Kamis, 17 Februari 2011

Trouble Maker Jilid 10

Trouble Maker Jilid 10

Kim Family
- Kim Heechul = Sulung (29th)
- Kim Yunmee = No.2 (21th)
- Kim Yoomi = Maknae (17th)

Han Sisters = Han Sooyoo & Han Sookyo
No Min Woo
Yesung
Park Sooyoung Appereance
Ok Taecyeon & Jang Wooyoung (polisi)
Kyuhyun

The Lee's
Lee Chae Rie
Lee Hyukjae
Lee Yoori
Lee Seungmi

Sehari kemudian di kediaman Kim family.
Pagi itu seperti biasa Yunmee memasak untuk sarapan. Heechul sedang membaca koran dan Yoomi sedang membantu yunmee merapikan meja makan.
Ting Tong......
"Biar aku saja yg buka."kata Yoomi.
Dibukanya pintu oleh Yoomi.
"Benarkah ini rumah Kim Yunmee?"tanya seorang petugas polisi.
"Nde, nae Yunmee imnida. Wae?"tanya Yunmee yg baru saja datang.
"Anda ditangkap atas dakwaan tindak kekerasan."
"MWO? APA KESALAHAN URI DONGSAENG?"tanya Heechul dengan nada tinggi.
"Mari kita bicarakan di Kantor polisi, KIM YUNMEE ssi anda berhak didampingi oleh pengacara."kata petugas polisi tersebut dengan memborgol tangan Yunmee.
Yunmee shock sampai2 ia tidak sanggup berkata2. Yoomi hanya bisa menangis di pelukan Heechul.
Heechul menelepon seseorang."Yeoboseyo, aku perlu bantuanmu...."

Di Kediaman Han Sister.
Sooyoo terlihat mengurung diri di kamar, ia bahkan tidak makan tadi malam dan sarapanpun ia tidak turun untuk makan.
Eomma Han Sister mengkhawatirkannya dan menyuruh Sookyo untuk mencaritahu masalah yg sedang dialami saudari kembarnya itu.
"My twins, gwenchanayo?"tanya Sookyo.
"Ah, ye....Gwenchanayo..."terlihat Sooyoo menyeka air matanya.
"Ada apa denganmu sejak semalam setelah mendapat sebuah sms kau langsung berubah diam."
"Ani....Aku hanya tidak enak badan. My twins aku boleh minta tolong?"
"Ne, minta tolong apa?"
"Tolong kau kasih tahu wali kelas kalau aku izin karna sakit hari ini."
"Aphayo?Dimana yg sakit my twins?"
"Hanya butuh istirahat my twins. Jebal, bantu aku ya."Sooyoo memohon dengan sangat.
"Algaesseumnida, aku akan kasih tahu wali kelas kalau kau sakit. Sekarang aku siap2 ke sekolah. Kau istirahat saja ya."ujar Sookyo sembari mengelus saudari kembarnya tersebut.

Tak berapa lama Sookyo pergi ke sekolah. Ternyata tanpa sepengetahuan Sookyo, Sooyoo bersiap2 hendak pergi ke suatu tempat.
Han Sookyo seperti biasa mendengarkan ipod kesukaannya dan menyetelnya keras2 hingga ia tak sadar seseorang memanggil namanya. Sampai orang itu emosi dan menarik bahu Sookyo dengan kasar. Sontak emosi Sookyo meluap.
"YA! APA MAUMU!!!"bentak Sookyo kepada orang tersebut.
"HAN SOOKYO....BERANI NYA KAU MENGACUHKANKU!"
"MWO! AIISHHH....JONGMAL PABOEYA.....MEMANGNYA KAU SIAPA!"
"AKU CHO KYUHYUN!!!! AKU ORANG YG TIDAK BOLEH TIDAK KAU PEDULIKAN. ARA!!!!"
PLAKKK.....Seseorang menampar Kyuhyun. Han Sookyo dan Kyuhyun pun kaget.

Di Kantor Polisi.
Yunmee duduk terpaku di bangku di hadapan petugas polisi yg nampaknya bingung dengan Yunmee yg tanpa ekspresi.
"Ya Ok Taecyeon lain kali jangan ajak aku patroli ke daerah seperti itu. Membuatku lelah karna setiap tempat selalu ada masalah."kata seorang Petugas polisi yg baru saja datang.
"Omo, Wooyoungie, liat siapa yeoja yg duduk disana."kata Taecyeon seraya mengarahkan telunjuknya ke arah Yunmee.
"Ya! Ok Taecyeon, aku tidak bermimpi kan. Itu si agasshi tanpa ekspresi yg kita lihat."kata Wooyoung dengan ekspresi 'pabo'. Dibalas anggukan oleh taecyeon.
Wooyoung memanggil petugas yg sedang menginterogasi Yunmee. Petugas itupun langsung datang, berhubung Taecyeon dan Wooyoung adalah sunbaenya.
"Ne hyungs. Mworago?"tanya petugas itu.
"Kasus apa yg dialami oleh agasshi itu?"tanya Taecyeon dengan berbisik.
"Oh, kasus kekerasan. Dan yg tidak tanggung2 korbannya adalah Lee Yoori seorang model yg sedang naik daun."
"Mwo! Uri Yoori yg jadi korban. Aish jongmal yeoja itu membuatku kesal."ujar taecyeon emosi.
"Shirooo...Taec, kau harus profesional. Kau ini kalau masalah artis kesukaanmu pasti saja emosi."ujar Wooyoung sembari menahan tubuh Taecyeon dengan susah payah.

Datang seorang yeoja dan namja menghampiri Yunmee.
"Yunmee-ya....Gwenchanayo?"
"Ah, ye Heechul oppa. Nae gwenchana."
"Perkenalkan Yunmee ssi, Park Sooyoung imnida. Pengacaramu."ujarnya seraya menyodorkan tangannya. Yunmee menyambut tangannya.
"Aku Hoobae nya dulu di universitas."lanjut Sooyoung.
"Hoobae?Kau jurusan arsitektur?"tanya Yunmee.
"Nde, awalnya seperti itu tapi ternyata aku lebih senang dengan hukum. Sekarang coba kita lihat sebenarnya bagaimana kasusmu."
Sooyoung pun berbicara dengan petugas polisi. Terlihat dari kejauhan polisi Wooyoung menenangkan emosi Polisi Taecyeon.

Sooyoung kembali setelah mendengar penjelasan dari polisi.
"Sooyoung ssi, eooteokae?"tanya Heechul.
"Menurut kronologis kejadian yg aku dapat dari polisi, Lee Yoori ssi mengaku telah diserang oleh seseorang yg memakai topeng di tangga kampus. Dan banyak saksi yg telah melihatmu mengancam Lee Yoori sebelum kejadian itu. Lee Yoori belum mengiyakan tapi juga tidak membantahnya. Dimana kau sekitar jam tersebut? Apa benar seperti yg polisi tadi katakan kalau kau sendirian di perpustakaan hingga malam tanpa adanya saksi?"tanya Sooyoung dijawab anggukan oleh Yunmee.
"Ah, itu sulit kau tidak punya alibi. Lagipula kau memegeng kunci perpustakaan juga."
"Frozen Lily...Ani maksudku Kim Yunmee ada bersamaku di perpustakaan saat itu."tiba2 Hyukjae datang membela Yunmee membuat Heechul kaget. "Ya! Bocah kau siapa! Apa yg kau lakukan bersama uri Yunmee berdua di perpustakaan!"bentak Heechul yg kurang menyukai kedatangan Hyukjae.
"Mwo? Apa Yunmee belum cerita kalau kami sudah pacaran?"
"Hentikan Hyukjae ssi, kau bisa ditahan kalau memberikan kesaksian palsu."ujar Yunmee.
"Aish, jongmal bocah ini.Jaga mulutmu."bentak Heechul.
"Yunmee Ssi, aku hanya ingin membantumu."
"Andwae, aku yakin kalau Yunmee tidak bersalah maka kita harus selesaikan kasus itu dengan sebaik mungkin. Arachi Hyukjae Ssi."ujar Sooyoung. Hyukjae hanya bisa lemas tanpa berkata apa2.

Di Kampus Yunmee.
Seungmi berkali2 mondar mandir di depan Kelas Yesung.
Saat kuliah usai semua mahasiswa keluar dari kelas termasuk Yesung. Seungmi langsung menarik lengan Yesung dengan kasar. Hingga Yesung berontak dan menepis tangan Seungmi.
"Ya! Lee Seungmi kau ini ada apa!"bentak Yesung.
"Yadonger, aku tahu kau yg menyerang Yoori bukan!"desak Seungmi.
"MWO! JAGA MULUTMU HANTU PERAWAN!..Aku bukan orang yg serendah itu. Kau kira mentang2 aku playboy dan kasar kepadamu aku lalu bisa main kasar ke semua yeoja. Jongmal...Pikiranmu sempit HANTU PERAWAN!" Yesung berlalu pergi.
Seungmi menatap pasrah Yesung yg pergi. Ia sungguh tidak habis pikir sahabatnya Yunmee bisa mendapat dakwaan seperti itu. Kakinya lemas, ia bahkan tidak sanggup menolong sahabatnya itu. Ia jatuh berlutut matanya memanas dan berkaca2.
Yesung berbalik sekilas, melihat 'tunangan'nya itu terpuruk.
"Aish...Jongmal, kenapa juga aku iba sama HANTU PERAWAN yg sudah membuatku susah."batin Yesung.

Ternyata Lee Yoori dirawat di RS yg sama dimana Little Sungmin dirawat.
Dengan terburu2 Chae Rie datang ke ruangan Yoori dirawat. Tanpa sengaja ia menabrak Min Woo paksaengnim.
"Mianhamnida Paksaengnim."ujar Chae Rie.
"Gwenchanta agashi, hati2 jangan sampai terjatuh."jawab Min Woo.
"Gomapsseumnida paksaengnim.Khanda."Chae Rie pun tergesa2 ke ruangan Yoori.
Min Woo hanya tersenyum melihat kelakuan CHae Rie.
Di ruangan Yoori, terlihat Yoori yg tanpa daya terbaring di ranjang dengan perban yg melingkari kepalanya.
"Chae Rie unnie..."panggil Yoori lirih.
"Ne Yoori, gwenchanayo? Apahyo?"
"Em...."Yoori mengangguk.
"Yoori apa yg terjadi sebenarnya? Apa benar yeoja yg bernama Kim Yunmee yg menyerangmu?"
Bukannya menjawab Chae Rie, Yoori malah membalikkan tubuhnya berlawanan dengan posisi CHae rie.
"Unnie, aku mau istirahat. Tinggalkan aku sendiri."
"Yoori-ya, disini ada seseorang yg nasibnya sedang bergantung kepadamu."
"AKU BILANG AKU MAU ISTIRAHAT! TINGGALKAN AKU SENDIRI!!!" teriak Yoori.
"Algaesseumnida. Khanda."Chae Rie dengan langkah gontai pergi dari ruangan Yoori.

"Sillyehamnida...."seorang perawat masuk.
Yoori melihat ke arah perawat itu dengan malas.
"Ini Yoori ssi ada titipan dari seseorang di receptionist."kata perawat itu seraya meletakkan sebuah amplop cokelat besar di meja sebelah ranjang Yoori.
Awalnya Yoori malas membukanya namun ia penasaran dan akhirnya membuka amplop tersebut.
Yoori kaget dan menjatuhkan semua isi dari amplop tersebut.

DIdalamnya berisi foto2 dirinya yg sedang diserang di tangga kampus.
Dan didalamnya juga ada sebuah surat yg bertuliskan.

LEE YOORI, SUDAHI SANDIWARAMU.
SEBELUM FOTO2 TERSEBUT AKU KIRIM KE PRESS.
JANGAN BUAT SESEORANG YG TIDAK BERSALAH MENANGGUNGNYA.
AKU TAHU SEMUA YG TERJADI.
CEPAT BUAT PENGAKUAN KALAU KAU HANYA DI SERANG OLEH PENGGEMAR GILAMU.
DAN BUKAN KIM YUNMEE.
INGAT!!! AKU MENGAWASIMU!!!

Tubuh Yoori gemetaran. Ia ketakutan saking ketakutannya ia bahkan menyembunyikan tubuhnya dengan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

TBC

Trouble Maker Jilid 09

Trouble Maker 09

Kim Family
- Kim Heechul = Sulung (29th)
- Kim Yunmee = No.2 (21th)
- Kim Yoomi = Maknae (17th)

Han Sisters = Han Sooyoo & Han Sookyo
Choi Soobyoung & Choi Sungmin (Co-ed)
Kim Kibum
Shim Changmin
No Min Woo
Nickhun
Choi Siwon
Song Hyena
Yesung

The Lee's
Lee Donghae
Lee yoori
Lee Chae Rie


Sweet appereance : Park yeon Rie => Rieyuzha Mizuki<----bini ibum....



Kantor Heechul.
Heechul bersiap untuk pulang dari kantor sampai Changmin menegurnya.
“Heechul-ah, temani aku kita minum bersama.”
“Mwo? Tapi....”
“Jebal, aku sedang kesal. Come on... Aku butuh teman saat ini.”
Heechul menatap sahabatnya yg sedang kacau.
Walau Heechul lebih tua 4th dari Changmin tapi mereka sangat akrab tanpa harus memakai panggilan "Hyung"
Heechul merasa Ia tak seharusnya meninggalkannya sendiri.
Iapun mengiyakan ajakan Changmin namun sebelum itu ia mengetik pesan singkat untuk Sooby.

Mianhe, aku tidak menemanimu di RS malam ini.

Entah mengapa tangannya pun enggan menekan tombol send. Pada akhirnya ia tidak mengirimkan pesan tersebut.


Di RS.
Sooby menatap ke arah pintu kamar tempat little Sungmin dirawat.
“Noona menunggu Hyung kah?”tanya little Sungmin.
“A...Aniyo! Sungmin-ah kau membuat Noona kaget saja. Kenapa kau terbangun? Apa kau haus atau lapar? Atau ada yg bisa Noona lakukan untukmu?”
“Noona..... Sudahlah jangan memperlakukan aku seperti bayi. Aku sudah 14th.”
“Aigooo....Ternyata jagoan kecil kita sudah besar ya.” kata Dokter Min Woo.
“Min Woo Ssi, kau datang untuk memeriksakan keadaan uri Sungmin. Semalam ini?”tanya Sooby.
“Malam, hem sepertinya masih sore. Kebetulan aku tugas malam. Nah sekarang kita lihat keadaanmu.”dengan seksama Min Woo memeriksakan keadaan little Sungmin.
“Ah, Sooby Ssi kudengar kau bekerja di kantor Hyena? Apa kau kenal Shim Changmin?”
“Ye? Ah Changmin Ssi. Aku kenal tapi tidak terlalu dekat. Wae?”
“Ani, aku hanya penasaran saja. Nah, sudah selesai. Khanda.” Min Woo meninggalkan Sooby yg penasaran dengan pertanyaannya. Untuk apa Min Woo Ssi menanyakannya? *batin Sooby.


Flash Back di kediaman Song Hyena.
Hyena dibuat kesal oleh kelakuan Changmin. Tak habisnya ia menggerutu menyumpahi Changmin.
“Hyeen, sebenarnya ada apa antara kau dengannya?”tanya Min Woo tapi melihat wajah Hyena yg berubah cemberut ia pun kembali berkata, “Kalau kau tidak mau menjawabnya aku mengerti Hyeen.”
“Min Woo, aku mau istirahat. Kalau boleh tinggalkan aku sendiri. Mianhe.”
“Ne, algaesseumnida Hyeen. Annyeong.”
End Flash Back.


“Heechul-ah kau tahu, semua wanita itu jahat. Tidak “dia” tidak uri eomma yg meninggalkanku begitu saja saat aku masih kecil. Semua sama....!!!!!”Changmin meracau tidak jelas dalam keadaan mabuk di sebuah kedai.
“Changmin-ah, sudahlah kau sudah sangat mabuk. Hentikanlah.”Heechul berusaha mengambil gelas soju yg dipegang Changmin. Namun ia menepisnya.
Changmin menoleh ke arah Heechul menatap dengan matanya yg sudah memerah dan mulutnya yg sudah bau alkohol. Di pegangnya kedua bahu Heechul.
“Kau tahu, kau sangat beruntung! Tidak berurusan dengan wanita yg hanya bisa menyusahkan dan menghancurkan hatimu. Cih, paboeya. Jangan2 kau itu homo. Hahaha....”
“Ya! Jaga mulutmu Shim Changmin aku bukan homo!!!Dan siapa bilang tidak ada wanita yg aku suka. Kau salah!” dengan nada tinggi ia membuat semua orang yg ada menoleh ke arahnya.
Iapun segera menyesali perbuatannya, ia melihat Changmin yg ternyata sudah tidak sadarkan diri.
“Aiiisssshhh...Jongmal, ya! Shim Changmin kau menyusahkanku saja.”gerutu Heechul.
Iapun memapah Changmin, membayar makanan dan minuman mereka lalu mengantar Changmin pulang.

Taman, Pukul 22.00
Yunmee seperti biasa sedang jogging, terdengar langkah kaki seseorang mendekat. Yunmee menyadarinya lalu segera mempercepat langkahnya. Namun sialnya ia terkejar dan tangan seseorang membekap mulutnya serta merapatkan tubuh Yunmee ke sebuah pohon besar.
Deru jantung Yunmee berdetak di atas normal. Wajahnya menampakan ketakutan.
"Sssttt....Mee noona diam...Ada seseorang yg mengikutimu dari belakang."
Ditatapnya orang tersebut adalah Kibum, tidak berapa lama tangan Kibum yg membekap mulut Yunmee pun dilepasnya.
"Kibum....."
"Ne, noona. Dari tadi aku melihat seseorang membututimu sudah 2 hari ini."
"Mwo? 2 hari....Selama 2 hari itu kau juga membututiku?"
"Ne, noona. Apa noona terganggu?"
"Animnida, tapi kenapa kau bisa tau?"
"Aku mendengar cerita tentang kebiasaan noona yg jogging malam hari, membuatku khawatir jd aku mencoba untuk...Ehem...Menjaga noona."
Ditatapnya wajah Kibum, rona wajah Kibum bersemu merah karna tatapan Yunmee.
"Kibum-ah, aku rasa kita pernah membicarakannya kalau hubungan kita...."
"Hanya sebatas adik kakak kan noona? Ne arasseo, tapi apa aku tidak boleh tetap melindungi noona?"
Disentuhnya pipi Kibum, dibelainya lembut oleh Yunmee, "Gomawo Kibum-ah. Noona bersyukur masih ada kau yg melindungi noona. Andai noona punya namjadongsaeng sepertimu...."
"Aku bahagia walau hanya menjadi namdongsaengmu noona."
Senyum melekat pada bibir mereka berdua. Namun senyum Kibum terasa sangat pahit karna dipaksakan.

Keesokan harinya.
Yoomi masih memikirkan seorang pelayan bernama Lee Donghae, sebuah dorongan yg besar membuat rasa ingin tahunya memuncak. Ia seperti telah mengenal namja itu sebelumnya. Hingga perasaannya pun berdesir.
"Ya! Kim Yoomi!....."panggil Han Sisters.
"Aaaaiiisssshhhh....KALIAN BENAR2 CARI MATI YA......"bentak Yoomi dan berlari mengejar mereka berdua seperti anak kecil. Sampai Sooyoo menabrak seseorang,"Omo....." Sooyoo terjatuh.
Sebuah tangan dijulurkan, "Gwenchana?"
"Gwenchana, mianhe sudah tidak hati2 tadi."kata Sooyoo.
Han sister dan Yoomi menatap yeoja yg ada dihadapan mereka dengan takjub, ia sangat feminim dan anggun.
"Kau anak baru ya disini?"tanya Sookyo.
"Ne, aku dari kelas 3A. Joneun Park Yeon Rie imnida."senyum Yeon Rie sangat menawan "as a princess"
"Berarti kau sekelas dengan Kibum ya?"tanya Sookyo yg punya kebiasaan ingin tahu. Yoomi pun kembali menatap Yeon Rie.
"Ada apa memanggil namaku?"Kibum datang setelahnya.
"Kibum Ssi, mereka hanya bertanya kepadaku apakah aku sekelas denganmu."jawab Yeon Rie.
"Ah, begitu...."
"Bum...."Yoomi berusaha membuka suara. "Kibum Ssi, tadi kau dipanggil oleh Mr Zhoumi."kata Yeon Rie.
"Arasseo..."
"Aku temani ya..."kata Yeon Rie seraya menggandeng lengan Kibum.
Yoomi hanya bisa menatap nanar Kibum yg berlalu bersama Yeon Rie.

Sepulang sekolah Yoomi tidak diantar oleh Kibum yg sibuk dengan klub fisika nya.
Saat di halte, ia menatap nanar ke arah seberang jalan. Wajahnya lesu tak bergairah.
Namun tidak sengaja matanya menangkap seseorang yg melintas di seberang jalan.
Sontak ia berdiri dan hendak menghampirinya tapi ia tidak menyadari sebuah bus yg melintas, dengan cepat ia menghindar. Hampir saja ia celaka. Saat ia kembali melihat ke seberang jalan orang yg ia cari sudah tidak terlihat.
Kakinya serasa lemas. "Kau mencariku?"bisik seseorang di sampingnya.
Yoomi pun kaget tapi ia tidak berani melihat orang yg sedang berbicara di sampingnya.
"Kau.....Lee Donghae kah?"tanya Yoomi gugup tanpa melihat orang itu.
"Sebegitu penasarannyakah sampai2 kau hampir kehilangan nyawa demi mengejarku?"
Yoomi terdiam, ia kemudian memberanikan menatapnya.
Sekarang nampak jelas namja bernama Lee Donghae itu di hadapannya.
"Wae? Kau tertarik padaku?"Donghae mendekati Yoomi hingga ia menyingkir satu langkah ke belakang.
Namun Yoomi terdiam tak mengeluarkan sepatah katapun. Donghae mendekat dan berjalan perlahan ke samping Yoomi dan berbisik di belakangnya.
"Annyeong..."
Saat Yoomi berbalik ternyata Donghae sudah naik ke bus di belakangnya.
Ia hanya bisa menatap dari jauh Donghae yg melambaikan tangannya di bus dengan tersenyum.
"A...Ada apa denganku?"batin Yoomi seraya menepuk kedua pipinya.

****
Hari yg ditetapkan untuk Photoshootpun tiba. Chae Rie tadinya tidak yakin akan jawaban Siwon.
Tapi ia tidak mungkin membiarkan artisnya Lee Yoori terkena masalah hukum jadi ia berbohong kepada Fotografer Hwang kalau Choi Siwon setuju.
Namun selang waktu 1 jam kehadiran Choi Siwonpun tidak nampak. Membuat semua orang panik.
"Unnie-ya....Lama sekali aku capek..."keluh Yoori yg sudah rapi dengan make up dan wardrobe untuk session photoshoot kali ini.
Fotografer Hwang pun tak kalah panik. "Chae Rie Ssi, apa kau tidak membohongiku?"
"Animnida, aku yakin ia pasti datang." dilihat ponselnya tak ada satupun sms balasan dari Siwon semenjak ia mengirimkan pesan singkat tentang photoshoot kali ini tadi pagi.

"Ah, mianhamnida aku telat. Ada keperluan mendadak tadi."kedatangan Choi Siwon disambut gembira seisi studio.
Terutama Chae Rie yg lega sekali melihat kedatangan Choi Siwon namun tidak dengan Yoori.
Secara profesional keduanya melakukan session photoshoot dengan sangat baik.
Seakan tidak ada masalah sama sekali dengan mereka.

Seusai photoshoot Chae Rie mencari keberadaan Choi Siwon.
"Jogiyo, apa kau melihat Choi Siwon Ssi?"tanya Chae Rie kepada salah seorang staf.
"Aku melihatnya tadi di ruang make up."
"Gomawo."
Chae Rie berjalan menuju make up room dan benar saja Siwon masih berada disana. Namun sedang mengobati kakinya yg terluka. Chae Rie pun mendekat, ia berlutut menghampiri kaki Siwon yg terluka tepatnya di lututnya. Membuat Siwon terkejut.
"Chae Rie Ssi apa yg kau lakukan? Biar aku saja."Siwon memaksa untuk mengobati kakinya sendiri. Tapi Chae Rie bersikeras mengobatinya.
"Nah, sudah selesai. Siwon Ssi apa yg terjadi hingga kau terluka?"
"Ah hanya persoalan sepele tadi saat aku buru2 datang kesini setelah mendapat sms darimu aku tak sengaja tertabrak motor yg melintas saat menyebrang. Dan melukai kakiku sedikit. hehehehe."Siwonpun terkekeh.
Chae Rie menunduk, air matanya menetes di lutut Siwon. Siwon memegang dagu Chae Rie dan menengadahkan kepalanya hingga ia bisa melihat jelas Chae Rie menangis."Mworago? kenapa kau menagis?"
"Mianhe...Jongmal mianhe, aku yg tidak sabaran terus mengirimmu sms dan membuatmu terburu buru dan terluka. Mianhe jongmal mianhe Siwon Ssi. "
Siwon menarik selembar tissu di meja rias dan mengusap air mata Chae Rie.
"Aigo, kau ini cengeng sekali. Kau ini kan manager artis kenapa begitu lemah."Siwon pun tersenyum pada Chae Rie.

Yoori menatap mereka berdua dari luar make up room.
"Aish, Chae Rie unnie, bisa2nya kau terjebak oleh namja angkuh itu."batin Yoori kesal.
Ia pun melangkahkan kakinya menjauh dari tempat itu.
Dengan jengkel ia menyetop taxi yg melintas.
"Mau kemana Agasshi?"tanya supir taxi.
"Nanti aku beritahu ahjussi sekarang jalanlah. Palli!"bentak Yoori.

Ia memutuskan kembali ke kampus.
Dan ia melihat Nichun dari kejauhan, ia sedang mengobrol dengan teman2nya di kantin kampus. Ia memutuskan untuk mendekat. Tapi ia kembali mengingat kejadian kemarin dan ia urung mendekati Nickhun ketika ia berbalik ia berpapasan dengan Yesung.
"Aigo, Lee Yoori kau mengagetkanku saja. Kukira malaikat yg turun dari langit di hadapanku."kata Yesung sambil cengengesan.
"Jogiyo, aku mau lewat."kata Yoori.
"Aish, galak sekali kau. Ayolah kita ngobrol sebentar."bujuk Yesung sambil memegang lengan Yoori.
"Lepaskan aku...!!"bentak Yoori dan menampar Yesung membuat semua orang melihat ke arah mereka.
Yoori berlari meninggalkan Yesung yg dipermalukan di hadapan umum dan semua orang menertawakannya.
"Awas kau Lee Yoori. Kau akan kubalas!!!...Argh!"teriak Yesung.

Buuukkk....Yoori berpapasan dengan Yunmee di tangga yg memegang beberapa buku di tangannya hingga terjatuh semua.
"Ya! kau tidak punya mata!"bentak Yoori.
Namun seakan mengabaikan bentakan Yoori, Yunmee pun memunguti buku2nya yg berserakan.
Yoori semakin kesal dan menarik bahu Yunmee mencoba menampar Yunmee namun tangan Yunmee lebih cepat menahan tangan Yoori. Dan Yoori pun menepis tangan Yunmee dan menampar wajah Yunmee dengan keras hingga darah segar keluar dari ujung bibir Yunmee.
Semua orang menatap keributan tersebut.
"YA!LEE YOORI APA KAU SUDAH BOSAN HIDUP!!!"bentak Yunmee dengan ekspresi yg menyeramkan.
Membuat Yoori mundur 1 langkah.
"Ya..Lee Yoori apa yg kau lakukan?" kata Nickhun yg baru saja datang.
Yoori pun berlari dari tempat tersebut.

Sehari kemudian di kediaman Kim family.
Pagi itu seperti biasa Yunmee memasak untuk sarapan. Heechul sedang membaca koran dan Yoomi sedang membantu yunmee merapikan meja makan.
Ting Tong......
"Biar aku saja yg buka."kata Yoomi.
Dibukanya pintu oleh Yoomi.
"Benarkah ini rumah Kim Yunmee?"tanya seorang petugas polisi.
"Nde, nae Yunmee imnida. Wae?"tanya Yunmee yg baru saja datang.
"Anda ditangkap atas dakwaan tindak kekerasan."

TBC

Trouble Maker Jilid 08

Trouble maker 08

*Kim Family
- Kim Heechul = Sulung (29th)
- Kim Yunmee = No.2 (21th)
- Kim Yoomi = Maknae (17th)

Han Sisters = Han Sooyoo & Han Sookyo
Kim Kibum
Cho Kyuhyun
Shim Changmin
No Min Woo
Nickhun
Choi Siwon

Park Jung Su  & Park Yong Ri

*The Lee's*
Lee Donghae
Lee Hyukjae
Lee Yoori
Lee Chae Rie

“Mee eon, gwenchanayo?”tanya Yoomi.
“Mimi, eonnie ada dimana?”tanya Yunmee yg merasakan sakit di kepalanya.
“Mee noona, kita ada di klinik Lotte World, tadi kami tidak sengaja melihat noona jatuh tergeletak di depan bioskop.”kata Kibum.
“Hyukjae ssi?”tanya Yunmee.
“Ia sedang mengambil mobilnya. Tadi ia datang dengan mengendarai motor kesini. Nanti ia kembali lagi.”kata Kibum.
“Siapa yg menggendongku?”
“Mianhe, aku yg menggendongmu tadi Frozen Lily.”jawab Hyukjae yg baru tiba.
“Gomapsseumnida Hyukjae Ssi.”kata Yunmee.

Yunmee dan Hyukjae naik mobil Hyukjae sementara Yoomi naik motor Kibum.
Di mobil Hyukjae.
“Frozen Lily haruskah kita ke RS untuk memeriksakan keadaanmu?”tanya Hyukjae.
“Gwenchana, mungkin aku hanya lelah saja. Tidak usah ke RS.”jawab Yunmee.

Sementara saat Yoomi dan Kibum sedang di jalan.
“Mi, kita berhenti sebentar disini, semenjak tadi kau sama sekali belum makan siang kan. Kita berhenti di cafe depan ya.”kata Kibum. Yoomi mengangguk.
“Mi, kau pesan dulu ya aku mau ke toilet sebentar.”kata Kibum.
“Ne, aku akan memesan setelah kau kembali saja.”jawab Yoomi.
Iapun membalik2 menu di tangannya. Datang seorang pelayan.
“Agassi mau pesan apa?”tanya pelayan itu. Yoomi mendongak melihat name tag di seragamnya Lee Donghae. Pelayan itu sepertinya sudah pernah ia lihat sebelumnya ia merasa dejavu.

“Agassi....Anda mau pesan apa?”pelayan itu menegaskan sekali lagi karna Yoomi hanya bengong saja.
“Ah, ani....Aku menunggu temanku dulu.”jawab Yoomi. Lee Donghae pun berlalu tanpa ekspresi.
“Mimi, gwenchanayo?”tanya Kibum yg baru kembali.
“Ah, apa katamu Bum?”Yoomi balik bertanya.
“Apa yg mengganggumu?”Kibum khawatir dengan Yoomi.
“Ani, Bum kau mau pesan sekarang?”tanya Yoomi.
“Nee, Pelayan....”panggil Kibum kepada pelayan cafe. Yoomi berharap pelayan Lee Donghae yg datang untuk memastikan yg dilihatnya itu apa benar ia pernah melihatnya di suatu tempat namun pelayan yeoja yg datang. Yoomi terlihat mencari2 sosok Donghae. Hingga tak menghiraukan kata2 Kibum. Dan hanya menjawab asal pertanyaan Kibum.
“Ah, Bum aku ke toilet dulu sebentar.”kata Yoomi bergegas.
Dicarinya pelayan tadi yg bernama Donghae. Sampai ia menemukan seorang pelayan sedang mengantar makanan. “Jogiyo, apa kau kenal dengan pelayan yg bernama Lee Donghae?”
“Ah, Donghae baru saja pulang Agassi. Wae?” tanya Pelayan itu.
“Animnida, gomawo.”kata Yoomi.
Entah mengapa wajah itu mengudara di pikirannya.

Di apartemen Park Jungsu.
“Mianhe, tadi aku kelupaan sesuatu Sookyo Ssi.Jadi terpaksa membawamu kembali ke apartemenku.”kata Jungsu.
“Gwenchana sunbae, aku juga pernah kesini sebelumnya.”ujar Sooyoo.
“Ne, duduklah sebentar lagi aku akan kembali.”kata Jungsu.
Sooyoo membalik2an majalah yg dipegangnya. Menunggu Jungsu kembali.
“Oppa..... Yong Ri datang....”
Seorang yeoja datang membuat Sooyoo kaget.
“Han Sooyoo?” kata yeoja itu.
“Yo...Yong Ri...”kata Sooyoo gugup.
“Yong Ri.....Apa maksudmu?”tanya Jungsu yg kaget dengan kata2 Yong Ri.
“Dia Han Sookyo. Kenapa kau panggil dia Han Sooyoo?”tanya Jungsu.
“Dia Han Sooyoo. Mereka memang kembar identik tapi aku mengenalnya sejak SMP jadi aku dapat membedakan mereka berdua.”jelas Yong Ri.
“Ke..Kembar? Ya kau …..”teriak Jungsu kepada Sooyoo.
“Mianhe.....”kata Sooyoo dan berlalu meninggalkan apartemen Jungsu.

Di kediaman Han.
“Sial sekali aku hari ini. Sendirian di akhir pekan dan hampir ditampar oleh bodyguard cilik.”gumam Sookyo sambil tiduran di sofa dan menonton variety show kesukaannya.
Ting Tong....Bel rumah berbunyi.

Kali ini Sookyo malas membukakan pintu.
Dengan malas ia membuka pintu dengan perlahan.
Dilihatnya sosok namja di hadapannya.
Dan ia kenal persis itu adalah “Cho Kyuhyun.....”
Kyuhyun berbalik. “Sooyoo Ssi. Aku perlu bicara denganmu.”
“Masuklah...”ajak Sookyo. Ia bingung tiba2 Kyuhyun berubah sangat sopan.
“Mworago? Apa yg ingin kau bicarakan denganku. Kau ingin minta maaf padaku?”tanya Sookyo angkuh.
“Ani, justru aku yg ingin kau minta maaf padaku.”jawab Kyuhyun.
“Mwo? Minta maaf katamu. Maksudmu atas tamparanku waktu itu? Jangan harap!”bentak Sookyo.
Kyuhyun mendekat. “Dengar Sookyo Ssi gadis angkuh. Tidak pernah ada satupun orang yg membuat malam2ku tak tenang. Kau perempuan gila yg mengganggu hidupku. Aku mau kau minta maaf padaku karna telah mengganggu hidupku. Arachi!”bentak Kyuhyun tak mau kalah.
“Mwo! Aku minta maaf? Aku tidak akan meminta maaf padamu karna yg kulakukan itu benar. Dan kenapa juga aku jadi mengganggu hidupmu. Aku tidak sudi! Ara!”bentak Sookyo.
Kyuhyun mendekat semakin dekat wajahnya terlihat sangat marah. Sookyo hampir saja terjatuh ke sofa saat Kyuhyun berjalan ke arahnya.

“Sooyoo.....My Twins”kata Sookyo kepada Sooyoo yg baru saja datang. Membuat Kyuhyun terkejut.
“Ka...Kalian kembar.....”kata Kyuhyun gugup.
“Sookyo ada apa ini. Cho Kyuhyun kenapa kau bisa ada disini?”tanya Sooyoo.
“Kau Sookyo lalu kau Sooyoo?”Kyuhyun dibuat gila oleh kedua yeoja di hadapannya itu.
“Aiisssshhh....Kalian membuatku gila.....”teriak Kyuhyun dan berlari dari rumah Han Sisters.

Di kediaman keluarga Song.
Song Hyena sedang mengetik dengan laptopnya yg ia letakan di pahanya.
Di rumah yg sebesar itu ia hanya tinggal sendiri dan hanya ada pembantu rumah tangga yg datang 2 kali seminggu untuk membersihkan rumahnya.
Orang tuanya kini menetap di Amerika untuk mengurus bisnis keluarga.
Ting Tong.....Bel rumah Hyena berbunyi. Ia membukanya.

“Annyeong Hyena.”ternyata Min Woo datang berkunjung ke rumah Hyena.
“Min Woo, kau ada apa kemari? Ayahku sedang di Amerika.”kata Hyena.
“Nde, aku tahu. Bahkan Samchon yg menyuruhku untuk menemanimu.”ujar Min Woo.
“Mwo? Abeoji yg menyuruhmu? Aish...Abeoji...”Hyena tak habis pikir oleh kelakuan Ayahnya.
“Apa kau tidak mempersilahkanku masuk?”tanya Min Woo.
Tiba2 tangan seseorang menggebrak pintu rumah Hyena.
“Ya! Song Hyena kau begitu rendah!”bentak Changmin yg tiba2 datang.
“Changmin.....Kau kenapa bisa ada disini!”bentak Hyena tak mau kalah.
Changmin meraih tangan Hyena dan menariknya. Namun Min Woo mencegahnya.
“Bukan seperti itu memperlakukan seorang Lady. Kau harus lembut.”kata Min Woo.
Lalu bogem mentah Changmin melayang dan mendarat di wajah tampan Min Woo.
Hyena histeris melihatnya. “Ya! Changmin kau bar-bar. Pergi kau. Aku bilang Kha.....”
Changmin pun berlalu meninggalkan rumah Hyena dengan kesal.

Di lokasi shooting.
Yoori sedang shooting CF terbarunya. Kali ini Shooting berjalan lancar. Namun Chae Rie kelihatan agak kacau berkali2 ia tidak konsentrasi dalam bekerja. Yoori sadar akan hal itu namun gengsinya masih terlalu tinggi untuk menanyakannya. Ia masih kesal karna Chae Rie pergi mengejar Siwon untuk meminta maaf padanya. Usai shooting CF Yoori dan Chae Rie bersiap untuk meninggalkan lokasi shooting.

“Unn, apalagi schedule ku hari ini?”tanya Yoori. Tapi Chae Rie hanya bengong.
“Aigoooo.....Chae Rie unnie....Apa schedule ku hari ini?”tanya Yoori lagi.
“Ah schedule mu hari ini sampai disini saja. Wae?”tanya Chae Rie.
“Ani, khanda.”Yoori pergi dari lokasi shooting. Meninggalkan Chae Rie.

Tiba2 ponsel Chae Rie bergetar, “Yeoboseyo, ah Fotografer Hwang.”
“Chae Rie Ssi, aku minta pertanggung jawaban kalian karna artismu Yoori sampai sekarang Choi Siwon tidak mau photoshoot. Eoteokkae Chae Rie Ssi.”
“Nde, algaesseumnida aku yg akan membujuk Siwon Ssi untuk kembali photoshoot. Beri aku waktu.”
“Ne, karna aku masih menganggapmu aku beri waktu 2hari. Kalau dalam waktu 2hari kau tidak juga membawa Choi Siwon kembali untuk photoshoot tidak ada jalan lain kecuali aku bawa kasus ini ke pengadilan.”
“Mwo? Andwae aku akan menjaminnya. Tenang saja Fotografer Hwang.”
ditutupnya ponsel Chae Rie.
Chae Rie menelepon seseorang, “Yeoboseyo, Boleh aku bicara denganmu?”

1 jam semudian.
Chae Rie menunggu seseorang di sebuah coffe shop.
Ia memainkan cangkir kopi ditangannya. Matanya mengembara ke sekeliling coffe shop dan pintu masuk.
“Mianhe aku telat. Tadi ada fansign sebentar.”
Chae Rie menengadahkan kepalanya. Ternyata seseorang yg ia tunggu sudah datang yaitu Choi Siwon.
“Gwenchana aku juga baru datang.”yg sebenarnya ia sudah menunggu Siwon 30menit.
“Thangida Chae Rie Ssi, ada perlu apa denganku?”tanya Siwon.

Chae Rie menyodorkan sebuah hanbag. “Ini....Sweater yg kau pinjamkan kemarin.”
“Sudahlah kenapa repot2 mengembalikan sweaterku. Untukmu saja. Apa kau hanya ingin mengembalikan sweater ini saja sengaja mengajakku bertemu?”tanya Siwon.
“Ani, sebenarnya aku juga ingin membicarakan tentang photoshoot waktu itu yg tertunda karna Yoori. Aku ingin meminta maaf atas nama Yoori.”ujar Chae Rie sembari membungkukan badannya.
Siwon menggeleng heran, “Tch, kenapa harus kau yg minta maaf. Aku tidak ada masalah denganmu.”
Siwon bangkit dari tempat duduknya dan hendak pergi. Namun tangan Chae Rie menahannya.
“Chakaman Siwon Ssi, jebal.....Aku sangat berharap kau mau datang dalam photoshoot itu. Masa depan Yoori ada di tanganmu Siwon Ssi.”mata Chae Rie berkaca. Siwon menatap Chae Rie.
“Jongmal, kau ini benar2 memohon padaku demi yeoja sombong itu? Mianhe. Lihat saja nanti.”
Siwon berlalu meninggalkan Chae Rie. Sedang ia hanya tertunduk lemas.
Lalu ia menatap hanbag berisi sweater Siwon dan memeluknya erat. “Eotteokae....”air matanya menetes.

Di lain tempat Lee Yoori tidak menyadari dengan perjuangan Chae Rie demi karirnya.
Yoori asik menunggu di sebuah bangku panjang di pinggir lapangan basket sambil mendengarkan lagu di iPod nya.
Saking asyiknya ia tak menyadari seseorang yg berhenti tepat di hadapannya. Saat Yoori membuka matanya ia sungguh terkejut. “Omo....”hampir Yoori terjatuh dari tempat duduknya.
“Ya....Lee Yoori kau sedang apa disini?”
“Khun oppa, sejak kapan kau disini?”Yoori malah bertanya balik.
“Aish, pertanyaanku saja belum kau jawab ya....Pabo...”Nickun menoyor kepala Yoori.
“Khun oppa, ternyata kau masih main basket disini ya.”kata Yoori. Tapi Nickhun hanya tersenyum dan memainkan bola basket ditangannya.
Yoori merasa diacuhkan lalu menghalangi permainan Nickhun, ia berusaha merebut bola dari tangan Nickhun selagi ia mendrible bola.

Yoori terengah2 mencoba berlari mengejar tempo permainan Nickhun. Karna ia tidak memakai sepatu olahraga maka ia terpeleset. Ia jatuh bertumpu pada lututnya hingga berdarah.
Nickhun menyadarinya dan melempar bola basketnya. “Gwenchana?”tanya Nickhun dan mengangkat tubuh Yoori serta mendudukannya di bangku panjang. Nickhun berlari ke arah keran air dan membasahi saputangannya. Iapun membersihkan luka di lutut Yoori.

“Oppa......Joahe....”kata Yoori. Nickhun diam sejenak lalu mulai membersihkan lutut Yoori lagi.
“Sudah, kau bisa berjalan?”tanya Nickhun seakan tidak mendengar pernyataan Yoori barusan.
Yoori merangkul Nickhun. “Yoori, sudahlah ini tidak baik. Sudah berapa kali aku bilang....”
“Kalau oppa tidak suka padaku ….Kalau oppa menyukai gadis lain. Dan gadis itu Kim Yunmee kan!”ujar Yoori.
“Kau tahu darimana namanya?”tanya Nickhun shock.
Yoori menangis dengan tertatih meninggalkan Nickhun pergi. Nickhun berusaha mencegahnya namun apa daya kekerasan hati Yoori tak terbendung lagi.

TBC

Trouble Maker Jilid 07

Trouble Maker Jilid 07

Kim Family
- Kim Heechul = Sulung (29th)
- Kim Yunmee = No.2 (21th)
- Kim Yoomi = Maknae (17th)

Han Sisters = Han Sooyoo & Han Sookyo

Choi Soobyoung/Sooby
Choi Sungmin/ Little Sungmin => Co - Ed <------bukan Lee Sungmin

Kim Kibum
Park Jung Soo
Cho Kyuhyun

The Lee's
Lee Hyukjae
Lee Sung Young

Pagi itu Heechul pergi ke RS tempat little Sungmin dirawat.
Heechul membawa bekal makanan untuk Sooby. Dilihatnya Sooby sedang menangis di meja recepsionis.
"Mworago?"tanya Heechul pada Sooby. Sooby berbalik melihat ke arah Heechul dan memeluk Heechul sambil menangis.
"Wae?"Heechul bingung, kedua tangannya berusaha untuk mendekap Sooby namun diurungkannya.
"Uri Sungmin ia menghilang Sunbae."jawab Sooby lalu melepaskan pelukannya saat seorang security RS datang.
"Bagaimana? Apa uri namdongsaeng sudah ditemukan?"tanya Sooby.
"Mianhamnida. Tapi kami sudah mengerahkan semua penjaga ke seluruh penjuru RS namun belum juga kami temukan."
Sooby terjatuh lemas bertumpu pada lututnya.
Heechul merasa sedih melihat Sooby. Dipegangnya kedua lengan Sooby dan ia berjongkok hingga dirinya dan Sooby berada dalam level pandangan yg sama.
"Kau harus kuat dan tenang. Kita pasti bisa menemukannya. Coba kau ingat lagi dimana tempat yg selalu ia kunjungi saat ia sedih?"tanya Heechul.
Sooby menatap Heechul nanar dan tiba2 ia baru teringat suatu tempat.
"Sepertinya aku ingat ia ada dimana. Sunbae maukah mengantarku."kata Sooby.
"Khaja."ujar Heechul.

Di dalam mobil, Heechul melajukan mobilnya ke tempat yg diberitahukan oleh Sooby.
"Sunbae, apa kau tahu keluarga kami begitu menyedihkan."kata Sooby. Heechul fokus mengendarai mobilnya sambil mendegarkan kata2 Sooby.
"Sejak umurku 11th aku hanya anak tunggal sampai akhirnya suatu malam Abeoji meninggalkan aku dan eomma karna wanita lain. Aku sangat terpukul kala itu, namun Eomma membuatku bertahan. Sampai akhirnya 1th kemudian seorang Ahjumma datang sambil menggendong seorang bayi. Mengatakan bahwa anak itu adalah anak Abeoji dan wanita itu. Mereka meninggal karna kecelakaan namun sebelum meninggal Abeoji menitipkan pesan berupa surat untuk aku dan Eomma agar merawat anak itu."
"Dan anak itu adalah Sungmin."lanjut Heechul. Dijawab dengan anggukan oleh Sooby.
"Awalnya aku sangat menentang kehadiran anak itu namun Eomma memaksa untuk merawatnya. Aku bertanya kenapa ia menerima anak itu. Dan jawab Eomma. 'Eomma tidak bisa selamanya berada disisimu dan jika Eomma tiada anak itu menjadi satu2nya keluargamu'. Aku tidak mengerti maksud eomma dan 5th kemudian Eomma meninggal. Ironisnya penyakit Sungmin dan Eomma sama yaitu penyakit Jantung. Barulah aku tahu kenapa eomma bicara seperti itu padaku."Sooby berusaha kuat, ia belum pernah menceritakan kisah hidupnya pada siapapun namun pada Heechul ia serasa ingin meluapkan segala isi hatinya.

"Bagaimana caranya kau menghidupi keluargamu sehari2?"tanya Heechul.
"Aku bekerja part time usai sekolah. Beruntungnya sekolahku masih dibiayai oleh samchonku Choi Soo Jong yg baru saja kembali dari Amerika tapi tidak bagi Sungmin. Samchon menolak mengeluarkan uangnya sepeserpun untuk Sungmin dan entah sudah berapa kali samchon menyuruhku untuk menaruhnya di panti asuhan namun aku menolaknya. Aku masih mengingat pesan Eomma sebelum ia meninggal. Dan seperti yg pernah sunbae lihat sejak itu aku mencari uang dengan menjadi penyanyi bar. Aku membiayai kebutuhannya dari penghasilanku. Entah mengapa yg membuatku sedih Sungmin berhenti sekolah sejak kelas 3SD." ujar Sooby.
"Wae?"tanya Heechul.
"Saat itu ia hanya bilang kepadaku tidak suka di sekolah. Dan baru aku tahu belakangan kalau ia tidak mau menyusahkanku yg sudah menyekolahkannya namun ia harus sering izin dari sekolah untuk berobat. Tapi ia tetap belajar dirumah. Ia anak yg pintar."jawab Sooby.
“Kau pasti bangga padanya.”kata Heechul dijawab dengan anggukan Sooby.
"Em begitu. Ah, itu bukan tempat yg kau maksud?"tanya Heechul sembari menunjuk ke suatu tempat.

Dan benar saja little Sungmin sedang berlutut di sebelah makam Eomma Sooby masih dengan baju pasien yg melekat pada tubuhnya. Sooby berlari memeluk namdongsaengnya.
"Sungmin-ah kau membuat noona khawatir, jangan lakukan itu lagi. Arasseo!"dekapan Sooby makin erat.
"Noona, aku tidak mau menyusahkan noona lagi. Aku tahu kita bukanlah saudara kandung dan Eomma bukanlah Eomma kandungku. Jadi aku tidak mau lagi menjadi bebanmu noona."ujar Sungmin.
PLAKKK.....Tamparan Sooby mendarat di pipi Sungmin menyebabkan pipinya memerah.
Lalu Sooby memeluk namdongsaengnya lagi. "Sudah berapa kali noona bilang walau harus mengorbankan nyawa noona akan selalu menjaga dan melindungimu. Kau satu2nya keluarga noona. Tanpa kau noona tidak bisa hidup. Arasseo! Jadi buang jauh2 semua pikiran itu."
"Ne, noona...."mereka pun berpelukan erat dengan air mata berlinang.
Heechul, "Cuaca sedang tidak bersahabat kau bisa tambah sakit. Kita kembali ke RS. Khaja."
Merekapun kembali ke RS.

Esok harinya.
Kediaman Han.
Han Sooyoo sedang sibuk berdandan. Saudarinya Sookyo heran melihat kelakuan saudari kembarnya. “My twins, kau mau kemana? Bukankah hari sabtu kau tidak ada Les?”tanya Sookyo.
“Ne, aku memang tidak ada Les tapi aku ada janji. Nah aku pergi dulu ya My twins. Khanda.”ujar Sooyoo.
“Mwo?”Sookyo hanya bengong keheranan.

Di luar rumah tanpa sepengetahuan Sookyo sudah menunggu Park Jung Soo yg menjemput Sooyoo.
“Cantik sekali Han Sookyo.”batin Jung Soo melihat penampilan Sooyoo yg sangat feminim dengan Baby doll dress berwarna putih dengan panjang selutut dengan sepatu tanpa heels berwarna gold.
“Sunbae, kita pergi sekarang?”tanya Sooyoo.
“Ne, Sookyo Ssi. Khaja.”jawab Jung Soo.

Tak berapa lama Sooyoo pergi ada seseorang yg menekan bel pintu rumah Sookyo.
Dengan semangat Sookyo membuka pintu dilihatnya seorang yeoja berdiri membelakanginya.
“Nugu?”tanya Sookyo. Dan yeoja itu pun berbalik.
“Kau Han Sooyoo?”tanya yeoja itu.
“Kau bukannya Sung Young anak kelas 1 itu kan. Mau apa kau kemari?”tanya Sookyo heran.
Sung Young berusaha melayangkan tamparan ke wajah Sookyo namun Kyuhyun yg baru tiba menahannya.
“Sung Young-ah sudahlah jangan lakukan itu.”kata Kyuhyun sambil menahan tangan Sung Young.
“Hyunnie, kau ini. Dia sudah memukulmu sahabatku. Aku tidak terima. Aku harus beri dia pelajaran!”kata Sung Young dengan suara keras.
“Sudah cukup ayo kita pergi. Tak ada gunanya. Khaja.”kata Kyuhyun sembari menarik tangan Sung Young.
“Ya Han Sooyoo ingat aku tidak akan tinggal diam kalau kau berani menyentuh sahabatku Kyuhyun lagi.”teriak Sung Young dari kejauhan. Dan mereka pun pergi dari rumah Sookyo dengan sebuah mobil yg berhenti di depan rumah Sookyo.
“Aish.... Bocah itu. Huh, ternyata bodyguardnya galak juga.”gumam Sookyo.

Kediaman Kim Family.
Seperti biasa Heechul pergi menjenguk Sungmin dan menemani Sooby di RS.
"Mee eon, Oppa keliatan sangat berbeda semenjak ada Sooby unnie ya?"tanya Yoomi polos.
"Nde, kau benar. Tapi bukankah itu bagus?"jawab Yunmee.
"Ne, uri oppa keliatan lebih manusiawi. Hehe."kata Yoomi.
"Mimi, unnie ingin mengajakmu pergi. Sekarang berdandanlah."ujar Yunmee.
"Jongmalyo? Ara, aku akan berdandan sudah lama kita tidak berjalan2 bersama ya unnie."kata Yoomi dan ia berlari ke kamar nya berganti pakaian serta berdandan.

Mereka berdua sampai di pintu masuk Lotte World.
"Mee eon, sedang apa kok kita masih disini. Eonnie nunggu siapa?"tanya Yoomi penasaran.
"Nah itu dia datang."jawab Yunmee sambil menunjuk ke arah seseorang yg datang.
Seorang namja dengan senyuman manis berkacamata dan memakai topi.
"Mianhe mee noona aku telat. Mimi, kau ikut juga?"
"Bum, jadi yg noona tunggu itu Bummie?"tanya Yoomi dijawab anggukan oleh Yunmee.
"Mian...Mianhe....Aku telat Frozen Lily...."Hyukjae datang dengan terengah-engah.
"Gwechana Hyukjae Ssi. Khaja."kata Yunmee. Hyukjae, Kibum dan Yoomi bingung.
"Frozen Lily, ini double date ya?"bisiknya.
"Hem....Kalau menurutmu seperti itu maka ini double date."jawab Yunmee.
"Ya...Unnie apa yg kau rencanakan. Apa kau tidak kasihan pada Bum?"batin Yoomi sambil melirik Kibum yg tetap tenang berjalan di sampingnya.

Suasana semakin aneh saat tidak ada seorang pun yg buka suara. Hyukjae pun memulai percakapan.
"Frozen Lily, kita mau main kemana?"
"Hem, terserah kau. Kalau yg lainnya setuju aku juga setuju."jawab Yunmee.
"Ah, Mimi sepertinya aku harus ke suatu tempat kau mau menemaniku?"ajak Kibum tiba2.
"Mwo?"Yoomi bingung.
"Mianhe, noona aku pinjam Mimi ya. Annyeong."kata Kibum dan menggandeng Yoomi pergi.
Hyukjae bingung dan melirik ke arah Yunmee yg masih tanpa ekspresi.
"Ehem...."Hyukjae berdehem.
"Bagaimana kalau kita nonton film saja?"tanya Hyukjae.
"Ne."jawab Yunmee singkat.

Sesampainya di bioskop mereka memutuskan untuk menonton film action.
Di dalam bioskop menunggu film diputar Hyukjae meninggalkan Yunmee untuk membeli makanan.
"Chakaman Frozen Lily. Aku pasti kembali."kata Hyukjae cengengesan.
"Ne."jawabnya singkat.
Orang2 lalu lalang masuk ke dalam bioskop. Posisi duduk Yunmee persis dipinggir jalan tengah bioskop.
Seorang melewati Yunmee, saat itu Yunmee merasakan aura yg sangat aneh. Iapun panik ketakutan.
Entah mengapa perasaan saat tragedi kematian orang tuanya itu kembali.
Rasa takut itu tak juga hilang.
Hyukjae melihat keanehan pada Yunmee dan menaruh makanan serta minuman yg ia bawa.
"Frozen Lily....."Hyukjae memanggil namun Yunmee sama sekali tidak merespon.
Tatapan matanya nanar dan tubuhnya bergetar hebat.
"Ya...Kim Yunmee gwenchanayo?"Hyukjae panik dan mengguncang2 pelan tubuh Yunmee.
"Jebal, keluarkan aku dari sini."lirih Yunmee dengan ekspresi ketakutan dan air matanya menetes.
Tanpa menunggu lama Hyukjaepun merangkul Yunmee dan membawanya keluar dari bioskop.
Ia mendudukan Yunmee di sebuah bangku panjang di luar bioskop.
"Gwenchanayo?"tanya Hyukjae.
"Gwenchana."jawab Yunmee.
"Chakaman aku akan membelikanmu minuman lagi yang tadi aku tinggalkan di bioskop. Tunggu aku."kata Hyukjae.
Yunmee hanya mengangguk.

"Eotteokae? Apa orang itu berada dalam satu ruangan yg sama denganku?"batin Yunmee.
Tidak sengaja ia menjatuhkan tas tangannya. Semua isinya berhambur keluar. Lalu ia berusaha merapikan barang2nya.
Namun saat ia berusaha bangkit usai mebereskan barang2nya ia tak sengaja melihat namja Y dari kejauhan.
"Dia....Argh..."Yunmee merasakan sakit yg teramat sangat di kepalanya ia saat melihat namja Y.
Yunmee memegang kepalanya dan Ia pun jatuh pingsan.

TBC

Trouble Maker Jilid 06

Trouble Maker Jilid 06

Cast :
*Kim Heechul (sulung) 29th
*Kim Yunmee (No.2) 21th
*Kim Yoomi (Maknae) 17th kelas 3 SMA

Choi Soobyoung/Sooby
Choi Sungmin (Sooby nam dongsaeng) => Succed from Co-Ed...

Song Hyena
Shim Changmin
No Min Woo

The Lee's
Lee Yoori
Lee Seungmi
Lee Chae Rie

Choi Siwon




Heechul yg melihat keributan di hadapannya pun tidak tinggal diam. Ia segera menghampiri namja dan yeoja tersebut.
"Gwenchanayo?"tanya Heechul. Yeoja itu berbalik dan mereka terperangah kaget saat bertatap muka.
"Kau....."kata Heechul sambil menunjuk yeoja yg tak lain adalah Sooby dengan air mata yg membasahi pipi putihnya.
Heechul segera mengatasi keterkejutannya dan menghampiri orang2 yg sedang mengobrak abrik rumah Sooby.
"KALIAN APA YG KALIAN LAKUKAN DISINI.....AKAN AKU LAPORKAN KEPADA POLISI...."bentak Heechul.
Mendengar kata Polisi mereka langsung naik pitam, tepatnya 3 orang tinggi besar itu menghajar Heechul sejadinya.
Walau Heechul bisa membalas namun apa daya 3 orang itu jelas bukan tandingannya.
Sooby menangis histeris melihat Heechul dipukuli oleh pria2 itu.Tiba2 terdengar suara sirine. Takut aksi mereka ketahuan polisi ketiga orang itupun berlari meninggalkan tempat itu.
Ternyata itu hanya suara Sirine mobil patroli yg melintas.

"Kita harus lapor polisi."kata Heechul sambil menahan sakit di tubuhnya.
"Andwae sunbae, Jebal...."Sooby memohon kepada Heechul untuk tidak melaporkannya.
Heechul tidak mengerti kenapa Sooby takut sekali polisi tahu. Namun Heechul mengajak Sooby untuk berkemas dan segera meninggalkan rumahnya, takut orang2 itu kembali lagi. Sooby pun menuruti kata2 Heechul, dibantu namdongsaengnya Sooby membereskan semua pakaian yg bisa ia bawa.

Mereka bertiga naik ke dalam mobil Heechul. Suasana begitu sunyi. Sooby dan namdongsaengnya duduk di kursi belakang, ia hanya bisa diam sambil merangkul namdongsaengnya dipelukannya dengan erat yg terlihat tertidur lelah.
"Ehm anak itu......."
"Ini uri namdongsaengku Choi Sungmin. Umurnya 14th. Mianhe ia tertidur karna tadi aku habis memberinya obat."jelas Sooby.
"Dia sakit?"tanya Heechul.
"Ne, ia memang sudah sakit2an sejak kecil. Ia lemah jantung."jawab Sooby. (mianhe little sungmin)
Mereka kembali terdiam.
Heechul memberhentikan mobilnya tepat di sebuah rumah. Rumah yg tidak begitu besar. Ia keluar dari mobil dan membuka bagasi mengeluarkan barang2 bawaab Sooby.
Sooby dan namdongsaengnya hanya bisa diam terpaku.
"Khaja....Palli..."ajak Heechul dan mereka berdua pun menuruti.
Dengan wajah bingung Sooby dan namdongsaengnya menatap sekeliling rumah itu.
"Oppa...Sudah pulang?"tanya Yoomi.
"Nde....Yoomi tolong kau bereskan kamar tamu. Dimana Yunmee?"tanya Heechul.
"Mee eon sedang jogging seperti biasa. Omo, oppa kenapa wajahmu?"Yoomi panik melihat wajah oppa nya penuh luka.
"Gwenchana Mi, oppa gwenchana. Sekarang kau siapkan kamar mereka ya."pinta Heechul.
Yoomi dengan wajah bingung pun menurutinya. "Noona biar kubantu."kata Choi Sungmin.
"Nee...Khaja..."ajak Yoomi.
Heechul mengambil sebuah kotak putih yg ternyata kotak P3K. Sooby segera meraih kotak tersebut.

Dibukanya kotak tersebut dengan perlahan. Dicarinya benda kecil dengan kapas diujungnya. Dengan mengoleskan obat diujungnya dengan perlahan Sooby memoleskannya ke wajah Heechul yg terluka dengan lembut.
Nafas Sooby berhembus ke wajah Heechul dan membuat jantung Heechul seakan tidak berdetak dengan normal.
Sooby mulai membuka kancing kemeja Heechul dan membuatnya kaget.
"OMO....APA YG KAU LAKUKAN...."bentak Heechul.
"Mianhe sunbae aku hanya bermaksud mengobati luka yg ada ditubuh sunbae. Bukankah tadi banyak kena pukul?"tanya Sooby gugup.
"Oppa kau sudah pulang?"Yunmee pun pulang. Heechul segera menjauh dari Sooby. Dan Sooby pun berdiri.
"Ah, Yunmee kau sudah datang....Ehm...Ini....Uhm....."Heechul menatap Sooby sekilas. Yunmee terlihat bingung melihat Oppanya gugup.
"Joneun Choi Soobyoung tapi kau bisa memanggilku Sooby."kata Sooby sambil menyodorkan tangannya.
"Kim Yunmee imnida Sooby Eonnie."balas Yunmee dan menyambut tangan Sooby.
"Ia dan namdongsaengnya akan tinggal untuk sementara disini. Yunmee tolong tunjukan kamar mandinya biar...Ehm..."sepertinya Heechul sangat sulit menyebut nama Sooby.
"Ne ara oppa, aku akan menunjukkan kamar mandi nya kepada Sooby eonnie. Khaja eonnie."ajak Yunmee menuju kamar mandi tamu. Sepintas Sooby melirik ke arah Heechul.

Sementara di kantor Heechul.
Malam itu Changmin malas sekali beranjak dari mejanya. Di dalam kepalanya hingga saat ini belum dapat menemukan ide baru untuk perusahaannya, berbeda dengan kreativitas Heechul, Changmin berada 1 level dibawah Heechul.
"Aisshhh....Kepala ini serasa mau pecah. Argh..."
Bruukk...Ia menghempaskan kedua kepalan tangannya ke meja. Diacak2 nya rambutnya kini.
Kepalanya melihat sebuah bayangan yg berasal dari ruangan Hyena. Penasaran ia pun mematikan komputernya dan berjalan menuju ruangan Hyena.
Dan benar Hyena masih sibuk dengan pekerjaannya. Dilihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul 10.00malam.
"Kau belum pulang Changmin?"tanya Hyena tiba2 yg membuat Changmin terkejut.
"Sedang apa berdiri seperti pabo namja d pintu ruanganku?"sindir Hyena tanpa sedikitpun melihat ke arah Changmin.
"Omo, itu artinya kau mengundangku masuk ke dalam ruanganmu. Jongmalyo?"ledek Changmin.
Hyena menghentikan pekerjaannya dan membuka kacamatanya. Matanya yg indah menatap tajam ke arah Changmin.
"Mwo? Aisshhh...Kau ini sampai kapan kau harus terus bermain2 seperti itu Changmin. Panggil aku noona atau noonim seperti Heechul. Kau ini...."Hyena mencibir.

"Tck, kau masih saja membahas hal itu. Kurasa kau dan aku tahu panggilan seperti itu tidak ada artinya. Kau hanya ingin mempertegas jarak di antara kita kan. Jongmal....Pabo...."sindir Changmin.
Hyena kali ini beranjak dari kursinya dan menghampiri Changmin.
"Mworago? Kau masih mau membahas kejadian gila itu? Ya! Shim Changmin sudah aku jelaskan berapa kali itu tidak mungkin terjadi lagi. Arasseo!"bentak Hyena.
Dengan wajah kesal Hyena mengambil tas nya dan bergegas meninggalkan Changmin.
Namun Changmin tak mau tinggal diam ia menarik lengan Hyena dengan kasar. Sedangkan Hyena berontak.
Tapi tenaga Changmin melebihi Hyena, dengan sukses Changmin menghempaskan tubuh Hyena merapat ke dinding.
Kedua tangan Changmin memegang erat kedua lengan Hyena.
"Ya! Song Hyena...Kau kira aku segampang itu kau singkirkan! Kau akan menyesal! Ara!"bentak Changmin.
"Nde...! Aku menyesal...AKU MENYESAL MENGENALMU...MENYESAL SEMPAT TERGODA SESAAT....TAPI ITU SEMUA SUDAH USAI....SEKARANG TINGGALKAN AKU SENDIRI.....!!!"Hyena pun berhasil melepaskan diri dari Changmin.

Changmin merasa begitu kesal. "Song Hyena, kau tidak bisa menyingkirkanku begitu saja."

Sementara Song Hyena yg sudah sampai di lobby gedung.
"Aisshhh...."Hyena menghentak2an kakinya karna kesal.
Ciiittttt.....Sebuah mobil mewah berwarna metalic berhenti tepat di depan tempat Hyena berdiri.
Hyena pun kaget dan si empunya mobil rupanya membuka pintu nya. Dilihatnya seorang namja tinggi dan gagah dengan pakaian yg sangat stylish.
"Annyeong Hyena Ssi."sapa namja itu.
"Nugu?"tanya Hyena.
Namja itu melepaskan kacamata hitamnya, rambut berponinya yg menutupi sebagian wajahnya lalu ia mengibaskannya.
"Min Woo....No Min Woo...."kata Hyena tak percaya melihat Min yg ada di hadapannya kini.
"Kau semakin cantik Song Hyena...."puji Min Woo. Tak jauh dari mereka Changmin memperhatikan mereka berdua.
"Perempuan itu ternyata sudah punya kekasih."batin Changmin melihat Hyena tertawa tersama Min Woo.

"Min Woo Ssi, ada keperluan apa sampai kau ke kantorku?"tanya Hyena.
"Tadi aku kerumahmu dan Abeojimu bilang seharusnya aku menjemputmu."jawab Min Woo dengan menbarkan senyum manisnya.
"Omo, Abeoji benar2 masih saja berniat menjodohkanku denganmu ya."Hyena terkekeh tiap kali Abeojinya berusaha mendekatkannya dengan Min Woo yg notabene sahabatnya sejak SMA.
"Kalau kau mau aku bersedia kok menjadi pasanganmu."ledek Min Woo.
"Mwo? Aish kau ini cassanova sepertimu pastinya banyak yeoja yg mengincarmu."ledek Hyena lagi.
"Khaja...Kita berangkat."ajak Min Woo.
"Chakaman, sepertinya ada yg kulupakan." kata Hyena. "Aish, Changmin bocah itu membuatku kelupaan sesuatu yg penting."batin Hyena.

Ia menyingkir sebentar dan menelepon seseorang.
"Yeoboseyo."jawab seseorang di telepon.
"Jogiyo, ini bukannya ponsel Heechul?"tanya Hyena yg bingung mengapa bisa seorang yeoja yg mengangkat telepon.
"Nde, Hyena eonnie."
"Sooby, kau Sooby kenapa kau bisa yg mengangkat ponsel Heechul?"tanya Hyena penasaran. Min Woo hanya bisa memperhatikan Hyena.
"Eonnie, sunbae sedang mengantar uri namdongsaeng ke RS karna tiba2 penyakit jantungnya kambuh. Aku sedang berada di mobil sunbae bersama sunbae."jawab Sooby sambil menangis.
"Mwo penyakit jantung?"kata Hyena shock. Min Woo yg mendengar percakapan itu merebut ponsel Hyena.
"Yeoboseyo, aku Dokter No Min Woo ahli jantung. Sekarang aku sarankan kau segera pergi ke General Hospital dan aku akan memberitahukan kedatangan kalian ke RS biar aku yg menanganinya langsung. Arasseo."kata Min Woo dan menutup ponsel.
"Hyena khaja. kita harus secepatnya pergi ke RS."ajak Min Woo. Hyena pun menuruti.

"Song Hyena, kau mau kemana?"tiba2 Changmin menarik tangan Hyena sehingga langkah Hyena tertahan.
"Lepaskan aku Shim Changmin aku harus pergi!"bentak Hyena.
"Sepenting itu kah kau harus pergi dengannya dan meninggalkan aku!"bentak Changmin tak mau kalah.
"Ne...Lebih penting. Sekarang lepaskan aku!"Hyena menepis tangan Changmin dan masuk ke dalam mobil Min Woo.
Dengan cepat Min Woo melajukan kendaraannya.
"Apa kau akan menjawab jika kutanya itu siapa?"tanya Min Woo.
Namun Hyena hanya memalingkan wajahnya ke arah jendela.

Beruntungnya Min Woo sampai lebih dulu di RS ia segera berganti pakaian dan dengan cepat menghampiri Sungmin namdongsaeng Sooby dan segera menanganinya di ICU.
Sooby tak hentinya menangis, Hyena menenangkan Sooby "Gwenchana, Min Woo dokter ahli jantung yg sangat handal. Ia pasti bisa menyelamatkannya."
Sooby mengangguk pelan dan memeluk Hyena. Heechul menatap sedih melihat Sooby.
Akhirnya Min Woo keluar dari ICU. Sontak Sooby, Hyena dan Heechul menghampirinya.
"Paksaengnim, bagaimana uri Sungmin?"tanya Sooby. Hyena merangkul Sooby.
"Gwenchana ia sudah melalui masa kritis. Tapi untuk lebih lanjutnya kami akan melakukan pemantauan lebih lanjut agar bisa menentukan pengobatan yg terbaik untuknya."jawab Min Woo.
"Tenang Sooby, Min Woo bisa diandalkan."kata Hyena.
"Gomapsseumnida."kata Sooby dan Heechul kompak, mereka pun saling tatap.
"Aku akan kembali ke ruanganku. Hyena kau pakai saja mobilku."kata Min Woo.
"Andwae, Noonim biar aku yg mengantarnya."jawab Heechul. Min Woo pun mengangguk setuju dan meninggalkan mereka.

Sementara Sooby menjaga Sungmin, Heechul mengantar Hyena pulang dan kerumah untuk mengambil beberapa pakaian Sungmin.
Di dalam mobil. "Chullie, bagaimana bisa kau dan Sooby....."Hyena melirik ke arah Heechul.
"Ia terhimpit masalah dan tidak punya tempat tinggal jadi aku mengajaknya kerumahku. Dan tadi karna kecapean Sungmin jatuh pingsan."jawab Heechul dengan gugup.
"Ne, Ara...Ara....Ternyat uri Chul sudah bisa diandalkan. Hem...Kukira kau akan selamanya kaku dengan yeoja kecuali denganku."kata Hyena seraya mengacak2 rambut Heechul.
"Ya! Noonim aku bukan anak kecil lagi. Kelakuanmu seperti seorang ahjumma."sindir Heechul.
"Aishhh...Bocah ini mulutnya pedas sekali. Ne Ara aku tak akan menggodamu lagi."kata Hyena.

Keesokan harinya.Kediaman Kim Family.
Sooby masih menunggui Sungmin di RS. Yunmee menyiapkan bekal untuk Sooby.
"Mee eon, Sooby eonnie menderita sekali ya. Mi jadi ingat oppa sewaktu kita kehilangan eomma dan appa. Oppa sangat mengurus kita."kata Yoomi polos.
Yunmee menutup tempat makan itu dengan pelan, mata nya nanar dan ia sempat menghela nafas panjang.
"Nde Mi, oppa seharusnya diumurnya sekarang sudah bisa memiliki seorang istri tapi demi kita ia bekerja keras sendirian. Oleh karna itu Uri Mimi belajar yg rajin dan bisa dibanggakan oppa. Arachi?"kata Yunmee.
Yoomi memanyunkan bibirnya. Ia tahu eonnienya itu sedang menyindirnya.
"Yunmee, sudah selesaikah?"tanya Heechul yg telah datang.
"Ye, oppa sudah siap."jawab Yunmee sambil menyerahkan bekal makanan ke tangan Heechul. Dab Heechul bergegas ke RS.
"Mee eon, oppa sudah mirip seperti seorang suami ya."bisik Yoomi dan Yunmee mengisyaratkan Yoomi untuk diam.
"Sudah sana cepat ke sekolah nanti kau telat lagi. Apa Kibum mengantarmu?"tanya Yunmeee.
"Ani, Bum ada kompetisi fisika jadi tidak mengantarku. Aku bisa naik bus kok."jawab Yoomi.

Kampus Yunmee
Yunmee merapikan buku2 yg ia pinjam dari perpustakaan ke tempat semula.
"Ya....Yunmee lama tak kudengar kabarmu dekat dengan namja ternyata kau berkencan dengan Lee Hyukjae si cassanova ya...."ledek Seungmi.
"Mwo? Lee Hyukjae? Nugu?"tiba2 Yoori datang diantara Seungmi dan Yunmee.
"Aish, jangan mentang2 kau artisnya. Seenaknya menyela pembicaraan orang."Seungmi mulai kesal.
"Heh? Kenapa kau kesal padaku. Kulihat Yunmee juga tidak meresponmu."sindir Yoori.
"Sudahlah, ini perpustakaan kalau kalian ribut lebih baik keluar saja."kata Yunmee sembari mendorong mereka berdua ke arah pintu keluar.
"Aish, Yunmee-ah.....Kau! Ini semua gara2 kau."bentak Seungmi dan mereka pun pergi dengan arah yg berlawanan.
Yoori yang kesal tidak menyadari panggilan Chae Rie yg sedari tadi memanggilnya.
"Yoori-ah.....Kau ini aku memanggilmu dari tadi kau sama sekali tidak mendengar ya."bentak Chae Rie pada Yoori.
"Chae Rie unnie kau mengganggu saja, kau mau aku pecat!"ancam Yoori.
"Mwo? Kau ingat aku ini di pekerjakan oleh management bukan olehmu. Ara! Sekarang bersiaplah kita ada session pemotretan. Khaja!"Chae Rie menyeret paksa Yoori.

Di studio sudah menunggu para kru dan fotografer serta model namja yg akan dipairingkan dengan Yoori pada sesi pemotretan kali ini.
Tapi semua jadi terhambat dikarnakan keterlambatan Yoori.
"Mianhe....Mianhe....."Chae Rie berusaha meminta maaf pada semua orang di lokasi.
Termasuk kepada model namja itu.
"Ya! Kau ini sudah jam berapa. Kalau aku tahu aku akan dipasangkan olehmu lebih baik aku menolak dari awal."
"Kau kira aku bersedia dipairingkan denganmu."sindir Yoori. Mereka berdua pernah beradu pendapat saat shooting CF yg lalu. Hingga sekarang hubungan mereka tetap memanas.
Model itu tak kuasa menahan amarah lalu ia pergi meninggalkan studio.
Chae Rie berusaha mengejar namun langkahnya tidak sanggup mengejar hingga tanpa sengaja ia terpeleset hingga celana panjang putihnya pun kotor tepat di bokongnya.
"Aissshhh...Eotteokae...."Chae Rie serasa ingin menangis.
Tanpa disadari model namja itu mendekat dan menolong Chae Rie berdiri dan melepas sweater yg dipakainya lalu dilingkarkan di pinggang Chae Rie untuk menutupi celananya yg kotor.
Belum sempat CHae Rie berterima kasih model namja itupun pergi.
"Gomapsseumnida Choi Siwon Ssi."kata Chae Rie lirih menatap punggung Siwon dari kejauhan.

Di perjalanan ke sekolah Yoomi tidak sengaja tersandung sesuatu dan terjatuh hingga melukai lututnya.
sambil berjongkok di pinggir jalan ia dengan lengah membersihkan luka di lututnya dengan tangannya.
Sampai ia tidak sadar sebuah motor melaju dengan cepat ke arahnya.
Hingga muncul seorang Namja X menarik tubuhnya ke pinggir. Yoomi shock mengalami kejadian itu.
Pengendara motor itu berhenti dan membuka kaca helm nya lalu berteriak ke arah Yoomi.
"Ya! Gadis bodoh berjongkok di pinggir jalan cari mati ya!"bentaknya lalu pergi secepatnya.
Yoomi merasakan pelukan yg hangat dari namja itu. Ia berusaha melihatnya lebih jelas namun topi dan kacamata hitam itu membuat Yoomi sulit mengenalinya. Namja X berbisik "Jangan lihat wajahku kalau kau tidak mau mati.
"Diamlah dan jangan berbalik sampai aku pergi. Kalau kau tidak menuruti kata2ku nyawamu bisa menghilang."ancam Namja X.
Badan Yoomi lemas ia pun bingung siapa namja ini, kenapa ia menolongnya namun mengancam ingin membunuhnya.

Namja X berlalu dan sampai sebuah Toyota Celica hitam berhenti tepat di depan Namja X, mobil yg sama yg menyerempet Yoomi. Namja X masuk ke dalam mobil tersebut.
"Ya! Pabo, Big Boss bisa membunuh kita kalau sampai ketahuan kau terang2an mendekati target!"kata namja Y.
"Ne arasseo Hyung. Aku tidak akan mengulanginya lagi."jawab Namja X.
Dan mobil Toyota Celica hitam itupun berlalu.

TBC

Trouble Maker Jilid 05

Trouble Maker Jilid 05

Cast :
*Kim Heechul (sulung) 29th
*Kim Yunmee (No.2) 21th
*Kim Yoomi (Maknae) 17th kelas 3 SMA

Han Sister => Sooyo & Sookyo
Kim Kibum
Choi Soobyung/Sooby
Cho Kyuhyun
Park Jung Soo
Shim Changmin
Yesung
Ahn Suk Hwan

The Lee
* Lee Hyukjae
*Lee Yoori
*Lee CHae Rie
*Lee Sung Young
*Lee Seungmi

Cameo : Zhoumi as Songsaengnim

Saat tiba di jalan tempat ia menurunkan Sooby, Heechul kaget karna Sooby tiba2 sudah berganti pakaian dan dengan make up yg tebal lalu Ia menyetop taxi.
“Itu dia kan? Kenapa.... Dan selarut ini ia mau kemana?”Heechul hanya bisa bengong melihat Sooby dari kejauhan di mobilnya.
Rasa penasaran Heechul pun membawanya terus diam2 mengikuti Sooby pergi dari belakang.
Taxi itu sampai ke sebuah cafe yg bernama Bourbon Rose.
Lama Heechul berpikir untuk masuk atau tidak, segala prasangka menghampiri pikirannya.
"Aish, yeoja ini membuat kepalaku pusing." Heechul keluar dengan hati emosi dan masuk ke dalam cafe itu. Selama ini Heechul tidak pernah ke tempat yg penuh hingar bingar kehidupan malam karna sibuk bekerja.
Dilihatnya di sekelilingnya aroma alkohol dan asap rokok memenuhi ruangan.
Dicarinya sosok yg ia kenal di antara orang2 yg ada di dalam cafe. Terdengar suara merdu seorang penyanyi dari panggung, panggung yg tidak begitu besar seorang penyanyi yg memakai gaun terusan silky merah sedada dan rok yg hanya setengah paha dengan pita yg agak besar di pinggangnya. Ia bernyanyi diiringi permainan seorang pianis.

geudaen moreujyo naegedo
meotjin aeini itdaneungeol
neomu sojunghae kkok sumgyeodueotjyo
geu saram naman bol su isseoyo
nae nuneman boyeoyo
nae ipsure yeongwonhi damadulgeoya
gakkeumssik chaoreuneun nunmulman algo itjyo
geu saram geudaeraneungeol
algetjyo na honja aningeollyo
ansseureowo marayo
eonjengan geu saram sogaehalkkeyo
ireoke chaoreuneun nunmuri malhanayo
geu saram geudaeraneun geor

Translate
Do you know that
I do also have a great lover?
Someone that I cherish so much that I had to hide
That someone, only I can see him
He is only visible to my eyes
I Will keep him locked in my lips forever
Only the tears that fill my eyes know
That person is you
Can you see I am not alone
So don’t worry about me so much
I’ll introduce him to you someday
Can you hear my tears filled up in my eyes say?
That person is you

                                                                    "I Have a Lover" sing by Lee Eun Mi 

http://www.youtube.com/watch?v=gG6qGNz0N1k

Heechul sungguh terpana dengan suara penyanyi itu, ia perlahan mendekati panggung hendak melihat lebih jelas.
"Mwo? Dia....."batin Heechul shock melihat penyanyi tersebut tidak lain merupakan Sooby.
Perlahan ia mundur, namun seorang pelayan cafe tidak sengaja menabrak Heechul dan menjatuhkan gelas2 yg ia pegang. Pelayan itu pun meminta maaf berkali2 kepada Heechul. Sontak saja kejadian itu membuat semua orang yg ada di cafe melihat ke arah Heechul.
Sooby sungguh terkejut melihat Heechul yg ada disitu. Tak sanggup menahan malu Sooby berlari meninggalkan panggung, Heechul pun mengejar Sooby.
Ia berhasil menarik tangan Sooby dan menghempaskan tubuhnya ke dinding.
"Lepaskan aku sunbae.........Biarkan aku pergi."
"Mwo? Harusnya aku yg marah dengan apa yg kau lakukan di cafe ini."kata Heechul dengan membentak.
"Marah? Wae? Apa aku menyusahkanmu! Hah!"bentak Sooby tak mau kalah lalu menepis tangan Heechul dan kembali masuk ke dalam cafe. Saat Heechul berusaha mengejar Sooby lagi seorang pria datang mencegat Heechul berikut 2 orang tinggi besar seperti bodyguard.
"Ya.....Ya.....Ya......Ada perlu apa Tuan Tampan dengan artis kami. Ah kenalkan saya Ahn Suk Hwan pemilik cafe Bourbon Rose."dengan gaya yg seperti mafia.
"Maaf tapi aku harus bertemu dengannya."kata Heechul tetap berusaha menerobos ketiga orang tersebut untuk menemui Sooby.
Namun kedua bodyguard itu menyeret Heechul keluar. Tawa Ahn Suk Hwan membahana melihat Heechul diusir keluar.
"Argh....Sial....!"Heechul membanting pintu mobilnya dan pergi dari tempat itu.

Pagi Hari
Kampus Kim Yunmee.
Pagi ini Yunmee sebenarnya Yunmee tidak ada mata kuliah tapi ia datang ke kampus untuk ke perpustakaan mencari buku untuk tugas.
Dicarinya buku yg ia maksud. Lalu tak sengaja ia melihat sepasang kaki seseorang di balik rak buku.
Yunmee yg penasaran pun menghampiri orang tersebut.
Dilihatnya namja yg selalu mengganggunya yg selalu memanggilnya Frozen Lily, siapa lagi kalau bukan Lee Hyukjae.
Dengan polosnya ia tertidur pulas di pojok perpustakaan dengan posisi duduk dan kaki yg diluruskan ke depan di lantai.
Dengan ceroboh Yunmee menyenggol rak buku dan menjatuhkan beberapa buku tepat di kepala Hyukjae.
"Aww.....Siapa yg berani menjatuhkan buku2 ini hah!"bentak Hyukjae yg langsung bangkit dari tidurnya.
"Mianhe, aku tidak sengaja."jawab Yunmee merasa bersalah.
"Mwo? Kau? Ah....Gwenchana kepalaku baik2 saja kok. Eh, kau kenapa bisa ada disini?"tanya Hyukjae.
"Uhm....Jangan2 kau sedang mengagumiku yg sedang tertidur ya....Wah jadi malu aku."Hyukjae cengengesan sambil menggaruk2 belakang kepalanya.
Yunmee yg malas menanggapi kata2 Hyukjae lalu berbalik dan melangkahkan kakinya dari hadapan Hyukjae.
"Omo.....Kau jangan pergi. Aku belum minta ganti rugi setelah kau membuat kepala ku cidera."kata Hyukjae.
Mata Yunmee melotot ke arahnya. Hyukjae yg melihat tatapan Yunmee langsung berpura2 memegang kepalanya.
"Ini benar, aku benar2 sakit."Hyukjae berusaha meyakinkan Yunmee.
Yunmee menghampiri Hyukjae dan dengan tiba2 membuat Hyukjae kaget karna Yunmee memegang kepala Hyukjae.
Wajah mereka sungguh dekat.
"Ehm...Sepertinya kau benar2 sakit. Baik apa yg harus aku lakukan?"tanya Yunmee tanpa Ekspresi.
Hyukjae menelan ludahnya tidak menyangka Yunmee akan sedekat itu dengannya. Untuk beberapa lama Hyukjae melongo.
"Kalau kau tidak cepat mengatakannya aku akan pergi sekarang."ancam Yunmee yg tidak sabar.
"Andwae....Ne, aku mau sabtu ini kita ....Ken....Kencan....Nde, kencan."jawan Hyukjae gugup.
"Mwo? Kau gila?" kata Yunmee. "Nde, aku setuju. Tentukan dimana dan kapan waktunya."lanjutnya tegas.
"Ehm....Di....Di Lotte World jam....Jam 3 sore. Kau mau aku jemput?"tanya Hyukjae gugup.
"Ani, kita ketemu di pintu masuk jam 3."jawab Yunmee tanpa ekspresi dan pergi berlalu meninggalkan Hyukjae.
"Aish.......Kenapa aku jadi gugup menghadapi si Frozen Lily. Sial sepertinya ada yg tidak beres dengan diriku. Hehe. Yippy!"Hyukjae lompat2 kegirangan sendirian.

Yunmee berjalan di koridor kampus dan langkahnya terhenti karna seorang berdiri tepat di hadapannya.
"Annyeong, masih ingat aku?"tanya yeoja itu. Namun Yunmee hanya diam.
"Joneun Yoori imnida kau pernah membantuku menyelamatkan diri dari wartawan saat itu."
"Nde, kau Lee Yoori artis muda yg baru naik daun yg bermain di drama ALmost Love."jawab Yunmee.
"Mwo? Kukira kau tak kenal denganku."Yoori terperangah kaget mendengarnya.
"Itu gampang karna kedatanganmu saat itu menjadi topik utama di kampus kami dan berita itu ditempel di mading sana. Berikut dengan gambar wajahmu. Tapi aku sama sekali tidak mengenalmu. Mianhe."kata Yunmee hendak berlalu meninggalkan Yoori.
"Ya! Kau ini tidak sopan sekali dengan Yoori."bentak Lee Chae Rie manager Yoori yg datang setelahnya.
"Gwenchana unnie. Aku senang dengannya berbeda dengan orang lain yg kukenal. Kita berteman ya."Yoori menyodorkan tangannya dan Yunmee pun membalas. Yoori mendekap erat tubuh Yunmee.
"Gomawo."kata Yoori. Yunmee tidak mengerti dengan sosok yeoja yg di hadapannya kini.
"Ne, aku harus pergi sekarang. Annyeong."kata Yunmee dan melangkah pergi.

"Yoori kau sungguh aneh, kenapa berteman dengannya? Bukan berteman dengan kalangan artis saja."tanya Chae Rie.
"Chae Rie unnie, aku mau kuliah disini. "kata Yoori tiba2.
"Mwo? Kau ini kenapa disini bukan di tempat lain. Kau tahu kemarin saja kita di kejar2 wartawan karna tiba2 kita datang kesini. Kau ingatkan disini kampus Nickhun juga!"bentak Chae Rie.
"Nde, ara unnie. Tapi itu sudah keputusanku. Aku juga ingin dekat dengan Khun oppa dan gadis itu."tanpa memperdulikan komentar Chae Rie, Yoori melangkah pergi.

Di tempat lain Yunmee dikagetkan oleh seorang namja.
"Yunmee, tadi itu bukankah artis Lee Yoori?"
"Nde, Wae Yesungie?"yg menjawab bukan Yunmee melainkan Seungmi.
"Omo! Kau membuatku kaget saja. Dasar hantu perawan!"bentak Yesung kepada Seungmi.
"Mwo! Kau bilang apa yadonger!"Seungmi tidak kalah membentak.
"Aish....Jaga mulutmu! Kalau bukan karna keluargaku jangan kira aku rela bertunangan dengan hantu perawan galak sepertimu!"Yesung melototkan kedua matanya.
"Kau kira aku sudi bertunangan denganmu hah! Kha....."Seungmi mengusir Yesung pergi dari hadapannya.
"Tak perlu kau suruh aku juga tidak sudi lama2 melihatmu."Yesung pergi.
Yunmee hanya bisa menghela nafasnya, entah untuk keberapa kali ia melihat pasangan itu beradu mulut.

Di sekolah Yoomi.
Jam istirahat.
Sooyoo terlihat sangat kesal berkali2 ia mengacak2 rambutnya dan merebahkan kepalanya di meja.
"My twins wae? Tidak biasanya kau seperti ini? Ada yg mengganggumukah?"tanya Sookyo.
"Ne, murid yg kuajar les benar2 membuatku kesal. Sudah beberapa hari ini aku mengajarnya ia sama sekali tidak menggubrisku bahkan ia sama sekali tidak memanggilku songsaengnim atau noona bahkan namakupun tidak pernah ia sebut. Ottokae?"kata Sooyoo lalu membenamkan wajahnya ke meja lagi.
"Mwo? Anak itu tidak sopan sekali. Apa perlu aku beri pelajaran hah!"Sookyo sangat geram melihat saudarinya dipermainkan.
"Beri ia pelajaran? Caranya?"tanya Sooyoo.
"Hari ini biar aku yg menggantikanmu mengajarnya. Akan kubuat ia menghormatimu."jawab Sookyo.
"Andwae my twins. Nanti aku bisa dipecat."kata Sooyoo.
"Tenang saja. Kau percayakan padaku ya. Itung2 kau libur mengajar. Kebetulan aku tidak ada latihan hari ini."kata Sookyo.
Sooyoo hanya bisa mengiyakan karna ia tahu temperamen saudarinya yg keras, sedari kecil ia tidak sanggup melawan kekerasan hati Sookyo.

Di kantin sekolah.
Yoomi sedang duduk dengan makanan di mejanya yg hanya ia aduk2 tanpa memakannya. Pandangannya nanar melihat ke arah jendela.
"Mimi, wae?"tanya Kibum yg kebetulan mengajaknya makan bersama di kantin.
"Ani."jawab Yoomi. "Kau pasti masih memikirkan teror2 itu kan? Sudahlah jangan kau pikirkan ya."kata Kibum dengan tersenyum.
"Nde."jawab Yoomi, ia berpura2 menyembunyikan kegelisahannya.
Bahkan hingga jam pelajaran kembali mulai di kelas Yoomi sama sekali tidak fokus. Ia hanya memainkan pulpen di tangannya dan melihat ke arah jendela.
"Kim Yoomi. Kau mau bengong sampai kapan?"tiba2 Zhoumi songsaengnim memukulkan penggaris kayu tepat di kepala Yoomi. "Aduh....."Yoomi mengusap2 kepalanya yg sakit.
Murid2 pun mentertawakan Yoomi. Tapi tetap saja Yoomi tidak bisa fokus belajar sampai akhirnya jam pelajaranpun usai.
"Yoomi-ah.....Wae?"tanya Han Sisters kompak.
"Aish....Kalian tidak bisa ya tidak mengagetkanku."Yoomi memanyunkan bibirnya.
"Ah...Sudahlah kita pulang ya. Khaja."ajak Sookyo.
"Nee....."jawab Yoomi malas.

Saat mereka berjalan keluar dari pintu Yoomi ditabrak oleh seorang siswi hingga jatuh di lantai. Sooyoo membantu Yoomi berdiri.
"Ya! Kau murid kelas 1 kan tidak sopan sekali kau!"bentak Sookyo.
Tapi siswi itu hanya melengos pergi.
"Dia itu bukannya Lee Sung Young?"kata Sooyoo.
"Mwo? Kau kenal dengan murid kelas 1 itu?"tanya Sookyo.
"Ne, dia itu teman Kyuhyun muridku. Perangainya dan perangai Kyuhyun sama persis. Tak heran mereka bersahabat."kata Sooyoo.
"Aissshhh....Rasanya aku ingin memukulnya."kata Sookyo mengepalkan tangannya.
"Sookyo sudahlah. Biarkan saja."kata Yoomi.
"Mimi, wae?"tanya Kibum yg baru datang menjemput Yoomi.
"Bum, ani....Tidak ada apa2. Kau menjemputku?"tanya Yoomi.
"Nde, khaja."ajak Kibum.
"Sookyo, Sooyoo aku duluan ya."kata Yoomi.
"Nee...Annyeong Yoomi-ah...hehehe."jawab Han sisters sambil cengengesan.

Di kediaman keluarga Han.
Sooyoo membereskan semua buku untuk les hari ini.
"My twins, sudah siapkah semuanya?"tanya Sookyo.
"Ne, sudah siap. My Twins kau yakin bisa menghadapi Cho Kyuhyun?"Sooyoo terlihat khawatir.
"Kau meremehkanku my twins. Tenang saja, aku pasti bisa."jawab Sookyo. Sooyoo hanya bisa pasrah dengan keputusan saudarinya itu.

Sookyo tiba di kediaman Cho.
Sama seperti Sooyoo ia terperangah kaget melihat rumah yg besar itu.
"Sungguh disayangkan padahal ia bisa memiliki apapun yg ia punya tapi kenapa ia tidak memiliki sopan santun dan otak. Aishhh....Fighting."Sookyo bergumam sendiri dan menyemangati dirinya sendiri.
Dipencetnya bel rumah itu. Mrs Cho sedang pergi keluar jadi hanya ada pelayan rumah keluarga Cho yg mempersilakan Sookyo masuk.
Ia pun langsung di arahkan ke ruang belajar Kyuhyun yg juga kamar Kyuhyun.

"Aish, bocah ini bukannya belajar malah bermain game."batin Sookyo.
Sookyo duduk di meja belajar dan mengeluarkan semua buku2 dari tasnya.
Tapi dilihatnya Kyuhyun tidak bergeming sama sekali masih memainkan game. "Ehem...."Sookyo berdehem berharap Kyuhyun menyadari kehadirannya. Tapi tak ada reaksi dari Kyuhyun.
"Ehem....Ehem...."deheman Sookyo makin keras.
"Ya! Kau berisik saja kalau kau sakit sana pulang jangan mengganggu permainanku."kata Kyuhyun tanpa sedikitpun menoleh ke arah Sookyo.
"Ya! Bocah kau sungguh tidak sopan!"bentak Sookyo sambil mematikan game.
"Kau....Kau ini mau dipecat ya!"bentak Kyuhyun tidak mau kalah.
"Mwo! Aish....Kau kira aku takut dengan bocah yg tidak punya sopan santun sepertimu. Yg hanya mengandalkan kekayaan keluarganya untuk segala fasilitas mewah. Yg tidak perlu bersusah payah belajar. Hah!"
"Tahu apa kau tentang diriku, kau hanya wanita gila yg mengoceh seenaknya. Ternyata ini wajah aslimu yg sebenarnya. Selama ini kau bersikap manis hanya kedok. Tak kukira."celoteh Kyuhyun.
PLAAAKKKK....Tangan Sookyo mendarat di pipi Kyuhyun.
"Dengar tidak seperti kau aku harus bersusah payah untuk kehidupanku. Jadi turuti apa kataku dan belajar!"Sookyo menggebrak meja.
Kyuhyunpun menurutinya, entah kenapa sosok "Sooyoo" yg dihadapannya bisa sangat berbeda. Hingga tadi belum ada satu orangpun yg mebentaknya bahkan memukulnya, tidak juga orang tuanya. Karna ia anak tunggal jadi ia sangat disayang oleh orang tuanya.

Sedangkan Sooyoo yg tempatnya digantikan oleh saudarinya Sookyo sedang sibuk berbelanja untuk makan malam hari ini. Eomma mereka masih sibuk bekerja jadi mereka sudah terbiasa mengurus diri mereka masing2.
Tapi soal urusan masak Sooyoo bisa lebih diandalkan daripada Sookyo.
Di swalayan ia mencari2 bahan masakan untuk makan malam ini.
"Sookyo....."panggil seorang kepada Sooyoo, pikir Sooyoo pasti orang itu menganggap dirinya Sookyo.
Sooyoo pun berbalik.
"Ne ahjussi."jawab Sooyoo.
"Mwo? Ahjussi? Kau panggil aku ahjussi? Seorang Park Jung Soo kau panggil ahjussi apa aku setua itu?"namja itu terlihat kesal.
"Omo! Park Jung Soo adalah sunbae dance my twins. Gawat...Ottokae?"batin Sooyoo sambil menggigit ujung jarinya.
"Hahahahaha....Sookyo Ssi kau bisa saja bercanda denganku."kata Jung Soo.
"Hehe, ne...Aku hanya bercanda Sunbae."Sooyoo memaksakan senyum.
Dilihatnya keranjang belanjaan Jung Soo yg isinya bungkusan ramen.
"Sunbae, kau hanya makan Ramen?"tanya Sooyoo.
"Ne, begitulah nasibku karna aku tinggal sendiri di apartemen jadi hanya makan ini saja."jawab Jung Soo.
"Kasihan sekali, kata my twins sunbae ini sangat membantu my twins sebagai dancer. Ne, aku harus membantunya setidaknya untuk memasakan makanan untuknya."batin Sooyoo.
"Sunbae biar aku yg memasakan untukmu."kata Sooyoo polos.
"Mwo? Jincha?"kata Jung Soo tidak percaya.
Jung Soo merasa ada yg berbeda dengan "Sookyo" yang ia lihat sekarang. Sangat feminim.

Di kantor Heechul.
Seharian ini Heechul sama sekali tidak konsentrasi. Karna Sooby sama sekali tidak datang bekerja.
Changmin yg heran melihat Heechul mondar mandir di ruangannya.
"Heechul, wae?"tanya Changmin.
"Aniyo Changmin."jawab Heechul.
"Aku kenal kau sudah lama Chul, jadi aku tahu kau ada masalah. Wae? Apa ada hubungannya dengan rancanganmu atau masalah blue print?"tanya Changmin.
"Ani, bukan itu soal rancangan sudah selesai dan masalah blue print aku sudah sepenuhnya menyerah karna saingan kita banyak salah satunya mungkin yg berbuat itu."jawan Heechul sambil melihat ke arah meja Sooby.
Changmin yg baru tersadar tidak adanya Sooby. Ia pun berkata "Dimana Sooby Ssi?"
Heechul hanya menggeleng.
Seharian Heechul di kantor sama sekali tidak tenang. Ia tidak pernah dibuat khawatir oleh seorang yeoja sebelumnya kecuali kedua adiknya Yunmee dan Yoomi.

Dan akhirnya sepulang kerja ia memutuskan mendatangi rumah Sooby.
Iapun sampai di depan gang rumah Sooby. Ia berusaha mencari2 rumah Sooby hanya dengan menerka2.
Namun ia sungguh terkejut ada beberapa orang yg melempar2 barang2 keluar dari rumah seseorang dengan paksa.
Dilihatnya ada seorang yeoja dan seorang namja yg berteriak2 menghalangi.

TBC

That Person Is You ( Geu Saram Geudaeraneun Geol )

Genre : Romance
Cast
Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk
Kim Rae Woon

Rating : 15+

MIANHE......itu kata yg terucap saat pertama kali ia menciumku. Kala itu umurku baru saja 14th.
Tepat saat hari ulang tahunku.
Itu adalah ciuman pertamaku mungkin itu yg membuatnya merasa bersalah.
Sejak saat itu ia tidak pernah menampakan wajahnya di hadapanku lagi.
Kudengar ia dan keluarganya pergi ke luar negeri.

Rasanya aku bagai sampah yg terbuang. Aku membuang semua fotoku bersamanya.
Dan saat itu juga aku menganggap cinta itu tidak ada. Aku berubah dingin kepada tiap namja yg mendekatiku. Hingga sekarang saat umurku 20th dan kuliah sudah banyak namja yg kutolak. Tak ada yg benar2  ada di hatiku.
Sampai suatu ketika seorang namja datang padaku memohon untuk menjadi kekasihku.
“Mwo? Kau tidak salah. Kau ini baru SMA berani2nya kau mengajak yeoja yg lebih tua darimu untuk menjadi kekasihmu?”ledekku.
“Tepatnya kelas 3 SMA dan umurku 17th. Aku tidak perduli, aku menyukaimu dan kurasa alasan itu sudah cukup.”ujarnya polos.
“Aigo.....Kau ini...Benarkah kau ingin menjadikanku kekasihmu.”kataku dengan sedikit menggodanya, mendekatkan tubuhku kepadanya. Dan kulihat wajah polosnya tidak bergeming.
“Namamu?”tanyaku jutek.
“Cukup panggil aku Jae Eun.”jawabnya.
“Joneun.......”belum sempat aku meneruskan kata2ku ia pun melanjutkan.
“Kim Rae Woon, umur 20th tgl lahir 30 desember. Dan...”
“Cukup....”kataku.

“Apa kau benar2 ingin jadi pacarku?”tanyaku memperjelas lagi.
“Nde, aku ingin kau jadi pacarku.”jawab Jae Eun polos.
“Omo, baiklah kuberi kau waktu 2 minggu untuk menjadi kekasihku. Tidak lebih dari itu.” jawabku dan pastinya ia akan menolaknya. Itulah salah satu cara aku menolak namja.
“Baiklah.” jawab Jae Eun.
“Aish....Bocah ini.....Kenapa ada bocah yg polos bahkan mendekati pabo sepertinya.”batinku
“Kalau begitu mulai hari ini kita pacaran. Kau mau aku berbuat apa?”godaku.
“Hem.....Kencan.....”jawabnya lagi.
Kuiyakan keinginannya.

Sungguh aku tidak habis pikir ternyata ia mengajakku ke taman bermain. Padahal aku terakhir pergi ke taman bermain itu waktu kelas 2 SMA.
Sangat kekanak2an sekali namun aku mengikuti kemauannya toh hanya 2 minggu aku bersamanya.
“Chakaman, kau benar2 mau mengajakku naik ke bianglala itu?”tanyaku tak percaya pada ajakannya. Ia mengangguk dan menarik tanganku menaiki bianglala.
Matanya menatap sekeliling dan kurasa ia sebenarnya takut ketinggian karna beberapa kali ia berteriak “Wow”bahkan saat kami berada di puncak bianglala ia terlihat takjub.
“Ah kyeopta.....”batinku.
“Andwae, aku tidak boleh menaruh hati pada bocah itu. Hufh.”gumamku.

“Noona....Coba kau lihat gedung2 itu terlihat sangat kecil dari atas sini. Rasanya aku ingin menggenggam semuanya dan mengambilkannya untukmu.”katanya polos.
“Aigo....Lucu sekali.”kataku seraya berusaha mengelus kepalanya. Tapi sepertinya ia tidak menyukainya karna ia menjauh dari tanganku.

Seminggu sudah aku “berpacaran” dengan Jae Eun.
Pernah suatu ketika ia dengan polosnya memintaku menjulurkan tangan dan ia memberikanku sebuah gantungan ponsel berupa kelinci kecil yg lucu. Aku sungguh takjub. Ia membuat hariku ceria. Namun cerobohnya aku, akupun menghilangkan gantungan ponsel pemberiannya.
Aku sudah yakin ia pasti marah tapi dengan polosnya ia menjawab “Gwenchanta....”
Senyumnya yg menampakan barisan giginya yg tertata rapi membuat hatiku berdesir namun aku menolak dengan tegas perasaan itu. IA ITU MASIH SMA....begitulah aku mendoktrin diriku sendiri.
Sampai suatu ketika tidak sengaja aku melihatnya masuk ke sebuah RS saat aku sedang menjenguk temanku. Aku kaget apa jangan2 ia sakit. Pikiran2 buruk menghampiri kepalaku.
Saat aku berusaha mengejarnya ternyata aku kehilangan jejaknya.
Aku duduk di salah satu bangku di lorong RS.

Lalu kuurungkan niatku untuk mencari Jae Eun lebih lama lagi. Kuputuskan untuk meneleponnya.
“Jae Eun-ah kau dimana? Aku melihatmu tadi di RS.”kataku.
“Mwo? Tapi aku sedang berada di depan rumahmu noona.”jawabnya.
“Rumahku? Tapi...Tadi aku jelas melihatmu masuk ke RS.”kataku lagi berusaha menegaskannya lagi.
“Noona aku benar2 sudah ada di depan rumahmu. Aku ingin mengajakmu nonton.”katanya lagi.
Lalu aku bergegas kembali ke rumah namun tak sengaja kulihat samar2 dari kejauhan seorang pasien terbaring dengan berbagai peralatan medis tersambung ditubuhnya. Wajah orang itu tak jelas kulihat karnaterhalang masker oksigen.

Akupun mengacuhkannya dan melangkahkan kakiku namun terdengar suara orang yg kukenal memanggil namaku. Saat aku berbalik tak ada seorangpun. Aku semakin gemetar ketakutan.

Akhirnya 2minggu pun tiba, aku mengajak Jae Eun bertemu. Aku memutuskan untuk membuat kenangan yg indah di hari terakhir kami “pacaran”
“ Jae Eun, hari ini aku akan membuat harimu tak bisa dilupakan.”kataku. Namun ada yg aneh pada raut wajahnya sepertinya ia tahu aku akan berpisah dengannya.
Kugandeng tangannya yg hangat, aku merasa sangat nyaman tiap kali menggenggam tangan Jae Eun.
Kami menonton film bersama. Tapi tidak seperti biasanya ia hanya diam menatap layar bioskop tanpa sedikitpun menoleh kepadaku.
Sepulang dari menonton film aku mengajaknya ke sebuah taman di tengah kota.
Kami berjalan berdampingan tapi kali ini ia tidak menggenggam tanganku.
Sudah sore ini waktunya, aku menarik nafas dalam2.
“ Jae Eun-ya, ada yg ingin aku bicarakan tentang hubungan kita dan seperti kau tahu ini sudah 2 minggu dan......”tiba2 Jae Eun mencium bibirku, ciuman yg hangat dari bibirnya yg tipis membasahi bibirku.
“Semua ini tidak benar.”batinku. Aku membuka mataku dan mendorong Jae Eun.
“Mianhe.” kata Jae Eun.
“MWO! APA KAU BILANG MIANHE.”
PLAKK....Tanganku menampar pipinya. Entah kenapa aku kesal dibuatnya. Dan akupun berlari menjauhinya.

“Sial kenapa ia harus menciumku dan bilang maaf padaku. Tunggu.... Kenapa aku merasa tidak asing dengan kata itu.”gumamku.
Akupun berbalik dan berlari ke taman itu namun tak kulihat Jae Eun dimanapun.
Kucoba meneleponnya namun ponsel nya tidak aktif.
Aku menangisi kebodohanku. Rasanya aku sangat kehilangannya. Bodohnya aku, aku tidak tahu dimana ia tinggal, dimana sekolahnya. Awalnya aku hanya ingin bermain2 dengannya dan tidak mau mengenal ia lebih jauh. Tapi aku menyesal sungguh sangat menyesal.

Author POV.
Ia melihat ponselnya dan membuka galeri foto mencoba mencari foto2 Jae Eun namun betapa terkejutnya ia tak ada satupun foto Jae Eun. Yang ada hanya foto dirinya yg harusnya sedang berfoto bersama Jae Eun yg nyatanya ia hanya foto sendirian.
Bahkan ia sempat kembali ke tempat dimana ia berfoto di photobox. Tapi orang di photobox itu bilang ia tak pernah melihatnya berfoto dengan seorang namja tapi hanya seorang diri.
Ia pun kembali ke bioskop tempat ia menonton bersama Jae Eun. Saat itu mereka membeli karcis bersama namun penjual ticketnya hanya bilang ia juga tidak melihat Jae Eun.
Ia dibuat gila oleh Jae Eun.
End Author POV.

“ Jae Eun dimana kau.......”batinku.
Lalu aku teringat RS itu. Tempat aku pernah melihatnya disana. Aku harus memastikannya.
Aku tidak gila dan Jae Eun itu nyata.

“Ya benar, ini dia RS itu. Aku harus membuktikannya. “batinku.
“Itu bukannya Jae Eun.” kataku saat melihat sosok Jae Eun di lorong RS dan aku berlari sekuat tenaga.
Namun lagi2 keberadaan Jae Eun menghilang.
“Rae Woon....Kim Rae Woon, kau kah itu nak?”seseorang memanggilku.
Aku berbalik dan kulihat seorang ahjumma mendekatiku.
“Nugu?”tanyaku.
“Kau tak ingat imo. Aku ibunya Hyukjae.”
“Mwo? Imo bagaimana anda bisa disini? Dimana Hyukie oppa?”tanyaku panik.
“Hyukjae ada disini. Di kamar itu.”kata imo seraya menunjukan jarinya ke sebuah kamar pasien yg pernah aku lihat sebelumnya. Aku berjalan mendekati tempat tidurnya dan berdiri di sampingnya.
“Imo, ini benar2 Hyukie oppa?”tanyaku.
“Ne, dulu ia mengalami kecelakaan sepulang ia dari ulang tahunmu. Ia mengalami penggumpalan darah di otaknya yg menyebabkannya koma dan tidak sadarkan diri hingga sekarang.”jawab imo sambil meneteskan air matanya. Kulihat parasnya yg semakin menua.
Imo meninggalkan kami berdua. Aku menatap lembut wajah Hyukie oppa yg memucat.
Kubelai wajah namja yg terbaring lemah itu. Kugenggam tangannya.
Disini terbaring namja yg memberikan ciuman pertama kepadaku. Aku tidak mengenali wajahnya kini yg sudah berubah seiring perjalanan waktu selama 6th ini. Dan selama itu pula ia terbaring lemah tanpa daya di RS ini 1th lalu, sebelumnya ia dirawat di Amerika.
“Oppa, ironal...Jebal, nae bogo shipoyo.”
Air mataku menetes di kedua telapak tangannya.

Hampir tiap hari aku menjenguk Hyukie oppa di RS. Tapi bayanganku tentang Jae Eun sama sekali belum menghilang. Aku bahkan meragukan kesadaranku.
“Apakah benar Jae Eun yg selama 2 minggu bersamaku hanya khayalanku saja?”batinku.

Tanggal 30 Desember, hari ulang tahunku.
Sudah 6th lamanya aku berpisah dengannya, di hari ulang tahunku.
Sepulang dari kuliah aku langsung menjenguknya di RS.
Kulihat imo tertunduk lemah di kursi panjang yg berada tepat diluar kamar Hyukie oppa dirawat sambil memegang sebuah buku besar yg seperti album foto.
Aku mendekatinya seraya berkata, “Imo, waeyo? Imo menangis?”
Ia memelukku erat, “Rae Woon-ah, eotteokae? Dokter bilang mereka harus melepaskan seluruh alat bantu di tubuh Hyukjae.”
“Mwo? Tapi oppa tidak bisa hidup tanpa itu semua.”kataku dengan penuh amarah.
“Ne, ara.”kata imo dan kembali memelukku sambil terisak. Aku berusaha keras menahan bulir2 air mataku demi imo.
Kulihat Dr. Jang mendekat, imo segera melepaskan pelukannya.
“Mrs. Lee ada yg perlu kami bicarakan tentang tindakan medis yg akan kami lakukan untuk putra anda.”kata Dr. Jang.
“Andwae, oppa pasti bisa sadar dan pulih Paksaengnim*.” (dokter)
“Sebenarnya berat bagi kami memutuskannya tapi kami rasa ini yg terbaik untuknya daripada ia harus menderita lebih lama lagi.” bak petir di siang hari, aku merasa sesak mendengar kata2 paksaengnim. Imo makin keras menangis. Dan aku merangkul tubuhnya.
“Yeobo, waeyo?”tanya Samchon yg baru saja tiba.
Paksaengnim menjelaskan hal yg sama kepada Samchon. Mereka memutuskan untuk berunding di kantor Dr. Jang.

Aku berjalan lemah ke kamar oppa, tak sengaja aku menyenggol album foto yg di genggam imo tadi.
Aku berdiri di samping Hyukie oppa dan menyapanya. “Annyeong Oppa...”
Kuambil kursi dan aku duduk persis di sampingnya. Kubuka halaman per halaman album foto itu.
Senyumku mengembang saat melihat foto oppa kecil.
Pertumbuhan demi pertumbuhan oppa dari tahun ke tahun terkumpul dalam album kenangan itu.
Dan kulihat fotoku bersama oppa. Aku mengingat kembali kejadian di masa lalu itu.

Aku Kim Rae Woon umur 12th dan Lee Hyukjae yg biasa aku panggil Hyukie oppa berumur 14th. Kami saling mengenal karna kami bertetangga, ia selalu usil kepadaku. Aku dan oppa sama2 anak tunggal dan aku selalu saja bergantung kepadanya. Teriakanku yg memanggil namanya selalu ia balas dengan senyuman yg sangat manis. Saat ia tersenyum bisa kulihat barisan giginya yg rapi dan gusinya terlihat saat ia tersenyum lebar. Matanya menyipit menampakan “smiling eyes”.

Kini yg kulihat adalah Hyukie oppa yg tanpa daya. Kejailannya tak lagi ada. Senyumnya pun tak lagi menghiasi wajahnya. Aku merindukannya sangat merindukannya.
Kubuka lagi halaman berikutnya. Terlihat seorang namja terbaring di tempat tidur di dampingi imo yg memegang sebuah kaus bergambarkan dragonball yg sangat digemari Hyukie oppa lalu samchon memegang sebuah kue tart saengil dengan dua lilin angka 1 dan 7.
Itu adalah sweet seventeen Hyukie oppa.
“Mwo? Itu ….Wajah itu bukankah itu Jae Eun, ne...itu Jae Eun. Jangan2 yg bersamaku waktu itu....”aku melihat ke arah Hyukie oppa. Wajah oppa saat berumur 17th dengan wajah Jae Eun sangat mirip. Bahkan kaus yg dipegang oleh imo itu juga sama seperti yg Jae Eun pakai.
“Oppa......Kau Jae Eun kah?”tanya ku sambil menangis memukul pelan tubuh oppa.
“Oppa...Irona!”aku semakin menangis sambil terisak. “Jebal oppa.....Aku tidak mengerti apa yg terjadi tapi kumohon aku tidak mau kehilanganmu. Jangan tinggalkan aku oppa... Tuhan kumohon....”
Aku yg tak sanggup menahan semua kesedihan dan semua tanya tentang keberadaan Jae Eun. Akhirnya hanya bisa menangis dengan kepala menunduk bertumpukan punggung tangan oppa.
Air mataku membasahi tangannya. Kurasakan sesuatu yg tidak biasa, aku merasakan ada pergerakan pada tangan oppa. Sontak aku terkejut dan memegang tangan oppa sekali lagi memastikan yg aku rasakan tadi.

Kudengar suara lirih yg berasal dari mulut oppa. “Rae...Woon....”
Aku terperanjat dan melihat wajah oppa kulihat matanya tebuka walau ia belum jelas melihat ke arah ku. “Oppa....Kau sudah sadar....Tuhan terima kasih.”
Aku sungguh bersyukur. Lalu sekuat tenaga aku berlari ke ruang Dr. Jang.
Imo, Samchon dan Dr. Jang bersamaku datang ke ruangan Hyukie oppa.
Aku, imo dan samchon diminta keluar sebentar oleh Dr. Jang.

2 minggu kemudian.
Aku dan Hyukie oppa berada di taman RS. Aku mendorong kursi roda oppa, karna belum pulih benar dan masih dalam masa pemulihan aku menemaninya melalu berbagaii terapi dan oppa belum bisa lepas dari kursi roda.
Aku selalu memberinya semangat menjalani semua terapi tersebut.

Tanganku memegang pendorong kursi roda, kami berdua menghirup udara segar di taman.
“Rae Woon, gomawo. “
“Wae?”
“Untuk mencintaiku. Dan kembali untukku.”
“Nde, oppa. Mianhe.”
“Mianhe? Wae?”
“Karna sempat membencimu oppa.”
“Gwenchanayo, harusnya oppa yg minta maaf padamu.” katanya lembut dengan tangan kanannya menggenggam tanganku.
“Oppa...Satu hal yg ingin kutanyakan kenapa minta maaf saat menciumku dulu. Dan saat alam bawah sadarmu muncul di hadapanku sebagai Jae Eun lalu menciumku?”akhirnya aku menanyakannya.
“Aku hanya takut dan merasa bersalah mengambil ciuman pertamamu tanpa seizinmu. Aku takut kau tidak suka itu.”
“Ya! Oppa, kau ini kenapa berpikir seperti itu! Kau pikir aku tidak menginginkannya!”kataku dengan nada agak sedikit keras dan tak kupungkiri wajahku memanas dan berwarna merah karna malu.
Oppa tahu itu dan tertawa. Saking lepasnya ia tertawa, ia tertawa sambil memegang perutnya.
“Oppa...berhenti tertawanya.....”kataku sambil cemberut.
Tapi oppa terus tertawa. Berapa kali pun aku memintanya untuk berhenti tertawa.
Lalu......Cup.....Aku mencium pipinya. Dan ia berhenti tertawa.
Sekarang giliran aku yg tertawa.
“Ya! Kim Rae Woon kau mau kubalas ya....”ancamnya padaku.
Ia mengejarku layaknya pembalap dengan kursi roda. Tapi aku terus meledeknya.
Kami sudah seperti anak kecil.
Terakhir ia menarik pinggangku dan menaikannya dipangkuannya.
“Omo...Oppa....”teriakku histeris.
“Saranghaeyo Kim Rae Woon....”teriak oppa sambil melajukan kursi rodanya dengan aku di pangkuannya.
“Na tto saranghaeyo Hyukie Oppa......”akupun tak kalah berteriak.
Tawa kamipun membahana. Tak peduli dengan sekitar kami.

I Have a Lover Lyrics
By : Lee Eun Mi


ajikdo neon honjangeoni
You ask me, ‘are you still alone?’
mureoboneyo nan geujeo useoyo
And I just laughed
saranghago itjyo saranghaneun saram isseoyo
I am loving someone, I have someone to love
geudaeneun naega ansseureoun geongabwa
You seem to worry about me,
joheun saramitdamyeo hanbeon
Telling me there is someone
mannabora malhajyo
that you would like me to see

Chorus:
geudaen moreujyo naegedo
Do you know that
meotjin aeini itdaneun geol
I do also have a great lover?
neomu sojunghae kkok sumgyeodueotjyo
Someone that I cherish so much that I had to hide
geu saram naman bol su isseoyo
That someone, only I can see him
nae nuneman boyeoyo
He is only visible to my eyes

nae ipsure yeongwonhi damadulgeoya
I Will keep him locked in my lips forever
gakkeumssik chaoreuneun nunmulman algo itjyo
Only the tears that fill my eyes know
geu saram geudaeraneun geol
That person is you

naneun geu saram gatgo sipji anhayo
I don’t want to have him
yoksimnaeji anhayo
I don’t want to be greedy
geunyang saranghago sipeoyo
I just want to love him

Back to Chorus:
geudaen moreujyo naegedo
Do you know that
meotjin aeini itdaneungeol
I do also have a great lover?
neomu sojunghae kkok sumgyeodueotjyo
Someone that I cherish so much that I had to hide

geu saram naman bol su isseoyo
That someone, only I can see him
nae nuneman boyeoyo
He is only visible to my eyes
nae ipsure yeongwonhi damadulgeoya
I Will keep him locked in my lips forever
gakkeumssik chaoreuneun nunmulman algo itjyo
Only the tears that fill my eyes know
geu saram geudaeraneungeol
That person is you

algetjyo na honja aningeollyo
Can you see I am not alone
ansseureowo marayo
So don’t worry about me so much
eonjengan geu saram sogaehalkkeyo
I’ll introduce him to you someday
ireoke chaoreuneun nunmuri malhanayo
Can you hear my tears filled up in my eyes say?
geu saram geudaeraneun geor

That person is you

http://www.youtube.com/watch?v=gG6qGNz0N1k