Trouble Maker 09
Kim Family- Kim Heechul = Sulung (29th)
- Kim Yunmee = No.2 (21th)
- Kim Yoomi = Maknae (17th)
Han Sisters = Han Sooyoo & Han Sookyo
Choi Soobyoung & Choi Sungmin (Co-ed)
Kim Kibum
Shim Changmin
No Min Woo
Nickhun
Choi Siwon
Song Hyena
Yesung
The Lee's
Lee Donghae
Lee yoori
Lee Chae Rie
Sweet appereance : Park yeon Rie => Rieyuzha Mizuki<----bini ibum....
Kantor Heechul.
Heechul bersiap untuk pulang dari kantor sampai Changmin menegurnya.
“Heechul-ah, temani aku kita minum bersama.”
“Mwo? Tapi....”
“Jebal, aku sedang kesal. Come on... Aku butuh teman saat ini.”
Heechul menatap sahabatnya yg sedang kacau.
Walau Heechul lebih tua 4th dari Changmin tapi mereka sangat akrab tanpa harus memakai panggilan "Hyung"
Heechul merasa Ia tak seharusnya meninggalkannya sendiri.
Iapun mengiyakan ajakan Changmin namun sebelum itu ia mengetik pesan singkat untuk Sooby.
Mianhe, aku tidak menemanimu di RS malam ini.
Entah mengapa tangannya pun enggan menekan tombol send. Pada akhirnya ia tidak mengirimkan pesan tersebut.
Di RS.
Sooby menatap ke arah pintu kamar tempat little Sungmin dirawat.
“Noona menunggu Hyung kah?”tanya little Sungmin.
“A...Aniyo! Sungmin-ah kau membuat Noona kaget saja. Kenapa kau terbangun? Apa kau haus atau lapar? Atau ada yg bisa Noona lakukan untukmu?”
“Noona..... Sudahlah jangan memperlakukan aku seperti bayi. Aku sudah 14th.”
“Aigooo....Ternyata jagoan kecil kita sudah besar ya.” kata Dokter Min Woo.
“Min Woo Ssi, kau datang untuk memeriksakan keadaan uri Sungmin. Semalam ini?”tanya Sooby.
“Malam, hem sepertinya masih sore. Kebetulan aku tugas malam. Nah sekarang kita lihat keadaanmu.”dengan seksama Min Woo memeriksakan keadaan little Sungmin.
“Ah, Sooby Ssi kudengar kau bekerja di kantor Hyena? Apa kau kenal Shim Changmin?”
“Ye? Ah Changmin Ssi. Aku kenal tapi tidak terlalu dekat. Wae?”
“Ani, aku hanya penasaran saja. Nah, sudah selesai. Khanda.” Min Woo meninggalkan Sooby yg penasaran dengan pertanyaannya. Untuk apa Min Woo Ssi menanyakannya? *batin Sooby.
Flash Back di kediaman Song Hyena.
Hyena dibuat kesal oleh kelakuan Changmin. Tak habisnya ia menggerutu menyumpahi Changmin.
“Hyeen, sebenarnya ada apa antara kau dengannya?”tanya Min Woo tapi melihat wajah Hyena yg berubah cemberut ia pun kembali berkata, “Kalau kau tidak mau menjawabnya aku mengerti Hyeen.”
“Min Woo, aku mau istirahat. Kalau boleh tinggalkan aku sendiri. Mianhe.”
“Ne, algaesseumnida Hyeen. Annyeong.”
End Flash Back.
“Heechul-ah kau tahu, semua wanita itu jahat. Tidak “dia” tidak uri eomma yg meninggalkanku begitu saja saat aku masih kecil. Semua sama....!!!!!”Changmin meracau tidak jelas dalam keadaan mabuk di sebuah kedai.
“Changmin-ah, sudahlah kau sudah sangat mabuk. Hentikanlah.”Heechul berusaha mengambil gelas soju yg dipegang Changmin. Namun ia menepisnya.
Changmin menoleh ke arah Heechul menatap dengan matanya yg sudah memerah dan mulutnya yg sudah bau alkohol. Di pegangnya kedua bahu Heechul.
“Kau tahu, kau sangat beruntung! Tidak berurusan dengan wanita yg hanya bisa menyusahkan dan menghancurkan hatimu. Cih, paboeya. Jangan2 kau itu homo. Hahaha....”
“Ya! Jaga mulutmu Shim Changmin aku bukan homo!!!Dan siapa bilang tidak ada wanita yg aku suka. Kau salah!” dengan nada tinggi ia membuat semua orang yg ada menoleh ke arahnya.
Iapun segera menyesali perbuatannya, ia melihat Changmin yg ternyata sudah tidak sadarkan diri.
“Aiiisssshhh...Jongmal, ya! Shim Changmin kau menyusahkanku saja.”gerutu Heechul.
Iapun memapah Changmin, membayar makanan dan minuman mereka lalu mengantar Changmin pulang.
Taman, Pukul 22.00
Yunmee seperti biasa sedang jogging, terdengar langkah kaki seseorang mendekat. Yunmee menyadarinya lalu segera mempercepat langkahnya. Namun sialnya ia terkejar dan tangan seseorang membekap mulutnya serta merapatkan tubuh Yunmee ke sebuah pohon besar.
Deru jantung Yunmee berdetak di atas normal. Wajahnya menampakan ketakutan.
"Sssttt....Mee noona diam...Ada seseorang yg mengikutimu dari belakang."
Ditatapnya orang tersebut adalah Kibum, tidak berapa lama tangan Kibum yg membekap mulut Yunmee pun dilepasnya.
"Kibum....."
"Ne, noona. Dari tadi aku melihat seseorang membututimu sudah 2 hari ini."
"Mwo? 2 hari....Selama 2 hari itu kau juga membututiku?"
"Ne, noona. Apa noona terganggu?"
"Animnida, tapi kenapa kau bisa tau?"
"Aku mendengar cerita tentang kebiasaan noona yg jogging malam hari, membuatku khawatir jd aku mencoba untuk...Ehem...Menjaga noona."
Ditatapnya wajah Kibum, rona wajah Kibum bersemu merah karna tatapan Yunmee.
"Kibum-ah, aku rasa kita pernah membicarakannya kalau hubungan kita...."
"Hanya sebatas adik kakak kan noona? Ne arasseo, tapi apa aku tidak boleh tetap melindungi noona?"
Disentuhnya pipi Kibum, dibelainya lembut oleh Yunmee, "Gomawo Kibum-ah. Noona bersyukur masih ada kau yg melindungi noona. Andai noona punya namjadongsaeng sepertimu...."
"Aku bahagia walau hanya menjadi namdongsaengmu noona."
Senyum melekat pada bibir mereka berdua. Namun senyum Kibum terasa sangat pahit karna dipaksakan.
Keesokan harinya.
Yoomi masih memikirkan seorang pelayan bernama Lee Donghae, sebuah dorongan yg besar membuat rasa ingin tahunya memuncak. Ia seperti telah mengenal namja itu sebelumnya. Hingga perasaannya pun berdesir.
"Ya! Kim Yoomi!....."panggil Han Sisters.
"Aaaaiiisssshhhh....KALIAN BENAR2 CARI MATI YA......"bentak Yoomi dan berlari mengejar mereka berdua seperti anak kecil. Sampai Sooyoo menabrak seseorang,"Omo....." Sooyoo terjatuh.
Sebuah tangan dijulurkan, "Gwenchana?"
"Gwenchana, mianhe sudah tidak hati2 tadi."kata Sooyoo.
Han sister dan Yoomi menatap yeoja yg ada dihadapan mereka dengan takjub, ia sangat feminim dan anggun.
"Kau anak baru ya disini?"tanya Sookyo.
"Ne, aku dari kelas 3A. Joneun Park Yeon Rie imnida."senyum Yeon Rie sangat menawan "as a princess"
"Berarti kau sekelas dengan Kibum ya?"tanya Sookyo yg punya kebiasaan ingin tahu. Yoomi pun kembali menatap Yeon Rie.
"Ada apa memanggil namaku?"Kibum datang setelahnya.
"Kibum Ssi, mereka hanya bertanya kepadaku apakah aku sekelas denganmu."jawab Yeon Rie.
"Ah, begitu...."
"Bum...."Yoomi berusaha membuka suara. "Kibum Ssi, tadi kau dipanggil oleh Mr Zhoumi."kata Yeon Rie.
"Arasseo..."
"Aku temani ya..."kata Yeon Rie seraya menggandeng lengan Kibum.
Yoomi hanya bisa menatap nanar Kibum yg berlalu bersama Yeon Rie.
Sepulang sekolah Yoomi tidak diantar oleh Kibum yg sibuk dengan klub fisika nya.
Saat di halte, ia menatap nanar ke arah seberang jalan. Wajahnya lesu tak bergairah.
Namun tidak sengaja matanya menangkap seseorang yg melintas di seberang jalan.
Sontak ia berdiri dan hendak menghampirinya tapi ia tidak menyadari sebuah bus yg melintas, dengan cepat ia menghindar. Hampir saja ia celaka. Saat ia kembali melihat ke seberang jalan orang yg ia cari sudah tidak terlihat.
Kakinya serasa lemas. "Kau mencariku?"bisik seseorang di sampingnya.
Yoomi pun kaget tapi ia tidak berani melihat orang yg sedang berbicara di sampingnya.
"Kau.....Lee Donghae kah?"tanya Yoomi gugup tanpa melihat orang itu.
"Sebegitu penasarannyakah sampai2 kau hampir kehilangan nyawa demi mengejarku?"
Yoomi terdiam, ia kemudian memberanikan menatapnya.
Sekarang nampak jelas namja bernama Lee Donghae itu di hadapannya.
"Wae? Kau tertarik padaku?"Donghae mendekati Yoomi hingga ia menyingkir satu langkah ke belakang.
Namun Yoomi terdiam tak mengeluarkan sepatah katapun. Donghae mendekat dan berjalan perlahan ke samping Yoomi dan berbisik di belakangnya.
"Annyeong..."
Saat Yoomi berbalik ternyata Donghae sudah naik ke bus di belakangnya.
Ia hanya bisa menatap dari jauh Donghae yg melambaikan tangannya di bus dengan tersenyum.
"A...Ada apa denganku?"batin Yoomi seraya menepuk kedua pipinya.
****
Hari yg ditetapkan untuk Photoshootpun tiba. Chae Rie tadinya tidak yakin akan jawaban Siwon.
Tapi ia tidak mungkin membiarkan artisnya Lee Yoori terkena masalah hukum jadi ia berbohong kepada Fotografer Hwang kalau Choi Siwon setuju.
Namun selang waktu 1 jam kehadiran Choi Siwonpun tidak nampak. Membuat semua orang panik.
"Unnie-ya....Lama sekali aku capek..."keluh Yoori yg sudah rapi dengan make up dan wardrobe untuk session photoshoot kali ini.
Fotografer Hwang pun tak kalah panik. "Chae Rie Ssi, apa kau tidak membohongiku?"
"Animnida, aku yakin ia pasti datang." dilihat ponselnya tak ada satupun sms balasan dari Siwon semenjak ia mengirimkan pesan singkat tentang photoshoot kali ini tadi pagi.
"Ah, mianhamnida aku telat. Ada keperluan mendadak tadi."kedatangan Choi Siwon disambut gembira seisi studio.
Terutama Chae Rie yg lega sekali melihat kedatangan Choi Siwon namun tidak dengan Yoori.
Secara profesional keduanya melakukan session photoshoot dengan sangat baik.
Seakan tidak ada masalah sama sekali dengan mereka.
Seusai photoshoot Chae Rie mencari keberadaan Choi Siwon.
"Jogiyo, apa kau melihat Choi Siwon Ssi?"tanya Chae Rie kepada salah seorang staf.
"Aku melihatnya tadi di ruang make up."
"Gomawo."
Chae Rie berjalan menuju make up room dan benar saja Siwon masih berada disana. Namun sedang mengobati kakinya yg terluka. Chae Rie pun mendekat, ia berlutut menghampiri kaki Siwon yg terluka tepatnya di lututnya. Membuat Siwon terkejut.
"Chae Rie Ssi apa yg kau lakukan? Biar aku saja."Siwon memaksa untuk mengobati kakinya sendiri. Tapi Chae Rie bersikeras mengobatinya.
"Nah, sudah selesai. Siwon Ssi apa yg terjadi hingga kau terluka?"
"Ah hanya persoalan sepele tadi saat aku buru2 datang kesini setelah mendapat sms darimu aku tak sengaja tertabrak motor yg melintas saat menyebrang. Dan melukai kakiku sedikit. hehehehe."Siwonpun terkekeh.
Chae Rie menunduk, air matanya menetes di lutut Siwon. Siwon memegang dagu Chae Rie dan menengadahkan kepalanya hingga ia bisa melihat jelas Chae Rie menangis."Mworago? kenapa kau menagis?"
"Mianhe...Jongmal mianhe, aku yg tidak sabaran terus mengirimmu sms dan membuatmu terburu buru dan terluka. Mianhe jongmal mianhe Siwon Ssi. "
Siwon menarik selembar tissu di meja rias dan mengusap air mata Chae Rie.
"Aigo, kau ini cengeng sekali. Kau ini kan manager artis kenapa begitu lemah."Siwon pun tersenyum pada Chae Rie.
Yoori menatap mereka berdua dari luar make up room.
"Aish, Chae Rie unnie, bisa2nya kau terjebak oleh namja angkuh itu."batin Yoori kesal.
Ia pun melangkahkan kakinya menjauh dari tempat itu.
Dengan jengkel ia menyetop taxi yg melintas.
"Mau kemana Agasshi?"tanya supir taxi.
"Nanti aku beritahu ahjussi sekarang jalanlah. Palli!"bentak Yoori.
Ia memutuskan kembali ke kampus.
Dan ia melihat Nichun dari kejauhan, ia sedang mengobrol dengan teman2nya di kantin kampus. Ia memutuskan untuk mendekat. Tapi ia kembali mengingat kejadian kemarin dan ia urung mendekati Nickhun ketika ia berbalik ia berpapasan dengan Yesung.
"Aigo, Lee Yoori kau mengagetkanku saja. Kukira malaikat yg turun dari langit di hadapanku."kata Yesung sambil cengengesan.
"Jogiyo, aku mau lewat."kata Yoori.
"Aish, galak sekali kau. Ayolah kita ngobrol sebentar."bujuk Yesung sambil memegang lengan Yoori.
"Lepaskan aku...!!"bentak Yoori dan menampar Yesung membuat semua orang melihat ke arah mereka.
Yoori berlari meninggalkan Yesung yg dipermalukan di hadapan umum dan semua orang menertawakannya.
"Awas kau Lee Yoori. Kau akan kubalas!!!...Argh!"teriak Yesung.
Buuukkk....Yoori berpapasan dengan Yunmee di tangga yg memegang beberapa buku di tangannya hingga terjatuh semua.
"Ya! kau tidak punya mata!"bentak Yoori.
Namun seakan mengabaikan bentakan Yoori, Yunmee pun memunguti buku2nya yg berserakan.
Yoori semakin kesal dan menarik bahu Yunmee mencoba menampar Yunmee namun tangan Yunmee lebih cepat menahan tangan Yoori. Dan Yoori pun menepis tangan Yunmee dan menampar wajah Yunmee dengan keras hingga darah segar keluar dari ujung bibir Yunmee.
Semua orang menatap keributan tersebut.
"YA!LEE YOORI APA KAU SUDAH BOSAN HIDUP!!!"bentak Yunmee dengan ekspresi yg menyeramkan.
Membuat Yoori mundur 1 langkah.
"Ya..Lee Yoori apa yg kau lakukan?" kata Nickhun yg baru saja datang.
Yoori pun berlari dari tempat tersebut.
Sehari kemudian di kediaman Kim family.
Pagi itu seperti biasa Yunmee memasak untuk sarapan. Heechul sedang membaca koran dan Yoomi sedang membantu yunmee merapikan meja makan.
Ting Tong......
"Biar aku saja yg buka."kata Yoomi.
Dibukanya pintu oleh Yoomi.
"Benarkah ini rumah Kim Yunmee?"tanya seorang petugas polisi.
"Nde, nae Yunmee imnida. Wae?"tanya Yunmee yg baru saja datang.
"Anda ditangkap atas dakwaan tindak kekerasan."
TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar