Trouble Maker Jilid 07
Kim Family- Kim Heechul = Sulung (29th)
- Kim Yunmee = No.2 (21th)
- Kim Yoomi = Maknae (17th)
Han Sisters = Han Sooyoo & Han Sookyo
Choi Soobyoung/Sooby
Choi Sungmin/ Little Sungmin => Co - Ed <------bukan Lee Sungmin
Kim Kibum
Park Jung Soo
Cho Kyuhyun
The Lee's
Lee Hyukjae
Lee Sung Young
Pagi itu Heechul pergi ke RS tempat little Sungmin dirawat.
Heechul membawa bekal makanan untuk Sooby. Dilihatnya Sooby sedang menangis di meja recepsionis.
"Mworago?"tanya Heechul pada Sooby. Sooby berbalik melihat ke arah Heechul dan memeluk Heechul sambil menangis.
"Wae?"Heechul bingung, kedua tangannya berusaha untuk mendekap Sooby namun diurungkannya.
"Uri Sungmin ia menghilang Sunbae."jawab Sooby lalu melepaskan pelukannya saat seorang security RS datang.
"Bagaimana? Apa uri namdongsaeng sudah ditemukan?"tanya Sooby.
"Mianhamnida. Tapi kami sudah mengerahkan semua penjaga ke seluruh penjuru RS namun belum juga kami temukan."
Sooby terjatuh lemas bertumpu pada lututnya.
Heechul merasa sedih melihat Sooby. Dipegangnya kedua lengan Sooby dan ia berjongkok hingga dirinya dan Sooby berada dalam level pandangan yg sama.
"Kau harus kuat dan tenang. Kita pasti bisa menemukannya. Coba kau ingat lagi dimana tempat yg selalu ia kunjungi saat ia sedih?"tanya Heechul.
Sooby menatap Heechul nanar dan tiba2 ia baru teringat suatu tempat.
"Sepertinya aku ingat ia ada dimana. Sunbae maukah mengantarku."kata Sooby.
"Khaja."ujar Heechul.
Di dalam mobil, Heechul melajukan mobilnya ke tempat yg diberitahukan oleh Sooby.
"Sunbae, apa kau tahu keluarga kami begitu menyedihkan."kata Sooby. Heechul fokus mengendarai mobilnya sambil mendegarkan kata2 Sooby.
"Sejak umurku 11th aku hanya anak tunggal sampai akhirnya suatu malam Abeoji meninggalkan aku dan eomma karna wanita lain. Aku sangat terpukul kala itu, namun Eomma membuatku bertahan. Sampai akhirnya 1th kemudian seorang Ahjumma datang sambil menggendong seorang bayi. Mengatakan bahwa anak itu adalah anak Abeoji dan wanita itu. Mereka meninggal karna kecelakaan namun sebelum meninggal Abeoji menitipkan pesan berupa surat untuk aku dan Eomma agar merawat anak itu."
"Dan anak itu adalah Sungmin."lanjut Heechul. Dijawab dengan anggukan oleh Sooby.
"Awalnya aku sangat menentang kehadiran anak itu namun Eomma memaksa untuk merawatnya. Aku bertanya kenapa ia menerima anak itu. Dan jawab Eomma. 'Eomma tidak bisa selamanya berada disisimu dan jika Eomma tiada anak itu menjadi satu2nya keluargamu'. Aku tidak mengerti maksud eomma dan 5th kemudian Eomma meninggal. Ironisnya penyakit Sungmin dan Eomma sama yaitu penyakit Jantung. Barulah aku tahu kenapa eomma bicara seperti itu padaku."Sooby berusaha kuat, ia belum pernah menceritakan kisah hidupnya pada siapapun namun pada Heechul ia serasa ingin meluapkan segala isi hatinya.
"Bagaimana caranya kau menghidupi keluargamu sehari2?"tanya Heechul.
"Aku bekerja part time usai sekolah. Beruntungnya sekolahku masih dibiayai oleh samchonku Choi Soo Jong yg baru saja kembali dari Amerika tapi tidak bagi Sungmin. Samchon menolak mengeluarkan uangnya sepeserpun untuk Sungmin dan entah sudah berapa kali samchon menyuruhku untuk menaruhnya di panti asuhan namun aku menolaknya. Aku masih mengingat pesan Eomma sebelum ia meninggal. Dan seperti yg pernah sunbae lihat sejak itu aku mencari uang dengan menjadi penyanyi bar. Aku membiayai kebutuhannya dari penghasilanku. Entah mengapa yg membuatku sedih Sungmin berhenti sekolah sejak kelas 3SD." ujar Sooby.
"Wae?"tanya Heechul.
"Saat itu ia hanya bilang kepadaku tidak suka di sekolah. Dan baru aku tahu belakangan kalau ia tidak mau menyusahkanku yg sudah menyekolahkannya namun ia harus sering izin dari sekolah untuk berobat. Tapi ia tetap belajar dirumah. Ia anak yg pintar."jawab Sooby.
“Kau pasti bangga padanya.”kata Heechul dijawab dengan anggukan Sooby.
"Em begitu. Ah, itu bukan tempat yg kau maksud?"tanya Heechul sembari menunjuk ke suatu tempat.
Dan benar saja little Sungmin sedang berlutut di sebelah makam Eomma Sooby masih dengan baju pasien yg melekat pada tubuhnya. Sooby berlari memeluk namdongsaengnya.
"Sungmin-ah kau membuat noona khawatir, jangan lakukan itu lagi. Arasseo!"dekapan Sooby makin erat.
"Noona, aku tidak mau menyusahkan noona lagi. Aku tahu kita bukanlah saudara kandung dan Eomma bukanlah Eomma kandungku. Jadi aku tidak mau lagi menjadi bebanmu noona."ujar Sungmin.
PLAKKK.....Tamparan Sooby mendarat di pipi Sungmin menyebabkan pipinya memerah.
Lalu Sooby memeluk namdongsaengnya lagi. "Sudah berapa kali noona bilang walau harus mengorbankan nyawa noona akan selalu menjaga dan melindungimu. Kau satu2nya keluarga noona. Tanpa kau noona tidak bisa hidup. Arasseo! Jadi buang jauh2 semua pikiran itu."
"Ne, noona...."mereka pun berpelukan erat dengan air mata berlinang.
Heechul, "Cuaca sedang tidak bersahabat kau bisa tambah sakit. Kita kembali ke RS. Khaja."
Merekapun kembali ke RS.
Esok harinya.
Kediaman Han.
Han Sooyoo sedang sibuk berdandan. Saudarinya Sookyo heran melihat kelakuan saudari kembarnya. “My twins, kau mau kemana? Bukankah hari sabtu kau tidak ada Les?”tanya Sookyo.
“Ne, aku memang tidak ada Les tapi aku ada janji. Nah aku pergi dulu ya My twins. Khanda.”ujar Sooyoo.
“Mwo?”Sookyo hanya bengong keheranan.
Di luar rumah tanpa sepengetahuan Sookyo sudah menunggu Park Jung Soo yg menjemput Sooyoo.
“Cantik sekali Han Sookyo.”batin Jung Soo melihat penampilan Sooyoo yg sangat feminim dengan Baby doll dress berwarna putih dengan panjang selutut dengan sepatu tanpa heels berwarna gold.
“Sunbae, kita pergi sekarang?”tanya Sooyoo.
“Ne, Sookyo Ssi. Khaja.”jawab Jung Soo.
Tak berapa lama Sooyoo pergi ada seseorang yg menekan bel pintu rumah Sookyo.
Dengan semangat Sookyo membuka pintu dilihatnya seorang yeoja berdiri membelakanginya.
“Nugu?”tanya Sookyo. Dan yeoja itu pun berbalik.
“Kau Han Sooyoo?”tanya yeoja itu.
“Kau bukannya Sung Young anak kelas 1 itu kan. Mau apa kau kemari?”tanya Sookyo heran.
Sung Young berusaha melayangkan tamparan ke wajah Sookyo namun Kyuhyun yg baru tiba menahannya.
“Sung Young-ah sudahlah jangan lakukan itu.”kata Kyuhyun sambil menahan tangan Sung Young.
“Hyunnie, kau ini. Dia sudah memukulmu sahabatku. Aku tidak terima. Aku harus beri dia pelajaran!”kata Sung Young dengan suara keras.
“Sudah cukup ayo kita pergi. Tak ada gunanya. Khaja.”kata Kyuhyun sembari menarik tangan Sung Young.
“Ya Han Sooyoo ingat aku tidak akan tinggal diam kalau kau berani menyentuh sahabatku Kyuhyun lagi.”teriak Sung Young dari kejauhan. Dan mereka pun pergi dari rumah Sookyo dengan sebuah mobil yg berhenti di depan rumah Sookyo.
“Aish.... Bocah itu. Huh, ternyata bodyguardnya galak juga.”gumam Sookyo.
Kediaman Kim Family.
Seperti biasa Heechul pergi menjenguk Sungmin dan menemani Sooby di RS.
"Mee eon, Oppa keliatan sangat berbeda semenjak ada Sooby unnie ya?"tanya Yoomi polos.
"Nde, kau benar. Tapi bukankah itu bagus?"jawab Yunmee.
"Ne, uri oppa keliatan lebih manusiawi. Hehe."kata Yoomi.
"Mimi, unnie ingin mengajakmu pergi. Sekarang berdandanlah."ujar Yunmee.
"Jongmalyo? Ara, aku akan berdandan sudah lama kita tidak berjalan2 bersama ya unnie."kata Yoomi dan ia berlari ke kamar nya berganti pakaian serta berdandan.
Mereka berdua sampai di pintu masuk Lotte World.
"Mee eon, sedang apa kok kita masih disini. Eonnie nunggu siapa?"tanya Yoomi penasaran.
"Nah itu dia datang."jawab Yunmee sambil menunjuk ke arah seseorang yg datang.
Seorang namja dengan senyuman manis berkacamata dan memakai topi.
"Mianhe mee noona aku telat. Mimi, kau ikut juga?"
"Bum, jadi yg noona tunggu itu Bummie?"tanya Yoomi dijawab anggukan oleh Yunmee.
"Mian...Mianhe....Aku telat Frozen Lily...."Hyukjae datang dengan terengah-engah.
"Gwechana Hyukjae Ssi. Khaja."kata Yunmee. Hyukjae, Kibum dan Yoomi bingung.
"Frozen Lily, ini double date ya?"bisiknya.
"Hem....Kalau menurutmu seperti itu maka ini double date."jawab Yunmee.
"Ya...Unnie apa yg kau rencanakan. Apa kau tidak kasihan pada Bum?"batin Yoomi sambil melirik Kibum yg tetap tenang berjalan di sampingnya.
Suasana semakin aneh saat tidak ada seorang pun yg buka suara. Hyukjae pun memulai percakapan.
"Frozen Lily, kita mau main kemana?"
"Hem, terserah kau. Kalau yg lainnya setuju aku juga setuju."jawab Yunmee.
"Ah, Mimi sepertinya aku harus ke suatu tempat kau mau menemaniku?"ajak Kibum tiba2.
"Mwo?"Yoomi bingung.
"Mianhe, noona aku pinjam Mimi ya. Annyeong."kata Kibum dan menggandeng Yoomi pergi.
Hyukjae bingung dan melirik ke arah Yunmee yg masih tanpa ekspresi.
"Ehem...."Hyukjae berdehem.
"Bagaimana kalau kita nonton film saja?"tanya Hyukjae.
"Ne."jawab Yunmee singkat.
Sesampainya di bioskop mereka memutuskan untuk menonton film action.
Di dalam bioskop menunggu film diputar Hyukjae meninggalkan Yunmee untuk membeli makanan.
"Chakaman Frozen Lily. Aku pasti kembali."kata Hyukjae cengengesan.
"Ne."jawabnya singkat.
Orang2 lalu lalang masuk ke dalam bioskop. Posisi duduk Yunmee persis dipinggir jalan tengah bioskop.
Seorang melewati Yunmee, saat itu Yunmee merasakan aura yg sangat aneh. Iapun panik ketakutan.
Entah mengapa perasaan saat tragedi kematian orang tuanya itu kembali.
Rasa takut itu tak juga hilang.
Hyukjae melihat keanehan pada Yunmee dan menaruh makanan serta minuman yg ia bawa.
"Frozen Lily....."Hyukjae memanggil namun Yunmee sama sekali tidak merespon.
Tatapan matanya nanar dan tubuhnya bergetar hebat.
"Ya...Kim Yunmee gwenchanayo?"Hyukjae panik dan mengguncang2 pelan tubuh Yunmee.
"Jebal, keluarkan aku dari sini."lirih Yunmee dengan ekspresi ketakutan dan air matanya menetes.
Tanpa menunggu lama Hyukjaepun merangkul Yunmee dan membawanya keluar dari bioskop.
Ia mendudukan Yunmee di sebuah bangku panjang di luar bioskop.
"Gwenchanayo?"tanya Hyukjae.
"Gwenchana."jawab Yunmee.
"Chakaman aku akan membelikanmu minuman lagi yang tadi aku tinggalkan di bioskop. Tunggu aku."kata Hyukjae.
Yunmee hanya mengangguk.
"Eotteokae? Apa orang itu berada dalam satu ruangan yg sama denganku?"batin Yunmee.
Tidak sengaja ia menjatuhkan tas tangannya. Semua isinya berhambur keluar. Lalu ia berusaha merapikan barang2nya.
Namun saat ia berusaha bangkit usai mebereskan barang2nya ia tak sengaja melihat namja Y dari kejauhan.
"Dia....Argh..."Yunmee merasakan sakit yg teramat sangat di kepalanya ia saat melihat namja Y.
Yunmee memegang kepalanya dan Ia pun jatuh pingsan.
TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar