bicara apa?"Sungmin malu mukanya memerah dan tangannya seperti biasa mengipas2 wajahnya.
"Sungmin-ah kita sudah berteman sejak SMA jadi aku paham betul sifatmu. Ya seperti yg kau lakukan itu sambil mengipas2 wajahmu. "Vee makin meledek Sungmin.
"Ya! kalian berselingkuh di belakangku ya?"seorang namja mengagetkan Sungmin dan Vee.
"Jagiya, kau mengagetkan ku saja."ucap Vee manja kepada namja tersebut.
"Vee jagi, kau kangenkah padaku? Tenang hanya Sungmin laki2 yg kupercaya untuk dekat denganmu. Karna kita bertiga sudah kenal sejak SMA."kata namja itu.
"Jagiya mana cincinnya?"Vee menadahkan tangannya ke namja itu.
"Ya! Sungmin kau pasti membocorkan sureprise ku kan? "bentak namja itu.
"Kim Bum-ah....Aku tidak sengaja dari tadi Vee mendesakku trus jadi aku keceplosan."jawab Sungmin.
"Oke kalau begitu."Kim Bum berlutut sambil menggenggam tangan Vee.
"Aku Kim Bum hari ini meminta Vee untuk bersedia menghabiskan sisa hidupnya bersamaku. Kala sedih maupun senang. Selamanya hanya ada aku dimatamu dan kau dimataku. Vee, will you marry me?"Kim Bum melamar Vee.
" I do." jawab Vee singkat.
Sontak seisi cafe bersorak sorai melihat pasangan tersebut.
Chukkaeyo......teriak orang2 di dalam cafe.
Sungmin tiba2 baru tersadar kalau Yun Jae sudah lama sekali tidak kembali dari toilet.
Ia bahkan menghampiri toilet tapi tidak ada keberadaan Yun Jae.
Sampai malam tiba Yun Jae sama sekali tidak memberi kabar. LOTS pun khawatir.
Sungmin, LOTS dan Dong Yup ahjussi berkumpul di apartemen Yun Jae.
Bahkan Yun Jae haraboji, Lee Soo Man sudah mengerahkan anak buahnya untuk mencari Yun Jae.
Di lain tempat.
Ttok...ttok...ttok... Yun Jae mengetuk pintu. Dan terdengar suara kunci pintu dibuka.
"Yun Jae? Sedang apa kau malam2 disini?"tanya orang itu.
"Wookie..............."Yun Jae berhambur ke pelukan Ryeowook.
Ryeowook bingung dengan sahabatnya itu.
Yun Jae menangis, Ryeowook baru kali itu melihatnya. Di mata Ryeowook Yun Jae yg dihadapannya sekarang seperti bukan Yun Jae yg ia kenal yg tangguh dan kuat.
Namun Yun Jae sama sekali tidak berkata apa2. Ia hanya terduduk diam di ranjang Ryeowook.
Hp Ryeowook berbunyi.
"Yun Jae ini Dong Yup ahjussi yg meneleponku. Gimana aku angkat atau tidak."tanya Ryeowook.
"Bilang aku tidak ada disini ya."jawab Yun Jae.
Sesaat ketika Ryeowook mengobrol di telepon dengan Dong Yup ahjussi tiba2 saat berpaling Yun jae sudah tidak ada.
Sudah seharian Yun Jae menghilang LOTS, Dong Yup ahjussi dan Sungmin mencoba berbagai cara untuk menemukannya. Namun menghilangnya Yun Jae belum 24jam jadi belum bisa dilaporkan.
Saat mereka mulai putus asa tiba2 Hp Sungmin berbunyi.
Dilihatnya no yg tidak dikenal.
"Yeoboseyo."kata Sungmin.
Namun tidak ada jawabang hanya ada suara2 gaduh.
"Diam kau....Sekarang kau tidak bisa apa2 Lee Yun Jae. Berani kau main2 denganku penguasa Geng sekolah F. " terdengar seseorang menyebut nama Yun Jae di ujung telepon.
"Boss....Ditangannya ada Hp....Ya! Bocah tengik kau mengambil Hp ku. Ber****ek.! " lalu terdengar suara pukulan dan suara teriakan Yun Jae.
Sungmin hampir saja menjatuhkan HP nya. Tapi ia segera tersadar kalau ia tak boleh lemah demi Yun Jae.
"Aku tau apa yg terjadi dengan Yun jae. Sekarang ia disekap oleh geng sekolah F."kata Sungmin.
"Aku tau dimana markas mereka Hyung."seru Chul.
"Andwae, kita jangan gegabah."kata Leeteuk.
"Yang kutau Geng F punya backing Aparat, karna ketua geng F adalah putra satu2nya kepala polisi di daerah tersebut. Kalau polisi bertindak mereka akan tau dengan cepat."kata Siwon.
"Trus kita harus gimana?"kata KyuHae kompak.
"Hyung mau gak mau kita harus hadapi sendiri."kata Chul kepada Sungmin.
"Apa boleh buat, keselamatan Yun Jae harus kita utamakan."kata Sungmin.
"Dong Yup ahjussi tenang saja kami akan menolong Yun Jae sekuat tenaga."Sungmin menenangkan Dong Yup ahjussi.
Mereka sampai di dekat markas Geng sekolah F. Hae bertugas mengawasi keadaan karna Hae adalah LOTS yg paling cepat dan sekatan.
Saat dirasa aman Hae memberi kode untuk menyerang.
Seketika LOTS dan Sungmin masuk. Di dalam banyak anggota geng sekolah F.
Tapi mereka ber-6 tidak gentar walau mereka kalah jumlah banyak.
Pertarungan tidak terelakkan. LOTS dengan sigap menjatuhkan lawan2nya. Begitu juga dengan Sungmin.
Sampai akhirnya ia bisa melihat Yun Jae tergolek lemah di lantai dengan luka dan darah dimana2. Bajunya pun kotor dengan darah dan debu.
Sungmin menghampiri Yun Jae, ia mencoba memapah Yun Jae.
"Hyung, kau datang....."dengan lemah Yun Jae berbicara.
"Yun Jae aku akan menyelamatkanmu."kata Sungmin.
Namun tak disangka2 ketua geng yg tadinya dipukul hingga tersungkur oleh Sungmin bangkit. ia mengeluarkan pisau dari balik pakaiannya dan menyabetkannya ke arah Sungmin dari belakang. Yun Jae melihatnya dan dengan sekuat tenaga menghempas Sungmin dengan sisa2 tenaga yg ia miliki. Dan akhirnya melukai punggung Yun Jae.
Sungmin kaget melihat kejadian tersebut yg begitu cepat.
Sampai akhirnya Yun Jae dilarikan kerumah sakit.
Keadaannya sangat lemah dan tidak berdaya, ia kehabisan banyak darah dan patah tulang disana sini.
Di RS semua orang yg menyayangi Yun Jae tiba.
Shin Dong Yup ahjussi, Ryeowook, Vee Ssi, Rae Woon bahkan CCC yg mungkin mengkhawatirkan kekasih mereka juga LOTS. <====kali ni author comment....khawatir m yun jae or laki masing2????
Tidak terkecuali Yun Jae haraboji Lee Soo Man, ia terlihat sangat terpukul akan kejadian yg menimpa cucu satu2nya.
Setelah beberapa lama Dokter keluar dari ruang ICU.
"Dokter bagaimana keadaan cucu saya?"tanya Soo Man yg penuh kekhawatiran.
"Cucu anda sekarang koma, kami sudah berupaya sekuat tenaga untuk mempertahankannya, sekarang hidupnya hanya bergantung kepada alat2 medis yg terpasang di tubuhnya. Kita hanya bisa berdo'a agar ia bisa segera sadar dari koma nya." jelas Dokter.
Soo Man shock ia jatuh berlutut sambil menangis sejadi2nya. Dong Yup ahjussi mencoba menenangkan Tuannya.
Semua orang di ruangan itu shock terutama Sungmin.
Ia hanya nanar memandang pintu ruang ICU.
To Be Continue.......
Lee Soo Man => yun mee haraboji
Shin Dong Yup => pengasuh Yun Mee/ Yun Jae
Kim Ryeowook => Yun Jae Best Friend
Nadhie => Kim Rae Woon
Vee => Vee Ssi Songsaengnim
Wika Sunbae => Miss Sooby
Sungmin = > petugas polisi
Kim Yoo Mi => Kakak sepupu Chul
5 Raja Langit a.k.a LOTS => Heechul, Leeteuk, Donghae, Siwon dan Kyuhyun = > karakter dr Sooby Sunbae
Triple C a.k.a CCC= > Yoori, Hyena, Sooyoo, Sookyo = > karakter dr Sooby Sunbae
Sweet appereance => Kim Bum
Di sekolah.
"Vee Ssi, sedang apa disini?"tanya Yun Jae.
"Sedang menunggu pacarku menjemputku."jawab Vee Ssi.
"Wah aku mau liat ah."ledek Yun Jae. Yg dibalas dengan jitakan oleh Vee Ssi.
Ada seseorang yg datang dan orang itu adalah Sungmin.
"Sungmin......"panggil Vee Ssi ke Sungmin.
Yun Jae Shock........
"Annyeong, khaja Vee kita berangkat sekarang."kata Sungmin. Sambil tersenyum aneh ke Yun Jae.
"Yun Jae, aku tinggal dulu ya. Annyeong."Vee Ssi pergi dengan Sungmin.
"Aish, ternyata pacar Vee Ssi itu Sungmin. Aduh..."Yun Jae merasa sesak yg membuat hatinya sakit.
Apa ia sedang patah hati?
Yun Jae duduk menunduk di pinggir lapangan basket.
Lalu ia bangkit dan memungut sebuah bola basket. Mendriblenya.... Dan mendriblenya lagi semakin keras.
Mulai berlari sambil mendrible bola. Mencoba men-shoot bola, namun tak ada satupun yg masuk.
Membuat nya semakin emosi. Sekuat tenaga ia memantulkan bola itu. Dan ia jatuh berlutut.
Keringat mengucur di tubuh Yun Jae. Nafasnya tersengal-sengal. Tiba2 diantara keringat, air mata Yun Jae mengalir.
Karna pada dasarnya Yun Jae hanyalah seorang gadis remaja. Sama seperti gadis remaja yg lainnya yg sedih jika patah hati.
Buuukk. Seseorang menjatuhkan handuk kecil ke kepala Yun Jae. Ia mendongakkan kepalanya.
"Ya! Yun Jae kenapa kau bermain basket sendirian?"orang itu ternyata Sungmin.
"Omo! Sungmin Ssi kenapa kau bisa disini?"tanya Yun Jae tidak percaya dengan yg dilihatnya.
"Aku datang untuk menjemputmu. Mulai sekarang panggil aku Hyung ya."jawab Sungmin.
"Ne, Hyung. Mwo? Menjemputku? Tunggu dulu bukannya kau tadi pergi bersama Vee Ssi?"Yun Jae masih tak percaya.
"Aish, banyak sekali pertanyaanmu. Sekarang ikut aku. Khaja."kata Sungmin seraya menuntun tangan Yun Jae.
"Kemana Hyung?"tanya Yun Jae. Namun Sungmin tidak menjawab.
Sesampainya di parkiran Sungmin memberikan helm kepada Yun Jae. Tiba2 ia menatap Yun Jae dan mendekatkan wajahnya lebih dekat ke Yun Jae. Membuat Yun Jae salah tingkah.
"Ehm, kau bau."kata Sungmin. Yun Jae mengendus aroma tubuhnya dan benar saja yg dibilang Sungmin, itu karena main basket tadi tubuhnya berkeringat.
"kalau begitu kau ganti baju dirumahku saja. Sekalian membersihkan badanmu. Daripada pulang ke apartemenmu kan jauh takutnya tidak keburu. Ayo naik kita berangkat sekarang."kata Sungmin.
Tanpa membantah Yun Jae mengikuti perintah Sungmin.
Sangat berbeda dengan Yun Jae yg biasanya sering membantah kali ini Yun Jae sama sekali tidak membantah kata2 Sungmin.
Sampai dirumah Sungmin. Mereka pun masuk.
"Oppa......Oppa sudah pulang ya....."teriak seseorang dari dalam rumah.
"Nee...Oppa pulang."jawab Sungmin.
Saat dongsaeng Sungmin datang, Yun Jae dan dongsaeng Sungmin sama2 terkejut.
"OMO...!!"kata Yun Jae dan dongsaeng itu.
"Apa kalian saling kenal?"tanya Sungmin.
"Kau Hyena pacarnya Heechul kan?"tanya Yun Jae.
"Ye. Sunbae. Sunbae kenapa bisa kenal dengan Sungmin Oppa?" Hyena bingung kenapa Yun Jae dan oppanya bisa datang bersama.
Sungmin pun menjelaskan semua yg terjadi antara Yun Jae dan dirinya. Sementara Yun Jae mandi di kamar Sungmin.
Yun Jae POV
Aish.....Kenapa bisa Hyena yodongsaengnya Sungmin. Pasti Sungmin Hyung udah kasih tau Hyena semuanya.
Pasti aku jadi bulan2an ejekan LOTS. Hufh.
Aishhhh........*Yun Jae mengacak-acak rambutnya*
End Yun Jae POV
Saat mau keluar dari kamar mandi, Yun Jae baru sadar kalau ia tidak bawa baju ganti.
"Aigooo....Eottokhae?"gumam Yun Jae.
Sungmin masuk ke kamarnya hendak memberikan baju ganti, tapi langkahnya tertahan sesampainya di depan pintu Kamar mandi.
"Aish, hampir saja aku lupa kalau Yun Jae itu yeoja."gumam Sungmin sambil mengacak2 rambutnya.
"Yun Jae-ah. Aku letakkan pakaianmu didepan kamar mandi. Aku keluar sekarang ya."teriak Sungmin.
Wajah Sungmin memerah dan tangannya mengipas2 wajahnya.
"Thangida, Sungmin Hyung menaruh pakaian di depan kamar mandi dan langsung keluar."gumam Yun Jae.
Yun Jae sangka itu keberuntungan padahal itu disengaja oleh Sungmin.
Yun Jae sudah berganti pakaian, membuat Hyena terkejut.
"Ya! Yun Jae kenapa memakai celana jeans ku?"bentak Hyena.
"Mwo?"Yun Jae bingung karna ia memakai yg diberikan Sungmin.
"Hyena, sudahlah itu oppa yg kasih. Karna celana oppa pasti kebesaran dipakai Yun Jae. Nanti oppa belikan lagi yg baru untukmu ya." rayu Sungmin dan itu berhasil, Hyena sudah tidak ngambek lagi.
"Oppa kenapa tidak sekalian pakaikan bajuku jadi oppa belikan 1 stel pakaian untukku."kata Hyena manja.
Hem, kalau Yun Jae memakai pakaian perempuan pasti keliatan manis, hihihi. *Sungmin tertawa sendiri*
Mereka berangkat ke tempat yg dituju Sungmin.
Yun Jae masih belum tau kemana Sungmin mengajaknya pergi.
Tibalah Sungmin dan Yun Jae di sebuah Cafe.
Yun Jae bingung ia merasa asing disana.
"Sungmin.....Disini...."panggil seseorang, Yun Jae menoleh ke asal suara itu.
"Vee, wah kau memilih tempat yg bagus."Sungmin menghampiri tempat Vee Ssi duduk.
"Yun Jae jd kau datang juga."kata Vee Ssi.
Sial, kalau tau Vee Ssi ada disini aku gak mau datang. Batin Yun Jae.
"Apa sudah mulai?"tanya Sungmin ke Vee Ssi.
"Belum, oh iya pesankan minuman lagi ya untukku.....Please....."Vee Ssi bermanja2 dengan Sungmin.
"Aigo....Muncul lagi deh manjanya. Ne, Arasseo aku ambilkan minum."kata Sungmin.
"Yun Jae, kau tau Sungmin sangat cute dan perhatian kan?"tanya Vee Ssi.
"Mwo? Terus apa hubungannya denganku?"Yun Jae mulai sewot.
"Pendapatmu sebagai yeoja ya, bukan sebagai namja. Menurutmu Sungmin gimana? Aku sudah bersama Sungmin sejak SMA dan banyak yg bilang ia cute. Hehehe. "kata Vee Ssi. Namun Yun Jae hanya manyun.
"Jogiyo Vee Ssi aku mau ke toilet sebentar." Yun Jae buru2 meninggalkan Vee Ssi.
Di toilet
Yun Jae POV
Aishhh..........*sambil ngacak2 rambut pendek berponinya*
Kayaknya aku harus segera pergi dari sini daripada aku semakin emosi melihat mereka berdua.
End Yun Jae POV
Yun Jae keluar dari toilet, ia hanya berjarak 1 meter dari meja Vee dan Sungmin hanya terhalang oleh bilik pembatas ruangan.
"Ya.....Menikah.......Aku mau...."teriak Vee Ssi.
"Ya! Vee malu didenger orang jangan teriak2."kata Sungmin sembari menenangkan Vee Ssi.
"Aku gak perduli yg penting aku senang."balas Vee Ssi.
"Dasar Vee..." Sungmin menggeleng2kan kepalanya melihat tingkah laku Vee Ssi.
Mwo? mereka akan menikah? Apa yg kudengar itu nyata?
Dengan cepat Yun Jae pergi meninggalkan cafe.
Ia langsung menyetop taxi.
"Ahjussi, tolong bawa aku pergi dari sini."kata Yun Jae.
"Kemana nak?"tanya Supir taxi itu.
"Kemana saja! Palli! "bentak Yun jae membuat supir taxi itu takut dan spontan menjalankan taxinya dengan segera.
Sedangkan di Cafe.
"Vee, mana Yun Jae?"tanya Vee.
"Kenapa sih kau kok khawatir sekali dengan Yun Jae."tanya Vee penasaran.
Lalu singkat cerita Sungmin menceritakan semua yg terjadi antara Sungmin dan Yun Jae. Mulai dari pertemuan mereka dan rahasia yg ditutupi Yun Jae.
"Jadi kau juga tau kalau Yun Jae itu yeoja?"tanya Vee.
"Mwo? Kau tau juga?"Sungmin balas bertanya.
"Ye, aku tau jadi hanya aku yg tau di sekolah. Namun aku berjanji padanya akan melindungi identitasnya bagaimanapun ia penyelamat jiwaku."jawab Vee.
"Jangan2 kau ada hati sama muridku Yun Jae ya?" ledek Vee.
"Ya! Vee kau ini bicara apa?"Sungmin malu mukanya memerah dan tangannya seperti biasa mengipas2 wajahnya.
"Sungmin-ah kita sudah berteman sejak SMA jadi aku paham betul sifatmu. Ya seperti yg kau lakukan itu sambil mengipas2 wajahmu. "Vee makin meledek Sungmin.
"Ya! kalian berselingkuh di belakangku ya?"seorang namja mengagetkan Sungmin dan Vee.
"Jagiya, kau mengagetkan ku saja."ucap Vee manja kepada namja tersebut.
"Vee jagi, kau kangenkah padaku? Tenang hanya Sungmin laki2 yg kupercaya untuk dekat denganmu. Karna kita bertiga sudah kenal sejak SMA."kata namja itu.
"Jagiya mana cincinnya?"Vee menadahkan tangannya ke namja itu.
"Ya! Sungmin kau pasti membocorkan sureprise ku kan? "bentak namja itu.
"Kim Bum-ah....Aku tidak sengaja dari tadi Vee mendesakku trus jadi aku keceplosan."jawab Sungmin.
"Oke kalau begitu."Kim Bum berlutut sambil menggenggam tangan Vee.
"Aku Kim Bum hari ini meminta Vee untuk bersedia menghabiskan sisa hidupnya bersamaku. Kala sedih maupun senang. Selamanya hanya ada aku dimatamu dan kau dimataku. Vee, will you marry me?"Kim Bum melamar Vee.
" I do." jawab Vee singkat.
Sontak seisi cafe bersorak sorai melihat pasangan tersebut.
Chukkaeyo......teriak orang2 di dalam cafe.
Sungmin tiba2 baru tersadar kalau Yun Jae sudah lama sekali tidak kembali dari toilet.
Ia bahkan menghampiri toilet tapi tidak ada keberadaan Yun Jae.
Sampai malam tiba Yun Jae sama sekali tidak memberi kabar. LOTS pun khawatir.
Sungmin, LOTS dan Dong Yup ahjussi berkumpul di apartemen Yun Jae.
Bahkan Yun Jae haraboji, Lee Soo Man sudah mengerahkan anak buahnya untuk mencari Yun Jae.
Di lain tempat.
Ttok...ttok...ttok... Yun Jae mengetuk pintu. Dan terdengar suara kunci pintu dibuka.
"Yun Jae? Sedang apa kau malam2 disini?"tanya orang itu.
"Wookie..............."Yun Jae berhambur ke pelukan Ryeowook.
Ryeowook bingung dengan sahabatnya itu.
Yun Jae menangis, Ryeowook baru kali itu melihatnya. Di mata Ryeowook Yun Jae yg dihadapannya sekarang seperti bukan Yun Jae yg ia kenal yg tangguh dan kuat.
Namun Yun Jae sama sekali tidak berkata apa2. Ia hanya terduduk diam di ranjang Ryeowook.
Hp Ryeowook berbunyi.
"Yun Jae ini Dong Yup ahjussi yg meneleponku. Gimana aku angkat atau tidak."tanya Ryeowook.
"Bilang aku tidak ada disini ya."jawab Yun Jae.
Sesaat ketika Ryeowook mengobrol di telepon dengan Dong Yup ahjussi tiba2 saat berpaling Yun jae sudah tidak ada.
Sudah seharian Yun Jae menghilang LOTS, Dong Yup ahjussi dan Sungmin mencoba berbagai cara untuk menemukannya. Namun menghilangnya Yun Jae belum 24jam jadi belum bisa dilaporkan.
Saat mereka mulai putus asa tiba2 Hp Sungmin berbunyi.
Dilihatnya no yg tidak dikenal.
"Yeoboseyo."kata Sungmin.
Namun tidak ada jawabang hanya ada suara2 gaduh.
"Diam kau....Sekarang kau tidak bisa apa2 Lee Yun Jae. Berani kau main2 denganku penguasa Geng sekolah F. " terdengar seseorang menyebut nama Yun Jae di ujung telepon.
"Boss....Ditangannya ada Hp....Ya! Bocah tengik kau mengambil Hp ku. Ber****ek.! " lalu terdengar suara pukulan dan suara teriakan Yun Jae.
Sungmin hampir saja menjatuhkan HP nya. Tapi ia segera tersadar kalau ia tak boleh lemah demi Yun Jae.
"Aku tau apa yg terjadi dengan Yun jae. Sekarang ia disekap oleh geng sekolah F."kata Sungmin.
"Aku tau dimana markas mereka Hyung."seru Chul.
"Andwae, kita jangan gegabah."kata Leeteuk.
"Yang kutau Geng F punya backing Aparat, karna ketua geng F adalah putra satu2nya kepala polisi di daerah tersebut. Kalau polisi bertindak mereka akan tau dengan cepat."kata Siwon.
"Trus kita harus gimana?"kata KyuHae kompak.
"Hyung mau gak mau kita harus hadapi sendiri."kata Chul kepada Sungmin.
"Apa boleh buat, keselamatan Yun Jae harus kita utamakan."kata Sungmin.
"Dong Yup ahjussi tenang saja kami akan menolong Yun Jae sekuat tenaga."Sungmin menenangkan Dong Yup ahjussi.
Mereka sampai di dekat markas Geng sekolah F. Hae bertugas mengawasi keadaan karna Hae adalah LOTS yg paling cepat dan sekatan.
Saat dirasa aman Hae memberi kode untuk menyerang.
Seketika LOTS dan Sungmin masuk. Di dalam banyak anggota geng sekolah F.
Tapi mereka ber-6 tidak gentar walau mereka kalah jumlah banyak.
Pertarungan tidak terelakkan. LOTS dengan sigap menjatuhkan lawan2nya. Begitu juga dengan Sungmin.
Sampai akhirnya ia bisa melihat Yun Jae tergolek lemah di lantai dengan luka dan darah dimana2. Bajunya pun kotor dengan darah dan debu.
Sungmin menghampiri Yun Jae, ia mencoba memapah Yun Jae.
"Hyung, kau datang....."dengan lemah Yun Jae berbicara.
"Yun Jae aku akan menyelamatkanmu."kata Sungmin.
Namun tak disangka2 ketua geng yg tadinya dipukul hingga tersungkur oleh Sungmin bangkit. ia mengeluarkan pisau dari balik pakaiannya dan menyabetkannya ke arah Sungmin dari belakang. Yun Jae melihatnya dan dengan sekuat tenaga menghempas Sungmin dengan sisa2 tenaga yg ia miliki. Dan akhirnya melukai punggung Yun Jae.
Sungmin kaget melihat kejadian tersebut yg begitu cepat.
Sampai akhirnya Yun Jae dilarikan kerumah sakit.
Keadaannya sangat lemah dan tidak berdaya, ia kehabisan banyak darah dan patah tulang disana sini.
Di RS semua orang yg menyayangi Yun Jae tiba.
Shin Dong Yup ahjussi, Ryeowook, Vee Ssi, Rae Woon bahkan CCC yg mungkin mengkhawatirkan kekasih mereka juga LOTS. <====kali ni author comment....khawatir m yun jae or laki masing2????
Tidak terkecuali Yun Jae haraboji Lee Soo Man, ia terlihat sangat terpukul akan kejadian yg menimpa cucu satu2nya.
Setelah beberapa lama Dokter keluar dari ruang ICU.
"Dokter bagaimana keadaan cucu saya?"tanya Soo Man yg penuh kekhawatiran.
"Cucu anda sekarang koma, kami sudah berupaya sekuat tenaga untuk mempertahankannya, sekarang hidupnya hanya bergantung kepada alat2 medis yg terpasang di tubuhnya. Kita hanya bisa berdo'a agar ia bisa segera sadar dari koma nya." jelas Dokter.
Soo Man shock ia jatuh berlutut sambil menangis sejadi2nya. Dong Yup ahjussi mencoba menenangkan Tuannya.
Semua orang di ruangan itu shock terutama Sungmin.
Ia hanya nanar memandang pintu ruang ICU.
To Be Continue.......
Be My Man Part 05
Kim Yun Mee / Lee Yun Jae
Lee Soo Man => yun mee haraboji
Shin Dong Yup => pengasuh Yun Mee/ Yun Jae
Kim Ryeowook => Yun Jae Best Friend
Nadhie => Kim Rae Woon
Vee => Vee Ssi Songsaengnim
Wika Sunbae => Miss Sooby
Sungmin = > petugas polisi
Kim Yoo Mi => Kakak sepupu Chul
5 Raja Langit a.k.a LOTS => Heechul, Leeteuk, Donghae, Siwon dan Kyuhyun = > karakter dr Sooby Sunbae
Triple C a.k.a CCC= > Yoori, Hyena, Sooyoo, Sookyo = > karakter dr Sooby Sunbae
Sabtu pagi hari pertama Kerja sosial.
Yun Jae duduk jongkok dengan malasnya di cuaca pagi yg sedingin itu ia harus bersusah payah kerja sosial.
"Ya! Ngapain jongkok2 disitu?"panggil seseorang dari jauh.
Yun Jae pun mencari asal suara itu.
Dilihatnya Sungmin disana, tidak memakai seragam polisinya.

Yun Jae melongo melihat Sungmin yg berbeda dari yg biasa ia lihat dengan seragam polisi dan sangat formal.
Sampai akhirnya Sungmin menghampirinya.
"Yun Jae kenapa kau malah bengong?"tanya Sungmin sambil menyentuh bahu Yun Jae.
"Ah, gwenchana." jawab Yun Jae, dilihatnya di tangan Sungmin ada kamera.
Ia terlihat bingung. "Kamera itu buat apa?" sambil menunjuk ke arah kamera Sungmin.
"Untuk dokumentasi." jawab Sungmin singkat.
"Mwo?" Yun Jae tambah bingung.
"Khaja." kata Sungmin.
Kerja sosial pertama Yun Jae adalah membersihkan sampah2 yg ada di Boramae Park.
Taman seluas itu ia bersihkan sendiri.

Sore hari.
"Oke cukup untuk hari ini. Besok kita kembali lagi disini."kata Sungmin.
Dua minggu sudah ia menjalani kerja sosial banyak yg sudah ia lakukan, dari membersihkan taman, memungut sampah di jalanan, mendaur ulang sampai membantu nenek2 dan kakek2 di panti jompo.
Hari sabtu.
Ia merasa sangat lelah. Ia bahkan tidak sanggup bangun dari tempat tidurnya.
Hp Yun Jae berbunyi.
"Yeoboseyo."sapa Yun Jae.
"Yeoboseyo, Yun Jae ayo kita main. Setiap akhir pekan kau selalu saja tidak bisa berkumpul dengan kami." ternyata orang yg menghubungi Yun Jae adalah Donghae.
"Aish, aku ingin sekali main. Hajiman....." Yun Jae tidak meneruskan kata2nya, ia belum memberitahu LOTS.
"Waeyo? Kita kekurangan orang dalam tanding game. Tinggal aku seorang yg tidak ada lawan main."kata Hae.
"Ye, arasseo. Aku akan datang. Tunggu aku."Yun Jae menutup telepon.
Akhirnya ia sampai dirumah Chul.
"Yun Jae-ah, kau datang juga. Hae dari tadi uring2an karna game di kuasai oleh kami berempat karna cuma dia yg tidak ada lawan main."sindir Leeteuk yg ditujukan ke Hae.
"Ne..."kata Won dan Kyu kompak.
"Anak ini berisik sekali dari tadi."tambah Chul. Yun Jae hanya senyum2.
"Yun Jae ayo duduk sini, aku sudah menunggu dari tadi."Hae yg tidak sabaran menarik tangan Yun Jae dan mendudukannya di sebelahnya.
Mereka asyik main game seru sekali. Dan gamenya di menangkan oleh Yun Jae.
"Chukkaeyo....."kata 4 LOTS yg lain. Hae cemberut saja.
"Jogiyo, aku mau ke kamar kecil."kata Yun Jae.
"Yun Jae aku ikut."kata Hae.
"Mwo?"Yun Jae syok.
"Aigo, aku hanya bercanda Yun Jae. Hehe."ledek Hae. Yun Jae hanya manyun.
"Aish, Hae membuatku kaget saja. Ehm, toiletnya disini ya."gumam Yun Jae.
Ia pun membuka pintu toiletnya. Ahhhhhh.......Seseorang di toilet berteriak.
"Mianheyo, Yoomi noona. Tadi aku kira tidak ada orang makanya aku langsung masuk."Yun Jae merasa bersalah.
"Aniyo, aku yg salah tadi lupa menutup pintu."kata Yoomi yg merupakan kakak sepupu Chul.
"Ya! Yun Jae berani2 nya kau mengintip Yoo Mi noona!"bentak Hae yg membuat Yun Jae dan Chul bingung kenapa yg lebih marah malah Hae. Namun 3 LOTS yg lain malah cengar cengir melihat reaksi Hae.
"Hae sudahlah, itu semua kesalahan noona. Noona yg ceroboh."Yoo Mi menenangkan Hae dan dalam sekejap membuat kemarahan Hae reda. Namun ia masih meihat sinis ke arah Yun Jae.
"Ah sudah2 ayo kita main lagi."Leeteuk mencoba mencairkan suasana.
Mereka kembali bermain. Dan entah mengapa Yun Jae dan Yoomi noona akrab sekali, mereka asik mengobrol.
Di lain sisi Hae uring2an melihat keakraban Yoomi noona dan Yun Jae.
Hp Yun Jae kembali berdering.
"Yeoboseyo."kata Yun Jae tanpa melihat nama yg meneleponnya.
"Ya! Lee Yun Jae! Berani2 nya kau tidak muncul di kerja sosial hari ini!"Sungmin lah yg menelepon Yun Jae.
"Aku sedang malas....."jawab Yun Jae sekenanya.
"Mwo? Dimana kau sekarang?"tanya Sungmin.
"Dirumah temanku Kim Heechul."jawab Yun Jae. Dan terdengar suara telepon yg terputus.
"Aishh...."keluh Yun Jae.
"Nugu?" tanya Won.
"Itu Ahjussi2 cerewet yg menelponku."kata Yun Jae sambil memanyunkan bibirnya.
10 menit kemudian.
Terdengar suara bel saat mereka sedang asik mengobrol. Chul membukakan pintu. Terdengar suara seseorang mencari Yun Jae.
"Ya! Lee Yun Jae ayo ikut aku."tau2 Sungmin sudah ada dirumah Chul.
"Omo! Kenapa kau bisa tau rumah Chul?"tanya Yun Jae keheranan.
"Sstt....Sungmin hyung itu kakaknya Hyena, pacarnya Chul."bisik Kyu.
"Mwo!!!" Yun Jae kaget.
Tanpa basa basi Sungmin menyeret paksa Yun Jae.
Sesampainya mereka di sebuah toilet umum. Yun Jae harus membantu membersihkan toilet.
Emosi Yun Jae semakin memuncak namun sekuat tenaga ia menahannya.
Ia melirik sinis ke arah Sungmin. "Mwo? Waeyo?"kata Sungmin yg merasa sedang diperhatikan oleh Yun Jae.
"Aish...."Yun Jae hanya mengeluh namun tetap mengerjakan tugasnya.
"Ah, sudah jam 3 saatnya istirahat."kata Sungmin sembari keluar dari toilet.
Yun Jae duduk istirahat sambil memegang nasi kotak. Karna pekerjaan yg ia lakukan hari ini, ia sama sekali tidak menyentuh makanannya. Padahal seharian ia sudah bekerja keras.
Ia sama sekali tidak nafsu makan. Dan hanya minum air mineral saja.
Sungmin hendak menghampirinya namun seseorang telah menghampiri Yun Jae lebih dulu.
"Yun Jae oppa....."panggil orang itu. Yun Jae menengadahkan kepalanya.
"Rae Woon, sedang apa disini?"tanya Yun Jae.
"Aku setiap hari mencari oppa tapi sangat susah menemui oppa yg selalu bersama LOTS."kata Rae Woon.
"Waeyo?"tanya Yun Jae.
"Oppa, mianheyo sebelumnya. Aku tidak sanggup menahan lagi. Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku menyukai oppa. " Rae Woon membuat pernyataan cinta ke Yun Jae.
Yun Jae menunduk sebentar. Lalu berdiri dan memegang kedua bahu Rae Woon.
Ia menengadahkan wajahnya persis dihadapan Rae Woon.
"Mianhe, jongmal mianhe saeng. Oppa hanya menganggap Rae Woon yodongsaeng oppa."kata Yun Jae.
"Gwenchana oppa, yg penting aku sudah menyampaikan isi hatiku. Seterusnya aku akan menuruti kata2 oppa untuk menjadi yodongsaeng oppa yg baik. Karna oppa adalah penolongku."kata Rae Woon.
Yun Jae mengelus rambut Rae Woon, sebenarnya Yun Jae iri dengan Rae Woon yg bisa mengungkapkan isi hatinya kepada orang yg ia suka. Yun Jae memeluk Rae Woon. Sungmin yg melihat dari jauh hanya bisa menerka2 percakapan antara Yun Jae dan Rae Woon.
Setelah itu Yun Jae kembali meneruskan tugasnya di toilet.
"Wah pacarmu itu cantik ya." kata Sungmin.
Tapi Yun Jae sama sekali tidak merespon. Ia masih saja membersihkan Toilet.
"Arghh......"tiba2 Yun Jae berteriak kesakitan sambil menahan perutnya. Sungmin panik dan menghampiri Yun Jae.
"Yun Jae, gwenchana?"tanya Sungmin namun tidak dibalas oleh Yun Jae.
Dan akhirnya Yun Jae pingsan.
Dengan segera Sungmin menggendong Yun Jae dan membawanya ke RS.
Sesampainya di RS ia langsung ditangani oleh Dokter.
Sungmin menunggu dengan cemas. "Aish, anak itu membuatku khawatir saja. "gumam Sungmin sambil mengacak rambutnya.
Lalu dokter keluar dari ruang pemeriksaan. "Keluarga Lee Yun Jae."panggil dokter.
"Ye, saya keluarga Lee Yun Jae."jawab Sungmin.
"Pasien tidak mengalami masalah serius, hal itu biasa dialami oleh remaja wanita seumurnya."jelas dokter.
"Mwo? Remaja wanita?"Sungmin merasa ada yg salah dengan kata2 Dokter.
"Ye, remaja wanita seperti Yun Jae Ssi kadang mengalami keram perut yg sangat hebat saat hari pertama datang bulan. Tapi masih butuh pemeriksaan lebih lanjut. Sekarang biarkan pasien istirahat. Anda boleh menemuinya."kata dokter.
"Gamsahamnida."kata Sungmin.
Ia terlihat sangat shock mengetahui kenyataan bahwa Yun Jae seorang wanita.
Banyak pertanyaan muncul dalam benak Sungmin.
Saat ia masuk ke ruang rawat Yun Jae dilihatnya Yun Jae masih tidak sadarkan diri.
Keringat mengucur di dahinya. Dengan lembut Sungmin mengusap keringat Yun Jae dengan sapu tangannya.
"Yun Jae, banyak yg aku mau tanyakan kepadamu. Tapi sepertinya tanpa aku yg mengetahui rahasiamu kau sudah banyak masalah." Sungmin duduk disamping ranjang sambil menatap Yun Jae.
Satu jam kemudian Dong Yup ahjussi datang, ia sangat mengkhawatirkan Yun Jae.
"Ahjussi, aku sudah tau kalau Yun Jae adalah perempuan."kata Sungmin.
Ahjussi terdiam sesaat dan menghela nafas panjang.
"Ye, tuan muda...maksudku nona harus menanggung semua ini dari kecil. Itu mengapa aku sangat menyayangi dan melindungi nona."jelas ahjussi.
"Ahjussi bisa ceritakan kapanpun ahjussi siap. Namun saat ini anggap aku belum mengetahuinya. Aku tidak mau ia bersikap aneh padaku kalau ia tau aku sudah mengetahui jati dirinya. Dan aku sudah bicara dengan dokter untuk tidak mengatakan penyakit sebenarnya kepada Yun Jae. Ahjussi cukup katakan ia pingsan karna tidak makan dan kelelahan."jelas Sungmin.
"Ne, algasseumnida Sungmin-ah. Gamsahamnida."ahjussi benar2 berterimakasih kepada Sungmin hingga terharu.
Malam harinya Yun Jae sadar. Dilihatnya Sungmin ada di sebelahnya, kepalanya direbahkan di pinggir ranjang.
"Si ahjussi ini kalau tidur manis juga ."batin Yun Jae.
Takut mengganggu Sungmin ia pun kembali tidur.
Di Sekolah.
"Yun Jae-ah kau dirawat kenapa tidak kasih tau kami."kata Kyu.
"Ne, kau ini kami kan sahabatmu."tambah Won.
"Kalian jangan berlebihan. Apa kalian tidak dengar kata Yun Jae tadi, ia hanya pingsan karna tidak makan."Hae semakin sinis.
"Ya! Lee Donghae, kau minta dipukul ya, Yun Jae sakit kau malah seperti itu."bentak Chul.
"Sudahlah yg penting uri Yun Jae sudah sehat. "Leeteuk berusaha mencairkan ketegangan.
Sepulang sekolah.
Hae sudah buru2 pulang. Kyu dan Leeteuk sedang bersama pacar mereka Soo Kyo dan Soo Yoo.
Sedang Wonnie ada latihan taekwondo. Tinggal Chul dan Yun Jae sendiri.
"Yun Jae-ah...Aku bosan, kita main yuk."ajak Chul manja.
"Memangnya kemana Hyena?"tanya Yun Jae.
"Ia sedang berziarah ke makam orang tuanya."kata Chul.
"Jadi ia sudah tidak punya orang tua?"Yun Jae kaget mendengarnya.
"Selain Sungmin hyung Ia hanya punya seorang kakek." kata Chul.
"Jadi Sungmin Ssi sama sepertiku."gumam Yun Jae.
"Mworago?"tanya Chul.
"Anio. Lebih baik kita ke mall saja main di game center."ajak Yun Jae.
"Khaja..."chul mengiyakan.
Di mall.
Mereka langsung mengarah ke game center. Di tengah permainan Yun Jae pergi ke toilet meninggalkan Chul sendiri.
Saat ia keluar dari toilet ia melihat dua orang yg dikenalnya. Yang pria merangkul mesra yg wanita.
"Hae...Yoomi noona..."panggil Yun Jae. Sontak saja Yoomi mendorong Hae dan menjauhkannya.
"Omo! Yun Jae kau kenapa bisa ada disini?"Hae kaget dengan keberadaan Yun Jae.
"Aku sedang main di game center bersama Chul." kata Yun Jae.
"Mwo? Chul juga ada disini. Hae ayo kita pulang."kata Yoomi.
"Aigo....Jangan2 kalian pac....."belum sempat Yun Jae selesai bicara, Hae membekap mulut Yun Jae.
"Sssttt...Jangan sampai Chul tau aku dan noona pacaran. Bisa habis aku dipukul Chul. Arasseo!" kata Hae.
"Ara....Aku tidak akan memberitahu Chul."kata Yun Jae.
Yun Jae pun kembali ke game center berpura2 tidak terjadi apa2.
Di sekolah.
"Vee Ssi, sedang apa disini?"tanya Yun Jae.
"Sedang menunggu pacarku menjemputku."jawab Vee Ssi.
"Wah aku mau liat ah."ledek Yun Jae. Yg dibalas dengan jitakan oleh Vee Ssi.
Ada seseorang yg datang dan orang itu adalah Sungmin.
"Sungmin......"panggil Vee Ssi ke Sungmin.
Yun Jae Shock........
To be continue....

Lee Soo Man => yun mee haraboji
Shin Dong Yup => pengasuh Yun Mee/ Yun Jae
Kim Ryeowook => Yun Jae Best Friend
Nadhie => Kim Rae Woon
Vee => Vee Ssi Songsaengnim
Wika Sunbae => Miss Sooby
Sungmin = > petugas polisi
Kim Yoo Mi => Kakak sepupu Chul
5 Raja Langit a.k.a LOTS => Heechul, Leeteuk, Donghae, Siwon dan Kyuhyun = > karakter dr Sooby Sunbae
Triple C a.k.a CCC= > Yoori, Hyena, Sooyoo, Sookyo = > karakter dr Sooby Sunbae
Sabtu pagi hari pertama Kerja sosial.
Yun Jae duduk jongkok dengan malasnya di cuaca pagi yg sedingin itu ia harus bersusah payah kerja sosial.
"Ya! Ngapain jongkok2 disitu?"panggil seseorang dari jauh.
Yun Jae pun mencari asal suara itu.
Dilihatnya Sungmin disana, tidak memakai seragam polisinya.
Yun Jae melongo melihat Sungmin yg berbeda dari yg biasa ia lihat dengan seragam polisi dan sangat formal.
Sampai akhirnya Sungmin menghampirinya.
"Yun Jae kenapa kau malah bengong?"tanya Sungmin sambil menyentuh bahu Yun Jae.
"Ah, gwenchana." jawab Yun Jae, dilihatnya di tangan Sungmin ada kamera.
Ia terlihat bingung. "Kamera itu buat apa?" sambil menunjuk ke arah kamera Sungmin.
"Untuk dokumentasi." jawab Sungmin singkat.
"Mwo?" Yun Jae tambah bingung.
"Khaja." kata Sungmin.
Kerja sosial pertama Yun Jae adalah membersihkan sampah2 yg ada di Boramae Park.
Taman seluas itu ia bersihkan sendiri.
Sore hari.
"Oke cukup untuk hari ini. Besok kita kembali lagi disini."kata Sungmin.
Dua minggu sudah ia menjalani kerja sosial banyak yg sudah ia lakukan, dari membersihkan taman, memungut sampah di jalanan, mendaur ulang sampai membantu nenek2 dan kakek2 di panti jompo.
Hari sabtu.
Ia merasa sangat lelah. Ia bahkan tidak sanggup bangun dari tempat tidurnya.
Hp Yun Jae berbunyi.
"Yeoboseyo."sapa Yun Jae.
"Yeoboseyo, Yun Jae ayo kita main. Setiap akhir pekan kau selalu saja tidak bisa berkumpul dengan kami." ternyata orang yg menghubungi Yun Jae adalah Donghae.
"Aish, aku ingin sekali main. Hajiman....." Yun Jae tidak meneruskan kata2nya, ia belum memberitahu LOTS.
"Waeyo? Kita kekurangan orang dalam tanding game. Tinggal aku seorang yg tidak ada lawan main."kata Hae.
"Ye, arasseo. Aku akan datang. Tunggu aku."Yun Jae menutup telepon.
Akhirnya ia sampai dirumah Chul.
"Yun Jae-ah, kau datang juga. Hae dari tadi uring2an karna game di kuasai oleh kami berempat karna cuma dia yg tidak ada lawan main."sindir Leeteuk yg ditujukan ke Hae.
"Ne..."kata Won dan Kyu kompak.
"Anak ini berisik sekali dari tadi."tambah Chul. Yun Jae hanya senyum2.
"Yun Jae ayo duduk sini, aku sudah menunggu dari tadi."Hae yg tidak sabaran menarik tangan Yun Jae dan mendudukannya di sebelahnya.
Mereka asyik main game seru sekali. Dan gamenya di menangkan oleh Yun Jae.
"Chukkaeyo....."kata 4 LOTS yg lain. Hae cemberut saja.
"Jogiyo, aku mau ke kamar kecil."kata Yun Jae.
"Yun Jae aku ikut."kata Hae.
"Mwo?"Yun Jae syok.
"Aigo, aku hanya bercanda Yun Jae. Hehe."ledek Hae. Yun Jae hanya manyun.
"Aish, Hae membuatku kaget saja. Ehm, toiletnya disini ya."gumam Yun Jae.
Ia pun membuka pintu toiletnya. Ahhhhhh.......Seseorang di toilet berteriak.
"Mianheyo, Yoomi noona. Tadi aku kira tidak ada orang makanya aku langsung masuk."Yun Jae merasa bersalah.
"Aniyo, aku yg salah tadi lupa menutup pintu."kata Yoomi yg merupakan kakak sepupu Chul.
"Ya! Yun Jae berani2 nya kau mengintip Yoo Mi noona!"bentak Hae yg membuat Yun Jae dan Chul bingung kenapa yg lebih marah malah Hae. Namun 3 LOTS yg lain malah cengar cengir melihat reaksi Hae.
"Hae sudahlah, itu semua kesalahan noona. Noona yg ceroboh."Yoo Mi menenangkan Hae dan dalam sekejap membuat kemarahan Hae reda. Namun ia masih meihat sinis ke arah Yun Jae.
"Ah sudah2 ayo kita main lagi."Leeteuk mencoba mencairkan suasana.
Mereka kembali bermain. Dan entah mengapa Yun Jae dan Yoomi noona akrab sekali, mereka asik mengobrol.
Di lain sisi Hae uring2an melihat keakraban Yoomi noona dan Yun Jae.
Hp Yun Jae kembali berdering.
"Yeoboseyo."kata Yun Jae tanpa melihat nama yg meneleponnya.
"Ya! Lee Yun Jae! Berani2 nya kau tidak muncul di kerja sosial hari ini!"Sungmin lah yg menelepon Yun Jae.
"Aku sedang malas....."jawab Yun Jae sekenanya.
"Mwo? Dimana kau sekarang?"tanya Sungmin.
"Dirumah temanku Kim Heechul."jawab Yun Jae. Dan terdengar suara telepon yg terputus.
"Aishh...."keluh Yun Jae.
"Nugu?" tanya Won.
"Itu Ahjussi2 cerewet yg menelponku."kata Yun Jae sambil memanyunkan bibirnya.
10 menit kemudian.
Terdengar suara bel saat mereka sedang asik mengobrol. Chul membukakan pintu. Terdengar suara seseorang mencari Yun Jae.
"Ya! Lee Yun Jae ayo ikut aku."tau2 Sungmin sudah ada dirumah Chul.
"Omo! Kenapa kau bisa tau rumah Chul?"tanya Yun Jae keheranan.
"Sstt....Sungmin hyung itu kakaknya Hyena, pacarnya Chul."bisik Kyu.
"Mwo!!!" Yun Jae kaget.
Tanpa basa basi Sungmin menyeret paksa Yun Jae.
Sesampainya mereka di sebuah toilet umum. Yun Jae harus membantu membersihkan toilet.
Emosi Yun Jae semakin memuncak namun sekuat tenaga ia menahannya.
Ia melirik sinis ke arah Sungmin. "Mwo? Waeyo?"kata Sungmin yg merasa sedang diperhatikan oleh Yun Jae.
"Aish...."Yun Jae hanya mengeluh namun tetap mengerjakan tugasnya.
"Ah, sudah jam 3 saatnya istirahat."kata Sungmin sembari keluar dari toilet.
Yun Jae duduk istirahat sambil memegang nasi kotak. Karna pekerjaan yg ia lakukan hari ini, ia sama sekali tidak menyentuh makanannya. Padahal seharian ia sudah bekerja keras.
Ia sama sekali tidak nafsu makan. Dan hanya minum air mineral saja.
Sungmin hendak menghampirinya namun seseorang telah menghampiri Yun Jae lebih dulu.
"Yun Jae oppa....."panggil orang itu. Yun Jae menengadahkan kepalanya.
"Rae Woon, sedang apa disini?"tanya Yun Jae.
"Aku setiap hari mencari oppa tapi sangat susah menemui oppa yg selalu bersama LOTS."kata Rae Woon.
"Waeyo?"tanya Yun Jae.
"Oppa, mianheyo sebelumnya. Aku tidak sanggup menahan lagi. Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku menyukai oppa. " Rae Woon membuat pernyataan cinta ke Yun Jae.
Yun Jae menunduk sebentar. Lalu berdiri dan memegang kedua bahu Rae Woon.
Ia menengadahkan wajahnya persis dihadapan Rae Woon.
"Mianhe, jongmal mianhe saeng. Oppa hanya menganggap Rae Woon yodongsaeng oppa."kata Yun Jae.
"Gwenchana oppa, yg penting aku sudah menyampaikan isi hatiku. Seterusnya aku akan menuruti kata2 oppa untuk menjadi yodongsaeng oppa yg baik. Karna oppa adalah penolongku."kata Rae Woon.
Yun Jae mengelus rambut Rae Woon, sebenarnya Yun Jae iri dengan Rae Woon yg bisa mengungkapkan isi hatinya kepada orang yg ia suka. Yun Jae memeluk Rae Woon. Sungmin yg melihat dari jauh hanya bisa menerka2 percakapan antara Yun Jae dan Rae Woon.
Setelah itu Yun Jae kembali meneruskan tugasnya di toilet.
"Wah pacarmu itu cantik ya." kata Sungmin.
Tapi Yun Jae sama sekali tidak merespon. Ia masih saja membersihkan Toilet.
"Arghh......"tiba2 Yun Jae berteriak kesakitan sambil menahan perutnya. Sungmin panik dan menghampiri Yun Jae.
"Yun Jae, gwenchana?"tanya Sungmin namun tidak dibalas oleh Yun Jae.
Dan akhirnya Yun Jae pingsan.
Dengan segera Sungmin menggendong Yun Jae dan membawanya ke RS.
Sesampainya di RS ia langsung ditangani oleh Dokter.
Sungmin menunggu dengan cemas. "Aish, anak itu membuatku khawatir saja. "gumam Sungmin sambil mengacak rambutnya.
Lalu dokter keluar dari ruang pemeriksaan. "Keluarga Lee Yun Jae."panggil dokter.
"Ye, saya keluarga Lee Yun Jae."jawab Sungmin.
"Pasien tidak mengalami masalah serius, hal itu biasa dialami oleh remaja wanita seumurnya."jelas dokter.
"Mwo? Remaja wanita?"Sungmin merasa ada yg salah dengan kata2 Dokter.
"Ye, remaja wanita seperti Yun Jae Ssi kadang mengalami keram perut yg sangat hebat saat hari pertama datang bulan. Tapi masih butuh pemeriksaan lebih lanjut. Sekarang biarkan pasien istirahat. Anda boleh menemuinya."kata dokter.
"Gamsahamnida."kata Sungmin.
Ia terlihat sangat shock mengetahui kenyataan bahwa Yun Jae seorang wanita.
Banyak pertanyaan muncul dalam benak Sungmin.
Saat ia masuk ke ruang rawat Yun Jae dilihatnya Yun Jae masih tidak sadarkan diri.
Keringat mengucur di dahinya. Dengan lembut Sungmin mengusap keringat Yun Jae dengan sapu tangannya.
"Yun Jae, banyak yg aku mau tanyakan kepadamu. Tapi sepertinya tanpa aku yg mengetahui rahasiamu kau sudah banyak masalah." Sungmin duduk disamping ranjang sambil menatap Yun Jae.
Satu jam kemudian Dong Yup ahjussi datang, ia sangat mengkhawatirkan Yun Jae.
"Ahjussi, aku sudah tau kalau Yun Jae adalah perempuan."kata Sungmin.
Ahjussi terdiam sesaat dan menghela nafas panjang.
"Ye, tuan muda...maksudku nona harus menanggung semua ini dari kecil. Itu mengapa aku sangat menyayangi dan melindungi nona."jelas ahjussi.
"Ahjussi bisa ceritakan kapanpun ahjussi siap. Namun saat ini anggap aku belum mengetahuinya. Aku tidak mau ia bersikap aneh padaku kalau ia tau aku sudah mengetahui jati dirinya. Dan aku sudah bicara dengan dokter untuk tidak mengatakan penyakit sebenarnya kepada Yun Jae. Ahjussi cukup katakan ia pingsan karna tidak makan dan kelelahan."jelas Sungmin.
"Ne, algasseumnida Sungmin-ah. Gamsahamnida."ahjussi benar2 berterimakasih kepada Sungmin hingga terharu.
Malam harinya Yun Jae sadar. Dilihatnya Sungmin ada di sebelahnya, kepalanya direbahkan di pinggir ranjang.
"Si ahjussi ini kalau tidur manis juga ."batin Yun Jae.
Takut mengganggu Sungmin ia pun kembali tidur.
Di Sekolah.
"Yun Jae-ah kau dirawat kenapa tidak kasih tau kami."kata Kyu.
"Ne, kau ini kami kan sahabatmu."tambah Won.
"Kalian jangan berlebihan. Apa kalian tidak dengar kata Yun Jae tadi, ia hanya pingsan karna tidak makan."Hae semakin sinis.
"Ya! Lee Donghae, kau minta dipukul ya, Yun Jae sakit kau malah seperti itu."bentak Chul.
"Sudahlah yg penting uri Yun Jae sudah sehat. "Leeteuk berusaha mencairkan ketegangan.
Sepulang sekolah.
Hae sudah buru2 pulang. Kyu dan Leeteuk sedang bersama pacar mereka Soo Kyo dan Soo Yoo.
Sedang Wonnie ada latihan taekwondo. Tinggal Chul dan Yun Jae sendiri.
"Yun Jae-ah...Aku bosan, kita main yuk."ajak Chul manja.
"Memangnya kemana Hyena?"tanya Yun Jae.
"Ia sedang berziarah ke makam orang tuanya."kata Chul.
"Jadi ia sudah tidak punya orang tua?"Yun Jae kaget mendengarnya.
"Selain Sungmin hyung Ia hanya punya seorang kakek." kata Chul.
"Jadi Sungmin Ssi sama sepertiku."gumam Yun Jae.
"Mworago?"tanya Chul.
"Anio. Lebih baik kita ke mall saja main di game center."ajak Yun Jae.
"Khaja..."chul mengiyakan.
Di mall.
Mereka langsung mengarah ke game center. Di tengah permainan Yun Jae pergi ke toilet meninggalkan Chul sendiri.
Saat ia keluar dari toilet ia melihat dua orang yg dikenalnya. Yang pria merangkul mesra yg wanita.
"Hae...Yoomi noona..."panggil Yun Jae. Sontak saja Yoomi mendorong Hae dan menjauhkannya.
"Omo! Yun Jae kau kenapa bisa ada disini?"Hae kaget dengan keberadaan Yun Jae.
"Aku sedang main di game center bersama Chul." kata Yun Jae.
"Mwo? Chul juga ada disini. Hae ayo kita pulang."kata Yoomi.
"Aigo....Jangan2 kalian pac....."belum sempat Yun Jae selesai bicara, Hae membekap mulut Yun Jae.
"Sssttt...Jangan sampai Chul tau aku dan noona pacaran. Bisa habis aku dipukul Chul. Arasseo!" kata Hae.
"Ara....Aku tidak akan memberitahu Chul."kata Yun Jae.
Yun Jae pun kembali ke game center berpura2 tidak terjadi apa2.
Di sekolah.
"Vee Ssi, sedang apa disini?"tanya Yun Jae.
"Sedang menunggu pacarku menjemputku."jawab Vee Ssi.
"Wah aku mau liat ah."ledek Yun Jae. Yg dibalas dengan jitakan oleh Vee Ssi.
Ada seseorang yg datang dan orang itu adalah Sungmin.
"Sungmin......"panggil Vee Ssi ke Sungmin.
Yun Jae Shock........
To be continue....
Be My Man Part 04
Kim Yun Mee / Lee Yun Jae
Lee Soo Man => yun mee haraboji
Shin Dong Yup => pengasuh Yun Mee/ Yun Jae
Kim Ryeowook => Yun Jae Best Friend
Nadhie => Kim Rae Woon
Vee => Vee Ssi Songsaengnim
Wika Sunbae => Miss Sooby
Sungmin = > petugas polisi
5 Raja Langit => Heechul, Leeteuk, Donghae, Siwon dan Kyuhyun = > karakter dr Sooby Sunbae
Triple C Club = > Yoori, Hyena, Sooyoo, Sookyo = > karakter dr Sooby Sunbae
"Wookie-ah aku disini."kata yun jae yg masih blm sadar dari pengaruh alkoholnya sambil meraba wajah Sungmin.
"Bogo Shipo uri Wookie. kau tau aku kesepian tanpamu."kata Yun Jae melantur menyangka Sungmin adalah Ryeowook.
Dalam sekejap Yun Jae mencium Sungmin dan Huweeekkkkk......ia muntah di baju Sungmin. <ambil adegan YAB>
"Omo.....Aish tuan muda kenapa muntah di badan Sungmin?"ahjussi merasa bersalah terhadap Sungmin.
Dari wajah Sungmin terlihat ia menahan kesal, ia mengepal tangannya erat2.
Sungmin berjalan menuju Toilet untuk membersihkan seragamnya dari muntahan Yun Jae.
Sungmin POV.
Kalau bukan karna Shin Dong Yup ahjussi, sudah kulempar anak itu ke jalan!!!!
Seenaknya saja mencium bibirku dan muntah di bajuku.Memangnya dia kira aku homo apa!
Tapi ada yg aneh saat aku menggendong anak itu dari jembatan.
Untuk ukuran namja badannya kecil dan entah mengapa rasanya seperti menggendong adikku Hyena.
Ada sesuatu dari anak itu yg menarik perhatianku.
Aish, bicara apa aku ini.
Tapi memang benar2 aneh.
End Sungmin POV
Yun Jae masih saja tidak sadarkan diri.
"Lebih baik aku bopong tuan muda pulang saja ya." kata Shin Dong Yup ahjussi.
"Ahjussi biar aku yg membantu membawa Yun Jae Ssi." kata Sungmin, sambil melirik Yun Jae yg masih tidak sadar.
"Jincha, kalau begitu ahjussi merasa tertolong sekali. Gomapsseumnida."kata ahjussi.
Sungmin mengangkat Yun Jae untuk kedua kali benar saja yg ia rasakan sebelumnya.
Ada yg aneh dengan Yun Jae, namun Sungmin tidak tau apa itu.
Ia semakin penasaran.
Sampai akhirnya mereka tiba di apartemen Yun Jae, disana tidak ada orang karna yg tinggal disana hanya Yun Jae dan ahjussi.
Ahjussi menunjukkan letak kamar Yun Jae. Dan ia pun merebahkan tubuh kecil Yun Jae di tempat tidur nya.
Saat Sungmin hendak melepaskan pakaian Yun Jae yg kotor......
"Andwae Sungmin, biar ahjussi saja yg melakukannya."tiba2 ahjussi datang dan mengagetkan Sungmin.
"Waeyo ahjusii, biar kubantu karna baju Yun jae sudah sangat kotor kena muntahan."Sungmin curiga.
"Gwenchana, kau tunggu di luar saja."kata ahjusii sembari menuntun Sungmin keluar dan menutup pintunya.
Sungmin POV
Ada yg aneh dengan ahjussi, aku dan Yun Jae kan sama2 namja. Bahkan sampai mengunci pintu kamar segala.
Untuk ukuran namja seperti dia kenapa memakai kaus dalam yg begitu ketat. Apa tidak sesak?
<<yg dimaksud Sungmin itu adalah kaus penahan dada Yun Jae>>
Ah, sudahlah kenapa aku harus memikirkan anak itu.
Bukkk......Aduh kenapa aku jadi ceroboh begini sampai menjatuhkan barang.
Ini album foto ya?
Wah anak kecil ini siapa? Lucu sekali. Pasti yeoja karna rambutnya diikat.
End Sungmin POV
Tiba2 ahjussi datang.
Buru2 Sungmin merapikan album foto yg ia jatuhkan.
"Mianheyo Sungmin jadi merepotkanmu."kata ahjussi.
"Gwenchana ahjussi, uhm disini kalian hanya berdua saja?"tanya Sungmin penasaran.
"Ne, kami berdua disini. Tuan besar tidak tinggal disini."jawab ahjussi.
"Ahjussi, kalau begitu aku pamit pulang."kata Sungmin sambil melihat ke arah jarum jam. Jam 02.30 dini hari.
Tapi....Kruuuukkkk......Perut Sungmin tidak bisa berkompromi. Membuat Sungmin malu.
"Hehe, Sungmin-ah tunggu sebentar ya ahjussi akan ke bawah untuk beli sesuatu untuk kau makan di toko 24jam." kata ahjussi.
"Andwae ahjussi, aku makan di jalan saja."kata Sungmin.
Tapi ahjussi bersikeras untuk membuatkan Sungmin makanan.
Tiba2...."Arghhhh......." suara Yun Jae.
Sungmin lari ke dalam kamar Yun jae dan mendapati Yun Jae sedang ketakutan seperti terbangun dari mimpi buruk.
"Ada apa Yun Jae Ssi? Apa kau mimpi buruk?"Sungmin terlihat sangat khawatir.
"Eomma.....Appa......"Yun Jae hanya menangis sesegukan sambil menyebut eomma appa nya.
Sungmin keheranan, ia tidak mengerti apa yg terjadi.
Ia memeluk tubuh Yun Jae dan mengusap2 punggung Yun jae untuk menenangkan Yun Jae.
Dan perasaan aneh itu muncul lagi dalam benak Sungmin.
Tidak lama tangisan Yun Jae berhenti dan kembali tertidur.
Sungmin merebahkan tubuh Yun Jae kembali dan duduk dipinggir tempat tidur Yun Jae.
Rambut Yun Jae berantakan dan Sungmin merapikannya, dibelainya rambut Yun Jae yg pendek dengan poni yg menutupi sebagian wajahnya. Kulit wajahnya sangat halus untuk ukuran namja.
Ia pun melihat bibir Yun Jae.
"Dasar anak bodoh, bibir itu mendarat di bibir ku. Kau panggil aku apa? Wookie? Namja atau Yeoja? Dasar bocah aneh" kata Sungmin sambil tersenyum2 sendiri.
Disadari mungkin ahjussi bisa tiba2 datang makan Sungmin beranjak dari tempat tidur Yun Jae, sambil menutup pintu kamar Yun Jae pelan2 tanpa suara, sepintas ia masih melihat Yun jae yg tertidur.
Keesokan harinya di sekolah.
"Whoaaammm....."seharian Yun Jae menguap saja. Ia bahkan tidak ikut pelajaran olahraga. Hanya tertidur di kelas.
"Sudah kubilang kalau dia bukan siapa2 aku mengerti tidak sih!" kata seseorang di depan kelas.
"Ehm, siapa sih yg ribut2 bikin tidurku terganggu saja."dengan gontai Yun Jae menghampiri suara yg dimaksud.
Ternyata orang itu adalah Vee Ssi yg sedang bertengkar dengan seseorang di HP.
"Aish, kenapa orang itu sangat menyebalkan." Vee Ssi mengomel sendiri. Akhirnya ia sadar Yun jae dari tadi memperhatikan dia.
Mereka saling menatap. Dan Yun Jae melemparkan senyumnya.
Akhirnya mereka duduk2 di bangku taman sambil minum soft drink.
"Aish, aku tidak mengerti kenapa ada laki2 seperti dia yg pencemburuan. Bikin susah saja." Vee Ssi curhat kepada Yun Jae. Dengan tenang Yun jae mendengarkan Vee Ssi.
"Vee Ssi menurutku kau sungguh beruntung begitu dicintai oleh kekasihmu. Apa Vee Ssi pernah merasakan cinta yg bertepuk sebelah tangan? Kau sangat mencintai orang itu bahkan ia segalanya bagimu. Tapi kau tidak bisa memilikinya bahkan untuk sekedar mengatakan bahwa kau mencintainya. Kenyataan orang yg kau sukai menyukai orang lain itu sangat menyakitkan." Yun Jae mengutarakan apa yg sedang ia rasakan kepada Ryeowook.
Vee Ssi terdiam mencoba menelaah kata2 Yun Jae. Dilihatnya Yun Jae duduk terdiam dengan tatapan kosong.
"Ya! Yun Jae si playboy ternyata kau pernah mengalami bertepuk sebelah tangan saja ya."Vee Ssi mencoba membuat Yun Jae ceria lagi sambil mengacak2 rambutnya.
"Aigo, rambutku berantakan nie."Yun Jae pun manyun.
Yun Jae menatap ke atas dan tiba2....."Vee Ssi awas...." sebuah pot bunga mendarat hampir mendarat di kepala Vee Ssi namun Yun Jae lebih dulu mendorong Vee Ssi dan akhirnya pot bunga itu jatuh tepat di kepalanya membuat Yun Jae pingsan. Vee Ssi berteriak memanggil bantuan.
Di ruang UKS.
Karena dokter UKS sedang tidak ada di tempat maka Vee Ssi yg merawat luka Yun Jae.
Baju seragam Yun Jae terkena cipratan darah dari kening Yun Jae.
Vee Ssi membuka seragam dan kaus ketat Yun Jae , alangkah terkejutnya Vee Ssi yg melihat kenyataan bahwa Yun Jae adalah perempuan. Vee Ssi kembali memakaikan lagi pakaian Yun Jae saat terdengar ada suara orang datang.
"Ya! Yun Jae gwenchanayo? Aku sudah memukul orang yg ceroboh menjatuhkan pot bunga ke arahmu."kata Wonnie .
"Jangan2 dia amnesia."kata Chul.
"Bodo kau Chul waktu itu kau dipukul baseball stick gak amnesia."Hae malah membahas hal yg lain.
"Aish kalian berisik sekali."Leeteuk menjitak Won, Chul, Hae berurutan.
"Guys, liat Yun Jae siuman."kata Kyu.
Sontak membuat Vee Ssi dan 4 raja langit yg lain menatap ke arah Yun Jae.
"Whoaaammmm....Tidurku pulas sekali......"kata Yun Jae yg ternyata hanya tertidur.
Membuat semua orang di ruangan UKS melongo.
"Yun Jae-ah! Kami mengkhawatirkanmu ternyata kau malah tertidur."kata Leeteuk sambil geleng2.
"Hyung, aku malah sempat mengeluarkan air mata." kata Hae sambil mengusap matanya.
"Aish, kau ini dasar King of Tears."ledek Chul.
"Buahahahahahaahaha......."Yun Jae tertawa terbahak2. Tapi air mata yg keluar.
"Waeyo Yun Jae-ah."tanya Wonnie.
"Annio, aku hanya terharu kalian sangat mengkhawatirkan aku. Senangnya kalian pasti jatuh cinta padaku."kata Yun Jae dengan pede nya.
Membuat yg lain gemes dan mengerubungin Yun Jae.
Namun Vee Ssi menghalangi mereka.
"Sudah cukup kalian masih ada pelajaran. Kembali ke kelas kalian biar aku yg menjaga Yun Jae."kata Vee Ssi.
5 raja langit pun keluar meninggalkan UKS. Vee Ssi menutup dan mengunci pintu UKS.
Yun Jae kebingungan akan sikap Vee Ssi.
"Vee Ssi kau tidak akan 'menyerangku' di saat aku sedang sakit kan?"kata Yun Jae.
"Dasar bocah nakal. Memangnya aku tertarik padamu! Aku masih normal masih suka laki2."kata Vee Ssi.
Mendengar jawaban Vee Ssi membuat Yun Jae terkejut. Keliatan dari wajahnya ia bertanya2 kenapa Vee Ssi bisa tau.
"Ne, aku sudah tau kau yeoja. Tadi saat melepas pakaianmu. Tapi tenang saja aku tidak memberitahukannya kepada orang lain."kata Vee Ssi.
"Gomapsseumnida Vee Ssi."kata Yun Jae.
Dua hari kemudian.
Yun Jae sedang berjalan2 di pusat kota dan saat ia memasuki gang sempit.
Saat dia sedang asik dengan Hp nya ia melihat Rae Woon sedang dihadang dua orang preman.
"Ayolah manis serahkan dompet dan Hpmu sama oppa. Oppa janji gak bakal nyakitin kamu. Asal kamu berikan satu ciuman untuk oppa." kata salah seorang preman.
Rae Woon pucat dan ketakutan sambil menangis.
Yun Jae langsung melemparkan tas nya ke arah salah seorang preman.
"Sial, siapa kau berani melawan kami."bentak preman itu.
Preman yg satu lagi melemparkan bogem mentah ke arah Yun Jae namun kalah cepat dengan Yun Jae yg menyarangkan tinjunya ke perut preman itu dan membuat nya pingsan.
Sampai akhirnya preman ke 2 terdesak dan bermain kotor dengan mencoba menghunuskan pisau ke arah Yun Jae.
Tapi Yun jae lebih hebat dan membuat pisau itu berbalik ke arah preman itu. Preman itupun tersungkur bersimbah darah.
Adegan itu berakhir di kantor polisi.
Yun Jae dengan tangan penuh dengan darah hanya duduk diam dengan menundukkan kepalanya.
Rae Woon sudah dijemput oleh orang tuanya.
Sungmin melihat Yun Jae dan merasa iba. Ia pun menghampiri Yun jae.
"Gwenchana?"tanya Sungmin khawatir melihat Yun Jae. Namun tidak dibalas oleh Yun Jae.
Pandangan matanya kosong.
Dengan kekuasaan Lee Soo Man, Yun Jae tidak diadili karna ia hanya membela diri.
Namun karna ia terlibat perkelahian diberi pengawasan khusus.
Dan yg bertanggung jawab mengawasi nya adalah Sungmin.
Setiap akhir pekan Yun Jae diwajibkan kerja sosial dengan Sungmin yg mengawasinya.
To Be Continue......
Lee Soo Man => yun mee haraboji
Shin Dong Yup => pengasuh Yun Mee/ Yun Jae
Kim Ryeowook => Yun Jae Best Friend
Nadhie => Kim Rae Woon
Vee => Vee Ssi Songsaengnim
Wika Sunbae => Miss Sooby
Sungmin = > petugas polisi
5 Raja Langit => Heechul, Leeteuk, Donghae, Siwon dan Kyuhyun = > karakter dr Sooby Sunbae
Triple C Club = > Yoori, Hyena, Sooyoo, Sookyo = > karakter dr Sooby Sunbae
"Wookie-ah aku disini."kata yun jae yg masih blm sadar dari pengaruh alkoholnya sambil meraba wajah Sungmin.
"Bogo Shipo uri Wookie. kau tau aku kesepian tanpamu."kata Yun Jae melantur menyangka Sungmin adalah Ryeowook.
Dalam sekejap Yun Jae mencium Sungmin dan Huweeekkkkk......ia muntah di baju Sungmin. <ambil adegan YAB>
"Omo.....Aish tuan muda kenapa muntah di badan Sungmin?"ahjussi merasa bersalah terhadap Sungmin.
Dari wajah Sungmin terlihat ia menahan kesal, ia mengepal tangannya erat2.
Sungmin berjalan menuju Toilet untuk membersihkan seragamnya dari muntahan Yun Jae.
Sungmin POV.
Kalau bukan karna Shin Dong Yup ahjussi, sudah kulempar anak itu ke jalan!!!!
Seenaknya saja mencium bibirku dan muntah di bajuku.Memangnya dia kira aku homo apa!
Tapi ada yg aneh saat aku menggendong anak itu dari jembatan.
Untuk ukuran namja badannya kecil dan entah mengapa rasanya seperti menggendong adikku Hyena.
Ada sesuatu dari anak itu yg menarik perhatianku.
Aish, bicara apa aku ini.
Tapi memang benar2 aneh.
End Sungmin POV
Yun Jae masih saja tidak sadarkan diri.
"Lebih baik aku bopong tuan muda pulang saja ya." kata Shin Dong Yup ahjussi.
"Ahjussi biar aku yg membantu membawa Yun Jae Ssi." kata Sungmin, sambil melirik Yun Jae yg masih tidak sadar.
"Jincha, kalau begitu ahjussi merasa tertolong sekali. Gomapsseumnida."kata ahjussi.
Sungmin mengangkat Yun Jae untuk kedua kali benar saja yg ia rasakan sebelumnya.
Ada yg aneh dengan Yun Jae, namun Sungmin tidak tau apa itu.
Ia semakin penasaran.
Sampai akhirnya mereka tiba di apartemen Yun Jae, disana tidak ada orang karna yg tinggal disana hanya Yun Jae dan ahjussi.
Ahjussi menunjukkan letak kamar Yun Jae. Dan ia pun merebahkan tubuh kecil Yun Jae di tempat tidur nya.
Saat Sungmin hendak melepaskan pakaian Yun Jae yg kotor......
"Andwae Sungmin, biar ahjussi saja yg melakukannya."tiba2 ahjussi datang dan mengagetkan Sungmin.
"Waeyo ahjusii, biar kubantu karna baju Yun jae sudah sangat kotor kena muntahan."Sungmin curiga.
"Gwenchana, kau tunggu di luar saja."kata ahjusii sembari menuntun Sungmin keluar dan menutup pintunya.
Sungmin POV
Ada yg aneh dengan ahjussi, aku dan Yun Jae kan sama2 namja. Bahkan sampai mengunci pintu kamar segala.
Untuk ukuran namja seperti dia kenapa memakai kaus dalam yg begitu ketat. Apa tidak sesak?
<<yg dimaksud Sungmin itu adalah kaus penahan dada Yun Jae>>
Ah, sudahlah kenapa aku harus memikirkan anak itu.
Bukkk......Aduh kenapa aku jadi ceroboh begini sampai menjatuhkan barang.
Ini album foto ya?
Wah anak kecil ini siapa? Lucu sekali. Pasti yeoja karna rambutnya diikat.
End Sungmin POV
Tiba2 ahjussi datang.
Buru2 Sungmin merapikan album foto yg ia jatuhkan.
"Mianheyo Sungmin jadi merepotkanmu."kata ahjussi.
"Gwenchana ahjussi, uhm disini kalian hanya berdua saja?"tanya Sungmin penasaran.
"Ne, kami berdua disini. Tuan besar tidak tinggal disini."jawab ahjussi.
"Ahjussi, kalau begitu aku pamit pulang."kata Sungmin sambil melihat ke arah jarum jam. Jam 02.30 dini hari.
Tapi....Kruuuukkkk......Perut Sungmin tidak bisa berkompromi. Membuat Sungmin malu.
"Hehe, Sungmin-ah tunggu sebentar ya ahjussi akan ke bawah untuk beli sesuatu untuk kau makan di toko 24jam." kata ahjussi.
"Andwae ahjussi, aku makan di jalan saja."kata Sungmin.
Tapi ahjussi bersikeras untuk membuatkan Sungmin makanan.
Tiba2...."Arghhhh......." suara Yun Jae.
Sungmin lari ke dalam kamar Yun jae dan mendapati Yun Jae sedang ketakutan seperti terbangun dari mimpi buruk.
"Ada apa Yun Jae Ssi? Apa kau mimpi buruk?"Sungmin terlihat sangat khawatir.
"Eomma.....Appa......"Yun Jae hanya menangis sesegukan sambil menyebut eomma appa nya.
Sungmin keheranan, ia tidak mengerti apa yg terjadi.
Ia memeluk tubuh Yun Jae dan mengusap2 punggung Yun jae untuk menenangkan Yun Jae.
Dan perasaan aneh itu muncul lagi dalam benak Sungmin.
Tidak lama tangisan Yun Jae berhenti dan kembali tertidur.
Sungmin merebahkan tubuh Yun Jae kembali dan duduk dipinggir tempat tidur Yun Jae.
Rambut Yun Jae berantakan dan Sungmin merapikannya, dibelainya rambut Yun Jae yg pendek dengan poni yg menutupi sebagian wajahnya. Kulit wajahnya sangat halus untuk ukuran namja.
Ia pun melihat bibir Yun Jae.
"Dasar anak bodoh, bibir itu mendarat di bibir ku. Kau panggil aku apa? Wookie? Namja atau Yeoja? Dasar bocah aneh" kata Sungmin sambil tersenyum2 sendiri.
Disadari mungkin ahjussi bisa tiba2 datang makan Sungmin beranjak dari tempat tidur Yun Jae, sambil menutup pintu kamar Yun Jae pelan2 tanpa suara, sepintas ia masih melihat Yun jae yg tertidur.
Keesokan harinya di sekolah.
"Whoaaammm....."seharian Yun Jae menguap saja. Ia bahkan tidak ikut pelajaran olahraga. Hanya tertidur di kelas.
"Sudah kubilang kalau dia bukan siapa2 aku mengerti tidak sih!" kata seseorang di depan kelas.
"Ehm, siapa sih yg ribut2 bikin tidurku terganggu saja."dengan gontai Yun Jae menghampiri suara yg dimaksud.
Ternyata orang itu adalah Vee Ssi yg sedang bertengkar dengan seseorang di HP.
"Aish, kenapa orang itu sangat menyebalkan." Vee Ssi mengomel sendiri. Akhirnya ia sadar Yun jae dari tadi memperhatikan dia.
Mereka saling menatap. Dan Yun Jae melemparkan senyumnya.
Akhirnya mereka duduk2 di bangku taman sambil minum soft drink.
"Aish, aku tidak mengerti kenapa ada laki2 seperti dia yg pencemburuan. Bikin susah saja." Vee Ssi curhat kepada Yun Jae. Dengan tenang Yun jae mendengarkan Vee Ssi.
"Vee Ssi menurutku kau sungguh beruntung begitu dicintai oleh kekasihmu. Apa Vee Ssi pernah merasakan cinta yg bertepuk sebelah tangan? Kau sangat mencintai orang itu bahkan ia segalanya bagimu. Tapi kau tidak bisa memilikinya bahkan untuk sekedar mengatakan bahwa kau mencintainya. Kenyataan orang yg kau sukai menyukai orang lain itu sangat menyakitkan." Yun Jae mengutarakan apa yg sedang ia rasakan kepada Ryeowook.
Vee Ssi terdiam mencoba menelaah kata2 Yun Jae. Dilihatnya Yun Jae duduk terdiam dengan tatapan kosong.
"Ya! Yun Jae si playboy ternyata kau pernah mengalami bertepuk sebelah tangan saja ya."Vee Ssi mencoba membuat Yun Jae ceria lagi sambil mengacak2 rambutnya.
"Aigo, rambutku berantakan nie."Yun Jae pun manyun.
Yun Jae menatap ke atas dan tiba2....."Vee Ssi awas...." sebuah pot bunga mendarat hampir mendarat di kepala Vee Ssi namun Yun Jae lebih dulu mendorong Vee Ssi dan akhirnya pot bunga itu jatuh tepat di kepalanya membuat Yun Jae pingsan. Vee Ssi berteriak memanggil bantuan.
Di ruang UKS.
Karena dokter UKS sedang tidak ada di tempat maka Vee Ssi yg merawat luka Yun Jae.
Baju seragam Yun Jae terkena cipratan darah dari kening Yun Jae.
Vee Ssi membuka seragam dan kaus ketat Yun Jae , alangkah terkejutnya Vee Ssi yg melihat kenyataan bahwa Yun Jae adalah perempuan. Vee Ssi kembali memakaikan lagi pakaian Yun Jae saat terdengar ada suara orang datang.
"Ya! Yun Jae gwenchanayo? Aku sudah memukul orang yg ceroboh menjatuhkan pot bunga ke arahmu."kata Wonnie .
"Jangan2 dia amnesia."kata Chul.
"Bodo kau Chul waktu itu kau dipukul baseball stick gak amnesia."Hae malah membahas hal yg lain.
"Aish kalian berisik sekali."Leeteuk menjitak Won, Chul, Hae berurutan.
"Guys, liat Yun Jae siuman."kata Kyu.
Sontak membuat Vee Ssi dan 4 raja langit yg lain menatap ke arah Yun Jae.
"Whoaaammmm....Tidurku pulas sekali......"kata Yun Jae yg ternyata hanya tertidur.
Membuat semua orang di ruangan UKS melongo.
"Yun Jae-ah! Kami mengkhawatirkanmu ternyata kau malah tertidur."kata Leeteuk sambil geleng2.
"Hyung, aku malah sempat mengeluarkan air mata." kata Hae sambil mengusap matanya.
"Aish, kau ini dasar King of Tears."ledek Chul.
"Buahahahahahaahaha......."Yun Jae tertawa terbahak2. Tapi air mata yg keluar.
"Waeyo Yun Jae-ah."tanya Wonnie.
"Annio, aku hanya terharu kalian sangat mengkhawatirkan aku. Senangnya kalian pasti jatuh cinta padaku."kata Yun Jae dengan pede nya.
Membuat yg lain gemes dan mengerubungin Yun Jae.
Namun Vee Ssi menghalangi mereka.
"Sudah cukup kalian masih ada pelajaran. Kembali ke kelas kalian biar aku yg menjaga Yun Jae."kata Vee Ssi.
5 raja langit pun keluar meninggalkan UKS. Vee Ssi menutup dan mengunci pintu UKS.
Yun Jae kebingungan akan sikap Vee Ssi.
"Vee Ssi kau tidak akan 'menyerangku' di saat aku sedang sakit kan?"kata Yun Jae.
"Dasar bocah nakal. Memangnya aku tertarik padamu! Aku masih normal masih suka laki2."kata Vee Ssi.
Mendengar jawaban Vee Ssi membuat Yun Jae terkejut. Keliatan dari wajahnya ia bertanya2 kenapa Vee Ssi bisa tau.
"Ne, aku sudah tau kau yeoja. Tadi saat melepas pakaianmu. Tapi tenang saja aku tidak memberitahukannya kepada orang lain."kata Vee Ssi.
"Gomapsseumnida Vee Ssi."kata Yun Jae.
Dua hari kemudian.
Yun Jae sedang berjalan2 di pusat kota dan saat ia memasuki gang sempit.
Saat dia sedang asik dengan Hp nya ia melihat Rae Woon sedang dihadang dua orang preman.
"Ayolah manis serahkan dompet dan Hpmu sama oppa. Oppa janji gak bakal nyakitin kamu. Asal kamu berikan satu ciuman untuk oppa." kata salah seorang preman.
Rae Woon pucat dan ketakutan sambil menangis.
Yun Jae langsung melemparkan tas nya ke arah salah seorang preman.
"Sial, siapa kau berani melawan kami."bentak preman itu.
Preman yg satu lagi melemparkan bogem mentah ke arah Yun Jae namun kalah cepat dengan Yun Jae yg menyarangkan tinjunya ke perut preman itu dan membuat nya pingsan.
Sampai akhirnya preman ke 2 terdesak dan bermain kotor dengan mencoba menghunuskan pisau ke arah Yun Jae.
Tapi Yun jae lebih hebat dan membuat pisau itu berbalik ke arah preman itu. Preman itupun tersungkur bersimbah darah.
Adegan itu berakhir di kantor polisi.
Yun Jae dengan tangan penuh dengan darah hanya duduk diam dengan menundukkan kepalanya.
Rae Woon sudah dijemput oleh orang tuanya.
Sungmin melihat Yun Jae dan merasa iba. Ia pun menghampiri Yun jae.
"Gwenchana?"tanya Sungmin khawatir melihat Yun Jae. Namun tidak dibalas oleh Yun Jae.
Pandangan matanya kosong.
Dengan kekuasaan Lee Soo Man, Yun Jae tidak diadili karna ia hanya membela diri.
Namun karna ia terlibat perkelahian diberi pengawasan khusus.
Dan yg bertanggung jawab mengawasi nya adalah Sungmin.
Setiap akhir pekan Yun Jae diwajibkan kerja sosial dengan Sungmin yg mengawasinya.
To Be Continue......
Langganan:
Postingan (Atom)





