Cast :
*Kim Heechul (sulung) 29th
*Kim Yunmee (No.2) 21th
*Kim Yoomi (Maknae) 17th kelas 3 SMA
Han Sisters : Sookyo & Sooyoo 17th kelas 3 SMA
Kim KiBum 18th kelas 3 SMA
Choi Soobyung => Sooby (Asisten Heechul)
Park Jung Soo (Guru Dance Sookyo)
Cho Kyuhyun 15th kelas 1 SMA (murid les Sooyoo)
Polisi :
Jang Wooyoung
Ok Taecyeon
Di sekolah.
Waktunya pulang sekolah, Yoomi menunggu Kibum di parkiran motor ia duduk di atas motor Kibum.
Karna lelah Yoomi tertidur dalam keadaan duduk di atas motor.
Tiba2 seseorang melemparkan sesuatu ke tangan Yoomi karna belum fokus karna mengantuk ia tidak jelas melihat orang yg melemparkan kotak itu barusan.
Dengan penasaran Yoomi membuka kotak tersebut.
"Aaaaaa........"Yoomi teriak sekencang2nya.
Kibum yg baru keluar dari lab fisika berlari menuju parkiran mendengar teriakan Yoomi.
Yoomi shock melihat isi kotak tersebut dan melemparnya.
“Mi, ada apa?”tanya Kibum.
“Itu.......”jawab Yoomi sambil menunjuk ke arah kotak yg ia lempar tadi.
Kibum mengambil kotak tersebut didalamnya ternyata ada sebuah boneka jerami kecil mirip boneka voodoo yg berlumur darah. Ia melemparkan kotak beserta boneka itu ke tempat sampah.
“Gwenchana mimi. Jangan takut ya.”Kibum mengusap kepala Yoomi yg masih shock.
Akhirnya Kibum mengantar Yoomi pulang seperti janjinya.
Di kediaman Han sister.
Sookyo sibuk merapikan keperluannya latihan dance. Ia bercita2 untuk menjadi dancer professional dan tidak jarang Sookyo tampil dalam beberapa event bersama klub tarinya. Sedangkan Sooyoo sibuk merapikan buku2 pelajaran kelas 1, Sooyoo bekerja part time sebagai guru les.
“My twins, nanti kalau kau pulang duluan bilang sama eomma aku pulang telat ya. Karna malam ini kami akan berlatih ekstra untuk pertunjukan 2 minggu lagi.”kata Sookyo.
“Ne my twins, eomma sepertinya juga akan lembur malam ini. Uri eomma kerja keras untuk kita berdua jadi kita harus berusaha untuk tidak mengecewakannya ya my twins.”kata Sooyoo.
“Nee...Algaesseumnida. Itu sudah pasti. Nanti kalau aku sudah sukses kita bertiga pasti akan hidup nyaman.” kata Sookyo pasti. Sooyoo mengangguk mengiyakan perkataan saudarinya tersebut.
Sooyoo berangkat lebih dulu, hari ini hari pertamanya mengajar kembali setelah bulan lalu ia selesai mengajar muridnya yg masih SMP sekarang ia akan mengajar murid SMA kelas 1.
Rumah nya begitu luas dalam benak Sooyoo. Di tekannya bel di gerbang rumah itu.
“Nuguseyo?”tanya si empunya rumah.
“Joneun Han Sooyoo imnida, yg akan mengajarkan les.”jawab Sooyoo.
“Chakaman Agasshi.”kata si empunya rumah lalu membukakan pintu gerbang. Sooyoo pun masuk kedalam rumah besar tersebut.
Di dalamnya sudah menyambut seorang wanita yg masih kelihatan cantik.
“Annyeong....”sapa Sooyoo.
“Wah, aku tidak menyangka ternyata guru lesnya masih sangat muda. Kau kelas berapa?”tanya nyonya itu.
“Aku kelas 3 SMA.”jawab Sooyoo.
“Masih muda ya kukira anak kuliahan yg akan mengajar anakku. Oh iya namaku Cho In Young. Chakaman, akan kupanggil anakku. Adeul...... Turunlah guru les bahasa inggrismu sudah datang.”panggil nyonya itu.
Tak berapa lama turunlah seorang namja tinggi putih berkacamata.
“Mwo? Guruku kenapa masih anak2?”ledek namja itu.
Sooyoo geram mendengar celaan calon muridnya itu.
“Mianhe songsaengnim, ini anakku Cho Kyuhyun. Ia memang tidak sopan.”kata Mrs. Cho.
“Gwenchana Mrs. Cho.”jawab Sooyoo sambil tersenyum.
Saat les tiba Sooyoo dengan serius mengajarkan Kyuhyun tapi tak sedikitpun ia memperhatikannya.
Sooyoo dibuat pusing oleh muridnya itu tapi Sooyoo tidak bisa melakukan apa2 hanya bisa melanjutkan menerangkan pelajaran kepada Kyuhyun walau Kyuhyun tidak menggubrisnya bahkan Kyuhyun sama sekali tidak mau memanggilnya songsaengnim ataupun noona.
“Ya Tuhan, sabarkanlah diriku.”batin Sooyoo.
Sedangkan di tempat lain Sookyo sibuk berlatih dance dengan pelatihnya Park Jung Soo.
“Ya! Sookyo gerakan macam apa itu! Mana tenagamu!”bentak Jung soo.
Karna sebentar lagi ia akan mengikuti pertunjukan jadi semua berlatih keras. Terutama Sookyo yg sangat berharap pada pertunjukan kali ini yg akan dihadiri oleh para pencari bakat.
Sookyo dengan keras berlatih. “Ya, sudah cukup untuk hari ini.”kata Jung Soo.
“Nee, sunbae....”jawab seluruh anggota klub dance kelelahan. Namun Sookyo tidak sama sekali mengeluh demi cita2nya. Sookyo beristirahat di pojok studio dance sambil mengelap seluruh keringat dan menghilangkan dahaganya dengan sebotol air mineral.
“Sookyo Ssi, jangan lupa untuk terus berlatih dirumah ya. Arasseo!”kata Jung Soo dan berlalu meninggalkan studio dance.
“Ne, algaesseumnida sunbaenim.”jawab Sookyo.
“Sookyo.....Badanku sangat lelah. Jung soo sunbae sangat keterlaluan saat melatih kita ya. Badanku serasa remuk.”kata seorang anggota dance.
“Menurutku sunbae itu pelatih yg hebat. Aku mau seperti dirinya.”jawab Sookyo pasti. Teman2nya yg lain hanya bisa menggeleng karna hanya Sookyo lah yg tidak pernah mengeluh saat latihan.
Di rumah keluarga Kim.
Kibum terlihat memarkirkan motornya didepan rumah Yoomi.
“Bum, kau mau masuk dulu?”ajak Yoomi.
“Ani, aku ada urusan. Salam untuk noona ya.”jawab Bum sekaligus pamit pulang.
Yoomi sangat senang dengan perhatian yg diberikan oleh Kibum. Ia melangkahkan kakinya masuk kerumah namun saat ia hendak membuka pintu ternyata pintunya tidak terkunci. Dan terlihat di dalam rumah sudah porak poranda seperti ada orang yg mengobrak abrik rumahnya.
Dengan gemetar Yoomi menelepon kakak Heechul.
“Oppa....”panggil Yoomi.
“Waeyo Yoomi? Oppa sedang sibuk.”jawab Heechul.
“Rumah kita di masukin orang asing, semuanya berantakan. Aku takut oppa....”Yoomi terdengar menahan tangisnya.
“Mwo? Yoomi kau cepat keluar dari rumah dengan perlahan dan tetap tenang lalu telepon kantor polisi oppa akan segera datang. Tunggu oppa. Ara!”perintah Heechul.
Yoomi pun menuruti kata2 oppanya.
Tidak beberapa lama Yunmee pulang namun terlihat di depan rumahnya sudah terparkir mobil polisi. Yunmee lalu berlari menghampiri rumahnya.
Dilihatnya Yoomi sedang ditanyai oleh dua orang polisi.
“Unnie.....”panggil Yoomi dan berlari berhambur ke pelukan unnienya.
“Yoomi gwenchanayo? Mworago?”tanya Yunmee panik.
“Gwenchana agashi, sudah tidak apa2. Tadi kami sudah memeriksa barang2 disini dan sampai sekarang belum ada barang yg hilang menurut pengakuan Yoomi Ssi.”kata seorang polisi dengan tubuh kekar.
“Ne, sampai saat ini belum ada barang yg terlapor hilang. Agasii.....”kata polisi yg satu lagi dengan perawakan yg lebih kurus dari polisi yg satunya sambil menyodorkan tangannya hendak berkenalan.
“Kim Yunmee imnida.”jawab Yunmee.
“Jang Wooyoung imnida.”ternyata polisi dengan perawakan kurus itu bernama Jang Wooyoung.
“Ah, joneun Ok Taecyeon. Hhe.”kata polisi dengan tubuh kekar itu tidak mau kalah.
Namun Yunmee sama sekali tidak tersenyum. Membuat polisi Wooyoung dan Taecyeon salah tingkah.
“Uhm, kalau begitu tugas kami sudah selesai. Dan kalau ada apa2 atau butuh bantuan jangan sungkan untuk menghubungiku.”kata polisi Wooyoung seraya memberikan sebuah kartu nama ke Yunmee. Polisi Taecyeon menarik lengan polisi Wooyoung dan izin pamit.
Setelah kedua polisi itu pergi Yunmee menghampiri Yoomi yg terduduk lemas di sofa.
“Mi, gwenchanayo?”tanya Yunmee khawatir.
“Gwenchana unnie.”jawab Yoomi dengan senyum yg dipaksakan. Yunmee memeluk erat adik satu2nya itu.
Heechul yg pulang tidak beberapa lama kemudian sangat mengkhawatirkan kedua yodongsaengnya tersebut. Tapi yg membuat Heechul heran karna tak ada satupun barang yg diambil oleh penyusup yg masuk kerumahnya. Heechul khawatir jika yg dicari penyusup itu belum ketemu, ada kemungkinan mereka akan kembali lagi. Tapi pikiran itu ia simpan untuk dirinya sendiri.
Kediaman Kim.
Malam itu Yunmee tidak pergi jogging karna khawatir pada Yoomi yg masih ketakutan.
“Unnie.....”panggil Yoomi. Yunmee membuka kacamatanya dan menutup buku yg dibacanya.
“Wae?”tanya Yunmee. Yoomi masuk kedalam kamar Yunmee dan berdiri di sebelah Yunmee sambil merangkul lengan Yunmee. “Boleh aku tidur di kamar unnie malam ini?”
Yunmee tersenyum lembut dan mengangguk lalu ia membimbing Yoomi ke atas kasurnya dan menyelimutinya. Dengan lembut mengusap kepala Yoomi dan ia memegang tangan Yunmee.
“Unnie, seperti inikah eomma kepada unnie saat eomma masih hidup?”tanya Yoomi polos.
Yunmee hampir saja meneteskan air matanya namun urung ia lakukan dan menatap lembut yodongsaengnya itu sambil tersenyum ia berkata “Ne Yoomi.”
Yoomi terlelap saat Yunmee terus mengusap lembut kepalanya. Betapa kasihannya Yoomi ia kurang merasakan kasih sayang eomma dan appa karna jauh dari mereka. Terakhir Yunmee mengecup lembut yodongsaengnya tersebut.
Dilihatnya Heechul sedang duduk di meja kerjanya, Yunmee menghampiri.
"Oppa, sudah larut kau tidak tidur?"tanya Yunmee.
"Sebentar lagi oppa tidur, kau juga tidur sana."jawab Heechul.
"Aku ada test besok jadi masih ingin belajar. Yoomi kebetulan tidur di kamarku."kata Yunmee.
Heechul merapikan mejanya. "Oppa, tentang masalah yg Kangin samchon bilang tempo hari apa itu benar?"tanya Yunmee.
Heechul terdengar mendesah panjang. Di usapnya kepala Yunmee "Kau tidak usah perdulikan hal itu, anggap kau tidak pernah mendengarnya ya. Oppa tidur dulu ya.". Heechul meninggalkan Yunmee sendiri.
Karna sudah larut Yunmee tidak sanggup menahan matanya lagi lalu ia tertidur dengan posisi terduduk dan kepalanya direbahkan di meja belajarnya.
"Ahhhhh........."Yunmee kaget karna baru saja ia memejam matanya ia sudah terbayang lagi mimpi buruk itu.
Biasanya Yunmee jogging tiap malam agar tubuhnya lelah dan bisa tertidur lelap tanpa terbayang mimpi buruk itu lagi.
Namun kali ini ia hanya bisa menahan matanya agar tetap terjaga dengan meneruskan bacaannya.
Pagi hari Yunmee memasak sarapan pagi.
Hp nya bergetar, ada sms dari Kibum < Mee noona aku ingin bertemu sebentar>
Yunmee keluar dari rumah dilihatnya tak jauh dari rumah ada Kibum menunggunya.
"Bum, waeyo?"tanya Yunmee.
"Noona, apa noona ingat waktu itu mimi pernah diserempet seseorang?"kata Kibum.
"Nde..."jawabnya singkat.
"Aku harap ini hanya perkiraanku saja. Tapi sepertinya ada yg tidak suka dengan mimi."kata Kibum.
"Mwo? Maksudmu?"tanya Yunmee.
"Pertama, ada yg hendak menyerempet mimi. Kedua, di sekolah ia mendapat terror berupa boneka voodoo berdarah. Dan kata mimi kemarin ada yg mengacak2 rumah noona. Aku khawatir yg diincar adalah mimi."jawab Kibum.
"JIncha? kalau begitu noona mohon bantuannya selama Yoomi disekolah kau jaga dia ya. Dan satu hal lagi kuharap kau tidak memberitahukan semua ini kepada Yoomi nanti ia tertekan."kata Yunmee.
"Ne, algasseumnida noona."kata Kibum pasti.
Yunmee hendak berjalan kembali kerumahnya namun kakinya slip dan hampir terjatuh tapi dengan sigap Kibum menahan pinggang Yunmee. Hingga posisinya membelakangi Yunmee.
Setelah dirasa ia sudah aman Kibum melepaskan tangannya dari pinggang Yunmee.
"Gomawo Bum...."kata Yunmee dijawab dengan senyuman Kibum yg sangat menawan. Yunmee pun berjalan kembali ke rumahnya.
Tanpa mereka berdua duga Yoomi melihat mereka dari jendela. Sekuat tenaga ia menahan air matanya ketika dilihatnya Yunmee masuk kerumah, Yoomi bersikap seperti tidak terjadi apa2.
Heechul tetap bekerja seperti biasa, di kantor ia sibuk mempersiapkan blue print yg baru untuk proyek selanjutnya.
“Asisten, fotokopi berkas materi rapat itu masing2 10 lembar, palli!”perintah Heechul pada Sooby. Padahal ia tahu ini sudah lewat jam kerja namun ia belum sama sekali menyudahi pekerjaannya. Terpaksa Sooby menemaninya.
“Sunbae, ini berkas2nya sudah kucopy semua.”kata Sooby sembari menyodorkan berkas2 ditangannya ke meja Heechul.
Namun Heechul seakan tidak perduli hanya melakukan pekerjaannya. Karna kecerobohannya Sooby menjatuhkan map2 yg ada di meja Heechul. Seakan takut Heechul marah Sooby dengan cepat membereskan map2 tersebut. “Mianhe Sunbae, mianhe.”kata Sooby gugup.
Heechul menatap ke arah Sooby dan dilihatnya ke jam tangannya sudah jam 21.00.
“Ah. Sudah malam. Asisten cepat bereskan barang2mu. Kita pulang.”kata Heechul.
“Ne?” Sooby seperti tidak percaya dengan kata2 Heechul barusan.
Heechul mengantar pulang Sooby, awalnya Sooby menolak namun wajah galak Heechul membuatnya tidak sanggup membantah kata2 Heechul.
“Heechul sunbae sampai disini saja. Aku akan jalan dari sini.”kata Sooby.
“Gwenchana? Rumahmu masih jauh atau sudah dekat?”tanya Heechul.
“Gwenchana, aku bisa jalan dari sini. Gomapsseumnida sunbae.”jawab Sooby dan keluar dari mobil Heechul. Ia sama sekali tidak menunggu lama dan Heechul langsung melaju pergi dari tempat itu.
Tidak beberapa lama Heechul melihat sebuah dompet di bangku sebelahnya.
“Mungkin ini dompetnya.”gumam Heechul dan memutar balik arah kendaraannya.
Saat tiba di jalan tempat ia menurunkan Sooby, Heechul kaget karna Sooby tiba2 sudah berganti pakaian dan dengan make up yg tebal lalu Ia menyetop taxi.
“Itu dia kan? Kenapa.... Dan selarut ini ia mau kemana?”Heechul hanya bisa bengong melihat Sooby dari kejauhan di mobilnya.
TBC....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar