Sabtu, 27 November 2010

Trouble Maker jilid 02

Cast :
*Kim Heechul (sulung) 29th
*Kim Yunmee (No.2) 21th
*Kim Yoomi (Maknae) 17th

=>Kim KiBum

Genre : Mystery

Yoomi diantar ke UKS dan beristirahat disana. Ia mengira UKS sedang sepi jadi ia merebahkan tubuhnya dan memainkan Hp nya."Wah keliatannya kau tidak sakit."
"Nuguseyo? Mengagetkanku saja."kata Yoomi. Orang itu mendekat.
"Kau orang aneh yg pernah datang ke kelasku kan?"tanya Yoomi.
Namun namja itu sama sekali tidak menjawab. Ia malah makin mendekati Yoomi.

Semakin dekat ke arah Yoomi. Yoomi menghindar namun ia tepojok karna dibelakangnya dinding.
Karna panik dan ketakutan Yoomi meraih vas bunga di meja dan menghantamkan ke kepala namja itu.
"Awww....Apha.....Ya! Mimi kau sungguh tega, begini caramu menyambut kedatanganku setelah sekian lama berpisah." namja itu mengelus kepala nya yg benjol terkena vas.
"Mimi? Kau panggil aku mimi?"mendengar hal itu Yoomi berhambur ke pelukan namja itu.
Dipeluknya erat membuatnya sesak nafas."Mimi, kau mau membunuhku ya? Uhuk2..."
Yoomi melepaskan pelukannya dan tersenyum.
"Bummie kau membuatku kaget saja. Kapan kau kembali dari amerika?"Yoomi sangat antusias bertemu dengan sahabat lamanya Kibum setelah hampir 5th mereka terpisah.
"Mimi, aku baru sampai 2 minggu lalu. Oh iya gimana kabar Samchon, imo, hyung dan noona?"tanya Kibum.Air muka Yoomi berubah. Kibum bingung melihat reaksi Yoomi.
"Mimi, gwenchana?"tanya Kibum cemas.
"Uri Eomma Appa sudah meninggal."jawab Yoomi lalu menangis histeris.
Kibum memeluk tubuh Yoomi dan menenangkannya.
Dibelainya rambut panjang Yoomi dengan lembut.
Yoomi terhanyut dalam pelukan namja yg ia sukai sedari dulu.
Sebenarnya Kibum lebih mengenal Yunmee dulu sebelum Yoomi.
Karna sejak kecil Yoomi diasuh oleh imo nya.
Orang tua Yoomi dua2nya mengelola sebuah perusahaan arsitektur kecil, membuat mereka sibuk sedangkan Yoomi kecil sangat ringkih karna berkali2 sakit dan butuh perawatan maka dari itu orang tua mereka memutuskan menitipkan Yoomi kepada adik dari Yoomi appa.
Si sulung Heechul sejak SMP sudah sekolah Asrama khusus pria maka dari itu ia sangat susah bergaul dengan yeoja. Yunmee satu2nya yg tinggal dengan eomma dan appa nya namun ia terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah sendiri saat orang tuanya bekerja.
Mereka bertiga sama sekali tidak mengeluh bahkan sangat kompak dan sayang terhadap orang tua mereka yg bekerja keras demi mereka.

Yoomi pun tenang dan tidak menangis lagi.
"Bummie, kenapa kau bisa ada disini?"tanya Yoomi.
"Aku mendaftar di sekolah ini kebetulan disini ada klub fisika yg paling aku suka. Dan kudengar kau sangat terkenal di kalangan para namja jadi aku langsung mencari kau Mimi."jawab Kibum.
"Masa sih? Hehe, oh iya sekarang kau tinggal dimana? Samchon dan imo gimana?"tanya Yoomi.
"Berhubung hanya aku yg kembali ke korea maka aku tinggal di apartemen. Uhm, kabar Mee Noona bagaimana?" wajah Kibum terlihat memerah saat menanyakan Yunmee.
"Bummie, kau masih suka sama uri unnie ya?"wajah Yoomi menjadi murung.
"Aish, Mimi kau membuatku malu saja. Aku sampai sekarang masih memikirkan noona."jawab Kibum dengan malu2.
"Ya aku bisa lihat itu kok."Yoomi tersenyum dengan terpaksa.
"Hanya kepada kau saja mimi aku bisa menceritakan rasa sukaku kepada noona."
"Kenapa kau tidak bilang kepada unnie kalau kau menyukainya."ujar Yoomi.
"Bilang padanya? Tidak aku tidak punya keberanian untuk itu. Aku takut dibenci olehnya kalau ia tau aku menyukainya."
Yoomi kembali terdiam, ia tau betul posisi unnie nya sangat berarti bagi Kibum. Semenjak ia tau kalau Kibum cinta pertamanya menyukai unnienya sendiri, Yoomi tidak bisa berharap banyak hanya bisa tetap bersama Kibum.
"Mimi,aku sudah mau masuk kelas nih kau masih ingin disini?"tanya Kibum.
"Ne."jawab Yoomi singkat.
"Kalau begitu nanti sepulang sekolah aku antar kau pulang ya."kata Kibum pergi sambil melemparkan senyum terbaiknya.

Kaki Yoomi terasa lemas, ia jatuh terduduk di kasur UKS.
"Bummie, apa kau tidak bisa merasakan kehadiranku di hatimu? Mungkin kalau aku yg mengenalmu lebih dulu akulah orang yg akan kau suka."batin Yoomi, tak terasa air mata jatuh di pipi putihnya.

Sepulang sekolah Kibum menunggu Yoomi di parkiran dengan motor Yamaha R1 fully chrommed silver miliknya.Yoomi melongo melihatnya.
"Wah, Bummie motormu bagus sekali."matanya berbinar melihatnya.Kibum melempar pelan helm ke arah Yoomi dan dengan kedua tangannya Yoomi menangkap helm itu.
"Khaja."kata Kibum, Yoomi mengangguk dan membonceng motor Kibum.

Selama di perjalanan, Kibum mengendarai motornya dengan cepat.
"Ya! Mimi pegang pinggangku kalau tidak nanti kau jatuh lagi."kata Kibum.
Dan benar saja saat laju motor semakin cepat Yoomi tersentak dan refleks memeluk pinggang Kibum dengan erat.
Ia bisa merasakan punggung Kibum yg hangat, kehangatan yg sama seperti yg ia ingat dulu saat Kibum menggendongnya saat ia terjatuh saat belajar naik sepeda.
"Bum, andai kehangatan ini kurasakan untuk seterusnya."batin Yoomi.

Dirumah, Yunmee ternyata sudah pulang. Ia sibuk membereskan buku2 yg baru selesai ia baca.
"Unnie, Yoomi pulang...."Yoomi yg tau unnie nya sudah pulang langsung berteriak saat masuk rumah.
"Oh kau sudah pulang Saeng."jawab Yunmee yg masih sibuk membereskan buku2nya.
"Annyeong, noona..."sapa Kibum gugup.Yunmee mendengar ada suara yg sepertinya ia kenal dan membalikkan tubuhnya ke asal suara itu.
"Kibum, benarkah kau Kibum?"Yunmee sampai tidak percaya dengan yg dilihatnya.
Kibum mendekat dengan malu2 ke arah Yunmee, tampak senyumnya mengembang di wajahnya yg menandakan ia sangat senang.

Tangan kirinya memegang belakang kepalanya dan tangan kanannya ia sodorkan ke arah Yunmee.
"Noona...."panggil Kibum.
Yunmee memeluk Kibum dengan erat, disisi lain Yoomi melihat hal itu mencoba bertingkah wajar.
"Kibum...."panggil Yunmee.
"Noona....Bogo Shipo."bisik Kibum ditelinga Yunmee.
"Na tto..."jawab Yunmee. Membuat Kibum semakin bahagia.
Setelah itu mereka bertiga mengobrol menceritakan tentang masa2 yg lalu tapi kebanyakan cerita itu antara Yunmee dan Kibum. Yoomi sadar betul ia hanya jadi orang ketiga diantara mereka.

"Bum, unnie, Yoomi pergi dulu keluar ya."kata Yoomi.
Yunmee bangkit dan menarik tangan Yoomi.
"Andwae, kau temanilah Kibum mengibrol unnie mau memasak untuk makan malam. Oppa mungkin akan pulang sebentar lagi."
"Ah, sudah malam ya. Aku pulang dulu ya."kata Kibum
"Oh kau sudah mau pulang ya. Yoomi kau antar Kibum keluar ya. Kibum aku masak dulu ya."kata Yunmee.

Yoomi mengantar Kibum sampai keluar rumahnya.
"Mimi, ini perasaanku saja atau noona sekarang berbeda dengan noona yg dulu pernah kukenal."kata Kibum.
"Nde, unnie berubah. Tepatnya saat sepeninggal eomma dan appa. Mungkin karna aku dan oppa tidak sedekat unnie dengan mereka maka kami lumayan cepat menerima keadaan sedangkan unnie. Ia sangat berubah sejak kejadian itu. Tapi syukurlah sekarang karna kau aku bisa melihat unnie tertawa lepas lagi."kata Yoomi tulus, karna di dalam lubuk hatinya ia sangat bahagia senyum di wajah unnienya muncul lagi semenjak kedatangan Kibum.

Wajah Yoomi seperti ingin menangis saat mengingat memori sewaktu peristiwa wafatnya orang tua mereka Yunmee menjadi seperti anak yg hilang akal yg hanya dia dan tidak makan selama ber-hari2. Ia dan oppa nya Heechul akhirnya dengan susah payah Yunmee bisa bangkit lagi tapi Yunmee berubah tidak seperti dulu lagi, tidak ceria lagi.

Kibum mengusap rambut Yoomi dengan lembut.
"Uri Mimi jangan menangis lagi ya, nanti disangkanya aku ini org jahat yg membuatmu nangis terus seharian ini."Yoomi mengangguk dan tersenyum ke arah Kibum, Kibum pun melayangkan senyum yg khas.
Senyum yg membuat siapa saja yg melihatnya akan terpesona.

"Mwo? Kenapa ban ku tiba2 bocor?"Kibum melihat ke arah ban depannya yg bocor. Ia pun berjongkok di samping bannya. Tiba2 sebuah mobil dengan tipe Toyota Celica hitam melintas dengan sangat kencang.

Yoomi menyadari lebih dulu keberadaan mobil itu dan menghalau Kibum agar menyingkir dari jalan.Kibum hanya terlempar karna dorongan Yoomi di pinggir jalan sedangkan Yoomi terkapar di jalan.
"Mimiiii........."teriak Kibum ke arah Mimi.

Yunmee keluar mendengar teriakan Kibum dan melihat adik satu2nya terkapar di jalan tak berdaya. Membuat Yunmee shock. Ia memegang kepalanya sendiri dengan kedua tangannya serta menggeleng2 dengan histeris dan berteriak "ANDWAEEEE....."Kibum dengan satu tangannya memegang kepala Yoomi, malah bingung dengan reaksi Yunmee yg masih berjongkok dan berteriak histeris di depan pintunya. Wajah Yunmee terlihat sangat ketakutan dan shock melihat adiknya terkapar.Ia seperti orang yg kehilangan akal.

Untung Heechul tiba tepat waktunya.
"Yoomi, Yunmee....."teriak Heechul kaget melihat kedua adiknya.
Sepintas dilihatnya seorang namja disamping tubuh Yoomi yg pingsan.Melihat Yoomi terkapar. Heechul menggendong Yoomi dan membawanya masuk ke dalam rumah.
"Ya! Aku minta tolong bantu aku memapah adikku Yunmee masuk kerumah."kata Heechul kepada Kibum sembari menunjuk ke arah Yunmee.

Sesampainya di dalam rumah Heechul meletakkan Yoomi di tempat tidur Yoomi dan menelepon dokter datang.
Sedangkan di luar Kibum bingung harus berbuat apa kepada Yunmee yg shock.
Dipegangnya kedua lengan Yunmee membantunya berdiri dan berjalan masuk ke dalam rumah serta mendudukan Yunmee di sofa.
"Noona....Sadarlah. Kumohon noona jangan begini."kata Kibum namun tidak ada reaksi dari Yunmee matanya masih dengan tatapan kosong. Heechul datang.

Heechul keluar dari kamar Yoomi.
"Uri Yunmee ini oppa."kata Heechul tapi tak ada reaksi dari Yunmee. Lalu Heechul mengambil sesuatu dari laci. Dan itu adalah obat penenang. Diminumkan ke Yunmee dan ia tertidur di sofa.

Dokterpun datang Heechul membukakan pintu dan mengarahkannya ke kamar Yoomi.
Kibum masih bingung sembari duduk ia menjaga Yunmee yg sudah tertidur di sofa.Dilihatnya sang noona terlihat tak berdaya.Kibum hampir saja meneteskan air mata namun ia segera berdiri saat dokter dan Heechul keluar dari kamar Yoomi.
"Dokter bagaimana keadaan yodongsaeng saya Yoomi."tanya Heechul cemas.
"Gwenchana, ia hanya mengalami luka memar dan tidak parah. Pingsannya mungkin dikarenakan shock. Tinggal tunggu ia sadar kemudian."jawab Dokter.
"Heechul hyung lalu bagaimana dengan Yunmee noona?"tanya Kibum.

"Nugu?"tanya Heechul yg baru sadar ada orang yg belum ia kenal dirumahnya.
"Ini aku Kibum."jawab Kibum.Heechul menghampiri Kibum dan memeluknya.
"Mianheyo aku tidak mengenalimu. Kalau Yunmee kurasa obat penenang itu sudah cukup jadi biarkan ia istirahat.
"kata Heechul.Lalu ia mengantar dokter keluar sampai pintu.

Kibum dan Heechul kini duduk berdua di meja makan.
"Kibum, bisa kau lihat uri Yunmee. Aku tidak tau harus bagaimana lagi menghadapinya.Ia sungguh bukan Yunmee yg kita kenal dulu. Semua waktu hanya ia habiskan untuk belajar. Sama sekali tidak ada teman. Bahkan ia mulai melakukan kelakuan anehnya. Ia sering jogging malam hari yg membuatku sangat khawatir." jelas Heechul.
"Hyung, aku ingin membantu noona kalau boleh."Dijawab dengan senyuman oleh Heechul seraya menepuk pundak Kibum.

Seperjalanan pulang Kibum kaget karna mobil tadi menyerempetnya.
Kibum mengegas motornya dan mengejar mobil tersebut sekuat tenaga.

"Takkan kubiarkan kau lolos kali ini BERENGSEK!!!!"teriak Kibum.Kebut2an tak terelakkan. Untungnya malam itu jalanan sedang sepi.Namun sialnya saat Kibum hampir menyusul mobil tersebut namun seseorang tiba2 hendak menyebrang.Dengan refleks Kibum mengerem motornya kuat2....
Hingga menimbulkan suara decitan ban yg sangat keras dan meninggalkan sebuah garis melingkar di aspal jalan.
Mobil tersebut sudah tak terlihat lagi.
"Aish.....KURANG AJAR KAU! LAIN KALI KAU HABIS DITANGANKU!!!!"Kibum seperti orang gila yg berteriak2 di jalan.

TBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar